BACK TO BACK: Into The Dark Destiny

BACK TO BACK: Into The Dark Destiny
Dark Green


__ADS_3

“Aaaaaakhhhhhh!!!” Teriak Manusia purba ke arah Gondman yang berdiri tidak jauh darinya.


“Baiklah, tunjukan kemampuanmu padaku. Ayo maju!!!!” Ujar Gondman sambil terbang perhalan naik keatas.


Tanpa ragu-ragu, manusia purba itu pun langsung berlari menyerang Gondman yang perlahan sudah mulai terbang ke atas. Walaupun sudah terkena dua kali pukulan keras dari Gondman, manusia purba tersebut masih bisa bergerak dan berniat melancarkan serangan ke arah Gondman. Manusia purba tersebut juga terlihat ingin sekali membalas pukulan yang telah Gondman lancarkan kepadanya. Dengan tangan kanannya yang sudah mengepal, manusia purba itu pun melesatkan pukulan keras ke arah Gondman.


“Whoshhh!!!” Pukulan keras dari tangan kanan manusia purba.


Akan tetapi, usaha serangan dari manusia purba itu pun tidak menghasilkan apa-apa. Gondman mampu menghindari pukulan tersebut dengan sangat mudah. Untuk menghindari pukulan manusia purba, Gondman hanya perlu terbang sedikit mengarah ke kanan atas. Alhasil, pukulan manusia purba tersebut hanya mengenai angin kosong saja. Menyadari lawan menghindari pukulannnya, manusia purba itu pun segara melancarkan pukulan keduanya. kali ini ia melancarkan serangannya dengan cara melompat dan bermaksud untuk menjangkau Gondman yang melayang di atasnya. Akan tetapi, serangannya yang kedua ini juga tidak dapat mengenai tubuh Gondman sedikit pun. Ayunan tangan kiri manusia purba yang melompat kearah Gondman tersebut masih bisa dihindari dengan mudah pula.


Walaupun pergerakan dan serangan manusia purba tersebut sudah sangat cepat, tetapi semua itu masih belum cukup untuk mengenai atau bahkan melukai tubuh Gondman. Pergerakan terbang Gondman masih lebih cepat daripada serangan yang dilancarkan oleh manusia purba tersebut. Meskipun demikian, manusia purba tersebut tidak putus asa dan terus melancarkan pukulan demi pukulan kearah tubuh Gondman dengan tanpa henti. Dari semua serangan yang dilesatkan oleh manusia purba tersebut, tidak ada satu pukulan pun yang berhasil mendarat ke tubuh Gondman. Gondman mampu menghindari seluruh pukulan yang mengarah kepadanya.


 “Aku tidak tahu kau ini mahluk apa, aku juga tidak tahu dari mana asal-usulmu. Tetapi aku tidak akan membiarkanmu bebas berkeliaran mengganggu warga sekitar. Apalagi kau sampai melukai anak-anak remaja itu. Ini adalah wilayahku, dan aku harus menjaganya agar tetap aman. Tidak ada seorang penjahat pun yang bisa hidup damai di kota Gondwana ini.” Ujar Gondman sambil terbang diatas manusia purba tersebut.


“Aaaaaakhhhhh!!!” Teriak manusia purba mengarah ke Gondman yang ada di atasnya.


Manusia purba tersebut merasa sangat marah dan kesal karena seluruh serangannya dapat dihindari dan ditahan oleh Gondman. Dengan kedua tangannya yang besar, manusia purba itu pun memukul-mukul tanah tempat ia berpijak. Alhasil, tanah yang ada di sekitar area hutan Alask itu pun hancur dan menyebabkan debu-debu yang cukup tebal berterbangan.


“Apa yang sedang kau lakukan? Kau mau merusak hutan ini hah!?” Ujar Gondwana melihat manusia purba yang sedang memukul-mukul tanah.


“Hentikan!!!” Ujar Gondman sambil terbang menuju kearah manusia purba tersebut.


