
“Wonder Litch!!! Akhirnya aku bisa menemuimu secara langsung. Sekarang saatnya kau membayar untuk apa yang telah kau lakukan terhadap masa lalumu.” Ujar sosok mahluk misterius dengan butiran cahaya hitam di sekitar tubuhnya yang sedang berdiri di bawah tiang lampu jalanan dekat Litch berada.
Litch yang sedang berjalan di jalan sepi tersebut pun seketika menghentikan langkah kakinya. Ia merasa kaget dan sedikit binggung dengan kemunculan sosok mahluk misterius berwarna hitam yang berada dihadapannya. Apalagi mahluk misterius tersebut muncul secara tiba-tiba dan langsung membicarkan sesuatu yang tidak dimengerti oleh Litch.
“Hahh!? Siapa kau ini? Mahluk apa ini!?” Ujar Litch kepada Mahluk misterius yang sedang memperhatikan Litch dengan tatapan mata tajam.
“Aura mahluk ini, sepertinya aku pernah merasakannya.” Ujar Licth didalam hatinya yang menyadari sesuatu tentang aura mahluk misterius tersebut.
“Aku adalah dirimu Wonder Litch!!! Tepatnya representasi dari masa lalumu yang kelam. Akulah The History.” Ujar sosok mahluk misterius yang mengaku sebagai The History.
“The History!? Apa yang kau maksud dengan masa laluku? Siapa sebenarnya kau ini, hah!?” Ujar Litch dengan raut wajah yang cukup serius.
“Apa-apaan ini, kenapa tiba-tiba ada mahluk aneh yang muncul dihadapanku? The History!? Aku tidak pernah mendengarnya. Apakah dia semacam jenis hantu??? Tapi aku rasa bukan, aku tidak mempercayai hal-hal semacam itu. Ataukah dia adalah mahluk siluman?” Ujar Litch di dalam hatinya.
“Sudah Kubilang, aku adalah masa lalumu yang telah kau tinggalkan, atau bisa dibilang masa lalu kelam yang telah kau lewati. Kembalinya kau ke masa ini dan tindakan yang kau lakukan pada jalan takdir telah mengancam keberadaanku di dunia ini.” Ujar The History menjelaskan tentang dirinya.
“Wonder Litch!!! Dalam kurun satu masa yang sama, kau tidak boleh memiliki dua pengalaman hidup yang berbeda. Kau sudah mengisi masa ini dengan pengalaman hidupmu yang dulu, akulah yang seharusnya mengisi masa ini. Kau tidak boleh menggantikan atau membuat pengalaman hidup yang baru, Wonder Litch!!!!” Ujar The History yang nampak mulai mengeluarkan emosinya.
“Tunggu dulu, kau mengetahui tentang kejadaian misterius yang membuatku kembali ke masa sekarang!? Dari mana kau mengetahui kejadian tersebut!?” Ujar Litch terkejut dengan The History yang mengetahui tentang kejadian misterius yang menimpanya beberapa hari yang lalu.
“Ingat, aku adalah dirimu!!! Tentu aku mengetahui semua tentang kehidupanmu. Masa lalu yang kelam sebagai seorang pembunuh, teman-temanmu yang mengkhianatimu, keluargamu yang berantakan, penyesalan yang selalu mengahantuimu, rasa bersalah, kekecewaan, dan tentang ibu yang~” Ujar The history menjelaskan bahwa ia mengetahui semua tentang Litch.
“Sudah cukup!!!” Ujar Litch menyela ucapan dari The History.
“Cukup tidak perlu ada yang dibicarakan lagi!!! Kau The history, masa laluku katamu kan!? Baiklah, sekarang apa yang kau inginkan? Kenapa kau tiba-tiba muncul dihadapanku?” Ujar Litch kepada The History dengan raut wajah yang sangat serius.
“Mahluk ini mengetahui tentang masa laluku yang dulu. Dia juga mengetahui tentang kejadian tersebut. Seharusnya tidak ada seorang pun yang mengetahui semua itu. Dari mana dia mengetahuinya. Mahluk ini adalah bentuk representasi dari masa lalu yang sudah pernah aku lewati dulu. Apakah itu memang benar adanya?” Ujar Litch di dalam hatinya dengan rasa curiga.
“Aku disini untuk menghentikan perbuatanmu yang berusaha untuk mengubah jalan takdir ini. Wonder Litch!!! kau adalah tempat dari masa lalu yang kelam ini. Aku tidak akan membiarkanmu mengubah atau bahkan menciptakan masa lalu yang baru.” Ujar The History sambil mengepalkan kedua tangannya.
