Be My Bu ~ Jadilah Kekasihku

Be My Bu ~ Jadilah Kekasihku
Bab 13 : Pinjam Rain!


__ADS_3

Jojo menatap Embun yang duduk di tepian ranjang, begitu kesal pada putrinya yang tampak tidak merasa bersalah sama sekali atas tindakan melanggar peraturan sekolah.


"Mami sudah bilang, jaga sikap dan perilaku, jangan melanggar peraturan sekolah. Kenapa kamu melanggar sih, Bu?" tanya Jojo yang tentu saja masih tidak habis pikir dengan putrinya. "Di hari pertama lagi."


"Kalau Mami tidak mau ambilin HP aku dan merasa ribet. Ya sudah, nggak usah ambil saja. Gampang 'kan!" ujar Embun seolah tak mau ambil pusing, apalagi melihat sang mami yang terus saja mengomel.


"Embun! Kamu ini bener-bener, ya! Sudah salah bukannya mengakui kesalahan malah bicara seenaknya. Apa mami memgajarimu seperti ini? Kamu benar-benar bikin Mami kena darah tinggi, hah!" geram Jojo.


Embun memutar bola mata malas, hingga kemudian meminta sesuatu yang membuat Jojo semakin meradang.


"Mi, pinjam HP buat minta foto Bening dari mama Rea donk. " Embun menengadahkan tangan ke arah Maminya.


Tentu saja sikap Embun malah membuat Jojo semakin kesal, kenapa Embun tidak mau menyadari kesalahan yang diperbuat dan menunjukkan rasa penyesalannya.


Jojo bersidekap menatap Embun yang masih menengadahkan tangan, kemudian berucap, "Katanyaa mau cari dengan usaha sendiri, kenapa sekarang mau pinjam HP buat dapat fotonya? Usaha dong!" Tentu saja Jojo menyindir niatan Embun yang dulu berkata ingin mencari tahu sendiri.


Embun mencebik kesal mendengar sindiran sang mami dan menarik tangan dari udara.


"Terlalu lama, Mi. Aku sudah nggak sabar ingin ketemu sama dia," ungkap Embun enteng.


"Buktikan kalau kamu menyesal karena sudah melakukan kesalahan, baru MamiĀ  pinjamkan HP buat hubungi mamanya Bening!" ujar Jojo menatap pada Embun yang terlihat malas mendengar nasihatnya.


"Mami nggak suka kamu salah tapi tidak menunjukkan penyesalan sama sekali!" imbuh Jojo yang melihat Embun memutar bola mata.

__ADS_1


Embun tidak menjawab atau mengiakan perintah Jojo untuk merenung. Ia malah langsung keluar kamar dan berjalan menuju kamar Rain untuk meminta pertanggungjawaban cowok itu atas kesialannya.


_


_


_


"Rain!" Embun membuka pintu tanpa mengetuk kamar Rain terlebih dahulu.


Rain yang tengah asik berbaring di kasur terkejut dan langsung duduk di atas ranjang.


"Ngapain ke sini? Masuk kamar orang nggak ketuk pintu dulu, tidak sopan tau!" ketus Rain.


Embun berjalan menuju ranjang, kemudian bersidekap menatap pada Rain.


"Tanggung jawab apaan?" tanya Rain keheranan.


"Gara-gara kamu lapor sama mami, sekarang aku kena marah habis-habisan!" Embun meluapkan kekesalan pada cowok itu.


"Kok salahku! Kamu yang ceroboh dan melanggar aturan sendiri." Rain membela diri.


Embun geram karena Rain terus membantah, hingga gadis itu langsung menengadahkan tangan ke arah depan muka Rain dan membuat cowok itu terkejut.

__ADS_1


"Tanggungjawab!"


"Apaan sih?" Rain keheranan dan menepis tangan Embun dari depan mukanya.


"Pinjemin ponsel kamulah! Apalagi?" Embun bicara ketus karena kesal.


"Untuk apa? Kalau pinjam barang orang yang sopan!"


"Dasar Rain! Rain Rain go away come again another day."


Embun malah menyanyi. Tingkahnya membuat Rain menyembunyikan tawanya karena melihat tingkah gadis itu yang sangat lucu.


"Pinjem ya! Please!" ucap gadis itu lagi.


Rain menatap Embun yang terlihat serius ingin meminjam ponselnya, hingga entah kenapa langsung memberikan begitu saja meskipun mulutnya berkata, "Mau kamu buat apa?"


Embun tak menjawab dan langsung mengambil ponsel dari tangan Rain, hingga gadis itu tampak mengetik pesan ke nomor Rea untuk meminta foto Bening. Setelah beberapa saat, Rea membalas dan mengirimkan foto Bening kepadanya.


Embun tersenyum lebar karena Rea mau mengirimkan foto Bening, hingga gadis itu membulatkan bola mata lebar setelah melihat wajah kembarannya terpampang di sana.


"Di-dia!" Embun tergagap melihat wajah Bening.


Rain yang melihat Embun terkejut ikut kebingungan karena tidak tahu siapa yang dihubungi oleh gadis itu.

__ADS_1


"Jadi dia Be-bening? Kami bertemu berulangkali tapi aku tidak menyadarinya?"


"Aku sepertinya harus memikirkan sesuatu agar bisa dekat dengannya," gumam Embun dalam hati dengan senyum kecil di wajahnya.


__ADS_2