Sesaat sebelum Gondman mendekat dan menyerangnya, manusia purba itu pun berbalik badan dan langsung melemparkan batu besar dengan kedua tangannya. Batu besar tersebut tepat melesat dan menghadang laju Gondman yang sedang terbang ke arah manusia purba. Karena semua itu terjadi dengan sangat cepat, apalagi Gondman juga sedang terbang dengan kecepatan yang cukup tinggi. Gondman pun tidak bisa menghindari serangan dadakan yang dilancarkan oleh manusia purba tersebut. Lemparan batu dari manusia purba itu pun akhirnya tepat mendarat dan mengenai tubuh Gondman dengan sangat keras. Seketika tubuh Gondman pun langsung terpental keatas bersama batu besar tersebut.


“Sialan!!!” Ujar Gondman terkena lemparan batu dari manusia purba.


“Daaaaarrr!!!” Gondman memukul hancur batu tersebut dengan tangannya yang kuat.


Meskipun terkena lemparan batu yang cukup besar, akan tetapi serangan tersebut tidak mampu untuk menjatuhkan Gondman ke tanah. Ia masih terlihat terbang dan melayang di udara dengan ekspersi wajah yang sudah mulai nampak kesal. Ketika sedang terbang melayang setelah terkena lemparan batu tersebut, tiba-tiba salah satu lubang hidung Gondman pun mengeluarkan sedikit darah yang berwarna merah. Nampaknya lemparan batu dari manusia purba tersebut sedikit memberi dampak pada Gondman. Menyadari adanya darah yang keluar dari hidungnya, kemarahan Gondman kepada manusia purba itu pun semakin bertambah besar.


“Mahluk sialan!!!! Dasar tidak berguna!!!” Ujar Gondman sambil melihat manusia purba yang sedang bersiap untuk melemparkan batu selanjutnya.


Gondman pun kembali terbang ke bawah mendekati manusia purba. Ia juga terlihat sangat marah kepadanya. Sementara itu, terlihat manusia purba yang ada dibawahnya pun sudah mengangkat batu besar dan bersiap untuk melancarkan serangan kedua. Manusia purba tersebut langsung melemparkan batu kedua begitu melihat Gondman terbang mendekat kearahnya. Akan tetapi, kali ini batu yang dilempar dengan sekuat tenaga itu pun mampu untuk dihindari oleh Gondman. Merasa tak putus asa, manusia purba tersebut terus melemparkan batu-batu besar ke arah Gondman yang sedang terbang mendekat. Namun, usaha serangan yang dilakukannya pun berujung kepada kesia-siaan. Dengan mudah, Gondman mampu menghindari dan menghancurkan semua batu besar yang dilempar oleh manusia purba tersebut. Gondman terus menghindari dan memukul batu-batu yang datang mengarah kepadanya. Sampai pada akhirnya Gondman pun semakin dekat ke arah manusia purba tersebut.


“Pergilah ke neraka mahluk sialan!!!” Ujar Gondman sambil menangkap dan melemparkan kembali batu yang mengarah kepadanya.


Secara telak, batu tersebut tepat mengenai muka dan kepala dari manusia purba tersebut. Lemparan balasan dari Gondman itu pun mampu untuk membuat manusia purba tersebut terdorong ke belakang. Meskipun terkena lemparan balasan dari Gondman, namun manusia purba tersebut masih bisa berdiri dengan kokoh diatas tanah. 


“Cihh, sialan!!!” Ujar Gondman yang kesal melihat manusia purba masih tetap berdiri.


Melihat manusia purba tersebut masih berdiri tegap, Gondman pun mengepalkan kedua tangannya dengan sangat erat. Cahaya hijau misterius tiba-tiba muncul dari kepalan tangan Gondman. Aura membunuh sangat kuat pun keluar dari tubuh Gondman yang mulai menunjukan otot-otot supernya. Nampak wajah dari gondman juga terlihat sangat serius.


“Aaakkkkhhhhh!!!!!:” Teriak manusia purba merasakan sauatu yang aneh dari Gondman.


Ketika manusia purba itu sedang berteriak kepadanya, Gondman pun secara tiba-tiba bergerak dengan kecepatan yang sangat tinggi. Ia terlihat seperti kilat cahaya hijau yang melesat menuju ke arah manusia purba. Dengan pergerakan kilat tersebut, Gondman melancarkan serangan misteriusnya. Satu pukulan tangan kanan Gondman yang diselimuti oleh cahaya misterius berwarna hijau pun mendarat dan menembus bagian dada dari manusia purba.