“Kalau aku menolak bagaimana!?” Ujar Litch masih dengan raut wajah yang serius.
“Aku akan menghentikanmu secara paksa. Suka tidak suka, mau ataupun tidak mau, akan kubuat kau menjalani masa ini sama persis seperti kau menjalani masa lalumu yang dulu. Semua ini juga demi kebaikanmu.” Ujar The History mengancam Litch dengan tatapan yang semakin tajam.
“Hahaha!!!! Kebaikanku!? Dimana hal baik dari masa lalu yang kelam seperti itu. Kalau kau memang representasi dari diriku, seharusnya kau mengetahui, merasakan, mengerti rasa sakit dari menjalani kehidupan semacam itu. Ini adalah kesempatan keduaku, aku tidak akan menyia-nyiakannya. Akan kuganakan kesempatan kedua ini untuk memperbaiki, tidak!!! lebih tepatnya untuk mencegah masa lalu yang kelam agar tidak terjadi lagi kepadaku.” Ujar Litch yang pebuh dengan keyakinan.
“The History!!! Kau bilang masa laluku kan!? Aku menolaknya!!! Aku tidak pernah menginginkan masa kelam sepertimu.” Ujar Litch kepada The History dengan tatapan tajam.
“Baiklah!!! Sudah kuduga kau akan meninggalkanku begitu melihat ada masa yang lebih baik daripada masa kelammu ini. Memang manusia tidak pernah mengecewakan dalam hal mengecewakan.” Ujar The History sambil bergerak melesat dan menyerang Litch dalam kondisi hari yang sudah larut malam.
Mendengar jawaban dan perkataan dari Litch, The History pun langsung bergerak dengan cepat menyerang Litch. Tubuhnya yang kecil membuat pergerakannya sangat cepat dan lincah. Apalagi tempat tersebut minim akan pecahayaan yang bersinar dengan terang. Hal tersebut membuat The History agak sedikit lebih diuntungkan. Sementara itu, Litch pun tetap diam berdiri menunggu dan bersiap menahan serangan The History dengan sorot mata yang sangat fokus.
Satu pukulan keras dari tangan kanan The History pun dilesatkan tepat menuju ke arah Litch. Akan tetapi, Litch mampu menahan pukulan tersebut dengan menggunakan kedua tanggannya. Akibat dari tumbukan antara pukulan The History dengan tangan Litch pun membuat lampu jalanan terlihat berkedip secara berulang-ulang.
“Rupanya kau mempunyai kekuatan yang cukup besar juga. Tak kusangka mahluk sekecil ini tetapi tenaganya lumayan juga.” Ujar Litch sambil menahan pukulan The History.
__ADS_1
“Dari tadi kan sudah aku bilang, aku adalah masa lalumu!!! Termasuk juga dengan semua kekuatan dan tenagamu waktu kau masih menjadi pemubunuh dulu. Eeekh.....Aaaaa!!!!” Ujar The History sambil berusaha untuk menambah tenaga pada pukulannya.
Setelah The History menambahkan tenaga di pukulannya, Seketika tubuh Licth pun perlahan terdorong mundur kebelakang. Nampaknya pukulan tangan kanan The History yang ditahan oleh Litch, kini mulai menjadi semakin bertambah kuat dan bertenaga. Menyadari akan hal tersebut, Litch pun tidak tinggal diam dan berusaha untuk membalikan keadaan.
“Hoho!!! Melawanku yang sekarang dengan kekuatanku yang dulu!? Apakah kau serius!!!” Ujar Litch sambil menatap The History dengan sorot mata yang tiba-tiba berubah menjadi merah menyala.
Di tengah malam gelap dan sunyi, cahaya berwarna merah pun bersinar dan keluar dari sorot mata Litch yang menyala dengan tajam. Seketika itu juga, tubuh Litch pun berhenti terdorong mundur oleh pukulan bertenaga The History. Litch kini nampak mendapatkan tambahan energi serta kekuatan baru untuk menahan pukulan tersebut.
Sesaat setelah berhenti terdorong mundur dan sorot matanya bersinar merah, Litch pun langsung menghempaskan pukulan The History yang telah ia tahan dengan menggunakan kedua tangannya. Seketika itu juga, The History pun langsung terdorong ke belakang serta terpental hingga menambrak tiang lampu jalanan.
