
**Sebelum baca, Yuk Votenya.
Happy Reading ❣️**
Beauty berjalan dengan wajah tertunduk. Bukannya ia tak percaya diri, ia hanya merasa malas jika harus meladeni cibiran dari banyak orang. Terutama Bella dan Anya. Mereka berdua tak pernah bosan mengganggu hidupnya. Mencibirnya dengan kata-kata menyakitkan yang pada akhirnya tak pernah didengarkan oleh Beauty. Menurutnya, mereka hanya melakukan hal yang sia-sia saat mencecarnya dengan banyak hinaan karena Beauty tak pernah tersinggung sedikitpun. Beauty gadis hebat dengan pendirian kuat.
"HEH KERA?!" sentak Bella membuat Beauty sedikit tersentak. Beauty melirik sekilas dan kembali berjalan tanpa menghiraukan panggilan tersebut. Namun, baru beberapa langkah, rambutnya dijambak dari belakang oleh seseorang yang tak lain adalah Bella.
Beauty meringis kesakitan mencoba menahan Bella yang menarik rambutnya semakin kuat. Akhirnya, Mau tak mau Beauty harus melawan Bella agar sepadan.
"Aw! Lepasin, rambut gue mahal tau!" teriak Bella kesakitan. Seluruh pasang mata menatap tingkah Bella dan Beauty. sebenarnya, ini hal yang sangat mainstream terjadi. bahkan, dalam seminggu, mereka bisa bertengkar 3-4 kali. dan belum pernah ada yang berhasil melerai keduanya. Baik Beauty maupun Bella akan menghentikan tingkahnya saat mendengar desas desus adanya guru. Tetapi, sepertinya kali ini mereka kurang beruntung karena Bu Rani tiba-tiba datang seperti saiton.
Belum sadar adanya Bu Rani,Anya masih bersorak seperti Cheerleader . Ia meneriaki nama Bella berkali-kali mendukung sahabatnya.
"Rambut gue kutuan loh Bell, yakin masih mau jambak?!" kata Beauty membuat Bella teriak histeris. dengan segera, Bella melepaskan rambut Beauty dan memaki lawannya itu berkali-kali.
"ekhem!" suara tersebut membuat Beauty dan Bella melirik sumber suara secara serempak. mereka cukup terkejut menyadari Bu Rani, guru BK mereka dan Pak Dean-penjaga koridor 4 sedang menatap mereka dengan sinis.
***
"Ansell stop!" teriakan Alva menggema di dalam lapangan basket.
Ansell, nama yang diteriaki oleh Alva -si ketua OSIS masih tak menghiraukannya. Tangannya masih saja menghajar Reza dengan membabi buta. padahal selama ini, mereka sering bermain bersama. hingga bisa dikatakan, mereka satu geng. tetapi, entah apa alasannya hingga Ansell menghajarnya tanpa ampun.
__ADS_1
Merasa tak dihiraukan, Alva menghampiri Ansell dan menarik kerah seragam Ansell. tetapi,tenaganya kalah dari Ansell sehingga Alva tersungkur hanya dengan satu dorongan saja. jika sudah seperti ini,Alva tak memiliki pilihan lain selain memanggil Pak Dean untuk membantu.
Mata Ansell menatap Reza penuh kebencian seakan berniat membunuh Reza. Ansell menghiraukan Alva yang tersungkur karenanya dan kembali menghajar Reza habis-habisan sampai akhirnya,Alva dan Pak Dean datang melerai. tenaga Pak Dean lebih dari Ansell sehingga laki-laki itu takluk meskipun tubuhnya masih diliputi api yang membara terhadap Reza.
"Kalian apa-apaan sih?Ansell,ingat dia itu sahabat lo!" kata Alva memperingati.
"Dia udah jelek-jelekin adik gue di depan umum! apa mahluk menjijikan seperti dia masih pantas disebut sahabat?!" hardik Ansell sembari menunjuk Reza.
