BELENGGU

BELENGGU
Kesepian,


__ADS_3

"Dulu semuanya terasa indah." lirihnya dia memakan bekalnya dalam kesendirian dia mencoba menyingkirkan sekelibat bayangan masa lalu yang tak akan pernah kembali lagi. Kenangan masa lalu hanya akan mengerak dalam fikirannya dia berusaha untuk tidak mencuatkan kembali kenangan itu.


"Tapi sekarang semua terasa memuakan, aku muak melihat wajah bahagia kalian semua, lihat saja apakah setelah ini kalian masih bisa tersenyum?"


Lia mengambil gawainya Dia melihat grup chat yang berisi teman-temannya terdahulu.


"Kita lihat seberapa pedulikah kalian pada teman kalian ini?"


Tiba-tiba dering telfon Lia berbunyi menandakan panggilan masuk ke handphonenya.


"Kau kira aku akan diam saja? Dengar Anna aku akan melaporkan mu atas apa yang telah kau lakukan padaku!" maki seseorang di sebrang sana.


"Silahkan aku menunggumu." ujar Lia menangtang, dengan senyum khasnya dia tampak menyeringai.


"Tunggu saja aku tak akan segan-segan melaporkanmu, sekali pun kau adalah temanku tapi aku tidak akan membiarkanmu hidup tenang!" Lia semakin melebarkan senyumannya setelah mendengar makian dari orang di sebrang sana.


"Sudah selesai bicaranya? Sekarang giliran aku yang bicara. Dan kau dengar kan baik-baik! pasang telinga mu,"

__ADS_1


"Aku tidak takut kau akan melaporkan apapun tentangku, tapi sebelum kau melakukannya kau sudah habis di tanganku memangnya aku akan membiarkan mu begitu saja? Tidak tentu saja itu hanya pemanasan. Aku peringatkan kau agar lebih berhati-hati saat kita bertemu lagi kau akan mati." Lia tahu orang disebrang sana pasti ketakutan mendengar ancamannya.


"Kau gila sungguh benar-benar gila. Kau sungguh sudah tidak waras kau psikopat gila!"


"Oh ya kamu bilang aku teman? Serius kau menganggapku teman? Hah apa aku tidak salah dengar? Seorang teman tidak akan pernah membiarkan temannya 'kesepian dan menderita dalam kesendirian' oh ya dan satu lagi jangan panggil aku Anna, namaku bukan Anna karena Anna sudah lama mati," tanpa menghiraukan ocehan orang disebrang sana Lia menutup panggilan itu.


"Dia pikir siapa Anna, nama itu sudah lama mati."


14 Mei 2018


"Janji ya meskipun sudah lulus kita harus sering bertemu seperti ini."


"Eh foto dulu yu." Kelima gadis yang tengah berbahagia dihari kelulusannya, mereka berfoto dan bercanda tawa. Melepas masa SMA dan memulai kehidupan orang dewasa, kehidupan yang selama ini di impikan. Kehidupan dimana kita dapat melakukan apapun tanpa ada yang melarang.


Mereka selalu bersama awal kebersamaan mereka adalah saat mereka bergabung dalam satu kelas yang sama yaitu saat kelas 2 SMA. Mereka sama-sama berada di kelas IPA hingga lulus Anna, Annisa, Rista, Erika dan Salma, tak pernah terpisahkan.


Setelah kelulusan pun mereka masih selalu bersama-sama, bahkan saat merka menghadapi kegagalan mereka hadapi bersama. Namun, semuanya mulai berubah saat mereka menghadapi takdir yang berbeda dan mereka mulai menghadapi kedupan masing-masing tanpa saling campur tangan.

__ADS_1


Anna satu satunya di antara mereka yang berhasil melanjutkan studinya ke perguruan tinggi. Dan keempat temannya memilih bekerja ditempat yang sama.


Karena jarang bertemu hanya melalui pesan WhatsApp saja mereka sering bertegur sapa, entah itu saling bercengkrama, bercanda menceritakan keluh kesah bahkan saling mengejek satu sama lainnya itu sudah biasa mereka lakukan. Namun Anna merasa bahwa teman-temannya di kampus tidak seperti teman-temannya ketika di SMA dan dia tidak nyaman akan hal itu. Anna selalu berpikir positif bahwa suatu saat nanti mereka akan dekat satu sama lainnya. Tetapi hal itu membuatnya merasa kesepian.


Anna adalah orang yang Extrovert namun saat memasuki lingkungan kampus dia berubah menjadi introvert. Dia merasa tidak nyaman dengan teman-teman di kelasnya jadinya dia berubah menjadi pendiam dan dingin sangat dingin sekali.


Lia duduk sendirian di taman kampusnya dia memperhatikan para mahasiswa, mahasiswi yang lalu lalang di depannya. Mereka tampak bergerombol bercengkrama satu sama lainnya saling tertawa, bercanda, menjahili, atau hanya sekedar berbagi makanan dibawah pohon rindang. Sedangkan dia, hanya sendirian tak ada yang menemani dia tak bisa seperti dulu lagi. Kini kehidupan barunya tak sama dengan saat dia masih SMA kenapa dia tidak menemukan teman-teman seperti ketika di SMA.


Dia merasa kesepian jauh dalam lubuh hatinya dia juga ingin seperti mahasiswa mahasiswi itu dia tak ingin sendiri tetapi apadaya dia tak dapat melakukan apa-apa. Dan pada akhirnya dia melakukan semuanya sendirian.


"Aku kesepian." lirihnya.


**TBC


Mohon dukungannya ya teman-teman alangkah senangnya jika kalian memberiku vote 🙏🏻 terimakasih atas perhatiannya semoga kalian tetap menunggu kelanjutan novel ini. 😊


Sampai jumpa di part berikutnya. 👍🏻🖐️🖐️**

__ADS_1


__ADS_2