“Braaaakkk!!!!’ Suara The History yang menabrak tiang lampu jalanan.
“Krssstchh!!!” Suara lampu yang mati sejanak terus menyala kembali akibat The History menabrak tiangnya.
“Sepertinya kau telah mendapatkan sesuatu yang seharusnya bukan milikmu. Tidak, kau telah mencurinya!!!” Ujar The History sambil bangkit setelah terpental dan menabrak tiang listrik.
“Sejak awal memang tidak ada yang memilikinya. Takdir sendiri lah sang pemilik dari kekuatan ini. Aku hanya menjemput takdir itu lebih cepat dari pada yang seharusnya. Siapa cepat dia dapat kan!?” Ujar Litch dengan senyuman tipis penuh keyakinan.
“Seperti itu Kah kata-kata dari seorang pencuri! Baiklah, akan kugunakan juga kemampuan membunuhmu itu. Apakah kau ingat, musuh terbesar adalah dirimu sendiri.” Ujar The History sambil mengeluarkan dua bilah pisau hitam dari tangannya.
Setelah mengeluarkan dua pisau hitam seperti bayangan, The History pun kembali menyerang Litch dengan pergerakan yang lebih cepat dan lebih lincah lagi. Tanpa basa-basi, The History langsung melayangkan sabetan pisau hitam dengan menggunakan kedua tangannya. Serangan tersebut ditujukan langsung menuju ke arah tubuh Litch dengan secepat kilat. Akan tetapi, Litch pun mampu untuk menghindari sabetan pisau tersebut. Litch bergerak kebelakang sambil masih mengeluarkan sorot mata yang berwarna merah menyala.
Tidak berhenti di satu serangan, The History pun terus menghujani Litch dengan sabetan-sabetan pisau yang dilayangkan menggunakan kedua tangannya. Pergerakan serangan The History nampak sangat cepat dan hampir tak terlihat oleh pandangan mata orang normal. Mendapati serangan bertubi-tubi dari The History, Litch masih mampu untuk menghindari semua serangan tersebut dengan pergerakan yang tidak kalah cepat dan lincah pula. Alhasil, semua serangan sabetan pisau hitam yang dilancarkan The History pun nihil untuk mengenai atau bahkan melukai tubuh Litch.
“Woy-woy.... Sepertinya kau sangat berniat untuk membunuhku. Apakah tidak apa-apa jika aku terbunuh!? Bukankah katamu kau ini adalah masa laluku!? Apa yang terjadi jika salah satu diantara kita terbunuh?” Ujar Litch sambil terus menghindari setiap serangan yang diluncurkan oleh The History.
Sekali lagi, Litch pun mampu untuk menghindari serangan The History yang dipenuhi oleh tenaga tersebut. Litch melompat mundur kebelakang dengan tujuan untuk menjauh dari area jangkauan serangan sabetan pisau tersebut. Sementara itu, setelah Litch melompat kebelakang untuk menghindari sabetan pisaunya, The History pun diam berdiri sambil menatap kearah Litch dengan dua bilah pisau hitam yang masih ada di genggaman tangannya. The History kini nampak sejenak mengehentikan usaha serangan sabetan pisaunya.
“Apa sebenarnya tujuamu!!! Dari serangan tadi, nampaknya kau sangat bernafsu untuk membunuhku. Bagaimana dengan memaksaku untuk mejalani masa lalu yang kau bicarakan tadi? Apakah semua itu hanya omong kosongmu saja!?” Ujar The Litch dengan sorot mata yang sudah kembali normal seperti biasanya.
“Apa bedanya!!! Jika kau melanjutkan kehidupanmu saat ini juga tempatku perlahan akan menghilang selamanya, tergantikan oleh masa baru itu. Ini adalah salah satu pilihan dari kedua pilihan yang berujung pada hal yang sama bagiku. Membiarkanmu untuk hidup dan perlahan keberadaanku menghilang, atau membunuhmu dan kita akan menghilang bersama-sama dari dunia ini. Aku sudah memutuskannya, Wonder Litch!!!. Mari kita pergi meninggalkan dunia busuk ini bersama-sama.” Ujar The History sambil tersenyum lebar yang terlihat menyeramkan.
“Siapa yang mengizinkamu untuk mengambil keputusan sepihak seperti itu. Aku tidak akan membiarkan semua itu terjadi!!!” Ujar Litch kepada The History dengan raut wajah yang terlihat sedang memikirkan seusatu.
