
Setelah beristirahat selama beberapa waktu, aku akhirnya cukup memulihkan tenaga untuk bangun. Hyunsuk tampaknya berjaga sambil melihat ke sekeliling saat kami berdua memulihkan diri. Saat melihatku bangun, dengan nada khawatir ia bertanya, " Apakah kau sudah baikan hyung? "
" Tidak apa, saat ini aku sudah memulihkan beberapa tenaga " ucapku dengan senyum kecil.
Yah walaupun tenaga ku sudah kembali, semua tubuhku masih kesakitan karena paksaan kerja otot sebelumnya. Bangun dengan perlahan, aku berjalan ke arah Olivia. Wanita itu masih tak sadarkan diri, dan sepertinya Hyunsuk sudah membersihkan semua luka lecetnya.
Untuk luka lebamnya sendiri, kami tidak memiliki obat untuk meredakannya. Jadi Hyunsuk mungkin hanya membiarkan kaki Olivia seperti itu, lagipula jika dia bertindak asal-asalan dia tidak akan tau apakah itu akan memperparah luka Olivia. Untungnya Hyunsuk sudah membasuh lebam Olivia dengan air, tapi dengan tingkat memar ini diperkirakan kalau luka ini hanya akan sembuh setelah 2-3 minggu.
Dan saat itu, Olivia juga harus menjaga dirinya untuk tidak terlalu banyak menggerakkan tubuhnya.
Karena tidak ada yang bisa kulakukan lagi, aku memutuskan untuk mengisi tenaga dengan makan. Mengajak Hyunsuk untuk makan, kami berdua memakan ransum militer yang kami dapatkan di pintu kedua sebelumnya.
" Wow, ransum ku berisi banyak hal yang baik " ucap senang Hyunsuk.
__ADS_1
Adapun isi ransum Hyunsuk sendiri terdiri dari pasta, potongan daging ayam, dan bola-bola daging, ada juga roti sebagai makanan tambahan. Dapat dikatakan makanan ini cukup mewah untuk seseorang yang terjebak di antah berantah. Aku juga membuka ransum ku dan menemuka isinya adalah nasi dengan campuran daging ayam.
" Hyung, sepertinya kamu tidak cukup beruntung " ucap Hyunsuk saat melihat isi ransumku.
" Bocah bodoh, kau harus menghargai setiap makanan yang ada di depanmu " ucapku
Setelah itu kami berdua makan dengan tenang sambil terus mengawasi sekitar. Mungkin karena aroma dari ransum atau lainnya, Olivia yang tak sadarkan diri tiba-tiba membuka matanya.
" Noona, kau sudah bangun " ucap Hyunsuk dengan khawatir.
" Selain luka lecet, kaki noona memiliki lebam sehingga mungkin noona akan kesulitan untuk berjalan "
Olivia yang mendengar itu, melihat ke arah kakinya tampak memikirkan sesuatu. Aku tentu tau apa yang ia pikirkan, jadi aku coba membantunya.
__ADS_1
" Jangan terlalu dipikirkan, aku akan membawamu keluar dari tempat ini "
" Ya benar noona, kami tentu saja tidak akan meninggalkan noona sendirian "
Olivia yang mendengar itu tersenyum penuh arti, " Sebelumnya aku berterima kasih atas bantuannya tuan Lan, walapun saat itu aku tidak sadar aku dapat merasakan kalau tuan Lan yang menolongku "
" Tidak perlu terlalu sopan, lagipula kita satu tim yang sudah memutuskan untuk saling bekerja sama. Itu sudah menjadi kewajiban ku atau Hyunsuk untuk menolongmu saat kau terluka. "
Olivia yang mendengar itu hampir menangis, ia tidak menyangka akan menemukan orang-orang setulus ini padahal mereka baru kenal tidak lama. Pekerjaannya dahulu membuatnya memiliki banyak rekan yang biasanya bermuka dua, mereka setidaknya memiliki sesuatu di dalam pikiran mereka pada dirinya dan sangat sulit untuk dapat menaruh kepercayaan pada seseorang tertentu.
Pada awalnya ia bahkan tidak sepenuhnya percaya pada Lan dan Hyunsuk, mereka pada awalnya berkumpul karena memiliki kepentingan masing-masing. Walaupun ia tampak mencoba akrab sebelumnya, itu hanyalah tindakan formal yang setidaknya harus dilakukan saat bergabung dengan suatu kelompok.
Kadang kala seseorang hanya akan menunjukkan sifat sejati mereka saat berada di situasi yang sangat mendesak. Dan keduanya telah menunjukkan hal itu pada dirinya yang tidak mudah percaya pada orang lain.
__ADS_1
Kali ini, setelah dia jatuh dan di selamatkan, Olivia benar-benar mengembangkan perasaan yang tulus pada Lan dan Hyunsuk. Orang-orang yang baru ditemuinya tidak lama ini. Olivia merasa sangat beruntung bisa bertemu keduanya di dunia yang aneh dan penuh bahaya ini.
Menghapus air mata yang hampir turun, Olivia dengan senyum tulus berbicara, " Bolehkah aku ikut makan "