Backdoors : Survival Guide

Backdoors : Survival Guide
Chapter 1 : Ruangan Putih


__ADS_3

*POV orang pertama


Saat aku mencoba membuka mataku, aku hanya bisa melihat warna putih dimana-mana. Melihat kembali sepertinya aku jatuh tertidur di sebuah ruangan aneh.


Aku bangun dari lantai putih dengan wajah penuh kebingungan, saat kesadaran ku perlahan-lahan pulih tiba-tiba pikiran ku dipenuhi dengan banyak pertanyaan yang tidak bisa dijawab.


" Tunggu! tapi bukan itu masalahnya?! sebenarnya apa yang terjadi?? bukankah aku seharusnya ada di rumah? kenapa aku bisa ada disini? dan ruangan hitam sebelumnya apa itu?? "


Yah sebanyak apapun aku bertanya tidak akan ada jawaban atau memberikan jawaban dimana situasi kali ini benar-benar diluar nalar.


*Menghela Nafas


Menenangkan diriku, aku mencoba berdiri untuk mendapatkan pemandangan yang lebih jelas dari lingkungan sekitar. Melihat ke sekeliling, sangat sepi di tempat ini seolah-olah di ruangan ini hanya ada aku dan dinding putih.


Karena pikiran ku saat ini sedang buntu, akku memutuskan berjalan untuk melihat-lihat sekitar karena diam saja tidak akan membantu.

__ADS_1


Hanya ada aku sendiri disini, jika bukan aku yang menolong diriku sendiri maka siapa lagi?


Mengikuti ruangan ini aku berjalan tidak tentu arah, ruangan ini sangat besar dan memiliki banyak belokan seperti labirin. Bahkan cukup sulit untuk melihat belokan di kejauhan karena semua warna putih ini, aku sangat yakin jika aku berlarut-larut di tempat ini pikiran ku mulai akan menjadi tidak tenang.


Lagipula warna putih menggambarkan kekosongan dan kepolosan. Tidak hanya itu di ruangan ini kinerja panca indera akan berkurang dan lama-kelamaan akan merusak psikologi seseorang itu sendiri.


Aku berjalan kemana saja, tidak ada arah pasti, karena aku sendiri tidak tau dimana pintu keluar dari labirin putih ini. Aku bahkan tidak bisa menemukan petunjuk apapun yang dapat menuntunku untuk sampai di pintu keluar.


Hanya ruangan apa ini, apakah ada seseorang yang membangun ruangan ini untuk bersenang-senang atau penyiksaan di suatu tempat? Tapi tidak mungkin ini penculikan, Aku ingat dengan jelas kalau hal yang menarikku kesini ialah ruangan hitam yang muncul di rumahnya.


Semua pikiran ini hampir membuatku stres, tapi untungnya aku memiliki kontrol diri yang baik.


* Menghela Nafas


Menenangkan pikiran kacau ku, aku memutuskan untuk fokus pada tujuan saat ini.

__ADS_1


" Tidak masalah selama aku masih hidup, pada akhirnya aku pasti akan menemukan jalan "


Saat aku mengatakan itu, tiba-tiba ruangan di labirin putih ini bergerak seolah-olah labirin ini sendiri hidup. Pergerakan labirin itu tidak acak, semuanya dalam pola dan membentuk sebuah jalan lurus panjang yang dimana pada ujung jalan ini terdapat sebuah pintu coklat.


Aku tidak bisa percaya pada apa yang kulihat, apakah aku secara tidak sengaja menginjak atau menekan sesuatu? dan pintu di ujung, itu jalan keluar bukan?


Menjernihkan pikiran ku aku berlari dengan kuat untuk mencapai pintu takut ruangan ini akan bergerak membentuk labirin lagi. Tapi untungnya hingga sampai ke pintu, ruangan ini masih tidak bergerak.


Sesampainya disana aku mencoba memutar gagang pintu dengan pikiran kacau kembali. Apakah pintu ini akan membawaku keluar? atau pintu ini akan mengisap ku kembali sama seperti sebelumnya.


Lagipula bayangan pintu rumahku yang membawanya ke ruangan sangat gelap masih meninggalkan beberapa kepanikan.


Menelan ludahku, aku membuka pintu dengan pelan. Saat pintu terbuka, aku terkejut pada pemandangan yang ada di depanku.


Tidak, Pintu ini tidak mengarah ke dunia luar atau rumahku seperti yang kukira.

__ADS_1


Tapi pintu ini menunjukkan pemandangan yang sangat berbeda dari apa yang kubayangakan.


__ADS_2