“Dsscchh.....” Pukulan keras Gondman menembus bagian dada manusia purba dengan sangat cepat.


Seketika manusia purba itu pun menghentikan teriakannya. Ia hanya berdiri mematung dan langsung diam tak bersuara. Pukulan Gondman sangat telak tepat mengenai dan menghancurkan bagian jantung dari manusia purba tersebut. Secara perlahan, Gondman pun mencabut tangan kanannya yang tertancap dan menembus bagian dada dari manusia purba itu. Setelah Gondman mencabut tangan kanannya, manusia purba itu pun langsung jatuh dan terkapar ditanah dengan bagian dadanya yang berlubang. Manusia purba tersebut terlihat tak bergerak dan tidak menunjukan adanya tanda-tanda kehidupan sedikit pun. Serangan misterius dari Gondman berhasil melumpuhkan dan membunuh manusia purba dalam sekejap mata.


Sambil tetap diam berdiri di tempat tersebut, Gondman pun memperhatikan manusia purba yang terkapar tak bernyawa tersebut dengan aura misterius yang masih terpancar di tubuhnya. Terlihat juga darah menetes di tangan kanan Gondman yang masih diselimuti oleh cahaya berwarna hijau. Setelah beberapa saat, Aura misterius yang terpancar di tubuh Gondman pun perlahan mulai menghilang. Cahaya misterius berwarna hijau yang menyelimuti tangan kanannya juga perlahan kini mulai menghilang.


“Seharusnya aku gunakan kekuatan ini sejak awal tadi. Sepertinya aku terlalu banyak bermain-main dengannya.” Ujar Gondman sambil menurunkan kekuatan misteriusnya.

__ADS_1


“Sudahlah, yang penting aku telah mengalahkannya. Satu lagi ancaman yang sudah aku bereskan.” Ujar Gondman sambil mengepalkan tangan kanannya yang penuh dengan darah manusia purba tersebut.


“Oh yaa, anak muda itu!!! Sepertinya dia memerlukan bantuan medis. Aku harus segera membawanya ke rumah sakit.” Ujar Gondman sambil perlahan terbang ke atas meninggalkan manusia purba terkapar di tanah.


Setelah mengalahkan manusia purba tersebut dengan pukulan misteriusnya, Gondman pun langsung terbang menuju ke tempat Litch. Melihat tadi Litch yang mengalami luka cukup parah di tangan kirinya. Gondman merasa khawatir dengan kondisi fisik anak muda yang telah ia selamatkan. Setelah Gondman sampai ke tempat Litch yang tadi, ia tidak melihat siapapun yang berada di tempat tersebut. Entah kemana ia pergi, akan tetapi Litch sudah tidak ada di tempat itu lagi.


“Kemana anak muda itu??? Kalau gak salah, Clarissa bilang namanya Litch.” Ujar Gondman yang mencari keberadaan Licth di tempat tersebut.


“Apakah dia sudah ditolong oleh orang lain? Ya sudah lah, mungkin sudah ada orang yang menolongnya.” Ujar Gondman sambil terbang meninggalkan tempat tersebut.


Sementara itu, di sebuah jalan yang ada di gang perumahan dekat hutan Alask. Terlihat Licth sedang berjalan tertatih-tatih sambil memegangi tangan kirinya yang terluka. Cahaya penerangan dari lampu yang ada di jalan tersebut juga nampak terlihat remang-remang dan agak sedikit mulai redup. Walaupun hari belum terlalu malam, namun jalan di gang perumahan tersebut terlihat sangat sepi. Tidak ada satu pun orang yang melewati area jalanan tersebut. Baik yang jalan kaki maupun yang menggunakan kendaraan pribadi seperti motor dan mobil. 


“Aku mendapatkannya..... Akhhh!!! Walaupun harus melawannya dan mengalami semua ini. Tetapi aku mendapatkannya, ANCIENT POWER.” Ujar Litch berjalan di gang perumahan sambil merasa kesakitan di sekujur tubuh, khususnya tangan kiri.


