Backdoors : Survival Guide

Backdoors : Survival Guide
Chapter 8 : Transaksi


__ADS_3

" !!!! "


Aku terkejut pada apa yang kulihat, bagaimana makhluk ini bisa mendekat kesini. Aku bahkan tidak mendengar langkah kaki apapun walaupun jarak antara kami cukup dekat. Makhluk itu memiliki tubuh seperti anak kecil dan pakaian kulit bewarna coklat, sebuah topeng aneh menutupi wajahnya, di punggungnya terdapat tas yang cukup besar.


Dan yang paling menonjol yang membuatku tau kalau makhluk ini bukan manusia adalah ukuran telinganya yang sangat besar.


Memutuskan untuk siaga, aku menarik katanaku dari sarung. Bersiap pada semua kemungkinan yang terjadi, tetapi makhluk itu hanya terus diam menatapku. Saat itu, makhluk itu mengulurkan tangan kecilnya yang memiliki jari-jari panjang mengerikan.


Melihat itu aku secara reflek memegang pedangku di depan bersikap defensif. Tapi yang kulihat makhluk kecil itu hanya terus mengulurkan tangan tanpa ada tanda-tanda untuk menyerang.


Apa ini maksudnya? Apa yang sebenarnya makhluk itu lakukan? Apakah makhluk ini tidak menyerang? Kalau begitu apa yang sebenarnya yang makhluk itu lakukan? Apakah dia meminta sesuatu?


Aku mencoba menebak apa yang makhluk itu mau, aku ingin menyerang tetapi aku tidak tau apakah makhluk ini menyembunyikan sesuatu. Sangat gegabah menyerang sesuatu yang tidak diketahui secara pasti, apalagi di situasi yang tidak diketahui ini bisa jadi hal tersebut menjadi keputusan terburuk.


Lagipula sejauh ini tidak ada tanda-tanda agresi yang dilakukan oleh makhluk tersebut. Jadi mungkin saja makhluk ini tidak mengancam walaupun aku tidak yakin 100%.


Kembali ke awal, aku masih mencoba menebak keinginan makhluk tersebut Walaupun mengenakan topeng, tapi entah kenapa aku merasa kalau pandangan makhluk itu tertuju pada kepingan coklat yang ku makan sebelumnya.


Apakah monster itu menginginkan coklat ini? aku tidak tau tapi lebih baik mencoba daripada tidak melakukan apapun, mengambil coklat di samping dengan hati-hati aku bergerak maju secara perlahan dengan pedang di tangan kanan dan kepingan coklat di tangan kiri.


Aku mencoba memberikan coklat itu padanya tetapi jika hal-hal aneh mulai terjadi, aku tidak akan ragu langsung menebas monster kecil ini.


Saat aku sampai di depan monster ini, aku dengan perlahan memberikan potongan coklatku namun dalam situasinya ada ketegangan berat disini. Di jarak seperti ini, mudah membuat tindakan tak terduga. Karena hal tersebut juga aku memegang pedang dengan cukup kuat.

__ADS_1


Jika ada tindakan yang salah sudah pasti pedang ku ini akan melayang ke depan.


Tapi untungnya bahkan setelah memberikan coklat, monster itu tidak melakukan tindakan apapun hanya melihat coklat di tangannya dalam diam. Saat itu, monster itu memasukkan coklat ke kantungnya, dan tangannya mengambil tas yang ada di punggungnya sembari merogoh-rogoh ke dalam seperti mencari sesuatu.


Setelah beberapa waktu, akhirnya monster itu mengambil sebuah kotak kecil dan mengulurkannya padaku. 


Apakah dia memberikanku ini sebagai ganti coklat? Aku mengambil kotak itu dari tangan monster kecil ini dengan hati-hati. Tapi bahkan setelah aku mengambil kotaknya, makhluk kecil ini masih mengulurkan tangannya, apakah dia ingin bertukar lagi?


Tapi sebelum itu aku perlahan kembali ke tempat yang lain, melihat apa yang diberikan monster itu padaku. Sepertinya ini adalah kotak yang memiliki penutup, membuka penutup aku menemukan isi dari kotak itu ialah sebuah zat padat bewarna hijau, aku tidak tau apa ini. Tapi saat aku mencoba mencium aroma zat ini, aku langsung tau kalau benda ini mirip seperti balsem.


