
Sepulang sekolah, Azura menuntun motor hitamnya menuju bengkel. Azura merasa, hari ini adalah hari yang sial baginya. Dilabrak 3 ondel-ondel, ditinggal pulang Zea, hp lowbat, dan ditambah ban motornya bocor. Dia tidak bisa menghubungi bengkel langganan papanya, sebab hp nya lowbat.
Azura terus menuntun motor besarnya dengan sekuat tenaga, peluh bercucuran tidak dihiraukannya. Sering dia bertanya keberadaan bengkel terdekat, tetapi selalu tutup. Saat Azura ingin berteduh di bawah pohon, sebuah mobil Toyota kuning berhenti dihadapannya dan menurunkan sedikit kaca mobil
" Jadi lo ngegembel sekarang? hahaha!! ". Kata Angel
" Huuu... Kasiannn ". Dengan wajah yang dibuat sejelek-jeleknya
" Bacot njing ". Kata Azura
" Mau nebeng gak? ". Kata Jesika
" Cuih, ga sudi gw naik mobil murahan lo "
" Di baikin malah ngelunjak lo, cabut "
Angel and the gang pergi meninggalkan Azura. Sedangkan Azura melanjutkan istirahatnya sambil meminum air mineral yang dibelinya.
" Huh, capek banget gila , mana masih jauh lagi ". Ujarnya dengan wajah pucat
" Kalau ada orang yang nolong gw, gw rela dijadiin pacar dah, ikhlas gw ". Katanya pasrah
" Berarti lo mau jadi pacar gw? ". Tanya Vemas dari belakang Azura
Azura yang refleks pun langsung menoleh. Alangkah terkejutnya dia, mengetahui bahwa Vemas yang ada disana
" Sejak kapan lo disana? "
" Jawab dulu pertanyaan gw!! ". Kata Vemas mengintimidasi
" Ya emangnya gw bisa nolak? ". Menaikkan sebelah alisnya
" Pertanyaan gw, lo mau apa nggak? "
" Ya ". Selain Azura sudah berjanji, dia juga ingin pamer kepada Angel bahwa Vemas telah menjadi miliknya.
" Taro aja motor lo disini, nanti biar temen gw yang ambil "
" Ini kita beneran pacaran? ". Tanya Azura tak yakin.
" Hmm, Emang kenapa? " . Menganggukkan kepala
" Tapi kok Lo tetep cuek, ga kayak Dion, Dion aja langsung manggil sayang ". Kata Azura mengungkapkan isi hatinya
" Karena gw bukan Dion. Dan tadi apa?, sayang?. Jadi lo mau dipangil sayang". Tersenyum tipis dan menaikkan sebelah alisnya, bermaksud menggoda Azura.
" Dih, Najis!! "
" Yaudah cepet naik!! , panas nih "
Azura dan Vemas pergi meninggalkan motor Azura, Azura tidak khawatir jika motornya tidak kembali, toh Vero kan kaya, berjejer motor di garasi milik Zevan pemberian dari Vero yang bisa ia gunakan sesuka hati. Orang kaya mah loss.
" Ke kafe aja ya Ra? , lo udah pucet banget. Makan dulu! ". Kata Vemas memberi solusi
__ADS_1
" Iya, terserah lo "
Karena kafe Zura lebih dekat, mereka memutuskan untuk ke sana.
Sesampainya di sana, Vemas menyuruh Azura untuk mandi membersihkan diri dahulu di lantai 3, karena dia ingin memesan makanan.
" Oi, biasanya Azura makan apa? ". Tanya Vemas kepada Surya
" Nasi goreng , Vem. Emang kenapa? ". Tanya Surya balik
" Gpp, nasi goreng 2!! "
Dan dianggukki oleh Surya sambil mengangkat tangannya memberi hormat.
Sementara Azura telah selesai mandi dan sholat. Sekarang dia sedang membaringkan tubuhnya di kasur.
*tilililit......tilililit......
" Assalamualaikum pa, ada apa? "
' Wa'alaikummussalam, kamu dimana sekarang? '
" Di kafe pa, kenapa? "
' Oh, yaudah kalau gitu '
" Pa, Zura mau cerita!! "
' Cerita apa sayang? '
' Gabisa di biarin ini, coba sebutin nama lengkapnya, brani braninya dia lukain anak papa, tapi kamu gapapa kan? '
Azura mengerti, apa yang akan papanya lakukan setelah ini, jika sudah meminta nama lengkap, berarti Vero akan mengeluarkan siapapun dari wilayahnya termasuk guru.
" Zura gapapa, ini karena diajarin bang Zevan silat kemarin. Hihi "
Setelah memberikan nama nama ondel-ondel yang berbuat onar dan berbincang bincang sedikit, Vero menyuruh Azura istirahat serta menutup telponnya.
" Siapa yang telpon Ra? ". Tanya Vemas dari balik pintu
" Papa "
" Oh, nih makan! ". Menyodorkan nasi goreng beserta air
" Makasi "
" Mau gw suapin? ". Tanya Vemas
" Hmm ". Vemas mulai menyuapi Azura
*Ting
*Ting
__ADS_1
*Ting
*Ting
*Ting
*Ting
Notifikasi saling bersautan berasal dari handphone mereka berdua. Vemas dan Azura menghentikan acara makan makannya dan mengecek notifikasi. Saat diselidiki, ternyata itu notifikasi grub kelas mereka yang membicarakan tentang Angel, Jesika, dan Selvia yang dikeluarkan dari sekolah.
" Gercep juga si papa, hihi ". Ujar Azura keceplosan
" Gercep apa? "
" Papa yang keluarin mereka ". Kata Azura jujur
" Emang papa lo siapa? Kok bisa ngeluarin mereka? "
" Vero Prananta ". Kata Azura singkat. Dengan bodo Vemas berkata
" Lo anaknya? ". Terkejut
" Ya menurut loo?!! ". Menjawab dengan kesal
" Apa alasan papa lo ngeluarin mereka? ". Tanya Vemas penasaran
" Mereka buly gw tadi di toilet!!. Gara gara loe juga! ". Katanya kesal
" Gue? ". Menunjuk dirinya
" Angel kan pacar lo ". Melirik sinis
Vemas menyunggingkan senyumnya sedikit
" Cemburu? ". Tanya Vemas menyebalkan
" Gak "
" Yang bener? "
" Bacot njing!! ". Vemas terbelalak melihat Azura yang mengumpatnya
" Coba ulangi!! ". Katanya dingin dan tanpa sengaja mencekram lengan Azura yang terluka
" shhh, sakitt..". Ringisnya
" Eh, sorry. Gw ga sengaja "
Vemas baru menyadari luka Azura, saat Azura menggulung lengan bajunya. Dengan sigap Vemas mengambil kotak obat yang berada di atas Almari. Vemas pun mengobati lengan Azura dengan ragu. Sebab dia belum pernah mengobati siapapun sebelumnya. Vemas dan Azura sama sama baru pertama kali pacaran. Akibatnya, Vemas menekan luka di lengan Azura.
' pantes tadi pucet , tangannya lebam plus dorong motor ratusan meter. kuat banget pacar gw, hihi '. Batin Vemas bersuara
Setelah mengobati Azura, Vemas dan Azura bergegas pulang
__ADS_1
Bersambung..........