“Akhh..... Akhh.... Akhh..... Di masa yang sudah aku lalui dulu, ada seseorang yang terkena gigitan manusia purba tersebut ketika sedang melindungi anaknya. Dan secara mengejutkan, orang tersebut mendapatkan kekuatan yang luar biasa dari gigitan tersebut. Akhh..... Akhh..... Sebelum kejadian itu terjadi, akulah yang menjemput takdir tersebut terlebih dahulu” Ujar Litch yang terengah-engah karena menahan rasa sakit di tangan kirinya.


“Walau aku mempertaruhkan semuanya kepada kemungkinan, Tetapi beruntung semua ini bisa berjalan sesuai dengan rencanaku. Menyelamatkan dan mengubah jalan takdir mereka adalah keputusan yang sangat tepat untuk menjembatani rencanaku dengan Gondman. Lagipula, pada akhirnya manusia purba tersebut juga akan berkahir di tangannya, sama seperti pada masa yang telah aku lewati sebelumnya. Mungkin hal itulah yang membuat semua ini bisa terjadi.” Ujar Litch sambil masih tetap berjalan dengan tertatih-tatih kesakitan.


“Sial!!! Sepertinya tubuhku sudah mencapai batasnya. Gigitan itu, aku tidak menyangka akan sesakit ini.” Ujar Litch yang sudah julai sempoyongan.


“Tidak!? Aku tidak boleh pingsan disini. Ini masih......” Ujar Litch yang akhirnya jatuh tergeletak di jalanan tersebut.


Karena rasa sakit dari luka yang ada ditangan kirinya, Litch pun akhirnya tidak kuat untuk melanjutkan perjalanan pulangnya. Apalagi ia mengalami beberapa luka lebam yang ada di tubuhnya. Litch pun akhirnya jatuh tergeletak di jalanan tersebut. Perlahan, pandangan serta kesadaran Litch juga sudah mulai memudar dan terlihat memburam. Akibat dari gigitan manusia purba tersebut rupanya memiliki dampak yang cukup serius bagi tubuh Litch. Rasa sakit dari gigitan tersebut sampai membuat kesadaran Litch mulai menghilang.


“Sedikit lagi, aku harus menahannya. Aku merasakan aliran......” Ujar Litch yang pandangannya sudah mulai kabur.


“Heyy.... ini bukan tempat untuk tidur. Jangan tidur disini heyy!!!” Ujar sosok misterius yang terlihat buram dipandangan Litch.


“Siapa kau......” Ujar Litch yang sepenuhnya sudah tak sadarkan diri.


Semantara itu, terlihat seorang wanita yang sedang duduk tertidur di meja makan. Di depannya terdapat beberapa piring berisi makanan yang tersaji di meja tersebut. Ia terlihat sedang menunggu seseorang untuk makan malam bersama. Ketika wanita tersebut sedang duduk tertidur di meja makan, situasi dan kondisi itu pun tiba-tiba berubah secara misterius. Pemandangan wanita tertidur tersebut seketika berubah menjadi ruangan yang sangat gelap. Dalam ruangan gelap tersebut, terlihat seorang pemuda berambut panjang yang sedang duduk bersandar di dinding sambil menundukan kepala dan menutupi kedua telinganya. Dalam ruangan tersebut perlhan terdengar suara perdebatan atara seorang laki-laki dan perempuan. Suara itulah yang membuat pemuda berambut panjang tersebut menutupi kedua telinganya dengan menggunakan tangan.


“Kau ini seorang istri, harus nurut apa yang dikatakan oleh suami.” Ujar suara yang terdengar sepertti seorang laki-laki.


“Suami macam apa!? Setiap hari selalu pulang telat, tidak mengurusi keluarga, tidak peduli dengan keluarga. Aku sudah tahu mas, kamu itu ada main dengan wanita lain kan?” Ujar suara yang terdengar seperti seorang perempuan.


“Apa kau bilang!? Aku pulang telat karena kerja!!! Kerjaan dikantor itu banyak, harus lembur, harus ngerjain ini, ngerjain itu. Aku itu capek!!!” Ujar suara laki-laki tersebut.


