Backdoors : Survival Guide

Backdoors : Survival Guide
Chapter 23 : Bersembunyi


__ADS_3

Malam yang mencekam pun telah tiba, tidak ada yang berani santai. Melalui lubang-lubang ventilasi kami masih dapat mendengar suara teriakan dan lolongan di kejauhan.


Aku dan Robert berjaga di depan lubang masuk, sementara yang lainnya bersiap dengan senjata api di tangan masing-masing yang siap mengarah kepada sesuatu yang berani masuk melewati lubang.


Karena takut bau makanan akan memancing para monster, aku menyuruh yang lain untuk menahan lapar sampai pagi. Tubuh manusia sebenarnya cukup kuat untuk bertahan. tanpa makanan selama beberapa hari asalkan kebutuhan terhadap air tetap terpenuhi.


Maka dari setidaknya untuk nyawa mereka sendiri semuanya harus menahan rasa lapar selama 12 jam kedepan.


Waktu demi waktu berlalu, di bawah keadaan waspada tinggi terus-menerus sangat wajar untuk semuanya menjadi kelelahan.


Melihat arloji yang menunjukkan pukul 20.00 setidaknya masih ada 10 jam lagi untuk kami bertahan pada malam ini. Karena sejauh ini situasi masih aman dan terkendali, aku menyuruh yang lainnya untuk beristirahat sejenak sementara diriku dan Robert akan berjaga untuk 2 jam kedepan sebelum bergantian.


Saat yang lain beristirahat, hanya tersisa aku, Robert dan suara lolongan yang tidak pernah berhenti dari luar.


Aku dan Robert tidak banyak bicara, selain memastikan keamanan kami juga tidak memiliki banyak topik pada awalnya untuk dibicarakan. Serius komunikasi pria memang seperti ini, bahkan aku lebih bingung bagaimana komunikasi wanita tetap dapat terus berlanjut selama beberapa jam tanpa pernah kehabisan topik.


Selama dua jam kedepan tidak ada monster yang menemukan persembunyian kami, aku bahkan mulai merenung menunggu waktu yang terus berlalu. Karena jadwal shift jagaku sudah dekat habis, aku membangunkan ketiganya.


Setelah memberikan beberapa pengarahan pada situasi tertentu jika ada monster yang menerobos villa. Aku segera tertidur dengan cepat karena rasa lelah dari rasa waspada penuh sepanjang hari.


...----------------...


Lantai 3, lorong Pipa Besar.


Sebuah tim yang terdiri dari 6 orang tampak mengalami banyak luka-luka di tubuh mereka. Tak jauh dari mereka, ada mayat dari Hound yang memiliki banyak luka berdarah di tubuhnya. Dari banyak goresan dan bekas darah di lantai, jelas bahwa kelompok ini baru selesai menghabisi monster Hound tersebut


Jika melihat kembali, tim ini adalah tim yang sama yang sebelumnya ditarik masuk ke dimensi ini bersama-sama dan dalam perjalanannya mereka bertemu dengan wanita lain sebelum mengajaknya masuk ke kelompok untuk mencari jalan keluar bersama-sama.


Pada awalnya tim ini benar-benar terkejut ketika bertemu dengan sosok yang seperti monster ini, mereka tidak menyangka bahwa monster benar-benar ada di dunia ini. Kelompok ini sebisa mungkin berusaha menghindari monster-monster tetapi setelah beberapa kali mengambil jalan memutar dan mencari pintu keluar lainnya, hasilnya pada setiap pintu pasti ada seekor Hound yang menjaga pintu tersebut.


Mengingat waktu dan perbekalan yang mereka habiskan semakin menipis, mau tak mau tim ini harus membunuh monster anjing tersebut agar dapat keluar dari tempat ini.


Untungnya Hound sendiri tidak akan secara langsung menyerang seseorang yang ditemuinya sehingga memberikan mereka waktu untuk mengatur strategi terbaik untuk membunuh monster tersebut.


Karena tidak adanya senjata api, semua senjata dingin seperti parang, pedang, kapak digunakan untuk melawan monster.

__ADS_1


Tapi walaupun telah dipersiapkan dengan rencana dan strategi yang terbaik, pada akhirnya fakta di lapangan akan jauh berbeda dari apa yang tim ini pikirkan.


Kurangnya informasi menjadi satu faktor utama yang menyebabkan kerugian berat dari faktor pertempuran. Tidak ada yang mengatakan kalau monster tersebut benar-benar memiliki kekuatan yang benar-benar kuat.


Walaupun pada akhirnya mereka berhasil membunuh monster tersebut. Tetapi pada akhirnya harga yang harus dibayarkan sangat mahal, banyak dari tim yang mengalami luka cukup parah dan salah satu pria kehilangan tangan kiri dalam proses mencoba menghentikan pergerakan monster tersebut.


" Silva bertahanlah, aku akan membalut lukamu terlebih dahulu " Ucap Hellen.


Pria yang bernama Silva hanya mengangguk sambil menahan rasa sakit luar biasa dari lengannya yang robek.


Sementara dua pria lainnya, Albert dan Richard juga sibuk menutupi luka-luka yang mereka terima dari Hound walaupun tidak separah yang Silva alami. Dua wanita terakhir adalah Giselle dan Sarah, keduanya juga membantu Albert dan Richard untuk menutupi luka mereka.


Sarah adalah satu-satunya yang bukan asli dari kelompok ini, walaupun dia mencoba membantu melawan monster. Tapi dengan fisiknya yang kecil banyak yang mengkhawatirkan kalau dirinya hanya akan menjadi mangsa untuk monster ini.


