
Lan dan yang lainnya berlari melewati jalanan yang sepi. Untuk melindungi Olivia yang memiliki kemampuan untuk menunjukkan jalan, Lan dan Robert berlari di posisi belakang sebentar Joshua dan Hyunsuk berada di posisi terdepan dan tentu saja Olivia ada di posisi tengah.
Tentu saja dibelakang mereka ada banyak suara teriakan yang mengejar mereka dengan cepat. Tidak ada yang berani melihat kebelakang, suara monster yang semakin dekat dan dekat sudah menunjukkan jarak antara monster tersebut dengan yang lainnya
Ini membuat semuanya ketakutan namun prioritas saat ini adalah berlari sekuat tenaga terlebih dahulu.
Semuanya terus berlari melewati semua rintangan-rintangan yang ada di jalanan seperti mobil hancur, papan penunjuk yang patah, bahkan satu titik ada truk tangki yang menghalangi seluruh jalan.
Untungnya mereka berhasil melalui itu semua namun dari suara-suara yang ada di belakang, tampaknya monster itu sangat terobsesi dan mengejar kami tanpa kenal rasa lelah.
Kelimanya tanpa henti bertahan dan terus berlari. Namun stamina semuanya terbatas dan yang lain mulai menunjukkan kelelahan saat nafas mereka terengah-engah, Lan menatap kebelakang dan melihat para monster semakin mendekat.
" Kita tidak bisa terus-terusan begini "
Lan tau kalau anggota timnya sudah tidak mampu untuk berlari lagi, bagaimanapun semuanya bahkan belum makan dari semalam. Jika tim terus melanjutkan dengan cara ini hanya tinggal masalah waktu sebelum mereka dikejar.
Merogoh sesuatu dari rompi, Lan mengambil sebuah benda hitam seukuran kepalan tangan. Benda ini adalah granat, salah satu hal yang ia dapatkan sebelumnya di lantai 4.
Menarik Pin Granat, Lan melemparnya dengan kuat ke belakang.
Granat jatuh dan menggelinding ke arah monster, monster yang melihat itu sepertinya tau benda apa itu saat mereka berusaha untuk berhenti tetapi tidak bisa karena desakan dari monster lain yang berlari ke belakangnya. Dan-
*Booooooooom
__ADS_1
Granat tersebut meledakkan sebagian monster yang ada di jalannya, menghamburkan serpihan daging ke sekitar. Melihat kawan-kawannya mati, monster yang lain tampak menjadi lebih marah dan dengan gila mengejar Lan.
Menanggapi hal tersebut, jawaban dari Lan adalah sebuah granat yang ia lemparkan lagi ke arah para monster.
Monster yang melihat benda itu langsung memiliki wajah ketakutan dan berusaha menghindar, tetapi Lan yang telah memperhitungkan waktu granat meledak tidak mungkin membiarkan para monster itu untuk melarikan diri.
Sesaat granat sampai di depan para monster, tanpa memberikan waktu untuk para monster melarikan diri granat langsung meledak memusnahkan para monster.
Monster di belakang yang melihat itu berhenti berlari sebentar, sepertinya mereka menunjukkan beberapa kecerdasan dan tau akan sangat berbahaya jika terus mengejar kelompok Lan dengan cara seperti itu.
Dan di tengah para monster, Lan melihat satu monster yang tampak sangat berbeda dengan para monster di sekitarnya. Monster itu memiliki penampilan yang cukup tenang dan di tangannya terdapat tombak hitam.
Lan secara logika tau jika monster yang memegang tombak itu pasti semacam pemimpin bagi kawanan monster ini. Bagaimanapun untuk setiap individu dengan kecerdasan yang membentuk kelompok pastinya akan memiliki pemimpin untuk mengatur kelompoknya itu sendiri.
Dan kebetulan monster ini salah satunya, berpikir sejenak Lan mengeluarkan Revolver dari sakunya sebelum berbalik kebelakang dan membidik monster itu.
Sebuah peluru yang melaju dengan kecepatan 320 m/s langsung menembus daging monster itu. Tapi sayangnya mungkin karena insting atau naluri, monster itu dengan cepat mengangkat tangan untuk melindungi dirinya alhasil peluru hanya berhasil menembus tangan monster itu.
