
Bening memilih berpamitan ke Jojo dan berkata ada urusan lain, meski sebenarnya sedikit kecewa karena Embun tidak berada di sana dan malah pergi bersama Rain.
Gadis itu pergi ke sebuah toko buku, dan siapa sangka di sana dia bertemu dengan Gama yang juga sedang mencari buku.
"Nyari buku?" tanya Bening yang merasa sedikit senang bertemu cowok itu di sana.
"Iya, masa nyari cewek," kelakar Gama menjawab pertanyaan Bening.
Bening pun tertawa mendengar candaan cowok itu, hingga kemudian mengajak Gama mengobrol di kafe.
"Kamu habis jalan-jalan ke mana? Kamu memang niat mau cari buku atau hanya iseng mampir?" tanya Gama.
"Hem ... , sebenarnya aku tadi ke apartemen Embun, tapi dia nggak ada. Ya sudahlah." Terlihat jelas raut kekecewaan di wajah Bening, sampai-sampai gadis itu mendengus kasar.
"Embun pergi dengan Rain." Gama menyedot jus yang dianpesan setelah mengatakan itu.
Bening seketika terkejut karena Gama tahu tentang Rain yang pergi dengan saudara kembarnya, membuat gadis itu semakin penasaran dengan hubungan yang terjalin antara Embun dan Rain.
"Apa kamu tahu hubungan mereka?" tanya Bening antusias. "Apa mereka jadian?"
Gama mengangguk, lantas bercerita kalau sebenarnya dia sudah tahu sejak lama. Gama menghela napas berat, kemudian berkata, "Sebenarnya aku menyukai Embun, salah satu alasan aku rela jauh-jauh pindah ke sini agar aku bisa bertemu dan dekat dengannya. Tapi sayang, dia lebih dulu jadian sama Rain sebelum aku menyatakan perasaanku, jadi ya sudahlah. Mungkin aku kurang cepat."
Bening terdiam, ternyata dugaannya benar jika Rain dan Embun memang memiliki hubungan spesial.
-
-
Setelah puas bermain di pantai, Rain mengantar sang pacar pulang. Embun pun mengajak Rain masuk ke apartemen dulu untuk makan malam bersama.
Jojo yang melihat Rain datang terlihat senang, dia sudah mencium gelagat dua remaja itu yang tengah berpacaran. Namun, memilih diam dan berpura-pura tidak tahu sampai putri kesayangannya bercerita sendiri.
"Oh ya, tadi Bening ke sini mencarimu. Apa dia menghubungimu?" tanya Jojo di sela makan malam mereka.
__ADS_1
Embun terkejut mendengar Bening ke sana. Ia mengeluarkan ponsel dan mengecek apakah Bening menghubungi atau tidak, tapi ternyata tidak ada pesan atau panggilan tak terjawab dari saudaranya itu.
"Dia tidak menghubungiku," jawab Embun. "Memangnya dia bilang apa Mi?"
"Cuma nyari kamu, karena kamu tidak ada, dia langsung pamit pulang karena ada urusan lain katanya," jawab Jojo.
-
-
Esok harinya Embun dan Bening bertemu di sekolah. Bening sendiri memilih berpura-pura tidak mengetahui hubungan antara Embun dan Rain, mereka sarapan bersama di kantin seperti biasa. Bahkan Bening tidak menanyakan ke mana Embun pergi kemarin.
Setelah selesai sarapan, keduanya berjalan bersama ke kelas, tampak tersenyum seraya berbincang seperti biasa. Hingga langkah keduanya terhenti saat melihat siapa yang berdiri di depan kelas Embun.
Ternyata Rain sedang didatangi seorang gadis dari kelas lain. Gadis yang bernama Aura itu terlihat tersenyum manis kepada Rain.
"Rain, aku suka kamu. Mau nggak jadi pacarku?"
