Belenggu Rasa

Belenggu Rasa
Bukan tidak, hanya belum.


__ADS_3


Tiger menaruh Hp nya di atas malas pinggir kasur, dia lalu berbaring menghadap Lily. "Kenapa aku?, Kita bahkan tidak saling mencintai, kamu bahkan belum mengenalmu dengan baik," tanya Lily membuka obrolan


"Kita hanya belum saling mencintai. aku butuh pendamping hidup. dan kau adalah pilihan orangtuaku." Jawab Tiger sekena nya. Mereka lalu melanjutkan obrolan untuk lebih saling mengenal satu sama lain.


***


Tiger dan Lily berjalan beriringan ke ruang makan, di sana sudah ada pak Ming, Stev dan beberapa pelayan. Pak ming menarik sedikit kursi untuk tuan nya duduk, begitupun untuk Lily dan Stev.


Pak Ming lalu berdiri di sudut ruang makan bersama beberapa pelayan seperti biasa untuk bersiap sigap saat diperlukan.


"Pak Ming? kenapa tidak duduk?," tanya Lily yang kebingungan karena belum tau kebiasaan dan peraturan di rumah baru nya. "Sayang?," panggil Lily pada suaminya untuk mendapatkan jawaban karena pak Ming tidak menjawab pertanyaan nya.


"Duduk lah pak Ming," perintah Tiger kemudian. Dengan kikuk pak Ming duduk di meja makan bersama tuan dan nona nya. Sangat jarang dia bisa menikmati makan malam bersama seperti ini.


Lily lalu mengambil piring Tiger dan menyiapkan makanan untuk suaminya, kemudian mengambil piring Stev dan juga pak Ming. Bukan hanya pak Ming dan Stev yang heran dengan sikap hangat nona muda nya, namun para pelayan yang menyaksikan pun merasa heran.

__ADS_1


Semua mata tertuju pada Tiger menunggu reaksi tuan muda mereka. "Selamat makan semua," ucap Lily kemudian dengan santai tanpa mengetahui situasi tegang yang dirasakan pak Ming dan para pelayan.


Berbeda dengan makan malam di rumah Lily yang berhias obrolan-obrolan ringan. Di rumah baru nga benar-benar sunyi saat mulai makan, yang terdengar sesekali hanya suara benturan piring dan sendok.


Tiger sudah berdiri dari duduk nya hendak meninggalkan ruang makan di susul semua orang yang langsung menghentikan aktifitas makan nya. Lily lalu bangkit dari duduk nya mensejejeri langkah suami nya, di susul Stev dan pak Ming. "Aku akan ke ruang kerja, antar Lily ke kamar untuk istirahat," perintah Tiger.


Tiger lalu melangkah pergi bersama Stev, sedangkan pak Ming hendak mengantar Lily ke kamar.


***


Waktu menunjukkan pukul 22.30 dan Tiger belum juga kembali ke kamar, Lily yang sedari tadi menunggu sambil mendengarkan musik dari Hp nya akhirnya terlelap juga.


Dia melihat Lily yang kini sudah terlelap, Tiger membelai rambut Lily, menutup tubuh istrinya dengan selimut kemudian mengecup mesra kening istrinya. "Selamat tidur sayang." Ucap Tiger.


***


Lily sudah bangun lebih dulu, dia langsung membersihkan diri dan bersiap. Tak lama Tiger pun bangun, "selamat pagi sayang, aku sudah menyiapkan air hangat untuk mandi," sapa Lily.

__ADS_1


Tiger hanya membalas dengan senyum hangat dan langsung menuju ke kamar mandi untuk mandi. Lily langsung menyiapkan pakaian kerja suaminya.


Tiger keluar kamar mandi dan mendapati pakaian yang sudah di pilih kan istrinya di closet room, dia langsung kenakan sambil tersenyum. saat dia keluar Lily sudah menunggu nya sambil memegang jas dan dasi.


"Aku akan membantu mu sayang," ucap Lily sambil membantu memakaikan dasi pada suaminya kemudian memakaikan jas. Dirasa sudah rapi dia langsung mengambil sepatu suaminya. Tiger masih melihat dengan senyuman dan duduk di sofa.


Lily lalu duduk menunduk membantu memakaikan sepatu pada suaminya. "Sudah selesai sayang, ayo sarapan," ucap Lily. "Duduk sini," perintah Tiger sambil menepuk sofa disamping nya.


Lily menurut duduk di samping suaminya. "Siapa yang mengajari mu?," tanya Tiger sambil membelai kepala istrinya. "Aku melihat bagaimana pak Ming mengurus mu, mulai sekarang aku yang akan melakukan nya." jawab Lily dengan senyum hangat. "Baik lah, berikan aku ciuman selamat pagi," pinta Tiger. Lily lalu mengecup pipi Tiger dengan lembut.


***


Lily dan Tiger sedang menikmati sarapan setelah drama Lily yang mengajak pak Ming sarapan bersama namun di tolak oleh pak Ming, katanha semalam adalah makan malm sambutan untuk nona muda nya, namun dia akan kembali melakukan tugas sebagaimana mestinya


Lily pun mengalah pada keputusan pak Ming. Usai sarapan terlihat Stev sudah menunggu Tuan muda nya di samping pintu mobil. Pak Ming mengantar Tiger sampai di depan pintu, sedangkan Lily sampai di tempat mobil yang akan mengantar suaminya terparkir.


"Aku pamit," ucap Tiger sambil mencium kening dan bibir istrinya. "Hati-hati sayang," jawab Lily. "Hati-hati sekertaris Stev," ucap Lily pada sekertaris Stev yang sedang membuka kan pintu untuk suaminya. "Baik nona," jawab Stev sambil memasuki mobil dan duduk di belakang kemudi.

__ADS_1


Lily menatap mobil suaminya yang melaju meninggalkan rumah sampai tak terlihat barulah dia melangkah kembali memasuki rumah.


***


__ADS_2