Tawa Reza menggelegar di lapangan, ia menatap Ansell dengan senyum meremehkan "Adek lo emang idiot, cacat mental, dan gak berguna. yang gue omongin itu fakta,yakan Alva?" kata Reza membuat Ansell semakin murka.
Sekarang,Alva paham mengapa Ansell murka. Laki-laki yang ditakuti satu sekolahan itu hanya memiliki satu kelemahan,yaitu Lizzy Adik kecilnya.
Ansell melepaskan diri dari Pak Dean dan menghajar Reza hingga babak belur. Reza berusaha melawan,tetapi selalu kalah dari amarah Ansell. Alva membiarkannya sesaat sampai dirasa cukup,Alva menyuruh Pak Dean agar menyeret mereka berdua ke ruang BK untuk ditindaklanjuti. Jika tak dihentikan, Reza bisa mati konyol di tangan Ansell.
***
"Atau saya panggilkan orang tua kalian agar kalian mau berbicara?" ancam Bu Rani membuat keduanya mendongak serempak.
Mata Bella membesar, ia langsung panik dan menunjuk Beauty "Dia bu, dia yang memulai semuanya."
Beauty terkejut mendengarnya, jelas-jelas Bella yang menjambak rambutnya terlebih dahulu bagaimana bisa Beauty yang dituduh memulai keributan? Tapi, tak ada yang bisa Beauty lakukan selain menuruti kata-kata Bella. Ia terlalu malas untuk membantah yang akhirnya sia-sia. Karena Bella adalah anak Kepala Sekolah yang sangat terhormat.
"Tidak tahu malu kamu Beauty!" ketus Bu Rani.
__ADS_1
Beauty masih diam malas membalas. Jangankan membalas, mendengarkan pun rasanya sangat malas. Ia tahu kemana ini semua akan berujung. Ia sangat paham betul dengan situasi saat ini.
"Kamu lupa siapa Bella? Anak kepala sekolah ini. Dan kamu tahu kan ini bukan sekolah sembarangan? Ini sekolah paling elite di kota ini!" oceh Bu Rani.
Beauty masih membisu. ia hanya ingin semuanya selesai dengan cepat. apapun hukumannya, ia tidak peduli asalkan ia tidak mendengarkan ocehan guru di depannya.
Melihat Beauty yang diam dan bertingkah acuh, Bu Rani semakin murka dan menyuruhnya untuk meminta maaf. Hal ini dibantah secara langsung oleh Beauty. Gadis itu tidak apa-apa disalahkan, asalkan tidak disuruh meminta maaf atas hal yang tidak dilakukannya.
"Saya tahu kamu anak seorang janda, tapi setidaknya bersikaplah layaknya kamu dididik oleh seorang ayah!" sentak Bu Rani membuat Beauty merasa murka.
Beauty yang tadinya menunduk segera mengangkat wajahnya. Ia menatap tajam guru bk di depannya yang sudah membawa-bawa status orang tuanya.
"Saya tahu saya tidak memiliki seorang ayah, tapi bukan berarti ibu saya tidak bisa mendidik saya dengan benar!" teriak Beauty.
Beauty berdiri, menatap tajam dengan mata berair kepada Bu Rani dan Bella. Setelahnya, ia memilih pergi dari ruangan tersebut.
"Akh!" Beauty meringis kesakitan saat menabrak seseorang yang tak lain adalah Ansell. Ansell melirik tajam kepada Beauty karena mengganggu jalannya. Tetapi, baru melihatnya sekelas, Ansell menyesal saat itu juga.
"Kenapa?"tanya Alva yang melihat tatapan aneh Ansell.
"Kok bisa cewek jelek kaya dia bisa masuk sekolahan ini?" jawab Ansell yang masih dapat di dengar oleh Beauty.
***
__ADS_1
jangan lupa vote sama komentar nya:)