Bening dan Embun langsung melongo mendengar Aura menyatakan cinta ke Rain di depan kelas, dan disaksikan banyak murid. Namun, yang membuat Bening dan Embun semakin terperangah adalah sikap Rain yang begitu dingin.
Rain langsung masuk kelas, sedangkan Aura menatap Bening dan Embun, mencoba menerka siapa kekasih Rain. Ternyata, anak-anak lain mengira Bening lah yang merupakan pacar Ran.
-
-
Di dalam kelas, Embun menahan tawa karena tak menyangka Rain akan ditembak cewek di depan banyak murid seperti tadi.
"Cie, cie, yang baru saja ditembak cewek. Seneng, nggak? Apa ada sedikit debaran di dadamu Rain?" Embun malah menggoda Rain yang tampak kesal, tapi sejatinya gadis itu sedikit cemburu.
"Diam, tidak usah menggodaku! Sekali lagi meledekku atau membahas soal tadi, aku akan menciummu di depan anak-anak," ancam Rain.
Seketika Embun mengatupkan bibir, dan mengalihkan tatapannya, berharap tidak ada yang mendengar ucapan Rain barusan. Untuk saat ini jelas lebih baik diam dari pada dicium Rain di depan banyak orang.
__ADS_1
-
-
Saat pulang sekolah, Bening yang berjalan dengan santai tiba-tiba saja dihampiri dan ditarik oleh Aura dan gengnya.
"Apa-apaan kalian?" Bening begitu geram dengan sikap Aura yang membawa paksa dirinya ke samping gedung sekolah.
"Apa-apaan? salah siapa kamu pacaran sama Rain!" bentak Aura dengan senyum miring.
Bening tak menyangka kalau Aura mengira jika dirinya lah kekasih Rain. Aura bahkan langsung mendorong Bening hingga terjatuh ke tanah. Bening pun semakin kesal, hendak berdiri untuk membalas perbuatan Aura, tapi ternyata Embun melihat dan langsung berlari mendekat.
Embun yang tak terima saudaranya diperlakukan seperti itu, lantas menjambak rambut Aura dari belakang sampai gadis itu menjerit kesakitan.
"Sialan! Apa-apan kamu, hah?!" Aura mencoba melepas rambutnya dari tangan Embun.
Embun pun melepas dengan sedikit mendorong kasar, membuat Aura hampir terjerambab jatuh. Ia pun membantu Bening berdiri, sebelum akhirnya menatap Aura dan gengnya satu persatu.
"Jangan pernah mengganggu saudaraku!" Embun menunjuk wajah Aura dan teman-temannya satu persatu.
"Ck, saudara?" Aura menatap Bening dan Embun bergantian. "Saudara apa? Saudara online?" Aura mencibir pengakuan Embun.
"Dia saudara kembarku, bodoh!" umpat Embun seraya mendorong tubuh Aura, membuat gadis itu hampir terjatuh lagi jika tidak ditangkap salah satu temannya.
Aura dan gengnya terkejut mendengar kalau Bening dan Embun saudara kembar, bagaimana bisa mereka kembar sedangkan wajah mereka benar-benar berbeda.
"Ah, aku tidak peduli dia saudaramu atau bukan, yang jelas aku mau memberinya pelajaran!" bentak Aura.
Aura memerintahkan teman-temannya untuk memberi pelajaran pada Embun dan Bening, hingga membuat mereka terlibat perkelahian, saling jambak dan tampar.
"Rain itu pacarku, Bittch!" umpat Embun kasar, seraya melayangkan sebuah tamparan ke pipi Aura.
Sesungguhnya Embun tak mau mengatakan hal itu, tapi dirinya tidak bisa membiarkan Bening jadi sasaran Aura, hanya karena gadis itu salah paham menganggap Bening pacar Rain.
__ADS_1
Bening tertegun mendengar Embun dengan jelas mengakui bahwa dia adalah kekasih Rain. Bening yang awalnya mencoba berpura-pura tak tahu, malah kini harus mendengar langsung pengakuan dari mulut saudaranya.