“Aku tidak membutuhkan persetujuanmu. Lagipula, seharusnya hidup kita sudah berakhir di penjara busuk itu. Sejak awal takdir kita memang akan berakhir seperti itu, cepat ataupun lambat. Akan tetapi, kembalinya kau ke masa sekarang benar-benar telah mengubah jalan takdir yang sudah ditetapak untukmu. Wonder Litch!!! Sekarang aku akan mengembalikanmu ke jalan takdir yang sebenarnya.” Ujar The History yang mulai berisap untuk menyerang kemabli Wonder Litch.
Sambil masih memegang dua bilah pisau hitam di tangannya, The History pun mulai kembali melancarkan serangannya. The History langsung bergerak dengan cepat menuju ke arah Licth yang sedang berdiri tidak jauh dari hadapannya. Sementara The History melancarkan serangan sabetan pisau hitam ke arahnya, Litch pun terlihat tetap diam berdiri tak bergerak sedikit pun dari tempatnya berpijak.
“Aaaaa!!!!!” Teriak The History yang menyerang Litch dengan dua bilah pisau hitam di tangannya.
Litch pun masih tetap diam berdiri sambil memperhatikan The History yang datang menuju ke arahnya. Ketika The history sudah mulai mendekat untuk mendaratkan serangannya, tiba-tiba terlihat kembali cahaya berwarna merah yang menyala keluar dari kedua mata Litch. Satu pukulan keras secepat kilat pun melesat dari tangan kanan Litch yang terjadi secara tiba-tiba. Pukulan tersebut tepat menuju dan mendarat ke area wajah The History yang sudah berada dekat di hadapan Litch.
“Dssscchhh” Pukulan keras mengenai area wajah The History yang belum sempat mendaratkan serangannya ke tubuh Litch.
Karena terkena pukulan keras sebelum sempat mendaratkan serangan sabtean pisau hitam ke tubuh Litch, The History pun langsung terpental jauh ke belakang hingga berguling di jalan tersebut. Sementara itu, terpancar sorot mata merah yang mengerikan dari raut wajah Litch. Aura yang berbeda juga keluar menyelimuti seluruh tubuh Litch yang nampak lebih mengancam daripada sebelumnya.
__ADS_1
“Siapa yang menetapkan hal tersebut!? Takdir kelam seperti itu, bukanlah sesuatu hal yang layak untuk diberikan kepada siapa pun. Aku tidak peduli dengan identitas dan tujuanmu, masa laluku atau entah apapun itu. Tetapi satu hal yang pasti, tidak ada satu mahluk pun yang boleh mengatur dan mengendalikanku. Aku punya 100% penuh kontrol atas kehidupanku.” Ujar Litch dengan sorot mata merah yang menyala dan aura yang terpancar kuat dari seluruh tubuhnya.
“Sepertinya kau benar-benar melupakan siapa jati dirimu sesungguhnya. Wonder Litch!!! kau mungkin bisa lari darinya, berusaha untuk melupakan masa lalumu. Akan tetapi, kau tidak akan bisa mengubah jalan takdir yang sudah ditetapkan. Kau hanya akan mengulangi hal yang sama untuk kedua kalinya. Ingat siapa dirimu!!! Atau kau akan menerima akibat dari tindakanmu itu.” Ujar The History berusaha untuk kembali berdiri sambil melemparkan kedua pisau hitam yang menjadi senjatanya selama ini kearah Litch.
Dua bilah pisau pun dilemparkan oleh The History yang sedang berusaha untuk berdiri kembali setelah terkena pukulan keras dari Litch. Pisau tersebut melesat tepat kearah Litch dengan butiran cahaya hitam yang menyelimuti disekitarnya. Namun, dengan mudah Litch mampu untuk menangkap dua pisau hitam tersebut menggunakan tangan kirinya. Sesaat setelah Litch menangkap pisau tersebut, The Hisrtory yang sudah mampu untuk berdiri itu pun langsung kembali bergerak menyerang Litch untuk kesekian kalinya.
“Kau harus tunduk akan jalan takdirmu yang sesungguhnya! Wonder Litch!!!” Ujar The History bergerak maju menyerang Litch sambil berteriak lantang.
