Backdoors : Survival Guide

Backdoors : Survival Guide
Chapter 24 : Darkseekers


__ADS_3

Kembali ke tim Lan, setelah dua jam istirahat Lan kembali berjaga bersama Robert. Jam telah menunjukkan pukul 01.00 malam, sejauh ini situasi masih aman terkendali, tidak ada monster yang mendekati tempat persembunyian.


Namun dari frekuensi lolongan dan teriakan yang semakin sering, Lan menyadari kalau monster tersebut tampaknya juga mencari keberadaan kami. Suara pecahan kaca, bangunan diruntuhkan, dan benda-benda yang diterbangkan dapat didengar walau di dalam ruangan sempit ini.


Semakin malam berlalu maka semakin agresif pula monster tersebut mencari. Hingga pada pukul 03.00 Lan yang sedang beristirahat saat pergantian shift tiba-tiba terbangun membuka matanya


Melihat ke yang lain yang sedang berjaga, tampaknya mereka juga berada pada situasi yang sangat tegang. Pasalnya, kami mendengar suara monster yang masuk menerobos villa ini dan tampak mengacak-ngacak seluruh tempat.


Robert yang juga terbangun berjalan bersama diriku ke depan pintu saluran, bersiap jika ada situasi yang membahayakan.


Sementara itu Hyun, Olivia dan Joshua mundur sedikit dan mengarahkan senjata api mereka pada lubang masuk.


Selama beberapa menit tersebut, yang bisa kami dengarkan adalah suara Geraman, teriakan, garukan, dan penghancuran dari dalam Villa. Monster tersebut juga ada masuk ke ruangan dapur, namun setelah suara cakaran dimana-mana dan tampak tidak menemukan sesuatu, monster tersebut segera berteriak sebelum pergi ke tempat yang lain.


Mendengar monster tersebut pergi, tim bernafas lega karena setidaknya situasi yang berbahaya sudah lewat.


Kemudian kami melanjutkan penjagaan kembali.


Saat itu jam sudah menunjukkan pukul 05.00, hanya satu jam lagi sebelum monster tersebut dipaksa untuk bersembunyi oleh matahari.


Namun situasi yang tidak terduga terjadi kembali, dari balik ventilasi Lan mendengar suara monster yang masuk kembali ke Villa. Jika itu hanya satu monster seperti sebelumya Lan mungkin hanya akan memperkuat kewaspadaan dari balik saluran masuk, namun kali ini tidak hanya satu, tetapi mungkin setidaknya ada tiga atau empat monster yang masuk ke dalam villa ini kembali mencari-cari dan menghancurkan semuanya.


Saat itu, satu monster masuk ke bagian dapur. Lan tidak dapat melihat monster ini, tapi instingnya mengatakan jika monster ini tampak berbeda dengan yang lainnya.


Monster tersebut berjalan perlahan dan berhenti, Lan tidak tau apa yang dilakukan monster tersebut. Apakah monster itu sedang mengamati sekitar ruangan?

__ADS_1


Suasana menjadi hening dalam sekejap, semuanya menjadi tegang. Monster di depan benar-benar memberikan hawa yang mengerikan. Lan yang sedang bersiap merasakan instingnya meledak dalam bahaya.


Pada saat itu, monster didepan berteriak dan membanting kulkas yang menjadi penghalang pintu masuk ke samping membuka lubang saluran dimana Lan dan yang lainnya bersembunyi.


Lan tidak menunggu semuanya menjadi jelas saat dia langsung melempar kapak api di tangannya sekuat tenaga ke depan.


Monster itu yang tidak mengira Lan akan langsung menyerang, tidak siap pada kapak api yang terbang ke arahnya.


CRATTTTTT


Dengan jarak yang sangat dekat dan kekuatan lempar yang kuat. Kapak Api langsung membanting tubuh monster tersebut kebelakang dan menancap ke dadanya dengan kuat.


*Berteriak!!!!!


Tapi tentu saja semuanya tidak berhenti sampai disana, suara teriakan monster tadi tampak memanggil monster yang lainnya kemari. Terutama yang sedang berkeliaran menghancurkan barang-barang di villa, semuanya langsung berlari ke arah dapur.


Dengan Cepat Lan menyuruh yang lain untuk segera keluar. Menarik katanya, Lan berdiri diam di balik sisi pintu dengan pedangnya yang sudah siap.


Belum sempat yang lain keluar, satu monster masuk ke dalam dapur. Tapi mungkin karena perhatiannya teralihkan ketika melihat yang lain sedang keluar dari lubang persembunyian.


Lan yang ada di samping langsung menebas dan menanggalkan kepala monster itu dalam sekali serang. Karena ukuran tubuh monster yang sama seperti pria dewasa, Lan memiliki waktu yang mudah mengarahkan pedangnya ke leher monster itu.


Jika dilihat lebih jelas, monster ini sendiri memang tampak seperti manusia dengan kulit sangat pucat seperti tidak memiliki darah. Banyak urat ungu menonjol di bawah kulit tanpa darah tersebut, tapi walaupun begitu semua otot yang ada di tubuh monster ini tampak terbentuk cukup baik.


Jadi tidak mengherankan, jika monster ini yang sudah mengamuk semalaman tidak menunjukkan tanda-tanda kelelahan.

__ADS_1


Mayat monster itu langsung jatuh saat kepalanya menggelinding menjauh. Robert dan Joshua adalah yang pertama keluar, dengan Shotgun di tangannya, Robet langsung mengarahkan ke arah pintu masuk dapur.


*Menggebu Menggebu


Lan dapat mendengar suara monster yang lain berlari ke dapur dari dalam Villa. Lan tidak tau pasti jumlah dari monster yang masuk secara pasti karena dia juga hanya menebak sebelumnya.


Saat yang terakhir keluar, dua monster berlari masuk langsung ke dapur. Namun dengan Shotgun yang mengarah langsung ke arahnya, Robert tanpa ragu memberikan menarik pelatuk.


*Duarrr


Dengan sifat peluru Shotgun, dua monster tersebut langsung tumbang kebelakang. Namun sepertinya satu monster, belum mati dan tampak sekarat karena peluru dari shotgun.


Sebelum monster itu sempat berteriak Lan dengan Revolver di tangan langsung menembak kepala monster itu mengakhiri penderitaannya.


Tampaknya itu monster terakhir yang ada di Villa, karena mereka tidak mendengar suara monster yang berlari lagi dari dalam Villa ini.


Saat semuanya ingin bernafas lega, tiba-tiba suara teriakan monster dari kejauhan membuat semuanya membeku. Karena setelah satu teriakan itu, banyak teriakan lain mengikuti.


Lan yang merasakan instingnya meledak lebih dalam, segera berteriak ke yang lain untuk segera pergi.


" Cepat kemaskan, kita akan segera pergi karena para monster itu telah menyadari keberadaan kita. "


Setelah mengatakan itu, Lan segera berlari keluar dan memimpin yang lain keluar melewati pintu belakang. Lan mengira semuanya akan lancar, tapi sepertinya dunia ini tidak semudah yang dipikirkan.


Dengan kecepatan tercepat, semuanya segera berlari ke melewati jalan keluar yang ditunjuk oleh Olivia sebelumnya.

__ADS_1


__ADS_2