BELENGGU

BELENGGU
Dan terabaikan.


__ADS_3

Anna mencoba bangkit dia bersikap seperti dirinya yang asli, mungkin dengan cara dia yang memulai mengakrabkan diri dia tidak akan kesepian lagi. Namun siapa sangka semuanya tidak berjalan sebagaimana mestinya, jauh di luar ekspetasinya. Semakin dia mendekat teman-temannya malah semakin jauh seberapa besar usahanya untuk mengakrabkan diri semakin mereka terang-terangan enggan berteman dengan Anna dan hal ini membuatnya merasa terabaikan. Bahkan ada saat mereka harus belajar kelompok tak ada yang mau satu kelompok dengannya entah kenapa yang jelas dia seperti terabaikan.


Jika ada yang satu kelompok dengannya mereka seolah-olah hanya akan memanfaatkan Anna untuk mengerjakan semuanya dengan berdalih sibuk akan organisasi lah itu lah dan berbagai macam alasan yang keluar dari mulut mereka dan hal itu benar-benar membuat Anna muak.


Anna tengah menulis laporannya di gazebo kampusnya karena tugas ini harus diselesaikan hari ini juga. Lalu tiba-tiba ada yang menghampirinya.


"Bagaimana sudah selesai?" seorang gadis berperawakan tinggi menghampiri Anna dan langsung menanyakan tugasnya.


"Sedikit lagi." ujar Anna sambil memberikan senyuman ramahnya.


"Perlu bantuan?"


"Ah tidak usah ini juga sudah selesai." memang benar laporan yang Anna tulis hampir rampung karena dia kerjakan sembari menunggu temannya yang tadi pamit karena ada rapat di Himpunan.


"Aduh bagaimana ini harusnya kau sisakan bagian ku, tapi mau bagaimana lagi kalo sudah selesai ya tak papa Makasih Anna." Anna muak mendengar ocehan temannya itu lagi lagi dia harus seperi ini.

__ADS_1


"oh ya nanti biar aku saja yang persentasi."


Ke esokan harinya, adalah jadwal persentasi dari tugas yang telah dikumpulkan kemarin kini giliran kelompok Anna yang persentasi di depan.


Kelompok Anna bergiliran mempersentasikan tugasnya dan hasilnya begitu memuaskan dosen pengampu pun merasa puas atas hasil dari laporan mereka.


"iyah kalian tadi lihat kita dapat pujian benar bukan?" sahut Rio yang menjadi salah satu anggota kelompok tersebut.


"tentu dong ide siapa dulu Reysa gitu loh." ujar wanita yang bernama Reysa menyombongkan diri Anna menatap Reysa heran dia tak habis pikir kenapa Resya mengklaim itu idenya padahal kemarin yang mengerjakan adalah Anna dia kerjakan laporan itu sendirian teman-teman yang lainnya tidak membantu menuangkan pemikirannya, sedangkan yang mengerjakan tidak di gubris sama sekali Anna hanya tersenyum kecut melihat tingkah girang mereka dia merasa di abaikan.


Smartphonenya bergetar pertanda pesan masuk, ternyata temen-temen SMAnya mengajak bertemu dia tersenyum setidaknya dia masih punya teman untuk berkeluh kesah, dia membalas pesan temannya itu dengan perasaan senang dia merasa tidak sendirian lagi saat teman-temannya mengabarinya dan menanyakan harinya. Anna senang berari dia tidak sendirian lagi.


Tiba waktunya Hari ini Anna akan bertemu teman-teman Semasa SMAnya sesuai janji yang telah di tentukan ternyata mereka dalam pormasi lengkap semuanya hadir dan Anna senang sekali dia bisa mencurahoan semua keluh kesahnya selama ini pada teman-temannya itu. Jika dia tidak punya teman baru dia masih punya teman lama yang akan selalu menemani dia.


"Kau tidak sendirian Anna." serunya pada dirinya sendiri.

__ADS_1


Saat pertemuan awalnya biasa saja kita saling tertawa, bercanda dan saling menceritakan apa yang terjadi di kehidupan masing masing. Dari ke empat temannya hanya Anna yang kuliah dan yang lainnya memutuskan untuk bekerja lebih dulu, semua menceritakan pengalaman saat mereka di tempat kerja namun saat Anna hendak menceritakan keluh kesahnya dia tak sempat. Seperti tidak di beri kesempatan untuk bercerita dia hanya sesekali menimpali ucapan teman-temannya itu.


Lama-lama Anna merasa bosan juga dia merasa ini sudah tidak sama lagi mereka seperti berbeda terkadang candaan yang mereka lontarkan begitu menusuk di hati Anna mereka membicarakan sesuatu hal yang memang sangat sensitif bagi Anna.


Mereka menceritakan Uang dan keluarga memang Anna ini berbeda dia tak memiliki orang tua selama dia kecil dia tinggal di panti asuhan dia di besarkan dan di angkat sebagai anak kandung oleh pengurus panti. Tentu saja meskipun dia punya ibu tapi dia bukan ibu kandungnya. Untuk masalah uang Anna memang selalu merasa cukup namun dia tak ingin merepotkan Ibunya lagi dia mandiri setelah keluar SMA bahkan dia meneruskan kuliah pun menggunakan beasiswa. Hebat bukan namun tidak dengan pandangan orang lain. Namun dari pembicaraan teman-temannya mereka menganggap Anna sebagai anak manja yang belum mandiri, kenapa karena saat Anna menceritakan bahwa dia mendapat beasiswa tidak hanya untuk biaya pendirian tetapi biaya kehidupannya pun di tanggung beasiswa itu kemudian Anna mengeluh bahwa dia lelah dan kesepian di tempatnya berkuliah.


"Kau enak Anna tidak perlu pusing-pusing mencari uang seperti kami kau hanya tinggal duduk manis dan belajar yang benar. Syukuri saja jangan banyak mengeluh" bukan bukan ini yang Anna harapkan dia ingin mereka menyemangati Anna, dia ingin teman-temannya mengingatkan Anna bahwa dia tidak sendirian ada mereka yang siap mengenggam tangannya saat terjatuh.


Anna merasa saat ini teman-temannya tidak seperti dulu, sikap yang mereka tunjukan tidak sehangat dulu.


Kali ini Anna benar benar merasa terabaikan, dia merasa diasingkan, hingga saat sisi lain itu muncul sosok gelap dalam dirinya mempengaruhi emosinya sehingga pemikiran pemikiran buruk selalu menghantui Anna.


Anna tersiksa sekarang, dalam kesendiran.


TBC...

__ADS_1


__ADS_2