Baju Manten Untuk Mantan

Baju Manten Untuk Mantan
Surat Undangan 3/3)


__ADS_3

Pemandangan di depannya sangat tak lazim. Cewek berambut sepunggung, dibungkus gaun tipis model strap. Bahunya terekspos sempurna dengan dua tali tertaut sebagai penghubung. Pesona seksi terpancar pada fisiknya yang menjulang ditopang sandal hak tinggi. Begitu serasi di sisi cowok yang tidak kalah modisnya. Cowok itu merangkul erat pundak si pemilik gaun strap.


"Ah, sodaranya, ya," ucap Junot sambil lalu.


Reaksi Junot makin aneh. Tentu saja Navy tidak sependapat. Jelas banget bahwa Rhea cekikikan sewaktu keningnya dicium. Saudara mana bisa berlaku seperti itu.


Sebelum Navy mencetuskan opininya bahwa Rhea selingkuh, Junot keburu bangkit dari kursinya.


"Ya sudah, gue susul Rhea dulu, ya. Pokoknya bantuin sebaran undangannya," pesan Junot. Suaranya goyah.


Junot berlalu, meninggalkan tanda tanya besar di kepala sang mantan pacar.


Begini rasanya pasangannya main mata? Kalau dulu Navy menuduh Junot tanpa alasan. Sekarang Junot mengetahui dengan mata kepalanya sendiri jika Rhea selingkuh.

__ADS_1


Navy seharusnya senang melihat Junot bernasib naas. Tetapi, dia tidak bisa begitu. Ada gejolak yang mendera isi hatinya selagi melihat langkah buru-buru Junot menaiki tangga eskalator.


Dia tidak bisa bersikap semaunya. Dia sadar itu bukan ranahnya untuk intervensi hubungan orang lain.


Jun, kenapa gue masih kepikiran buat jambak Rhea? Kenapa sih gue harus terganggu sama lo?


Tenggorokan Navy sakit sekali. Dia tersedak selagi saluran trakea tersumbat nasi. Ini salahnya menelan utuh nasi kasar dicampur jus mangga, mana makannya cepat pula.


Mata Navy basah. Demikian batuknya yang tidak berkesudahan. Sialnya, sikunya menyenggol gelas yang terlalu diletakkan ke pinggir meja. Cairan jingga itu tumpah, demikian gelasnya jatuh menggelinding dan menimbulkan suara keras. Pecahan gelas berserakan di lantai. Cewek itu terus memukul dadanya keras-keras. Pegawai restoran franchise datang menolong Navy.


Batuknya terus bertahan. Navy kesulitan meminum airnya. Segelas air besar belum mampu meredakan batuknya. Rasa malu tidak tertolong menjadi pusat perhatian gara-gara keteledorannya sendiri.


Undangan terkutuk itu, Navy tidak akan datang ke pernikahan Junot dan Rhea. Dia melirik pedas ke arah setumpuk undangan dan bungkus plastiknya yang ditinggalkan Junot. Usai cuci tangan dengan cepat dan masih batuk kecil, Navy menjejalkan surat undangan ke dalam tas untuk dikembalikan nanti ke Junot lewat Rhea.

__ADS_1


Bagaimanapun, Navy adalah pekerja keras. Meluangkan waktu dengan makan ayam goreng di gerai restoran cabang mall pun jarang. Tentunya keliling tempat, mengunjungi satu per satu tempat tinggal teman-teman SMP bukanlah bagiannya.


Kecuali gue yang nikah sama lo, dengan senang hati gue keliling nyebarin undangan seluruh Indonesia. Penantian gue gak bakalan sia-sia. Ini udah gak dapat lo, nasib sial kuadrat gue, Navy bersungut-sungut. Kepalanya menolak untuk mendongak ke atas, ke arah kepergian Junot tadi.


Hidung Navy mengeluarkan karbondioksida dengan keras. Dia tidak suka harinya untuk menenangkan diri dirusak kenangan masa lalu. Secepatnya, Navy harus membersihkan polusi hati dengan kehadiran udara lain, dan itu kebahagiaan sejati dengan orang-orang baru.


...ΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩΩ...


Hadowwwww bosqueeee yang baepran, gimana neh kelanjutannya si Junot dan Navy?


Panas nggak sih kalo kebayang mantan nikah duluan, sementara kita yang susah mupon?


Ayok kita tungguin bab selanjutnya neh.

__ADS_1


Btw maafkan author yang banyak dosa typo.


__ADS_2