
"Kau boleh pulang Stev," ucap Tiger saat mendapati Stev sedang menunggu di luar ballroom. "Saya akan menyelesaikan beberapa pekerjaan kantor di ruang kerja tuan muda," jawab Stev kemudian. "Baik lah," ucap Tiger sambil berlalu dengan merangkul pundak sang istri.
"Selalu lah seperti ini tuan, berbahagialah. Tak akan ku biarkan apapun dan siapapun merusak kebahagiaan kalian." Stev.
Flash back.
Stev langsung mencari tahu latar belakang Lily saat tuan nya berkata hendak menikahi wanita tersebut. Dia mengetahui segala informasi tentang Lily dengan detail, bahkan informasi siapa saja pria yang dulu pernah dekat dengan Lily.
Saat Stev bertanya pada Tiger apakah tuan nya yakin dengan pernikahan itu, karena dia khawatir tuan nya hanya mencari pelampiasan, karena belum bisa melupakan cinta lama nya. Stev sangat tidak tega, apa bila gadis sebaik Lily, hanya akan menjadi mainan hati tuan nya.
Walaupun Tiger tidak pernah sekalipun lagi menyebutkan nama perempuan penghianat itu, namun mengingat betapa dalam rasa cinta yang pernah Tiger rasa, kenangan itu pasti masih ada yang membekas dalam ingatan nya.
Flash back off
Namun kini Stev bisa merasa legah, mendengar perbincangan tuan dan nona mudanya saat di ballroom, dia sudah bisa memastikan, Tuan muda nya bersungguh-sungguh ingin membuka hatinya, untuk kembali mencintai seseorang.
***
Lily melakukan tugas nya, membuka sepatu sang suami, menyiapkan air hangat untuk mandi Tiger dan menyiapkan baju ganti.
__ADS_1
Tiger sudah selesai membersihkan diri, dia lalu beranjak ke sofa, tempat istri nya sedang menonton TV. "Mau ke ruang makan sekarang sayang?," tanya Lily saat suaminya duduk tepat disampingnya.
Tiger hanya membalas dengan senyuman, dan meraih gagang telfon yang ada di meja samping sofa. "Ada yang anda butuhkan Tuan?," tanya salah satu pelayan di ujung telfon, "Siapkan makan malam di kamarku," perintah Tiger dan langsung menutup telfon.
Lily langsung memeriksa suhu tubuh suaminya, "kamu sakit sayang?," tanya Lily. "Aku hanya ingin berdua terus dengan mu malam ini," jawab Tiger sambil meraih tangan istrinya, yang sedang memeriksa suhu tubuhnya.
Tak lama kemudian, pak Ming dan beberapa pelayan sudah mengantar makan malam, dan menyiapkan di atas meja dalam kamar. Pak Ming lalu mempersilahkan Tuan dan nona Muda nya untuk makan, lalu dia dan para pelayan keluar dari kamar.
Lily langsung mengisi piring Tiger dengan makanan, "Makan yang banyak yah sayang, kamu harus jaga kesehatan mu," ucap Lily lembut. "Iya sayang," jawab Tiger dengan senyum hangat.
***
Pelayan baru saja keluar dari kamar Tiger dan Lily, usai membereskan bekas makan mereka berdua. Mereka lanjut menonton TV bersama, saat ada siaran iklan yang model nya seorang bayi, "aduh lucu nya, menggemaskan," ucap Lily memberi komentar saat melihat sang model bayi.
"Berikan aku keturunan," ucap Tiger lagi dengan wajah santai tanpa beban, dia tidak sadar jantung istrinya hampir melompat keluar mendengar perkataan nya.
"Ini anak sayang, bukan barang yang bisa dibeli, butuh pembicaraan serius untuk ini. kamu tidak menyadari itu?." Lily.
"Sa sayang..." Lily ingin mengutarakan isi hatinya, tentang tidak segampang itu memiliki anak. Namun belum sempat dia menyelesaikan maksud hati, Tiger sudah me****t bibir mungil istrinya.
Lily berhasil melepaskan diri dari suaminya dengan mendorong Tiger. "Tunggu dulu sayang, tidak semud..." lagi-lagi Lily tidak dapat menyelesaikan penjelasannya, Tiger dengan cepat melangkah ke arah Lily dan meraih pinggang mungil istrinya.
__ADS_1
"Aku ingin melakukan nya malam ini," ucap Tiger sambil membuka dress istrinya dengan cepat, hingga tersisa daleman yang menutupi daerah sensitif Lily.
Tiger lalu mengangkat tubuh istrinya dan menidurkan nya di atas tempat tidur. Lily ingin bangun namun tubuh kekar Tiger sudah menindih tubuhnya.
Lily kembali berusaha mendorong tubuh suaminya namun percuma, dia kalah tenaga dengan suaminya. Dengan cepat Tiger mengangkat sedikit tubuh Lily, membuka bra nya dan membuang ke sembarang arah.
Dengan tangan yang gemetar Lily berusaha menutup daerah atas nya. "Sayang kita bicarakan dulu, jangan begini, aku takut!," pinta Lily dengan suara lirih.
"Aku suami mu, apa yang kau takutkan?," tanya Tiger sambil membuka seluruh pakaian nya dan daleman terakhir Lily, hingga tak ada lagi sehelai benang pun yang menempel pada kulit mereka.
"Aku belum siap sayang, aku mohon kita bicarakan dulu sayang, aku mohon," pinta Lily yang kini mulai mengeluarkan air mata.
Tiger lalu menindih kembali tubuh Lily namun tidak melakukan pergerakan apa-apa, Lily merasakan hembusan nafas berat suaminya tepat di lehernya, dia juga merasa milik suaminya yang mengeras di bawah, tepat di daerah kewanitaannya.
"Aku benar-benar tidak kuat lagi sayang, aku ingin mengeluarkannya," ucap Tiger lembut dengan suara serak di selingi hembusan nafas berat tepat di telinga Lily.
"Aku... takut sayang..." Suara Lily melemah saat Tiger menekan kejantannya yang mengeras di daerah sensitif istrinya. Dia belum memasuk kan miliknya, dia hanya mengg***k perlahan miliknya di daerah sensitif Lily terus menerus.
Lily merasa ada cai**n yang keluar dari kewanitaan nya, dia mulai nyaman dan merasa nikmat dengan gerakan suaminya. "Mmmhhhh... sayanghh..." secara naluriah Lily mengeluarkan suara.
"Kita lakukan yah sayang..." ucap Tiger yang semakin bergairah mendengar suara istrinya. Dia mulai melu**t bibir istrinya dengan lembut, Lily membalas dengan membuka mulutnya.
__ADS_1
Ciuman itu turun sampai ke leher jenjang istrinya, hingga sampai di daerah sensitif atas istrinya, di lum*t ujung put**ng Lily. Lily kembali mendesah membuat Tiger sudah tidak mampu lagi menahan hasrat nya.
***