Satu pukulan penuh emosi dilesatkan oleh The History menuju ke arah Litch yang sedikit teralihkan dengan lemparan pisau hitam tersebut. Dengan kepalan tangan kanan yang diselimuti oleh butiran cahaya hitam, The History pun memukul Litch tepat mengarah pada bagian perutnya. Pukulan telak mendarat di tubuh Litch dengan kekuatan yang cukup besar. Sampai tubuh Litch pun langsung terdorong mundur sedikit kebelakang. Akan tetapi, pukulan dari The History tersebut tidak mampu untuk menumbangkan Litch yang terlihat sangat kuat. Tubuh Litch masih mampu dan kuat untuk tetap berdiri tegak di jalan yang sunyi tersebut.
Tidak berhenti disitu, The History pun segera melanjutkan serangannya. Setelah Litch terdorong mundur kebelakang, The History langsung bergerak dengan cepat menyerang Litch secara bertubi-tubi. Pukulan demi pukulan pun dilancarkan oleh kedua tangan The History yang diselimuti butiran cahaya hitam menuju ke tubuh Litch. Semenatara The History melancarkan pukulannya secara bertubi-tubi, Litch nampak hanya memasang kuda-kuda perlindungan dengan menyilangkan kedua tangannya yang menutupi bagian dada dan area muka. Litch terlihat tidak memberikan perlawan sedikit pun kepada The History. Ia membiarkan tubuhnya manahan dan menerima sejumlah pukulan keras dari The History.
Sementara itu, The History pun terus melancarkan pukulan penuh emosinya dengan tanpa henti. Dari depan, samping kanan, samping kiri, dari atas, segara arah ia coba untuk melumpuhkan tubuh Litch. Akan tetapi, Litch yang hanya diam dan menahan semua serangan tersebut masih tetap kuat berdiri dan terlihat baik-baik saja. Semua jenis serangan yang dilesatkan The History mampu ditahan oleh Litch dengan sangat baik. Tidak ada satu pukulan pun yang mengakibatkan dampak fatal bagi tubuh Litch.
“Ekkhh....Ekkhh.....Ekkhh..... Cihh, Sialan!!! Sepertinya kau sangat mengandalkan kekuatan curianmu itu.” Ujar The History yang terengah-engah kecapean setalah menyerang Litch secara bertubi-tubi.
“Apakah sudah selesai main-mainnya!?” Ujar Litch dengan sorot mata merahnya sambil menurunkan tangan yang digunakan untuk menahan semua serangan The History.
“Lihat betapa menyedihkannya dirimu!!! Diriku yang dulu tidak pernah berhasil mendapatkan sesuatu yang dinginkan. Hanya ada kegagalan dan penyesalan yang menghantui setiap saat. Kehidupan suram tanpa keluarga ataupun teman. Mengikuti orang gila yang terobsesi dengan pembunuhan. Dan kau ingin aku menjalani kehidupan semacam itu. Aku tidak ingat mempunyai selera humor yang payah seperti itu.” Ujar Litch yang masih mengeluarkan sorot mata merah menyala sambil tetap memegangi pisau hitam di tangan kirinya.
“Kalau kau tidak mau menjalaninya, kenapa kau tidak meninggalkannya saja. Wonder Litch!!!” Ujar The History sudah kembali pulih dari rasa lelahnya.
Setelah kembali fit dan bertenaga lagi, The History pun kembali menyerang Litch untuk kesekian kalinya. The History nampak tidak mempunyai rasa pesimis dan selalu bersemangat tak pernah kendor. Ia terus berusaha untuk menyerang dan sangat bernafsu dalam melumpuhkan Litch. Walaupun semua usahanya tersebut berujung kepada kesia-siaan.
Sekali lagi The History bergerak menuju Litch yang bertujuan untuk menyerang dan melumpuhkannya. Merasa kesal dengan perilaku dan ucapan The History, Litch pun mengepalkan kedua tanggannya. Pukulan tangan kanan dilesatkan kearah The History yang bergerak mendekatinya. Kali ini pukulan Litch mendarat tepat mengenai bagian perut dari tubuh kecil The History.
“Eekkhh.....” Ujar The History yang tersangkut di tangan kanan Litch sambil mengeluarkan cairan hitam dari mulutnya.
Pukulan tangan kanan Litch itu pun seketika mengentikan pergerakan The History yang berambisi untuk melumpuhkannya. Akibat dari pukulan tersebut, The History langsung terdiam dan menggantung di tangan kanan Litch sambil merasa kesakitan sampai mengeluarklan cairan hitam dari mulutnya.
“Sudah cukup, ini sudah larut malam. Sudah saatnya aku untuk beristirahat, bukan malah berurusan dengan mahluk kecil sepertimu. Asal kau tahu saja, aku tidak mempunyai waktu luang sebanyak itu!!!” Ujar Litch menurukan The History dari tangan kanannya.