“Kerja apa yang setiap hari lembur, setiap hari pulang malam. Pulang-pulang bau parfum wanita. Aku pernah liat di kemeja kamu ada lipstick!!! Kalau bukan main perempuan, terus apalagi!?” Ujar suara perempuan tersebut.


“Dasar istri tidak berguna!!!” Ujar suara laki-laki tersebut sambil terdengar seperti menampar istrinya.


“Suami pulang kerumah bukannya disambut dengan baik, ini malah dicurigai yang bukan-bukan. Ohh.... aku tahu, kamu nuduh aku seperti itu untuk menutupi perbuatan hinamu itu kan!? Sebenarnya kamu lah yang selingkuh dibelakangku kan!? Sementara aku kerja keras banting tulang setiap hari, kau malah main gila dibelakangku. dasar istri tidak tahu berterima kasih!!!!” Ujar suara laki-laki tersebut.


“Terus saja fitnah aku semaumu mas, terus saja sakiti aku mas. Kau sendiri yang melakukan tindakan hina itu, malah sekarang aku yang kau tuduh dengan kejam. Kau ini memang laki-laki durjana!!!” Ujar suara perempuan tersebut yang terdengar sambil menangis.


“Dasar!!!! Wanita ******!!! Kau ini setiap hari selalu saja begini......” Ujar suara laki-laki tersebut yang terdengar akan melakukan kekerasan pada istrinya.


Mendengar suara-suara tersebut, pemuda yang sedang duduk bersandar di dinding itu pun terus mendundukan kepalanya dan terlihat sangat tidak ingin untuk mendengarkan suara pertengkaran tersebut. Ia sangat berusaha untuk menutupi telinganya dengan menggunakan kedua tangannya. Sambil menesteskan air mata, pemuda berambut panjang itu pun terlihat amat sangat depresi dengan keadaan yang sedang dialaminya sekarang.


“Akkhhhh, kkhhhh, kkhhhh.........” Ujar pemuda tersebut sambil sesak tersedu-sedu menutupi telinganya.


“Kumohon...... Hentikan!!!!” Ujar pemuda berambut panjang sambil berusaha untuk tidak mendegarkan suara pertengkaran yang terjadi di sekelilingnya.

__ADS_1


“Hentikan, akkhhh... kkhhh... kkhhh..... hentikan!....akkhhh.... kkhhh.... kkhhh..... Hentikan, akkhhh..... kkhhh..... kkhhh.... AAAAAAKHHHH!!!!!!!!” Ujar pemuda tersebut sambil teriak.


Ketika pemuda berambut panjang tersebut teriak dengan sangat keras, suara teriakannya pun perlahan berubah dan terdengar menjadi lebih berat daripada suara pemuda tersebut. Bersamaan dengan teriakan keras tersebut, ruangan yang gelap itu pun perlahan semakin mengecil dan menjauh. Suara teriakan pemuda berambut panjang itu juga perlahan semakin menghilang dan tak terdengar lagi. Sampai pada akhirnya ruangan itu pun sudah tak terlihat lagi dan hanya ada kegelapan yang tak berunjung. Di dalam kegelapan tersebut, tiba-tiba terlihat sedikit cahaya putih yang bersinar sayu. Lama-kelamaan cahaya putih itu pun mulai mendekat dan membesar. Hingga pada akhirnya cahaya tersebut menyinari seluruh kegelapan yang ada disekitarnya.


Ketika cahaya putih tersebut telah menghilangkan semua kegelapan, secara mendadak angin kencang yang disertai oleh salju pun berhembus dengan sangat kencang. Hujan salju yang sangat lebat pun tiba-tiba muncul entah dari mana. Seraya dengan munculnya hujan salju tersebut, Seketika terlihat samar suatu tempat bersalju yang dipenuhi oleh tanah bebatuan nan tandus. Disekitar tempat tersebut nampak tidak ada satupun tanaman atau pepohonan yang tumbuh dengan subur.


