
Didalam sebuah rumah dengan pencahayaan yang remang-remang, seorang pria berambut panjang memegang pisau yang berlumuran darah. Sorot mata yang kosong terlihat samar-samar dibalik rambut panjang yang menutupi wajahnya. Disamping pria tersebut, terdapat seorang wanita yang terkapar dilantai dengan sekujur tubuhnya dipenuhi luka dan darah. Secara perlahan dan dengan disertai pandangan mata yang dingin, pria tersebut berjalan mendekati seorang laki-laki paruh baya yang ada didepannya.
“Jangan nak, maafkan ayah!? Ayah menyesal telah melakukan semua ini. Kumohon ampuni ayah nak!?” Ujar laki-laki paruh baya tersebut duduk lemas dilantai sambil ketakutan melihat pria yang memegang pisau berlumuran darah.
Dengan wajah yang penuh ketakutan, laki-laki paruh tersebut duduk gemetar dibawah lantai. Raut wajah dari laki-laki paruh baya tersebut terlihat sangat panik. Keringat keluar deras bercucuran membasahi seluruh tubuh dan pakaian yang ia kenakan. Sambil berusaha menjauhinya dengan cara mengesot kebelakang, laki-laki paruh baya tersebut mencoba untuk meminta maaf kepada pria yang ternyata adalah anaknya sendiri. Tak menghiraukan ucapannya, pria tersebut tetap berjalan mendekat kearah ayahnya yang sedang ketakutan tersebut.
“Kumohon.... aku sangat menyesalinya. Jangan lakukan itu pada ayahmu ini nak.” Ujar laki-laki paruh baya tersebut yang masih berusaha membujuk anaknya.
“Dengarkan aku!!! Jika aku bisa memilih, aku tidak mungkin menjadikanmu sebagai sosok yang bernama ayah!!! Ini adalah jalan takdir, aku hanya mengikuti arusnya saja. Lagian semua ini bukan untuku, ini untuk dia.” Ujar pria tersebut sambil menempelkan pisau penuh darah tersebut ke muka ayahnya.
“Aku akan memperbaiki semuanya... A-aku akan menjadi sosok ayah yang baik mulai sekarang. Jadi kumohon maafkan ayah.” Ujar laki-laki tersebut dengan muka memelas.
“Sayang sekali, ini sudah sangat terlambat.” Ujar pria tersebut sambil menghunuskan pisau yang ia pegang kearah leher ayahnya.
“Kringggg......Kringgggg.......Kringgggg!!!” Bunyi suara alarm.
Sesaat setelah alarm tersebut berbunyi, Litch pun terbagun dan langsung mematikan alarmnya. Jam menunjukan tepat pukul 07:00. Sinar matahari pun mulai masuk ke kamar Litch melalui celah-celah jendela. Sambil mengakat satu tangannya keatas, Litch masih tetap terbaring di kasurnya tersebut. Ia memperhatikan tangan kanan yang ia angkat dengan muka yang serius. Setelah itu, Litch pun mulai beranjak dari tempat tidurnya.
“8 Agustus 2015, sepertinya aku masih berada di masa 7 tahun yang lalu.” Ujar Litch sambil melihat kalender yang ada di kamarnya.
“Liiiitch.... Ayo bangun!!! Sebentar lagi berangkat sekolah.” Ujar seseorang yang terdengar seperti suara wanita.
“Ibu....” Ujar Litch sambil menoleh ke pintu.
Terlihat memang matahari sudah mulai menyingsing di ujung timur. Hal ini menandakan bahwa manusia harus sudah mulai melaksanakan kegiatannya masing-masing. Begitu juga dengan Litch. Karena hari ini ia masih ada kegiatan belajar di sekolahnya, Litch pun mulai bersiap untuk berangkat ke sekolah.
“Litch, ayo sarapan dulu. Ibu sudah menyiapkan sarapan buat kamu.” Ujar wanita yang merupakan ibu dari Litch.
“Baik bu.” Ujar Litch yang mulai menuju ke meja makan untuk sarapan.