“Sialan kau Wonder Litch!!! Aku pasti akan kembali. Aku akan mengantarkanmu ke jalan takdir yang seharusnya kau lewati......” Ujar The History yang perlahan kesadaraanya sudah mulai hilang sambil tertidur di jalan.
Setelah memukul dan mengentikan pergerakan penuh emosi dari The History, Litch perlahan menurunkan mahluk berwarna hitam tersebut dari tangan kanannya yang sedang mengepal. The History pun nampak lemas dan tak berdaya terkapar di jalanan tersebut. Sepertinya pukulan Litch kali ini mampu untuk melumpukan The History. Sampai kesadaran The History juga perlahan sudah mulai memudar dan menghilang.
“The History, tiba-tiba muncul dan melakukan tindakan yang bodoh seperti itu. Aku tidak tahu apakah mahluk ini memang benar-benar wujud representasi dari masa laluku atau bukan? Akan tetapi, dia bisa mengetahui tentang kejadian-kejadian yang pernah kualami di masa sebelumnya. Seharusnya tidak ada seorang pun di masa ini yang mengetahui hal tersebut.” Ujar Litch sambil memperhatikan The History yang perlahan mulai tak sadarkan diri.
Setelah The History benar-benar sudah tak sadarkan diri, perlahan tubuh kecilnya itu pun mulai memudar bersama dengan butiran cahaya hitam yang keluar di sekitar badannnya. Sampai tidak lama setelah tubuhnya memudar, The History pun benar-benar menghilang dari jalan sunyi tersebut menuju entah kemana. Sementara itu, dua pisau hitam yang di pegang oleh tangan kiri Litch juga perlahan mulai memudar dan akhirnya lenyap serta hilang.
“Masa lalu kah? Kemana pun aku pergi, ia pasti akan selalu mengikuti dan menghantuiku. Sepertinya, hal yang ingin aku lupakan adalah sesuatu yang paling tidak bisa aku lupakan. Semuanya terekam sangat jelas dipikiranku. Cihh, Benar-benar merepotkan!!!” Ujar Litch sambil memperhatikan pisau hitam yang memudar dan menghilang di telapak tangan kirinya.
“Apakah kembalinya aku ke masa lalu ini benar-benar sesuatu hal yang akan menguntungkan bagiku??? Atau justru aku hanya akan merusak semuanya dan mengulangi hal yang sama lagi. Kemunculan mahluk yang mengaku sebagai masa laluku apakah sebagai tanda kalau seharusnya aku tidak boleh melakukan semua ini. Aku mungkin telah mendapatkan kekuatan dari manusia purba itu, tetapi kenapa masih ada rasa keraguan yang mengganjal di hati dan pikiranku. Kejadian Clarissa dan teman-temannya membuatku sedikit berpikir tentang takdir itu sendiri. Apakah memang semua ini bisa dirubah???” Ujar Litch didalam hatinya yang timbul sedikit perasaan ragu sambil perlahan berjalan meninggalkan tempat tersebut.
“Tidak!!!! pasti ada alasan yang kuat dari kejadian tersebut. Tidak mungkin aku kembali ke masa lalu begitu saja. Pasti sesuatu telah mempercayaiku untuk memperbaiki semuanya. Sesuatu telah memberiku kesempatan kedua. Ayo Wonder Litch!!! kau harus yakin dengan dirimu sendiri. Ingat kau harus menyamatkan dia. Kau tidak boleh membiarkan ibu pergi meninggalkan dunia ini. Kejadian seperti itu, sekarang kau punya kesempatan untuk mencegahnya.” Ujar Litch sambil memandang langit dan terus berjalan di gelapnya malam tersebut.
__ADS_1
Ketika Litch sedang berjalan meninggalkan tempat tersebut, dari kejauhan nampak ada sesosok orang yang sedang memperhatikannya. Sosok orang tersebut berdiri dibelakang pohon besar yang ada di pinggir jalan tersebut. Dengan tatapan misterius sosok orang tersebut terus memperhatikan Litch yang perlahan sudah mulai menjauh dari tempatnya.
“Litch!!! Aku tidak menyangka dengan apa yang telah kulihat tadi. Sudah kuduga, anak itu memang mempunyai sesuatu yang ia sembunyikan.” Ujar sosok orang tersebut yang ternyata adalah seoarang anak remaja perempuan yang sempat memperhatikan Litch dikelas beberapa hari yang lalu.