Be My Bu ~ Jadilah Kekasihku

Be My Bu ~ Jadilah Kekasihku
Bab 34 : Kedatangan Axel dan Sky


__ADS_3

Sudah seminggu Embun dan Bening saling diam. Meski mereka bertemu di sekolah, tapi keduanya benar-benar tak saling bertegur sapa. Sebenarnya Embun sedih dengan keadaan ini, dia tak pernah berpikir keinginan ingin bertemu saudaranya, malah harus berakhir dengan sebuah perselisihan.


Sore itu Embun mengajak Rain bertemu, mereka duduk di bangku taman yang ada di apartemen.


"Kamu tahu 'kan, Rain. Aku pulang ke Indonesia, lalu ke Jogja agar bisa bertemu Bening, tapi kenapa dia sekarang malah seperti ini?" Embun benar-benar tak menyangka jika masalah perbedaan fisik mereka menjadi masalah, terlebih fakta sebenarnya yang belum Embun percayai sepenuhnya.


"Jangan memikirkan masalah itu lagi. Yang terpenting kamu tunggu kepastian dari papamu, agar semua jelas. Lagi pula mungkin ini adalah emosi sesaat Bening, siapa tahu setelah kalian sedikit berjauhan, dia bisa berpikir dengan jernih," ujar Rain mencoba menenangkan perasaan Embun agar tak kembali berpikir macam-macam.


Embun mengangguk, meski Bening mengatakan jika papinya memperkosa ibunya, tapi dia juga tak mau langsung percaya sampai sang papi yang bercerita sendiri padanya.


"Oh ya, nanti malam papi sama adikku tiba di Jogja. Kamu ikut jemput, ya!" ajak Embun penuh semangat, dia tersenyum dan sejenak melupakan masalahnya dengan Bening.


_


_


_


Malam harinya, Embun tak menyangka jika Rain menjemput mereka menggunakan mobil dengan plat nomor yang masih putih. Gadis itu langsung masuk dan duduk di kursi depan, sedangkan Jojo duduk di belakang.


"Kamu nyewa mobil ini?" tanya Embun.

__ADS_1


"Nggak! Aku iseng minta mama untuk membelikanku mobil, eh ... ternyata dibelikan beneran," jawab Rain santai.


Embun tersenyum lebar mendengar jawaban Rain. Rain sendiri lantas memilih menjalankan mobil menuju bandara. Sepanjang perjalanan Embun dan Rain terus mengobrol, seakan tidak pernah kehabisan topik untuk dibicarakan.


Jojo yang duduk di kursi belakang, terus mengamati Embun dan Rain. Wanita itu merasa senang karena Embun dekat dengan Rain. Jojo tahu jika Embun memang punya banyak teman cowok di Australia, tapi tidak ada satu pun yang sedekat seperti Rain saat ini.


_


_


_


Setengah jam kemudian, mereka sudah sampai di bandara. Menunggu Axel dan Sky di gerbang kedatangan. Begitu melihat Axel dan Sky keluar, Embun langsung berlari dan memeluk sang papi.


Sky sendiri langsung memeluk Jojo karena sangat merindukan maminya. Hingga tatapan Axel dan Sky tertuju pada Rain yang berdiri di belakang.


Embun yang sadar ke mana tatapan Axel tertuju, langsung melepas pelukan dan memperkenalkan Rain pada Axel.


"Kenalin, Pi. Ini Rain, pacarku." Embun memperkenalkan dengan bangga siapa Rain.


Seketika Axel membulatkan bola mata, menatap Embun dan Rain bergantian. Rain langsung mengulas senyum, lantas menyalami Axel sebagai tanda menghormati. Meski Axel terkejut, tapi tetap saja harus sopan karena Rain juga melakukan hal yang sama.

__ADS_1


Selepas dari bandara, mereka mampir ke rumah makan, terlihat aura kebahagiaan, terutama di wajah Embun. Setelah selesai makan, Embun dan Rain memilih melihat ikan di kolam yang terdapat di dekat gazebo yang mereka gunakan untuk makan tadi.


"Kapan Embun mulai pacaran?" tanya Axel seraya menatap ke arah Embun dan Rain yang sibuk bercanda.


"Entah, sepertinya sejak awal mereka bertemu karena kita berebut apartemen," jawab Jojo santai.


Sky memilih bermain ponsel setelah makan, cowok itu terlihat menengok sekilas ke arah Rain dan Embun saat mendengar percakapan kedua orangtuanya.


Rain memperhatikan Sky, hingga kemudian bertanya dengan setengah berbisik pada Embun.


"Adikmu, memang begitu ya? Cuek dan dingin?"


"Hem ... begitulah Sky." Embun menjawab seraya mengedikkan kedua pundak.


"Apa benar itu adikmu? Kenapa dia besar dan tinggi? Beda banget sama kamu?" tanya Rain lagi yang merasa perbedaan fisik Embun dan Sky sangat jauh.


"Sky itu perenang, makanya dia punya postur tubuh bagus dan tinggi," jawab Embun.


Rain dan Embun masih berbincang seraya sesekali bercanda. Hingga Rain mendapat pesan chat dari Skala—ayahnya. Ia pun membuka dan membaca pesan itu.


[Rain, Apa benar kamu berpacaran dengan anak pria ini?]

__ADS_1


Skala mengirimkan pesan beserta sebuah foto, dan sukses membuat Rain mengernyitkan dahi, dia tidak mengerti dengan maksud papanya.


__ADS_2