Melihat pemimpin mereka diserang, monster yang lain segera berdiri di depan dan melindungi pemimpin monster tersebut.
Lan tidak menghiraukan lagi, kesempatan sebelumnya sudah habis dan mustahil untuk membunuh monster itu dimana banyak monster yang bersedia untuk menjadi perisai hidupnya.
Berbalik kembali, Lan mengejar yang lainnya. Pemimpin monster tersebut tampak sangat marah dan berteriak sebelum semua monster mengejar Lan.
__ADS_1
Tapi kelompok monster ini tidak lagi berlari dalam satu kelompok melainkan terorganisir menjadi beberapa yang berlari dari arah yang berbeda-beda untuk menangkal serangan pengeboman dari Lan, Bagaimanapun mereka tidak tau apakah Lan memiliki granat itu lagi atau tidak.
Dengan arahan dari pemimpin monster, semua monster di masing-masing jalurnya berlari dengan cepat ke arah Lan.
Semuanya berlari sampai mereka tiba di jalan layang, Lan melihat kalau yang lain sudah mencapai batas dan tidak akan bisa berlari lebih jauh dari ini. Bahkan Lan harus menggendong Olivia kembali dikarenakan cedera pada kaki Olivia sendiri sebenarnya belum cukup sembuh dan dia dipaksa berlari hingga batasnya lagi kali ini yang membuat cedera kakinya kembali.
Dan tidak beruntungnya lagi, di depan mereka sebuah truk besar yang tampak telah lama jatuh terguling menghalangi seluruh akses jalan mereka untuk maju ke depan.
Ada jalan kecil untuk lewat tapi akan butuh beberapa waktu untuk semuanya keluar dan dengan cara tersebut para monster akan cepat menangkap mereka.
Bahkan jika semuanya memiliki cukup waktu untuk melewati truk ini, lalu apa, lagipula yang lain tidak memiliki tenaga untuk berlari lagi juga ada beberapa kelompok monster dari jalur kiri yang akan menangkap mereka jika mereka terus melanjutkan pelarian.
Memikirkan hal tersebut, Lan memutuskan untuk bertahan di tempat ini, lagipula sebentar lagi matahari akan segera muncul. Ini akan menjadi permainan pertahanan hingga matahari terbit menyelamatkan semuanya.
Lebih baik berjuang daripada tidak sama sekali, untuk itu Kan memutuskan pertaruhan di terakhir di tempat ini akan menjadi strategi benteng pertahanan. Segera Lan berteriak ke yang lain, " Semuanya naik ke atas truk, kita akan bertahan disini hingga matahari terbit " Perintah Lan.
Tidak ada yang membantah atau menyuarakan pendapat, semuanya hanya mengangguk para perintah Lan. Di situasi tertentu seperti ini sebuah perintah sangat diperlukan untuk menggerakkan seseorang, dan Lan memiliki semua kualitas yang diperlukan untuk menjadi pemimpin semuanya. Karena hal tersebut perintah Lan adalah segalanya saat ini.
Melompat ke atas truk, Lan menarik Olivia naik yang diikuti oleh yang lain. Segera semuanya menarik keluar senjata mereka dan semuanya dengan tatapan tegas dan niat membunuh yang kuat mengarahkan Laras senjata sembari membidik para monster, hanya tinggal menunggu arahan dari Lan untuk menembak.
Lan yang dengan tenang memegang Revolver di tangannya segera membidik salah satu monster yang sangat dekat dan tanpa ragu langsung menarik pelatuk.
*Doooorrrr
__ADS_1
Suara peluru yang menembus udara memberikan tekanan yang mengerikan bagi orang-orang yang mendengarnya. Monster yang dibidik Lan tanpa bisa melakukan pertahanan apapun langsung jatuh saat sebuah peluru terbang menembus kepalanya.
Dan dengan jatuhnya monster itu juga, entah apakah mimpi buruk ini akan berbalik ke arah monster saat yang lain juga mulai menarik pelatuk satu-persatu.