Angin dan hujan salju yang turun cukup lebat, membuat pemandangan di tempat tersebut tidak terlalu jelas. Hujan salju yang lebat tersebut benar-benar membuat jarak pandang menjadi sangat rendah. Di dalam dinginnya hembusan angin yang disertai oleh hujan salju, tiba-tiba muncul sebuah pergerakan yang perlahan semakin bergerak maju ke depan. Pergerakan tersebut menapaki tanah bebatuan yang sudah tertutup oleh putihnya salju. Sambil menengok ke arah kanan, kiri, dan belakang, ia terus bergerak menembus dinginnya hujan salju tersebut. Hembusan suara nafas yang hangat terdengar dan terlihat keluar dari pergerakan misterius tersebut.


“Haakhh.....Haakhh....Haakhh.....” Suara hembusan nafas dari pergerakan misterius.


Saat pergerakan tersebut terus melaju entah kemana, tiba-tiba muncul beberapa kawanan hewan yang mempunyai ciri fisik menyerupai gajah. Hewan-hewan tersebut berukuran sangat besar dan seluruh tubuhnya diselimuti oleh bulu-bulu yang tebal. Selain itu, mereka juga mempunyai dua gading panjang serta satu belalai yang berukuran sangat besar. Hewan-hewan itu terlihat sangat mirip dengan gajah, hanya saja bentuk fisik mereka terlihat lebih besar dan mempunyai bulu yang lebat di sekujur tubuhnya. Kawanan hewan besar dan berbulu tersebut berjalan bersama mendatangi ke pergerakan tadi. karena jumlahnya yang banyak dan ukurannya yang besar, pergerakan itu pun menghindari kawanan hewan tersbeut. Ia mengubah arah tujuannya dan bergerak menuju samping kanan yang terlihat cukup aman.


“Ukkhhh......Ukkhhh.....Ukkhh....” Suara hembusan nafas keluar dari pergerakan yang sedang berjalan cepat di tengah hujan saalju lebat.


Tidak lama setelah berjalan, pergerakan itu pun dikagetkan dengan kemunculan hewan yang terlihat seperti serigala. Hewan itu secara mendadak menerkam pergerakan misterius tersebut. Dengan taring panjang dan cakarnya yang tajam, hewan mirip serigala tersebut menggigit tangan dari pergerakan misterius tersebut. Pergerakan misterius itu pun berusaha untuk melepaskan cengkraman dan gigitan hewan tersebut. Akan tetapi, hewan menyeruai serigala itu tidak mau melepaskan dan terus menahan gigitan serta cengkramannya. Merasa sangat terganggu dengan hal tersebut, pergerakan misterius itu langsung membanting dan memukul hewan itu ke tanah yang bersalju.


“Aikhnggghhh.......” Teriak hewan mirip serigala yang dipukul dan dibanting ke tanah bersalju oleh pergerakan misterius tersebut.


Setelah melepaskan dan membunuh hewan tersebut, pergerakan misterius itu pun mulai kembali berjalan dan membawa hewan bertaring panjang yang telah ia bunuh. Lama kelamaan, hujan salju yang turun semakin lebat dan membuat jarak pandang semakin minim. Angin yang berhembus juga terasa sangat kencang dan dingin. Tidak lama setelah itu, pergerakan misterius itu pun samar-samar melihat adanya gua yang terletak tidak jauh di depannya. Akhirnya ia pun bergerak menuju ke dalam gua tersebut untuk berlindung dari ekstrimnya hembusan angin dan hujan salju.


“Ukkhhh..... Ukkhhh..... Ukkhhhh.......” Suara hembusan nafas dari pergerakan misterius yang masuk ke dalam gua es sambil membawa hewan mirip serigala di pundaknya.


