Backdoors : Survival Guide

Backdoors : Survival Guide
Chapter 17 : Beradaptasi


__ADS_3

Setelah kedatangan Robert dan Joshua, tim kami sekarang berjumlah 5 orang. Yah aku tidak tau apakah jumlah ini akan bertambah di masa depan, tapi aku berharap kami semua akan baik-baik saja sampai akhir.


Tim kami kembali menjelajah lantai 4 sambil saling mengakrabkan diri. Terutama Olivia, mungkin karena mereka berasal dari negara yang sama, dia jadi yang paling cepat untuk mengakrabkan diri dengan Robert dan Joshua. Sementara itu Hyunsuk saling bertukar cerita dengan Joshua karena jarak umur mereka tidak berbeda jauh, jadi kebanyakan topik pasti membahas tentang sekolah, hobi, dan juga gadis-gadis.


Aku berjalan di belakang, untuk mencegah hal-hal tak terduga. Aku tidak banyak berkomunikasi, tapi itu bukan berarti aku orang yang dingin. Ini adalah bawaan sifatku, aku lebih suka mendengar daripada berbicara secara langsung. Tapi jika ada yang bertanya padaku tentu saja aku akan menjawabnya.


Katika berbicara tentang tim kami, aku berpikir apakah ada tim lain diluar sana? Mungkin ada, tapi sudah sampai dimana mereka? Atau apa kami tim pertama yang dapat menjelajah sejauh ini?


Yah tidak mungkin kan? tim kami hanya terdiri dari kelompok biasa yang dapat sampai ke lantai ini dengan susah payah. Mungkin ada tim yang sudah sampai di tingkat atas, lagipula aku tidak tau apakah kami adalah gelombang pertama yang masuk ke tempat ini, siapa tau sudah ada seseorang yang masuk ke tempat ini jauh-jauh hari sebelum kami tiba, kami tidak dapat memastikan hal tersebut.

__ADS_1


Tapi jika memang ada, mungkin kami akan bertemu di masa depan.


Setelah menjelajah selama beberapa waktu, kami menemukan beberapa persediaan. Isinya adalah P3K dan beberapa pakaian seperti kaos polos dan jaket militer. Sangat beruntung, terutama P3K, di dunia dimana bahaya mengintai dimana-mana benda ini bagai artefak suci bagi kami. Yah walaupun tidak mungkin untuk menyembuhkan luka fatal dengan ini, tapi setidaknya ada banyak fungsi selain itu dari P3K.


Karena kondisi Robert dan Joshua yang memiliki baju robek dan penuh darah, kami memberikan kaos dan jaket kepada mereka. Juga memberikan beberapa perawatan pada luka-luka di tubuh mereka.


Ngomong-ngomong, mengenai persediaan yang Robert dan Joshua bawa cukup menyedihkan. Selain beberapa makanan ringan seperti darurat, mereka hampir tidak memiliki ransum. Bahkan keduanya tidak memiliki armor pelindung dan senjata yang mereka miliki hanya sebilah parang dan beberapa pisau.


Tapi karena kami saat ini adalah satu tim, tidak masalah untuk berbagi beberapa persediaan.

__ADS_1


Tidak jauh saat kami berjalan dari persediaan, terdengar suara seseorang yang meminta tolong, kemanapun kami mencari kami tidak dapat menemukan pemilik suara. Kami menyimpulkan kalau pemilik suara ini memiliki jarak yang cukup jauh dari kami, hal tersebut mungkin dikarenakan sifat lantai ini yang tertutup, gema dari suara itu dapat kami dengar walaupun berasal dari jarak yang jauh.


Aku mencoba melacak asal suara, tapi itu sangat sulit karena gema suara seperti berasal dari segala arah. Juga aku tidak memiliki pengetahuan dan pengalaman untuk mencari asal suara sebelumnya, melihat yang lain semuanya menggelengkan kepala.


Aku menghela nafas, di situasi tidak tau untuk berbuat apa seperti ini lebih baik kami lebih mengkhawatirkan diri masing-masing daripada yang lain. Lagipula aku juga tidak ingin terlalu banyak mengambil resiko untuk tim jika itu bukan situasi yang menentukan. Dengan tingkat lantai yang seperti ini, tidak akan mengherankan jika ada satu atau dua orang tewas. Tidak semua orang memiliki perlengkapan seperti kami, dan bahkan jika mereka memiliki senjata, peluang mereka untuk menang melawan entitas di dunia ini sangat tipis.


Ini bukanlah video game atau novel fantasi. Entitas di dunia ini bukanlah mob yang dapat dibunuh dengan mudah, bahkan di dunia nyata untuk menghadapi hewan buas saja memerlukan keterampilan yang luar biasa, apalagi entitas seperti monster di dunia ini. Kau tidak bisa menjadi hebat hanya karena kau memiliki senjata, dirimu disini adalah dirimu yang sebenarnya di dunia nyata. Jika kau mati maka kau mati, tidak ada yang namanya respawn kembali disini.


Aku bukanlah pahlawan yang akan menyelamatkan semua orang. Tidak, aku tidak akan menjadi hal seperti itu. Selama diriku dan orang-orangku aman, itu sudah cukup bagiku.

__ADS_1


Mengabaikan asal suara, aku mengambil langkah pertama berjalan memimpin tim ini untuk beradaptasi lebih jauh di dunia yang mengerikan ini.


__ADS_2