Ketika Litch mau duduk dan sarapan di meja makan, ada seorang laki-laki yang sudah duduk di tempat tersebut terlebih dahulu. Laki-laki tersebut adalah suami dari ibunya Litch atau ayah dari Litch itu sendiri. Dengan tatapan tajam, Litch memperhatikan ayahnya yang sedang duduk sambil membaca koran di ruang makan tersebut. Sambil jalan perlahan menuju meja makan. Litch terus memeperhatikan ayahnya.
“Ada apa Litch? Apa ada yang salah dengan penampilan ayah hari ini?” Ujar ayahnya Litch yang melihat anaknya memperhatikan dirinya dengan serius.
“Nggak apa-apa.” Ujar Litch sambil duduk di kursi meja makan.
“Sudah-sudah, ayo sarapan dulu! Nanti telat loh.” Ujar ibunya Litch menyuruh suami dan anaknya untuk segera sarapan.
Tanpa sepatah kata pun yang keluar dari mulut Litch, ia menyantap menu sarapan yang telah ibunya buatkan. Setelah menyelesaikan sarapannya, Litch pun langsung segera bergegas untuk berangkat ke sekolah. Ia pergi meninggalkan rumahnya tanpa satu patah kata pun yang terucap dari mulutnya
“Hati-hati dijalan yah nak.” Ujar ibunya Litch yang melihat anaknya berangkat sekolah.
Cahaya matahari yang cerah langsung menyinari Licth begitu ia keluar dari rumahnya. Dengan baju seragam SMA yang rapi, Litch melangkahkan kakinya di jalan perumahan yang tidak terlalu lebar. Terlihat disekitarnya terdapat beberapa anak dari sekolah lain yang sedang berangkat menuju ke sekolahnya masing-masing. Sambil memperhatikan anak sekolahan lainnya, Litch terus berjalan di jalanan tersebut dengan santai. Memang jarak antara rumah Litch dengan sekolahnya tidak terlalu jauh. Perjalanannya masih bisa ditempuh hanya dengan jalan kaki, tanpa menggunakan moda transpotasi umum ataupun kendaraan pribadi.
“Awal yang cerah untuk memulai suatu kejadian menegangkan.” Ujar Litch dengan senyuman yang penuh ambisi sambil terus berjalan.
Sementara itu, tepat di samping tempat sampah pinggir jalan yang sudah Litch lewati sebelumnya. Terdapat sosok misterius yang sedang memperhatikan Litch dari kejauhan. Sosok tersebut sama persis dengan sosok yang muncul waktu Litch pulang sekolah kemarin. Sama seperti sebelumnya, sosok misterius tersebut terus memperhatikan Litch sambil berdiam diri di samping tempat sampah yang ada dipinggir jalan. Senyuman lebar yang penuh gairah dan ambisi misterius juga terlihat di wajahnya. Sesaat setelah Litch mulai pergi menjauh dari tempat tersebut, sosok misterius itu pun mulai menghilang secara perlahan.
Disisi lain, sebuah truk kontainer besar melaju di jalan raya yang cukup sepi dan lenggang. Sambil melaju dengan kecepatan yang sedang, terlihat truk kontainer tersebut dikawal dan dijaga oleh beberapa kendaran kecil yang mengiringi disekitarnya. Tidak lama kemudian, truk kontainer tersebut pun belok dan memasuki kawasan sebuah gedung yang sangat besar. Sesaat setelah truk tersebut berhenti di area khusus pemberhentian kendaraan besar, kontainer itu pun langsung segera dibuka oleh para pekerja yang ada disitu. Hawa dingin langsung menyebar ke seluruh ruangan tersebut sesaat setelah pintu kontainer tersebut dibuka. Dengan diselimuti kabut asap yang terasa sangat dingin, sebuah kotak kaca besar terlihat di dalam kontainer tersebut. Sesaat setelah asap hawa dingin tersebut mulai menipis, sesuatau yang ada didalam kotak tersebut pun perlahan mulai terlihat dengan jelas. Sesosok pria berbadan besar dan berambut panjang terlihat membeku di dalam kotak kaca tersebut. Dengan bertelanjang dada dan hanya menggunakan celana yang terbuat dari kulit binatang, pria berbadan besar dan kekar itu pun tertidur didalam dinginnya bongkahan es.
