Beauty To You

Beauty To You
Takdir?


__ADS_3

**Sebelum baca, Yuk Votenya.


Happy Reading ❣️**


Ansell sudah bersiap untuk tidur setelah bermain game tadi. Ie manarik selimutnya, membayangkan badan gempal Beauty yang berlari sekencang-kencangnya. Entah kenapa, hal itu lucu menurutnya.


*flashback.


Ansell menghentikan mobilnya di depan Jalan Virasta. Dengan tergesa, Beauty turun dari dalam mobil lalu berlari meninggalkannya. Ansell tertawa terbahak-bahak melihat tingkah laku gadis itu. masalahnya, Beauty lupa menggunakan sepatunya. Beauty melepas sepatunya karena basah.


Ansell turun dari mobil, berlari secepat yang ia bisa mengejar gadis gempal yang tak pernah berolahraga. Tak butuh banyak tenaga untuk menyusul Beauty.


"hosh, hosh, ada apa?" tanya Beauty.


Beauty berhenti sejenak, menatap Ansell yang tengah tertawa kecil. Tawa itu, entah kenapa membuat hatinya berdebar-debar.


"sepatu lo ketinggalan ****." jawab Ansell.


Beauty melirik ke kakinya yang telanjang lalu menepuk jidatnya sendiri merutuki kebodohannya.


"trus gak lo bawain?" tanya Beauty melihat Ansell datang dengan tangan kosong.


melihat Ansell menggeleng, Beauty geram dan berlari berlawanan arah kembali ke mobil Ansell.


"he Lebah! btw, ini rumah gue." teriak Ansell membuat Beauty terhenti sejenak dan melirik rumah mewah disampingnya. Pantas saja laki-laki itu berkuasa.


Ansell kembali ke mobilnya dengan santai, lalu kembali berpapasan dengan Beauty yang sudah mengenakan sepatunya. Ia mengacungkan jari jempolnya ke atas lalu berkata, "Semangat!"


Sedangkan Beauty, hanya bisa tersenyum diam-diam*.


***


Fajar menyingsing, langit-langit menjadi saksi terbenamnya matahari. Cahaya jingga terpancar berpantulan di kaca-kaca ruko. Street food paling terkenal di kota ini selalu ramai dikunjungi saat sore hari. tak ayal, beberapa artis fenomenal juga menikmati waktunya di tempat ini.


Beauty berada di tengah-tengah keramaian ini. Tetapi mengapa ia merasa sepi dan sendiri? Rasanya, tak ada satu orangpun yang mendukung ia di dunia ini. Bahkan, ibunya memilih ke luar negeri sendirian tanpa memberi tahu Beauty pada saat penting.

__ADS_1


Saat ini adalah momen Tahun Baru. Tempat yang dipilih banyak orang untuk menghabiskan waktunya dengan orang-orang tercinta. Begitupun dengan Beauty, ia bersama dirinya yang dicinta menikmati tahun baru disana.


Kemarin,Beauty memutuskan untuk menginap di rumah pemberian ayahnya saat mengetahui bahwa ibunya pergi keluar negeri menikmati tahun baru dan meninggalkannya begitu saja.


Beauty menikmati sore ini di sebuah kedai kopi. Ia duduk disamping kaca menikmati pemandangan. kebetulan, ia berada di lantai dua sehingga bisa melihat jalanan dengan leluasa.


Setelah menikmati kopinya, Beauty kembali menyusuri Street food tersebut sendirian. Ia mengenakan topi hoodienya agar wajahnya tak terlalu nampak. Sampai akhirnya, ia melihat seorang ibu dengan anak remaja sedang kesusahan membawa banyak belanjaan.


Beauty menghampiri keduanya,


"Permisi tante, perlu bantuan?" tanya Beauty.


Ibu itu tersenyum lebar melihat Beauty, "Bisa bantu saya bawa barang-barang saya? Anak saya sedang manja."


Beauty mengangguk, melihat tingkah anak remaja di depannya yang merengek minta digendong membuat Beauty paham bahwa anak itu tak seperti yang lainnya. Beauty langsung membawa beberapa barang belanjaan Ibu tersebut dan berjalan berdampingan sambil mengobrol santai.


"tante, namanya siapa?" tanya Beauty.


