
Setelah beberapa sesi tanya jawab kembali dengan target yaitu Olivia sekarang, aku mendapatkan informasi baru. Untuk kemampuan Olivia sendiri aku menyebutnya " The Guider " yang memiliki kemampuan untuk menunjukkan jalan terbaik menuju lantai selanjutnya.
The Guider sendiri tampaknya hanya dapat aktifkan saat pengguna menemui beberapa jalan dan juga petunjuk yang diberikan hanya menunjukkan satu jalan yang benar, tidak langsung mengarah pintu selanjutnya.
Yang artinya jika jalur yang ditunjukkan memiliki percabangan lain di depan, maka pengguna diharuskan menggunakan kemampuan kembali untuk mendapatkan petunjuk berikutnya.
Bagaimanapun ini masihlah berkah untuk kami, walaupun mungkin perjalanan akan tertunda selama beberapa waktu tapi setidaknya kami bisa terus berada di jalan yang benar. Dan juga alasan perjalanan sedikit menyita waktu tentu saja untuk membiarkan Olivia istirahat, kemampuan ini juga memakan kekuatan mental dan tidak mudah untuk mengisi kelautan mental kembali.
Aku tidak bisa hanya terus memaksa Olivia untuk menggunakan kemampuannya hingga over kan?
Yah kembali ke saat ini, dua orang dari tim kami akhirnya berhasil mengungkapkan kemampuan terbangun mereka. Hanya aku dan Dua ayah anak Robert-Joshua yang masih mencari tau apa kemampuan yang kami dapatkan.
Tidak perlu terburu-buru lagipula masih ada banyak waktu dan sejauh ini kami belum menemukan monster apapun yang menghalangi.
Melanjutkan perjalanan aku melihat-lihat ke sekeliling dimana banyak bangunan pencakar langit yang sudah terbengkalai dan ditumbuhi tanaman merambat.
Beberapa tempat gelap seperti lorong-lorong jembatan sangat gelap yang bahkan cahaya pun tidak dapat menerangi tempat tersebut.
Lan terus merasa ada yang mengintai dari tempat-tempat kosong tersebut, tapi sepertinya ada yang menahan makhluk dari kegelapan tersebut untuk keluar menyerang mereka. Lan tidak tau alasannya, dan ini juga hanya berdasarkan intuisi pribadinya.
Hanya untuk memastikan, Lan berjalan perlahan menuju ke lorong-lorong gelap tersebut. Lainnya yang melihat Lan berjalan ke arah lorong-lorong segera mengejar Lan.
__ADS_1
" Lan jangan kesana, aku merasa tempat tersebut tidak boleh dimasuki " Ucap Olivia dengan nada khawatir.
" Benar tuan Lan, sebaiknya kami tetap berada di tempat dengan cahaya. Lebih berbahaya masuk ke tempat yang tidak diketahui dan gelap seperti di depan "
Aku hanya tersenyum atas saran dari rekanku, " Tenang saja, kita tidak akan masuk ke dalam. Aku hanya ingin memastikan sesuatu, Hyunsuk kemarilah "
Hyunsuk dengan takut-takut berjalan ke arahku, " Hyung kau tidak menyuruhku masuk ke dalam bukan? " ucap Hyunsuk bercanda.
Aku menggelengkan kepalaku, " Cobalah periksa apa yang bersembunyi di balik bayangan ini dengan kemampuanmu "
Mendengar perkataanku, semuanya tampak terkejut. Apakah benar-benar ada yang bersembunyi di dalam bayangan gelap tersebut, Hyunsuk yang paham situasinya mulai berjongkok dan menyentuh tanah hanya tiba-tiba dia jatuh kebelakang dengan wajah penuh ketakutan.
" Ada apa Hyunsuk " tanya Olivia khawatir.
Lan yang mendengar itu juga menjadi serius, firasatnya benar. " Seberapa banyak dan bagaimana bentuk monster tersebut " Ucap Lan dengan serius.