__ADS_1
“Apakah sudah sampai barangnya???” Ujar seorang pria dengan setelan jas rapi yang tiba-tiba datang.
“Sudah bos, barang sampai dengan aman tanpa rusak ataupun gangguan sedikit pun.” Ujar anak buah dari pria berpakaian rapi tersebut.
“Bagus..... Baiklah, ayo langsung dipindahkan ke dalam lab.” Ujar pria tersebut.
“Hati-hati dalam memindahkannya!!! Sedikit kesalahanan saja akan menhancurkannya.” Ujar seseorang berpakaian jas lab berwarna putih yang datang dari belakang.
“Proffesor Dranne!? Akhirnya, setelah penemuan besar di pegunungan Iceverst tiga bulan yang lalu. Sekarang manusia purba itu sudah sampai di ANCIENT.” Ujar pria berpkaian rapi melihat seorang proffesor muda yang bernama Dranne mendatanginya.
“Iyaa, dia adalah barang yang sangat langka di dunia. Andrew!!! Betapa beruntungnya kita dapat menemukan manusia purba yang terawetkan dengan baik oleh dinginnya es. Ini adalah penemuan terbesar bagi umat manusia modern. Dengan ini kita akan mencetak sejarah baru.” Ujar proffesor Dranne kepada pria berpakaian rapi yang bernama Andrew.
“ANCIENT lah yang akan mencetak sejarah proffesor. Sebagai penerusnya, aku akan melanjutkan bahkan melampaui apa yang telah ayahku mulai ini. Tentunya dengan bantuanmu, proffesor Dranne.” Ujar Andrew sambil melihat kotak kaca manusia purba tersebut.
“Seperti kata pepatah, mempelajari masa lalu untuk kemajuan di masa yang akan datang. Dan di ANCIENT ini lah yang akan benar-benar mewujudkan kata-kata tersebut.” Ujar Proffesor Dranne dengan wajah ceria.
“Oke!!! Bawa dia ke lab penelitian dengan hati-hati.” Ujar Andrew menyuruh pekerja untuk membawa kotak berisi manusia purba yang membeku tersebut ke labnya.
Dengan peralatan yang canggih, kotak kaca itu pun dipindahkan dari kontainter menuju ke lab penelitian yang ada di ANCIENT. Setelah dipindahkan ke lab, manusia purba itu pun tersimpan dengan aman dalam ruangan yang dipenuhi oleh alat-alat berteknologi super canggih. Bongkahan es tersebut diletakan di atas sebuah alat khusus berbentuk lingkaran yang berfungsi untuk menjaga kondisi es agar tetap dingin dan stabil. Tanpa berlama-lama, proffesor Dranne pun mulai meneliti dan mengamati manusia purba tersebut. Dengan menggunakan sistem komputer yang sangat rumit dan super canggih, proffesor Dranne mulai memindai bongkahan es yang berisi manusia purba tersebut. setelah komputer selesai memindai, proffesor Dranne pun dibuat keget dengan hasil pidaiannya.
“Mustahil!!! Aku kira selama ini dia hanya fosil manusia purba yang terawetkan oleh es dengan baik saja. Tetapi ternyata, kondisi fisik dan organ dalamnya menyerupai manusia yang masih hidup pada umumnya.” Ujar proffesor Dranne yang kaget melihat hasil pemindaian manusia purba tersebut.
“Proffesor Dranne, bagaimana hasil pemindaiannya? Apakah ia dalam kondisi yang bagus?” Ujar Andrew pemimpin ANCIENT, bertanya kepada proffesor Dranne.
“Jauh lebih dari kata bagus itu sendiri. Setelah 50 ribu tahun membeku di dalam es, manusia purba ini masih mempunyai kemungkinan untuk bisa hidup kembali.” Ujar proffesor Dranne kepada Andrew.