Ini sebuah kejutan, hal yang kami tidak miliki saat ini ialah obat-obatan. Dan juga balsem, apakah monster ini tau kalau kami sangat membutuhkan balsem saat ini untuk menyembuhkan Olivia.


Dan juga apakah makhluk itu tipe-tipe seorang wanderer seperti dalam game-game RPG yang pernah kumainkan? ini penemuan yang cukup tak terduga.


" Ada apa hyung, apakah ini sudah giliranku " ucap Hyunsuk sambil menahan menguap.


Sementara itu Olivia bangun dalam diam sambil mengusap matanya.


" Aku menemukan monster yang cukup aneh, coba lihat disebelah sana " Ucapku sambil menunjuk ke arah monster itu berada.


Hyunsuk dan Olivia yang mengikuti arah dimana aku menunjuk seketika melebarkan mata dan rasa kantuk mereka langsung sirna digantikan rasa waspada, " M-Monster mari lari hyung " ucap Hyunsuk dengan cepat.


Tapi aku berusaha menangkan mereka, " Tenanglah, sepertinya monster ini tidak agresif. Saat ini monster itu tampak mengajak kita untuk bertransaksi, sebelumnya aku sudah bertukar coklat dan monster ini memberikan ku Balsem. Ini dapat menjadi kesempatan yang baik untuk kalian, jadi aku membangunkan kalian jika kalian ingin bertukar juga " ucapku sambil menunjukkan kotak kecil di tanganku yang berisi zat seperti balsem.

__ADS_1


Keduanya saling memandang, dan tersenyum satu sama lain, " Lan jika kau ingin menukarkan persediaan tidak perlu merasa sungkan, lagipula kau adalah pemimpin tim " ucap Olivia.


" Itu benar hyung, jangan sungkan "


" Kalian berdua, sebagai sebuah tim setidaknya kita juga harus tetap menjaga koordinasi seperti ini. Aku tidak hanya bisa menentukan semuanya berdasarkan kemauanku saja " ucapku dengan senyum kecil.


" Kalau begitu, kau bisa menukarkan beberapa persediaan dengan monster kecil itu Lan. Siapa tau kita mendapatkan sesuatu yang berguna lagi "


" Benar hyung, tidak apa untuk menukarkan beberapa persediaan lagi "


Setelah semuanya sepakat, aku memutuskan untuk menukarkan beberapa persediaan seperti makanan ringan dan beberapa barang yang kami bawa berlebihan.


Hasil setelah bertukar dengan makhluk itu ialah sebagai berikut,  2 gulung perban, gergaji kecil, 10 lembar kertas putih, kacamata, sebatang logam yang tidak kuketahui, sebungkus rokok, sebotol pil misterius dan satu magazine pistol penuh peluru. 


Saat aku melihat magazine peluru itu, sontak aku sanget kaget. Apakah monster kecil ini memiliki senjata api bersamanya? Memikirkan itu aku memutuskan untuk menukar beberapa barang lagi tapi hasilnya aku tidak mendapatkan pistol dari makhluk itu.


Aku sebenarnya ingin bertukar lagi, tapi menukar lebih dari ini akan membuat tim dalam krisis persediaan, jadi aku hanya bisa menahan diriku untuk saat ini.


Hasil dari pertukaran tambahan adalah sebagai berikut, 3 bungkus tisu toilet, botol kaca penuh koin perak, spray cooling, dan Sebuah jam tangan antik.


Dapat dikatakan kami memiliki untung besar disini, walaupun ada beberapa barang yang tidak berguna atau tidak kami ketahui fungsinya. Tetapi kebanyakan memiliki fungsi yang sangat penting, terutama jam tangan. Semua jam tangan yang dibawa dari dunia luar tidak akan berfungsi di tempat ini contohnya jam milik Olivia dan milikku.


Tapi jam tangan yang diberikan makhluk itu dapat tetap berfungsi yang menunjukkan kalau jam ini pasti dibuat secara berbeda. Fungsi jam sangat penting bagi kami, ini dapat menjadi satu-satunya rasionalitas yang tersisa dari peninggalan dunia luar.

__ADS_1


Dan juga dengan jam ini semua rencana dapat dikontrol dengan lebih baik.


__ADS_2