" A-ada sekitar 30 dari mereka d-dan monster itu memiliki bentuk seperti manusia tapi tubuh mereka tampak seperti mengalami mutasi. "
Lan cukup terkejut mendengar angka tersebut, itu cukup banyak monster di dalam sini. Dan ini baru satu lorong-lorong, bagaimana dengan yang lainnya.
Memikirkan itu wajah Lan menjadi serius. Dengan kemampuan mereka saat ini dapat dipastikan akan sangat sulit untuk bertahan hidup jika melawan gerombolan monster tersebut.
__ADS_1
Tapi ada satu hal yang aneh, kenapa monster tersebut tidak menyerang mereka? Saat itu Lan teringat perkataan Robert yang mengatakan sebaiknya kita tetap di tempat yang diterangi cahaya.
Lan melebarkan matanya saat ia mengangkat tangannya dan melihat arloji yang menunjukkan pukul 5 sore.
Melihat itu, Lan segera berbicara " Semuanya cepat cari tempat bersembunyi. Aku takut monster di dalam tidak menyerang karena masih ada sinar matahari yang menerangi kota, saat tiba kegelapan menyelimuti kota aku takut bahkan bagi kita akan sangat sulit menghadapi gerombolan monster yang berdiam diri di dalam kegelapan ini. "
Setelah aku mengatakan itu semuanya juga sadar akan urgensi dari masalah ini, tim kami berlari dengan cepat menyusuri jalanan raya menyisir kesana kemari mencari tempat yang dapat dijadikan tempat persembunyian untuk malam yang akan segera tiba.
Setelah mencari selama beberapa waktu aku menemukan sebuah rumah mewah yang menghadap langsung ke arah sinar matahari. Aku mencoba masuk dan menemukan seisi rumah benar-benar kosong. Beberapa perabotan tampak masih layak digunakan namun bukan itu kepentingan yang kami miliki saat ini.
Menimbang daerah metropolitan yang besar seperti kot ini aku menduga latar lantai ini mengambil tema kota yang terbengkalai setelah perang atau mungkin pandemi. Biasanya untuk rumah-rumah kelas atas seperti villa yang aku temukan menyimpan setidaknya ruang bawah tanah sebagai antisipasi perlindungan saat terjadi perang nuklir.
Hal ini bukanlah rahasia umum lagi, bahkan untuk rumah-rumah dengan ukuran sedang yang dibangun di kota metropolitan besar setidaknya akan menyiapkan ruangan bawah tanah sebagai antisipasi perang nuklir.
Maka dari itu aku mencoba keberuntunganku untuk mencari dimana ruangan tersembunyi itu berada. Robert dan Olivia yang tau tujuan ku juga ikut mencari kesana kemari berharap menemukan ruangan tersembunyi.
Sayangnya kemampuan Hyunsuk tidak dapat digunakan untuk menembus halangan, jika bisa kami dapat menemukan ruangan tersembunyi dengan lebih mudah.
Waktu demi waktu berlalu dan hari juga sudah semakin gelap, aku dapat mendengar lolongan dan teriakan dari arah bangunan-bangunan di kejauhan. Awalnya itu hanya satu teriakan tapi saat banyak suara yang lain mengikuti, semua dari kami menjadi pucat. Bahkan untuk diriku sendiri, aku dapat dengan pasti mengatakan bahwa aku tidak akan selamat jika diserang oleh monster-monster ini.
Mungkin keberuntungan berada di pihak kami, saat itu Robert menggeser lemari kulkas dan menemukan jalan kecil yang mengarah ke terowongan bawah tanah.
__ADS_1
Dengan cepat, semuanya segera masuk ke dalam sementara aku dan Robert segera menggeser kulkas kembali dan merapatkannya. Kulkas tersebut cukup besar dan juga cukup berat, yah aku harap ini dapat menjaga kami tetap aman di sepanjang malam ini.
Waktu demi waktu berlalu, dan malam yang mencekam segera tiba.