“Apa kau bilang!!! Bisa hidup kembali??? Bagaimana mungkin itu terjadi?” Ujar Andrew yang kaget mendengar ucapan proffeseor Dranne.
“Mustahil!!! Memang manusia purba mempunyai fisik yang jauh lebih bagus daripada manusia modern, tetapi ini sungguh sangat tidak masuk akal. Apa-apaan sebenarnya dia ini?”Ujar Andrew yang tidak percaya dengan kondisi manusia purba tersebut.
“Andrew, apakah kau pernah mendengar tentang katak kayu yang membiarkan dirinya membeku ketika musim dingin tiba? Katak tersebut terlihat seperti telah mati di dalam dinginnya musim dingin. Akan tetapi, sebenarnya dia membiarkan dirinya membeku untuk bertahan hidup di musim dingin tersebut. Ia menonaktifkan sementara beberapa kinerja organ dalamnya yang kemudian ketika musim dingin berakhir, organ tersebut kembali beroperasi lagi. Dan juga tentang seekor ikan hidup yang dibekukan oleh cairan nitrogen. Ikan tersebut terlihat seperti mati membeku. Tetapi begitu dimasukan kedalam air biasa, ikan tersebut bisa hidup dan berenang kembali.” Ujar proffesor Dranne menjelaskan kepada Andrew tentang hewan yang telah membeku tetapi bisa hidup kembali.
“Iya aku tahu tentang hal itu. Tetapi semua itu terjadi hanya di beberapa spesies hewan yang mempunyai kelebihan khusus saja, tidak semua jenis hewan dapat melakukan hal tersebut.” Ujar Andrew kepada proffesor Dranne.
“Betul apa yang kau bilang, tidak semua mahluk hidup bisa melawan ataupun bertahan terhadap suhu dingin ekstrim, tetapi dia bisa. Hal itu berarti, manusia purba ini memiliki fisik dan ketahan tubuh yang sangat luar biasa. Mungkin yang terbaik diantara manusia purba lainnya pada masa itu.” Ujar proffesor Dranne.
“Hmm.... Kalau apa yang kau katakan itu benar, ini menjadi sangat menarik!!! Penemuan ini jauh melebihi dari apa yang kita ekspetasikan, dalam hal positif tentunya. Aku pikir hanyalah fosil tua saja, tetapi sekarang kondisinya menjadi berbeda.” Ujar Andrew sambil tersenyum penuh ambisi.
Ketika proffesor Dranne dan Andrew sedang berbincang mengenai mahluk atau manusia purba, tiba-tiba kejadian tak terduga pun muncul. Sistem komputer dan alat-alat yang terpasang untuk meneliti bongkahan es berisi manusia purba pun menunjukan reaksi yang tidak biasa.
“Nit....Nit...Nit....Nit.....Nit....” Bunyi komputer menunjukan adanya sesuatu yang tidak wajar dengan manusia purba tersebut.
“Proffesor, ada yang tidak beres dengan bongkahan es ini. Suhu es nya menurun dengan sangat drastis.” Ujar salah satu anak buah proffesor Dranne yang membantu meneliti manusia purba.
“Sialan!!! Seharusnya alat-alat ini bisa menjaga suhu es agar tetap stabil. Tetapi kenapa suhunya menurun sangat drastis.” Ujar proffesor Dranne sambil melakukan sesuatu dengan komputer yang ada di lab tersebut.
“Apa yang sedang terjadi proffesor Dranne? Kenapa suhu disini menjadai semakin panas?’ Ujar Andrew yang merasakan hawa panas di ruangan labnya.
“Astaga!!! Ini bukan suhu es nya yang menurun, tetapi suhu manusia purba itu sendiri yang mulai meningkat dengan pesat. Tubuhnya menjadi semakin memanas dan perlahan suhu es nya semakin meningkat pula. Ini gawat!!!” Ujar proffesor Dranne sambil melihat dan mengoperasikan komputer.