Maka dari itu walaupun ia memberikan beberapa bantuan dalam serangan sebelumnya, hal tersebut hanya dapat dikatakan bantuan kecil. Karena itu juga dia sibuk kesana kemari mengambil kotak P3K dan membalut luka yang lainnya.


Setelah beberapa waktu, setelah dirasa kondisi setiap orang sudah mulai stabil. Tim beristirahat di tempat ini sekaligus untuk mempersiapkan diri pada apa yang akan ada di balik pintu selanjutnya.


Saat semuanya memutuskan beristirahat, Sarah mengambil inisiatif untuk berjaga yang ditemani oleh Gisell.


Sambil ditemani oleh Gisell, keduanya mulai bercerita banyak hal untuk menghabiskan waktu. Dalam hal ini kebanyakan yang berbicara adalah Gisell karena Sarah sendiri bukan tipe yang suka bercerita tentang kehidupannya.


Saat Gisell sedang bercerita, Sarah melihat-lihat ke sekeliling saat sudut matanya menangkap sosok kecil yang membawa tas besar berdiri dalam diam menatap keduanya.


Sarah yang melihat itu terkejut dan mengambil pedangnya. Gisell yang mengikuti pandangan Sarah juga menyadari sosok entitas tersebut, dan segera berlari kebelakang membangunkan yang lain.


Semuanya kemudian bersiap-siap dan waspada pada entitas yang muncul dari balik kegelapan. Tapi bahkan selama beberapa waktu tidak ada tanda-tanda agresi dari entitas tersebut dan tim juga tidak ada yang berani untuk menyerang secara langsung.


Setelah beberapa waktu lagi, entitas itu adalah yang duluan bergerak. Tanpa berpindah dari tempat, entitas itu mengulurkan tangannya yang kecil kepada tim.


Tidak ada yang mengerti dari tindakan entitas tersebut apakah entitas itu ingin berkenalan?


Silva adalah yang pertama bergerak maju secara perlahan diikuti oleh Albert dan Richard yang masing-masing berjalan di sisinya.


Saat jarak keduanya sudah semakin dekat, anggota tim mulai tegang tetapi masih tidak ada tanda-tanda dari pergerakan entitas tersebut. Sampailah mereka pada jarak dia meter, pada jarak ini jika ada hal yang tak terduga mereka akan langsung menyerang entitas tanpa ampun.

__ADS_1


Tapi bahkan setelah beberapa saat masih tidak ada tanda-tanda pergerakan dari entitas. Silva memejamkan matanya sebelum membuka matanya kembali dengan tekad yang baru, meletakkan pedangnya ke samping Silva kemudian mencoba berjabat tangan dengan sisa tangannya yang masih ada.


Saat Silva menggenggam tangan kecil entitas tersebut dia dapat merasakan betapa dinginnya tangan tersebut walaupun menggunakan sarung tangan.


Setelah beberapa saat berjabat tangan, entitas tersebut tampak masih tidak memiliki tindakan tambahan yang membuat anggota tim bingung.


Walaupun entitas ini tampaknya tidak berbahaya dan menyerang, pada akhirnya mereka masih kebingungan apa yang dimau entitas ini disini? dan mengapa mengulurkan tangan.


Sarah yang berpikir cepat, melihat dengan teliti entitas tersebut. entitas itu tampak membawa tas besar yang memiliki banyak barang-barang, dan apakah tujuannya mengulurkan tangan adalah untuk bertransaksi?


Untuk membuktikan Hipotesis tersebut, Sarah mengambil salah satu senter yang ada di sisinya dan mencoba menyerahkan ke tangan entitas tersebut.


Yang lain bingung, namun saat entitas tersebut menerima senter di tangannya. Entitas itu kemudian menyimpan senter di dalam bajunya sebelum mengambil sesuatu dari dalam tas dan menyerahkannya ke Sarah.


Benda yang diserahkan kepada Sarah adalah sebuah tabung kecil memiliki penutup dan jarum suntik didalamnya dengan tulisan kecil Epinephrine pada permukaan tabung.


Sekilas benda tersebut tampak seperti narkoba, tapi Giselle yang memiliki beberapa pengetahuan di bidang medis langsung berseru ketika melihat benda di tangan Sarah.


" Itu Pemacu Adrenalin!! "


Tidak ada yang tidak tau apa itu Pemacu Adrenalin, mengetahui cara kerja entitas tersebut akhirnya yang lain mulai melakukan beberapa transaksi.


Dan walaupun kebanyakan benda yang diberikan entitas ini bersifat random, tetapi beberapa adalah untung besar.


Salah satunya yang didapatkan Silva, ia menukar sekaleng makanan kering yang ditukarkan dengan sebuah senjata api berjenis Colt 1911.


Pada penemuan ini, semuanya benar-benar terkejut tidak ada yang menyangka bahwa entitas kecil ini memiliki senjata api di tasnya.


Hal itu juga memancing niat buruk dari Albert dan Richard, namun pada akhirnya keduanya ditahan oleh Silva untuk tidak mengambil tindakan secara gegabah.


Mereka tidak tau pasti tentang entitas ini, jika entitas ini adalah entitas yang sangat berbahaya saat diserang. Maka tim ini akan segera tamat, lagipula semuanya belum cukup pilih dari pertempuran sebelumnya.


Setelah bertukar beberapa kali lagi, entitas tersebut tidak mengeluarkan senjata api lagi seperti sebelumnya.


Mengetahui bahwa mereka selesai bertransaksi, entitas ini juga mulai berjalan kembali ke kegelapan sementara ditatap oleh anggota tim.

__ADS_1


__ADS_2