
" Aw aw, hentikan tubuhku cukup sakit saat ini " ucapku pada keduanya.
Keduanya tampak tidak mendengarkan diriku, jadi aku hanya bisa mengetuk kepala keduanya dengan ringan.
*pukulan pukulan
"" Aw ""
" Sekarang menyingkirlah, aku tidak bisa bergerak "
Olivia dan Hyunsuk segera berjongkok di sampingku sambil memegang kepala mereka. Aku duduk dan meregangkan tubuhku saat semua ototku mulai kesakitan. Sial ini sangat menyakitkan, untungnya tidak ada cedera berat dan luka di tubuhku.
Tas di punggungku juga membantu meredam benturan langsung ke lantai, tapi aku khawatir kalau beberapa barang di tasku akan rusak. Lagipula benturan sebelumnya sangat keras, ini seperti diriku tertabrak mobil.
" Maafkan aku Lan "
" Ya, maafkan kami hyung "
Sepertinya keduanya merasa bersalah karena tidak bisa menangani monster tersebut. Tapi mau bagaimana lagi, ini tidak sepenuhnya salah mereka. Dunia ini yang aneh, dan monster sebelumnya adalah abnormal yang sulit ditangani.
__ADS_1
Dan juga jangan melupakan kalau sebelum ini kami hanyalah warga sipil biasa, kalian tidak berharap kalau kami akan sekuat prajurit khusus bukan? Ini bahkan baru dua atau tiga hari kami disini, dapat selamat hingga saat ini saja sudah menjadi rasa syukur untuk kami.
Jadi aku menggelengkan kepalaku, dan berbicara dengan keduanya.
" Tidak, ini bukan salah kalian, monster ini saja yang terlalu abnormal untuk kami. Jadikan ini sebagai pengalaman karena kemungkinan besar kita akan bertemu monster seperti ini lagi "
Setelah memberikan kata-kata penenang, aku segera berkata kembali, " Kalian segera awasi kedua orang itu dan tanyai mereka. Tetap waspada pada keduanya, aku akan menyusul setelah memeriksa tas ku "
Keduanya mengangguk dan segera berjalan ke arah dua orang asing tersebut saat aku memeriksa tasku. Yah, mungkin karena tas ku yang tebal atau apa, hanya beberapa persediaan yang rusak seperti ramen cup ku yang pecah dan beberapa hal yang memiliki bungkusan nya rusak.
Tapi untungnya sebagian besar baik-baik saja, setelah memastikan semuanya. Aku mengemas kembali semua persediaanku ke dalam tas dan segera berjalan ke arah Hyunsuk dan Olivia yang tampak sedang mengintrogasi Kedua orang asing tersebut.
Dari cerita Olivia, keduanya adalah pasangan ayah dan anak bernama Robert dan Joshua yang juga dibawa masuk ke dunia aneh ini melalui ruangan hitam. Keduanya berhasil sampai di tempat ini setelah mengatasi banyak kesulitan, hal tersebut dapat terlihat dari pakaian yang robek dan bekas luka dimana-mana.
Saat menjelajah lantai ini, keduanya bertemu dengan monster merangkak itu dan pada akhirnya lari hingga bertemu dengan kami.
Yah ceritanya tampak tidak dibuat-buat, sebenarnya pikirkan seperti itu cukup menyedihkan dengan bukti kuat yang ada di tubuh mereka. Aku juga tidak menduga jika ruangan hitam tersebut dapat menarik dan membawa beberapa orang secara bersamaan.
Apakah itu berarti di luar sana ada yang masuk dengan kelompok lengkap? Yah jika itu warga sipil tidak akan ada gunanya, tapi jika satu tim yang terdiri militer juga masuk, aku yakin mereka pasti akan sangat cepat menguasai lantai ini.
__ADS_1
Yah cukup berandai-andai nya, aku langsung menatap Robert dengan tatapan serius yang menciptakan suasana tegang di sekitar.
Bahkan Robert yang menatap mataku tampak sedikit gemetar, lagipula orang di depannya ini adalah orang yang mampu membunuh monster yang membuat mereka putus asa. Dan juga dari interaksi sebelumnya, Robert tau kalau pria ini adalah pemimpin dari tim yang bersenjatakan lengkap ini.
Menatap Robert dengan serius, aku mulai berbicara " Tidak banyak yang kukatakan, seperti dirimu kami juga orang-orang yang dibawa kesini melalui ruangan hitam. Kami berkumpul membentuk tim dengan tujuan yang sama yaitu mencari jalan keluar. Melalui prosesnya, kami akan memotong dan menyingkirkan siapapun yang menghalangi jalan kami. Intinya, kalian hanya memiliki dua pilihan, kami berpisah dan berjalan sesuai jalan masing-masing atau kalian dapat bergabung bersama kami dan saling membangun kepercayaan satu sama lain. " ucapku sambil mengulurkan tangan.
Aku tidak membuat keputusan tersebut dengan asal-asalan. Saat ini kondisi tim kami mungkin tampak cukup, tapi ada banyak kekurangan jika kalian melihat lebih dalam. Dengan adanya orang tambahan, diharapkan dapat mengisi celah-celah kosong tersebut. Lagipula tidak ada yang mengatakan kalau lebih banyak orang lebih banyak masalah bukan? Juga alasan terbesar kenapa aku menawarkan ini ke Robert karena insting ku mengatakan kalau Robert bukanlah orang jahat.
Mungkin ini tampak remeh, tapi semenjak aku datang ke dunia ini. Aku hanya bisa selamat dari semuanya karena naluri ku, baik itu saat mencari persediaan, melawan monster, aku mengandalkan naluri ku selama tersebut.
Dapat dikatakan, tidak ada hal lain yang bisa dipercaya selain dirimu sendiri bukan?
Setelah aku menawarkan hal tersebut, Robert dan Joshua saling bertatapan tampak bingung pada tawaranku. Mereka mengira Lan akan memberikan permintaan yang berat pada mereka, lagipula di dunia ini tidak ada hukum yang mengatur. Seseorang bisa saja berbuat semena-mena tanpa khawatir atas tindakannya.
Tidak butuh waktu lama sebelum Robert menatapku dan mengangguk segera mengambil tanganku.
Ekspresi ku yang semula serius, mulai kendur dan aku mengungkapkan senyum kecil sebelum berbicara, " Selamat Datang di Tim "
" Ya, terima kasih telah mengundang kami ke dalam tim " ucap Robert dengan senyum juga.
__ADS_1