
Aku sedikit terpana pada pemandangan di depanku, sekejap aku mengira aku berhasil kembali tapi melihat lagi kota ini jelas-jelas tidak mungkin ada di bumi. Ini seperti kota-kota yang telah hancur dan ditinggalkan selama puluhan tahun, walaupun aku tidak tau semua tempat yang ada di bumi aku sangat yakin tidak ada kota yang seperti ini kecuali di film-film.
*buk gedebuk
Pikiranku tersentak saat diriku reflek melihat kebelakang dan menemukan Hyunsuk, Olivia, Robert, dan Joshua yang tampak habis mengalami kesulitan ada di belakangku.
""" Hei apakah kalian melalui ruangan hitam """
Kecuali Robert, ketiganya berkata secara bersamaan tentang apa yang mereka lalui sebelumnya. Sepertinya tidak hanya aku yang melalui ruangan tersebut.
" Tunggu apakah kau juga melewatinya " Tanya Olivia
" Ya noona, aku tidak bisa menghitung waktu, tapi aku yakin aku menghabiskan berjam-jam di ruangan itu sembari mencari jalan keluar "
" Aku juga sama " ucap Joshua.
" Kalian terjebak selama berjam-berjam, aku kira kita hanya disana selama sejam? " Olivia
" Tidak, aku yakin aku menghabiskan waktu lebih dari itu untuk menemukan pintu keluar " Hyunsuk.
" Sepertinya semua orang memiliki waktu yang berbeda-beda, aku kira aku juga hanya ada disana selama sejam menurut perkiraanku " Sambung Robert
" Apakah begitu, tapi ruangan apa itu tadi? Sepertinya kita dipaksa berpisah bukan? " Hyunsuk.
" Aku juga tidak tau, apakah itu karakteristik lantai 5? tapi apakah itu benar-benar lantai 5? "
" ... "
Semuanya tampak membicarakan dan bertukar informasi ketika mereka berada ruangan hitam tersebut, sepertinya mereka belum sadar dimana kita sekarang. Tapi syukurlah kami dapat berkumpul kembali, walaupun dengan fakta bahwa waktu yang kami butuhkan untuk mencari jalan keluar masing-masingnya berbeda.
__ADS_1
Tapi ada satu hal yang benar-benar mengganggu ku, aku tidak tau apakah semua juga merasakannya jadi aku memutuskan bertanya.
" Kalian, apakah merasakan sesuatu yang berbeda pada tubuh kalian? Aku juga tidak tau apa ini, tapi aku hanya merasa diriku berbeda dan lebih segar disini? "
Saat aku mengatakan hal tersebut, keempatnya mencoba mencari tau apakah ada yang berbeda dari tubuh mereka. Yang pertama menjawab adalah Robert.
" Tuan Lan benar, ada yang berbeda tapi aku juga tidak bisa mengidentifikasi apa itu "
" Iya, tubuhku juga terasa lebih ringan disini "
" Aku juga merasakannya "
" ... "
Kesimpulannya tidak ada yang tau apa itu, tapi yang pasti semuanya dapat merasakan tubuh kami benar-benar berbeda saat ini. Dan juga apakah ini perasaanku saja, tapi aku juga merasa lingkungan di lantai ini juga sangat berbeda jauh dengan lantai-lantai sebelumnya, apakah ini karena kami ada di lingkungan luar?
" Wow apakah kali ini kami ada di dunia luar? "
" Langit ini, udara, kota, untuk tempat yang tidak diketahui dunia ini pasti sangat besar "
" Ya, kota ini seperti kota mati bukan? Apakah ada seseorang disini? "
" Entah, mungkin monster yang menghuninya haha "
" ... "
Hyunsuk mencoba membuat candaan, tapi semuanya memiliki wajah suram saat mendengar perkataan Hyunsuk. Setelah semua yang dilalui, tidak akan ada yang berpikir menggunakan akal sehat lagi disini. Lagipula monster ada disini, jadi tidak ada alasan yang pasti kalau tidak ada monster di kota ini juga.
Jadi kami melakukan pengecekan kembali dan setelah semua siap aku memimpin penjelajahan di kota mati ini.
__ADS_1
Keluar dari gedung, aku menginjakkan kakiku ke dunia luar ini untuk pertama kali. Umumnya manusia pasti merasakan gelisah atau takut pada tempat yang baru, aku juga sama tapi sebagian besar aku lebih ke rasa penasaran pada tempat ini. Aku seperti ingin tau bagaimana tata letak, rute, bahkan bangunan, ini lebih seperti ekstasi saat seseorang menemukan tempat baru.
Tentu saja aku tidak gila, kau tidak bisa mengatakan seseorang itu gila hanya karena mereka berbeda dengan yang lain bukan? Pada dasarnya semua manusia di bumi ini dilahirkan berbeda-beda, beberapa sifat yang sama dianggap umum namun setidaknya pasti ada satu hal kecil yang membuat mereka berbeda dengan yang lainnya.
Yah kembali ke awal, sekarang aku bisa melihat lebih dekat lingkungan kota ini. Gedung rusak dimana-mana, mobil yang ditinggalkan, dan jalanan retak penuh tumbuhan liar menjadi pemandangan utama kota ini, bahkan langit pun tampak tandus di bawah suasana kota.
Aku dan yang lain berjalan menyusuri jalan rusak, hamparan gedung-gedung pencakar langit yang rusak membuat seseorang bertanya-tanya, tidak ada yang mengawasi kami disana bukan? kolong-kolong jembatan yang tidak tersentuh cahaya tampak menjadi tempat paling terlarang yang tidak boleh di datangi.
Bahkan hamparan mobil rusak yang berserakan di seluruh jalan tampak menambah suasana mengerikan yang ada di kota ini.
Kami mencoba mengecek mobil tapi tidak ada persediaan yang bisa kami dapatkan seperti yang ada di lantai 4. Yah, dengan banyaknya hamparan mobil, akan menjadi terlalu murah hati jika setiap kendaraanya menyimpan persediaan bukan?
" Sepertinya letak persediaan juga berubah di setiap lantai bukan? " ucap Olivia.
" Tidak, ada kotak di bawah mobil hijau itu " ucap Hyunsuk tanpa sadar sambil menunjuk ke arah mobil sekitar 7-8 meter dari kami.
" Disana? darimana kau tau ada kotak disana? apakah kau sekarang menjadi peramal haha " ucap Olivia sambil bercanda.
" ... "
Sambil bercanda seperti itu kami mencoba berjalan ke arah mobil hijau yang ditunjuk, ketika kami tiba di depan mobil aku mencoba berjongkok untuk melihat apa yang dikatakan Hyunsuk hanya untuk melebarkan mataku saat tanganku menarik sebuah kotak abu-abu dari bawah mobil.
Awalnya yang lain percaya kalau Hyunsuk sedang membuat lelucon, tapi saat mereka melihat aku menarik keluar kotak abu-abu dari bawah mobil, semuanya tidak bisa berkata-kata.
Semuanya menatap ke Hyunsuk dengan wajah penuh kebingungan dan penuh pertanyaan. Apakah orang ini benar-benar menjadi peramal?
Sementara Hyunsuk sendiri juga memiliki wajah penuh kebingungan.
" .... "
__ADS_1