Setelah masuk ke dalam gua es untuk berlindung, pergerakan misterius itu pun langsung menguliti dan memakan hewan yang telah ia bunuh tadi. Ia menyantap daging hewan bertaring panjang tersebut dengan sangat lahap. Ketika pergerakan misterius itu tengah memakan daging mentah dari hewan tadi, tiba-tiba dinding di gua es tersebut perlahan mulai retak. Retakan dinding es yang terjadi itu pun perlahan semakin menyabar dan melebar ke seluruh bagian gua es. Retakan dinding gua tersebut terjadi tanpa disadari oleh pergerakan misterius yang sedang asik menyantap daging. Karena retakannya semakin membesar, alhasil gua es itu pun akhirnya runtuh dan menimpa pergerakan misterius yang ada di bawahnya. Runtuhan dari dinding gua es itu pun secara tidak langsung menimbun dan mengubur hidup-hidup pergerakan misterius tersebut. Sementara itu, hujan salju yang terus-menerus turun pun semakin bertambah lebat hingga sampai menutupi seluruh permukaan dari tempat tersebut. Kondisi dan keadaan tempat tersebut perlahan mulai meredup dan akhirnya kembali menjadi sangat gelap. Tidak lama setelah kembali ke kegelapan total, tiba-tiba terdengar suara misterius yang menggema di sunyinya kegelapan tersebut.


“Akhirnya kau sampai ke tempat terkutuk ini, wahai mahluk rendahan!?” Ujar suara misterius di dalam kegelapan.


“Hahahahaha!!!!” Tawa suara misterius tersebut.


“Sekarang ini adalah satu langkah untuk menuju kebebasan. Kerja bagus telah melakukan semua ini untukku.” Ujar suara misterius sambil tiba-tiba muncul sesuatu yang mengejutkan.


Bersamaan dengan terdengarnya suara misterius, tiba-tiba muncul sosok siluet kepala misterius di tengah kegelapan tersebut. Nampak sosok siluet kepala mahluk misterius tersebut mempunyai dua tanduk yang diatasnya menyala sebuah api kecil. Secara perlahan sosok siluet misterius itu pun mulai bergerak dan menunjukan siluet bayangan wajahnya. Senyuman lebar yang terlihat menyeramkan serta sorot mata merah menyala pun terpancar dari siluet wajah sosok kepala misterius tersebut.


“Tunggu saat semuanya dimulai!!! Aku sudah menyiapkan balas dendamku kepada mahluk sialan itu. Nikmatilah mimpi terburukmu. Hehehahaha.....” Ujar sosok siluet sambil mendekat serta membuka mulutnya yang nampak seperti ingin memakan sesautu dihadapannya.


“AAAAAAAA!!!!!” Teriak Litch yang bangun di suatu ruangan.


“Woo, Woo.... Santai anak muda, baru saja bangun sudah teriak-teriak. Apakah kau memimpikan hal yang buruk!?” Ujar seseorang pria berambut putih abu-abu yang ada dalam ruangan tersebut.


“Tubuhmu hebat juga yah!? Kemarin badanmu dipenuhi oleh luka yang cukup parah, tapi sekarang sudah sembuh saja. Ilmu kebal kah?” Ujar pria tersebut sambil menghisap sebatang rokok.


“Dimana ini???” Ujar Litch sambil memperhatikan tangan kirinya yang sudah tidak ada lagi bekas luka.


“Tenang ini di rumahku, kemarin aku menemukanmu pingsan di pinggir jalan. Karena aku kasihan melihatmu tergelak di jalanan, jadi aku bawa saja kau kerumahku. Apalagi waktu itu tubuhmu penuh dengan luka, berterima kasihlah kepadaku!” Ujar pria tersebut dengan santai.


“Sudah berapa lama aku tertidur disinii?” Ujar Litch sambil tetap memperhatikan tubuhnya.


“Baru satu malam. Tenang hari ini hari minggu, santai saja. Kau ini masih pelajar kan!?” Ujar pria berambut putih abu-abu.


“Iyaa.” Ujar Litch sambil menatap pria tersebut dengan seksama.


“Sudah kuduga.” Ujar pria berambut putih abu-abu tersebut sambil mengeluarkan asap rokok dari mulutnya.


“Dia ini, Jake!!! Seorang pembunuh bayaran. Seharusnya takdirku untuk bertemu dengannya masih lama.” Ujar Litch di dalam hatinya.

__ADS_1


“Oh ya, perkenalkan namaku Jake.” Ujar pria berambut putih abu-abu tersebut sambil memperkenalkan dirinya.


__ADS_2