Be My Bu ~ Jadilah Kekasihku

Be My Bu ~ Jadilah Kekasihku
Bab 32 : Cinta Segitiga


__ADS_3

Setelah berbicara dengan Bening dan malah merasa kesal. Rain memilih pergi dari sekolah, hari itu dia ikut membolos karena cemas dengan keadaan Embun. Rain pergi ke apartemen Embun untuk memastikan serta melihat apakah gadis itu pulang.


Rain mengetuk pintu dengan perasaan cemas, hingga beberapa saat kemudian pintu apartemen terbuka dan dia melihat Jojo berdiri dengan sebuah handuk di tangannya. Wanita itu seketika terkejut melihat Rain ada di sana, bukankah seharusnya pacar anaknya itu ada di sekolah.


"Embunnya ada, Tan?" tanya Rain mencoba bersikap biasa.


"Embun sudah berangkat dari tadi," jawab Jojo sedikit bingung, karena Rain ke sana di jam seharusnya sudah masuk kelas. "Memangnya kenapa? Apa Embun tidak di sekolah?" tanya Jojo.


Rain terlihat berpikir dan terbata-bata, karena tak mau membuat cemas Jojo, akhirnya Rain berbohong dan mengatakan jika dia hanya ingin mengajak Embun berangkat ke sekolah bersama.


"Maaf ya Tante, aku tidak tahu kalau ternyata Embun sudah berangkat." Rain pun bergegas pamit, meninggalkan sebuah pertanyaan besar di kepala Jojo.


"Lha bukannya ini sudah terlambat? atau ada acara di sekolah?" Jojo menutup pintu kemudian mengedikkan bahu.


-


-


-


-


Di sisi lain, ternyata Embun berjalan tak tentu arah. Kakinya melangkah pelan dengan kepala menunduk. Jika bisa, Embun benar-benar ingin sekali menangis  sekeras-kerasnya.

__ADS_1


Tanpa disadari oleh Embun, ternyata Gama membuntuti. Cowok itu melihat Embun bertengkar dengan Bening, lantas mengikuti karena cemas dengan keadaannya. Gama pergi dari sekolah tanpa membawa tas, hanya membawa ponsel dan dompet di kantung seragam.


Embun tiba-tiba saja berhenti berjalan, gadis itu berjongkok dan menutup wajahnya dengan kedua telapak tangan. Ia akhirnya menangis meski tidak terdengar meraung, kedua pundaknya bergetar menandakan kalau dia tengah menahan sesak di rongga dada.


Gama yang melihat Embun berhenti dan berjongkok, lantas berjalan cepat. Ia berdiri di depan Embun, dan hanya diam menunggu sampai gadis itu berhenti menangis.


Barulah beberapa saat kemudian, Embun baru menyadari jika ada seseorang di hadapannya. Ia pun mendongak dan melihat Gama berdiri di sana.


"Tidak apa-apa kalau mau nangis lagi," ucap Gama.


Embun menggelengkan kepala, lantas memilih berdiri dengan mengusap wajah yang penuh air mata.


Mereka akhirnya duduk di taman yang mereka lewati.  Sepertinya Embun tak ingin Gama mengetahui tentang akar masalah pertengkarannya dengan Bening. Dia tidak bercerita sampai cowok mantan teman online-nya itu bercerita.


Embun berusaha tersenyum dan menggelengkan kepala, bahkan sampai mendongak agar tak menangis ketika mengingat bagaimana Bening mengatainya tadi.


"Hanya perdebatan kecil," jawab Embun.


Gama juga tak memaksa jika Embun tak mau cerita, meski dirinya melihat pertengkaran itu, tapi Gama juga tak mendengar jelas apa yang dibicarakan keduanya. Mereka hanya terdiam sampai Embun melihat seekor kucing melintas di depan mereka.


"Apa kamu ingat aku pernah bercerita? di Aussie aku punya seekor kucing bernama Loki?"


"Ya, tentu ingat. Namanya seperti saudara Thor, juga dewa kenakalan," seloroh Gama.

__ADS_1


Embun tertawa kecil, lantas berkata, "Ya, tapi dia lucu. Setiap aku sedih, pasti aku akan memeluk dan mengusap bulunya yang halus, itu sangat menenangkan."


"Sayangnya aku tidak bisa membawanya saat ke mari, jadi Loki dijaga oleh Sky sekarang. Tapi kayaknya dia akan dibawa ke sini, pas papi datang," ujar Embun dengan sedikit tatapan kesedihan.


"Papimu akan datang?" tanya Gama.


"Hem ... untuk menjelaskan sesuatu padaku."


Gama hanya bisa memindai wajah gadis di sampingnya, dia tahu pertengkaran Embun dan Bening bukan karena masalah sepele. Ia pun mencoba bicara dan mengatakan jika Embun tak perlu cemas, karena masih banyak yang menyayanginya.


Embun hanya mengangguk mendengar ucapan Gama, merasa sedikit lega ketika ada yang menemaninya bicara. Embun merogoh ponsel untuk melihat sudah jam berapa, ia terkejut ketika melihat ada sepuluh panggilan tak terjawab dari Rain. Ia tak tahu kalau Rain menelepon karena ponselnya dalam mode diam.


-


-


-


Gama pun memilih mengantar Embun pulang ke apartemen, karena tidak mungkin mereka kembali lagi ke sekolah. Hingga ketika mereka sampai, Gama dan Embun melihat Rain. Cowok itu ternyata sejak tadi masih menunggu di dekat apartemen.


Melihat Embun datang, Rain pun berlari dan langsung memeluk gadis itu. Ia terlihat begitu mencemaskan kekasihnya, hingga Gama yang melihat adegan itu memilih memalingkan wajah ke arah lain.


Rain melirik Gama, merasa heran karena sepupunya itu bisa bersama pacarnya. Rain seolah baru menyadari sesuatu bahwa sepupunya itu menyukai Embun.

__ADS_1


__ADS_2