BELENGGU

BELENGGU
Terulang kembali


__ADS_3

Jam kosong selalu menjadi hal yang menyenangkan bagi para mahasiswa mereka lebih senang menghabiskan waktu dengan nongkrong di tempat-tempat yang sejuk seperti di taman, atau sekedar bencengkrama ditemani dengan makanan makanan ringan di kantin, ada juga yang gemar menghabiskan waktu di perpustakaan. Tapi, biasanya di tamanlah yang menjadi pilihan.


Seorang Mahasiswa tengah berdiam di taman kampus ia tengah membaca buku dengan serius bahkan suara bising Di sekitarnya tak mengusiknya sama sekali namun perhatiannya pada buku itu terhenti saat melihat sejumlah mahasiswa tengah berkumpul, mereka terlihat sedang bertengkar hingga menjadi pusat perhatian semua orang disana.


"Clara kau tahu persentasi tadi sangat mempengaruhi indeks prestasi kita tapi kau malah anggap ini main main?" gadis yang bernama Clara itu hanya bisa terdiam dan menundukkan kepalanya.


"Kau itu sudah dewasa sudah mahasiswa bukan anak kemarin sore, harusnya kamu bisa memecahkan masalah ini jika kamu bisa menjawab pertanyaan tadi mungkin kita tak akan mendapat tugas tambahan seperti ini." gadis yang bernama Clara itupun nampaknya sudah tak dapat membendung air matanya lagi dia nampak berkaca-kaca dan akan menangis. Namun, sepertinya ini hanya gurauan mereka memanfaatkan situasi untuk mengerjai seseorang. Teman-temannya saling beradu pandang sepertinya mereka berhasil mengerjai temannya itu. Tampaknya ada yang sedang berulang tahun terlihat dari gerak gerik salah seorang temannya datang dengan mengendap endap dan membawa kue ulang tahun tanpa di sadari oleh seorang wanita yang sedang berulang tahun. Semua tampak bersiap siap untuk memberi kejutan pada wanita itu dalam hitungan ketiga semua teman-temannya bernyanyi selamat ulang tahun. Clara pun terkejut bukan main ternyata hal ini hanya ulah teman-temannya saja untuk mengerjainya.


"Kalian jahat, aku kira beneran?" Clara tampak menangis haru. Teman temannya saling bergantian memeluknya dan mengucapkan selamat ulang tahun.


"happy birthday sayangku"


"terimakasih" ujar wanita yang tengah berulang tahun itu dia tampak bahagia sekali karena para sahabatnya mengingat hari bersejarah dalam hidupnya.


"tiup lilinnya dulu dong." semua bersorak bergembira ternyata projek mereka untuk mengerjai temannya itu berhasil.


Tanpa mereka sadari seorang gadis yang tadi ikut mengamati kegiatan mereka nampak tersenyum remeh, seringai tampak menghiasi wajah cantiknya.

__ADS_1


Hari beranjak malam dan semua kegiatan kampus pun sudah mulai tak terlihat kampus yang tadi ramai sudah beranjak sepi.


Clara baru saja menghadiri kelas terakhirnya dia pulang sendiri karena teman-temannya sudah kembali lebih dulu dia memasuki mobilnya dan melajukan mobilnya menuju ke rumahnya. Malam ini jalanan terlihat lenggang dan tidak macet dan jalanan pun sedikit sepi padahal biasanya selalu ramai oleh para pengendaralainnya jam menunjukan pukul 20.00 tepat. Handphonenya bergetar ternyata panggilan masuk, Clara tersenyum saat tahu siapa yang menelfonnya nama sang kekasih terpampang jelas di layar smartphonenya itu tak menunggu lama dia pun mengangkat telfonnya itu.


"Iya sayang?"


"...."


"Aku masih dijalan?"


"care biasa? Mau apa kesana ini sudah malam lagian aku lelah mau langsung istirahat" ujar Clara berbicara pada seseorang yang berbicara di sebrang sana.


Seseorang menghampirinya, dia menggunakan gaun merah dan mengenakan topeng.



Dia menghampiri Clara, Clara yang melihat itu pun kaget bukan main dia berteriak meminta tolong namun wanita itu seperti tidak ada takut takutnya dia malah menyeringai kearah Clara.

__ADS_1


"Kau bahagia?" tanya wanita itu Clara yang tidak bisa kemana mana hanya meringis ketakutan kemudian wanita itu menarik tangan Clara secara paksa. Clara terus menjerit meminta di lepaskan.


"Diam aku hanya ingin memberimu hadian, jika ingin cepat selesai kau harus menutup mulutmu dan jangan bergerak dengan begitu kau akan selamat. " Seketika Clara diam meskipun ketakutan dia tak ingin hal ini menjadi lebih parah.


"Tolong jangan bunuh aku!" lirih Clara.


"Sekali lagi kau bicara kupotong nadimu." ujar wanita itu. Clara langsung diam sambil menangis ketakutan. Wanita itu mengoreskan sebuah pulpen namun ujungnya runcing seperti jarum Clara menjerit menahan sakit. Wanita itu terus saja mengoreskan benda tajam itu di tangan Clara sehingga membentuk tulisan HBD. Dengan darah yang mengalir di lengannya itu.


Clara tak kuasa menahan kesakitan itu dia pun pingsan, wanita itu mengakhiri aksinya dia tersenyum setelah apa yang dia lakukan.


"selamat ulang tahun sayangku." ujar wanita itu. Sebelum dia pergi dia baru saja sadar bahwa di dekat pohon itu ada cctv kemudian dia mengeluarkan pestol dari balik gaunnya dan dia narik pelatuk lalu menembak cctv itu hingga hancur tak terbentuk kemudian dia pergi menghilang seperti angin meninggalkan Clara dalam kondisi mengenakan.


Pukul 03.25 para polisi yang tengah berpatroli menemukan mobil Clara yang mengenakan dengan sang pengemudi yang tak kalah mengenakan juga lokasi itu di sterilkan untuk penyelidikan lebih lanjut.


Keesokan harinya kantor polisi kembali riuh dengan kejadian semalam para detektiv yang telah memeriksa korban pun kembali dikejutkan dengan adanya tulisan HBD di lengan korban seperti korban korban yang lalu pelaku tidak membunuhnya namun pelaku berhasil mengenai mental para korbannya sehingga membuat para korbannya mengalami trauma dan depresi sebenarnya apa tujuan sang pelaku berbuat seperti itu bahkan dia melakukannya dengan sangat rapih tidak ditemukan jejak sekecil apapu Di lokasi benar-benar seperti pembunuh profesional.


TBC

__ADS_1


Jangan lupa votenya


__ADS_2