__ADS_1
Secara mengejutkan, manusia purba yang telah membeku di dalam dinginnya es itu pun tiba-tiba menunjukan reaksi yang tidak wajar. Komputer mendeteksi bahwa suhu tubuh manusia purba tersebut tiba-tibamulai memanas dan terus meningkat dengan drastis. Hal tersebut membuat es yang telah membekukannya selama ini mulai sedikit menghangat.
Melihat hal tersebut, proffesor Dranne pun berusaha untuk menangani masalah tersebut. Ia berusaha untuk mendinginkan atau membekukan kembali bongkahan es tersebut. Proffesor Dranne pun mencoba untuk menyemprotkan cairan nitrogen ke seluruh bagian bongkahan es yang mulai menghangat.
“Csshhh.........” Suara cairan nitrogen yang disemprotkan melalui alat khusus.
“Bagaimana apakah ini berhasil menurunkan suhunya?” Ujar proffesor sambil melihat kearah bongkahan es tersebut.
“Sepertinya suhunya sudah berhenti memanas proff.” Ujar salah satu anak buah proffesor Dranne.
Setelah bongkahan es tersebut disemprot dengan cairan nitrogen, pemanasan suhu dari manusia purba yang ada didalamnya pun terhenti. Tetapi sesaat setelah manusia purba tersebut berhenti memanas, tiba-tiba komputer pun kembali menunjukan sesuatu hal yang mengejutkan orang-orang yang ada di lab tersebut.
“Tunggu dulu!!! Ini belum berakhir. Oh tuhan!!! Proff, manusia purba itu menunjukan tanda-tanda kehidupan.” Ujar salah atau anak buah proffeseor Dranne.
“Apa!!!” Ujar proffesor Dranne sambil menuju ke komputer untuk memastikan ucapan anak buahnya.
“Proffesor, jantung manusia purba tersebut..... Mulai berdetak!!!” Ujar Andrew yang melihat ke komputer.
Bersamaan dengan hal tersebut, manusia purba yang terbelenggu di dalam dinginnya es itu pun tiba-tiba membuka matanya. Sorot mata yang tajam keluar dari pandangannya. Sesaat setelah manusia purba tersebut terbangun dari tidur panjangnya, bongkahan es yang selama ini menyelimutinya pun secara perlahan mulai retak. Retakan-retakan kecil yang terjadi pada akhirnya berubah menjadi retatakan besar. Sampai pada akhirnya retakan yang terjadi pun mengakibatkan bongkahan es tersebut hancur dan pecah hingga berkeping-keping. Dengan hancurnya es yang telah mengurungnya selama puluhan ribu tahun, manusia purba itu pun sekarang telah bangkit dan terbebas dari belenggu es.
“Aaaaaaakhhhhh!!!” Ujar manusia purba yang baru terbebas dari bongkahan es dengan teriakan keras.
Melihat kejadian tersebut, proffesor Dranne dan semua orang yang ada di lab pun merasa panik dan ketakutan. Alarm tanda bahaya pun berbunyi dengan sangat keras. Andrew sang pemimpin ANCIENT pun berusaha memangil pasukan khusus bersenjata untuk segera menuju ke lab penelitian.
“Delta 1, Delta 2, cepat menuju ke lab lantai satu!!! Kondisi darurat, cepat!!!” Ujar Andrew yang memangil pasukan bersenjata ANCIENT.
“Aaaaakhhhhh!!!!!” Teriak manusia purba karena merasa terganggu dengan suara alarm yang bising.
Karena mendengar suara alarm yang sangat menggangu, manusia purba itu pun mulai mengamuk dan menghancurkan peralatan-peralatan yang ada di lab tersebut. Para anak buah proffesor Dranne yang ada di dekatnya pun terkena imbas dari amukan manusia purba tersebut. Mereka dipukul dan ditendang oleh ganasnya manusia purba tersebut. Tidak hanya itu, mereka juga tertimpa dan terbentur oleh peralatan-peralatan lab yang dilempar manusia purba tersebut.
“Proffesor ayo pergi dari sini, ini sudah sangat terlalu bahaya.” Ujar Andrew mengajak proffesor Dranne untuk keluar dari lab.