"Alesha, kamu sendiri?" Alesha balik bertanya.


Alesha tersentak. Matanya membulat menatap Beauty tanpa berkedip. Sedangkan Beauty merasa bingung dengan keadaan ini. Apa, ada yang salah dengan dirinya? pikir Beauty.


"Ada apa tante?"


Setelah berusaha menormalkan keadaan, Alesha menjawab, "gakpapa. kamu, sendirian?"


Beauty mengangguk sebagai jawaban. Melihat gadis itu, Alesha mengerti bahwa Beauty sedang kesepian. Senyum manis yang ditunjukkan mewakili rasa kesepiannya.


"Orang tua? Sahabat? pacar?" tanya Alesha lagi.


Beauty menggeleng, "Gak ada tante, mamah pergi ke luar negeri ada urusan bisnis. Trus papah udah almarhum, sahabat dan lainnya gak punya."


Alesha merasa kasihan dengan Beauty. Rupanya, dugaan Alesha benar bahwa Beauty sedang kesepian.


Mobil sport berwarna hitam terparkir dipinggir jalan, Alesha yang melihatnya segera tersenyum. Anak bujangnya sudah menjemput ia.

__ADS_1


"Belanjaannya taruh sini ajah, anak tante udah jemput kok. makasih ya.." kata Alesha.


"Sama-sama tante.."


Beauty meletakkan belanjaan Tante Alesha di samping jalan. Setelah itu, ia berpamitan dan masuk kedalam toko buku yang letaknya tak jauh dari sana.


Seorang laki-laki dengan pakaian hitamnya durun dari mobil dengan warna senada, ia segera mencium tangan ibunya dan mengambil Lizzy dari gendongan ibunya.


"Siapa tadi, Mah?" tanya Ansell sembari mengambil setengah dari belanjaan ibunya.


"Oh, cewe baik yang udah bantuin mamah."


kebetulan? atau takdir?


***


Ansell mengemudikan mobilnya menuju sebuah villa mewah milik keluarga Lawson. Sesekali, tangan kirinya mengusap pucuk kepala adiknya yang tertidur diatas pangkuan ibunya.


Tahun baru kali ini sangat berarti baginya, karena ayahnya yang selalu sibuk kesana-kemari kali ini ikut bersama mereka merayakan tahun baru.


Setelah melaju selama kurang lebih satu jam, mereka akhirnya sampai di Villa keluarga Lawson yang letaknya di pinggiran kota. Memasuki gerbang, mereka disambut pemandangan taman bunga milik Alesha yang selalu dirawatnya setiap seminggu sekali.


Ansell turun dari mobil, menggendong Lizzy dan memasuki Villa bersama ibunya. Sesaat pintu terbuka, mereka disambut oleh Tuan Lawson dengan senyum bahagia. Ternyata, di sana ada beberapa sepupu Ansell Juga. Ada Tania dan Lania, si kembar. Selain itu, ada Alva juga yang merangkap sebagai sepupu dan sahabat terdekat Ansell. bahkan, terkadang Ansell menganggap Alva adalah kakaknya. Selain Tania, Lania, dan Alva, ada pula Hito dan Hitomi kembar cowo cewe. Mereka berdua dari Jepang, anak dari adik papahnya yang kebetulan menikah dengan orang Jepang. Kakek mereka memiliki darah keturunan kembar sehingga mereka juga dapat dengan mudah mendapatkannya.


Ansell menyapa semuanya dengan ramah, tak terkecuali Alva yang sedang asik bermain dengan Hito dan Hitomi. Mereka berdua seumuran dengan Lizzy, sehingga tanpa banyak tanya Lizzy langsung bergabung.


Ditengah acara berlangsung, Alesha menghampiri suaminya. Raut wajahnya nampak gusar, seperti sedang ada yang disembunyikan.


"Ada apa?" tanya Lawson mendapati istrinya yang sedang panik.


"aku, tadi ketemu Beauty." jawabnya.


"Beauty? yang kamu ceritain semalem?"


Alesha mengangguk tenang, "dia beda. Wajahnya sedikit kusam dan tak terurus."

__ADS_1


"Jangan percaya naluri mu Alesha, karena naluri seorang wanita juga bisa salah."


__ADS_2