
Lingkungan kota yang sepi dan mati seharusnya hanya menyisakan kesunyian yang membekas, tetapi saat ini tempat ini penuh dengan banyak suara mulai dari teriakan, lengkingan dan juga suara tembakan.
Di sebuah jalan layang tepatnya di atas sebuah truk yang terguling sebuah tim beranggotakan lima orang dengan persenjataan penuh melakukan perang habis-habisan dengan para monster.
Lan memegang Revolver di tangannya, setelah menjatuhkan seekor monster Lan kembali menembak dan menjatuhkan 5 monster lainnya sebelum dia menyarungkan kembali Revolver tersebut ke sakunya.
Kemudian Lan menarik katana nya di samping, sambil memperhatikan lingkungan sekitar. Dapat dikatakan selain Lan hampir semuanya tidak ada yang cukup bagus dalam pertarungan jarak dekat, dan ini menjadi salah satu kelemahan fatal untuk tim karena akan sangat berbahaya jika ada monster yang masuk ke dalam baris lini pertahanan mereka, maka dari itu pedangnya menjadi satu-satunya harapan mereka untuk bertahan hidup.
Kelima orang tersebut bertahan di atas truk, menunggu dengan cemas dan menahan nafas setiap kali monster-monster itu mencoba menyerang mereka dengan panik. Setiap kali seekor monster berhasil menembus barikade mereka, Lan mempertahankan posisinya dengan menggunakan pedangnya untuk membelah monster tersebut menjadi dua.
Tentu saja mengatakannya lebih mudah daripada melakukannya, setiap kali dia berhadapan dengan monster dalam pertarungan jarak dekat, akan selalu ada kesempatan yang dapat mengakhiri hidupnya. Lan bukanlah ahli pedang, bahkan dia baru memegang pedang untuk pertama kalinya baru-baru ini saja saat dia mendapatkan katana di lantai 2.
Dapat dikatakan cukup keajaiban untuk Lan dapat bertahan selama ini dengan keterampilannya yang masih sangat di dasar. Selama ini Lan benar-benar mengayunkan pedang hanya berdasarkan naluri dan keputusan terbaik yang dapat dia ambil dalam pertempuran, tapi karena hal tersebut juga dia dapat berhasil sampai di tempat ini.
__ADS_1
Tidak mudah melawan para monster ini, walaupun kekuatan fisik mereka hanya sedikit di atas rata-rata manusia, bagaimanapun monster tetaplah monster, apalagi jumlah mereka yang bergerombol membuat Lan kewalahan saat mencoba menahan mereka yang mencoba masuk ke dalam barikade tim. Dan setiap kali dia berhasil membelah satu monster, para monster lainnya tampak akan lebih ganas dalam penyerangan habis-habisan ke tim mereka.
Kelompok tersebut mulai kehabisan waktu dan kekuatan untuk bertahan, dan amunisi mereka terus menipis. Lan merasa frustasi karena melihat yang lain semakin putus asa. Dia tahu bahwa mereka tidak dapat bertahan dalam waktu yang lama, tetapi dia tidak ingin kehilangan harapan. Dia mengumpulkan kekuatannya dan meminta yang lain untuk membantunya mempertahankan barikade mereka.
Mereka bekerja sama dengan gigih untuk bertahan hidup, membagi-bagi amunisi yang mereka miliki dan memperbaiki barikade mereka setiap kali monster berhasil menembus pertahanan mereka.
Waktu demi waktu berlalu, 1 menit... 2 menit... 5 menit... 7 menit...
Untungnya dengan kerja sama yang baik semuanya masih bisa saling mengcover walaupun beberapa luka dari serangan monster tidak dapat dihindari, bahkan beberapa situasi hampir membuat anggota tim dapat kehilangan nyawa.
Melihat gerombolan monster yang tetap datang tampak tidak ada habisnya seharusnya membangkitkan rasa keputusasaan, tapi saat itu di wajah Lan hanya ada ekspresi sinis yang membuat para monster merasakan ketidaknyamanan.
Namun karena perintah dari Raja, semua monster hanya bisa terus maju mencoba menghabisi para manusia ini karena telah berani melukai sang Raja.
__ADS_1
Saat itu, salah satu monster melompat dan menerkam ke Lan. Tapi Lan dengan sinis menggeser tubuhnya saat pantulan cahaya matahari yang baru terbit melewati tubuh Lan dan mengenai tubuh monster tersebut. Saat itu fenomena yang ajaib terjadi, tubuh monster itu langsung dengan cepat menjadi merah dan tidak kelamaan menjadi abu bahkan sebelum sampai ke tempat Lan.
Monster lain yang melihat itu tertegun melihat kawan mereka menjadi abu, dan saat itulah mereka sadar bahwa hari sudah menjelang pagi. Menyadari hal itu semua monster tampak dalam kepanikan berusaha kabur ke dalam bayang-bayangan kembali, tetapi sayangnya mereka sudah terlambat, sinar matahari yang semakin naik mulai menyinari semua yang ada di sekitar.
Para monster yang terlambat untuk bersembunyi langsung menjadi abu saat sinar matahari menyinari mereka.
Dalam sekejap lingkungan dipenuhi dengan abu dari para monster, kelimanya melihat bahwa hari sedang menyambut mereka, dan mereka merasa lega bahwa mereka dapat selamat dari kegelapan.
Dari semua lantai yang mereka datangi dapat dikatakan lantai ini adalah benar-benar tantangan paling berat yang semuanya alami. Semuanya telah dipaksa pada batas mereka berkali-kali dan pertarungan sebelumnya juga membuat mereka hampir mati.
Tidak ada yang bisa dikatakan, karena semuanya memiliki perasaan yang sama. Mereka ingin merayakan kemenangan mereka tetapi roh semuanya terlalu lelah akibat pertempuran yang berkepanjangan, jadi semuanya hanya tersenyum satu sama lain tanpa kata-kata.
Tapi saat itu dari sisi jembatan sebuah siluet dengan cepat muncul dan dalam bayangan melompat ke arah Lan sebelum menabrak Lan jatuh dari sisi jembatan ke bawah jalur jembatan lainnya.
__ADS_1