Ditengah amukan manusia purba, proffesor Dranne dan Andrew pun berusaha untuk menyelinap keluar dari lab tersebut. Hingga akhirnya mereka pun berhasil keluar dari tempat tersebut. Selain mereka berdua, para anak buah proffesor Dranne yang selamat juga ikut berlarian keluar dari lab. Sesaat setelah mereka keluar dari lab, pasukan Delta atau pasukan khusus bersenjata milik ANCIENT pun tiba dilokasi. Dengan menggunakan senapan listrik, pasukan Delta menembaki manusia purba yang sedang mengamuk.
“Aaakhhhhh!!!!” Teriak manusia purba yang terkena tembakan senapan atau senjata listrik.
Setelah terkena tembakan senjata listrik, manusia purba pun semakin memberontak dan berusaha melepaskan peluru listrik yang menempel di badannya. Karena merasa terancam dengan tembakan beruntun dari pasukan Delta, manusia purba itu pun memutuskan untuk kabur dari tempat tersebut. Tanpa berpikir panjang, ia langsung menerobos dan menghancurkan tembok ruangan lab tersebut dengan badannya yang besar. Alhasil, tembok tersebut pun berhasil dihancurkan oleh manusia purba yang mencoba kabur. Setelah itu, ia langsung berlari membabi buta berusaha untuk keluar dari gedung tersebut.
“Cepat kejar dia!!!” Ujar Andrew menyuruh pasukan Delta untuk mengejar manusia purba yang berusaha untuk kabur.
“Jangan gunakan senjata listrik, itu hanya akan membuatnya semakin memberontak. Gunakanlah senjata bius untuk melumpuhkannya.” Ujar proffesor Dranne menyuruh pasukan Delta untuk mengganti jenis senjatanya.
“Kalian dengar itu, cepat gunakan senjata bius dan jangan biarkan manusia purba itu kabur.” Ujar Andrew dengan lantang.
Sementara itu, manusia purba yang kabur itu pun terus berlari dan mengancurkan semua benda yang dihadapannya. Ia mencoba untuk keluar dari bangunan ANCIENT tersebut. Tidak membiarkan hal itu terjadi, pasukan Delta pun berusaha untuk mencegah manusia purba tersebut dengan menembakinya dari belakang. Karena pergerakan manusia purba tersebut sangat kencang dan tak terarah, semua tembakan yang dilesatkan oleh pasukan Delta pun tidak ada yang mengenainya. Setelah menghancurkan barang-barang dan bebarapa tembok kaca yang ada di hadapannya, akhirnya manusia purba tersebut berhasil keluar dari gedung tersebut. Dengan menggunakan badan besarnya, ia menghancurkan tembok bagian belakang gedung ANCIENT yang kokoh. Setelah keluar dari ANCIENT, ia langsung kabur dan berlari kencang menuju hutan belakang gedung tersebut.
Disisi lain, tempat dimana Litch sedang melaksanakan kegiatan belajarnya. Jam dinding yang ada kelas 2-B menunjukan tepat pukul 12:00 siang. Pukul tersebut adalah waktunya para siswa untuk melakukan istirahat kedua, sebelum menjelang 2 jam pelajaran terakhir dan akhirnya pulang. Pada waktu istirahat tersebut, Litch sedang berada di dalam kelas sambil duduk terdiam di kursi yang ia tempati. Kondisi kelas cenderung tidak terlalu banyak anak yang berkumpul. Hanya beberapa anak saja yang masih berada di dalam kelas, yang lainnya sedang pergi keluar untuk beristirahat di kantin atau tempat lainnya.
“ Sepertinya kejadian menarik itu sudah dimulai.” Ujar Litch sambil melihat kearah jam dinding yang ada didepan dengan wajah yang serius.
__ADS_1
Ketika Litch sedang duduk dan memperhatikan jam dinding yang ada di depan kelas, seorang anak perempuan memandangi Litch sambil duduk tiduran di tempat duduknya. Dengan pandangan yang misterius, perempuan tersebut terus memperhatikan Litch dari meja bagian pojok kanan belakang kelas.