Belenggu Rasa

Belenggu Rasa
Perasaan Hangat.


__ADS_3


(Tuan Muda Tiger Hirochi)


Lily telah selesai bersiap-siap usia mandi. Ada panggilan telfon dari Hp nya, dia langsung menjawab telfon itu saat tertera nama "Bunda" di layar Hp nya.


Lily : Bundaaa... kangenn...


Bunda : Halo sayang, apa kabar? bunda juga merindukan mu nak...


Lily : Kabar Lily baik bunda, bunda dan ayah apa kabar? kapan ke sini?


Bunda : Kami baik sayang, mungkin minggu depan bunda dan ayah akan ke ibu kota.


Lily : Menginap di sini yah bunda...


Bunda : Iya sayang... sebenarnya ada yang mau bunda sampaikan juga pada mu nak...


Lily : Sampaikan apa bunda?


Bunda : Bunda mau minta kamu untuk menjadi salah satu pengajar di sekolah musik kita sayang, tapi coba kamu bicarakan dulu dengan suami mu...


Lily : Mau bunda, Lily juga sedang mencari kegiatan, Lily akan tanya kan pada kak Tiger saat dia pulang kerja...


Bunda : Iya sayang, baik-baik lah di sana, love you.


Lily : Iya bunda, jaga kesehatan. Salam untuk ayah. Love you bunda.


***


Lily berlari ke lantai bawah, saat mendengar suara Tiger yang sedang berbicara dengan pak Ming. "Sayaaaaaang..." Panggil Lily sambil berlari ke arah suaminya, dengan kedua tangan yang sudah di angkat, minta dipeluk.

__ADS_1


Tiger merasa perasaan hangat menjalar di relung hati nya, merasa bahagia ada yang menanti kepulangan nya. Dia lalu berjalan ke arah istrinya dan memeluk pinggang ramping Lily, sementara Lily mengalungkan tangan nya pada leher sang suami.


Tanpa aba-aba Lily menjinjit kaki nya setengah melompat dan mengecup bibir suaminya dengan manja, Tiger membalas dengan mengecup kening sang istri dengan Lembut. Mereka seolah lupa ada Stev dan pak Ming yang menyaksikan adegan itu.


"Pemandangan apa ini ya Tuhan, tidak bisa kah kalian menyadari ada manusia selain kalian di sini?." Stev


"Apa saja yang kau lakukan hari ini?," tanya Tiger masih dengan memeluk sang istri. "Aku merangkai bunga untuk mu sayang," jawab Lily dengan manis. "Benar kah?, aku sangat ingin melihatnya," jawab Tiger sambil mengecup hidung mungil istrinya.


"Ehem!!!," suara Stev sengaja untuk menyadarkan ada sosok dirinya dan pak Ming juga saat ini. "Makan malam lah di sini Stev, ada kerjaan yang harus kita urus nanti setelah makan." Ucap Tiger dan langsung merangkul istrinya untuk beranjak ke kamar.


***


Lily melakukan tugasnya seperti biasa sampai sang suami selesai membersihkan diri. "Ini rangkaian bunga yang kau buat untuk ku?," tanya Tiger saat melihat sebuah vas berisi bunga diatas nakas samping tempat tidur mereka.


"Iya sayang," jawab Lily dengan senyum manis nya, "Bagus. Aku senang kau mencari kegiatan yang berguna," jawab Tiger sambil membelai rambut istrinya. "Kita ke ruang makan sekarang," ajak Tiger sambil merangkul tangan Lily.


***


Setelah makan malam Tiger dan Stev langsung beranjak ke ruang kerja. "Anda mau kembali ke kamar nona muda?," tanya pak Ming, "Aku mau main piano saja pak Ming," jawab Lily sambil beranjak ke ballroom.


Lily memiliki suara yang luar biasa indah. Maklum, sejak kecil dia sering di ajari vocal oleh bunda yang notaben nya seorang penyanyi Opera, namun Lily lebih memilih untuk fokus mendalami permainan piano nya.


Can it be that it was all so simple then


(Mungkinkah itu semua sangat sederhana saat itu)


Or has time rewritten every line


(Atau punya waktu menulis ulang setiap baris)


If we had the chance to do it all again,

__ADS_1


(Jika kita memiliki kesempatan untuk melakukan semuanya lagi,)


tell me, would we, could we?


(katakan padaku, apakah kita, bolehkan kita?)


Mem'ries may be beautiful and yet


(Mem'ries mungkin cantik dan belum)


What's too painful to remember was simply choose to forget


(Yang terlalu menyakitkan mengingat kita hanya memilih untuk melupakannya)


So it's the laughter we will remember


(Jadi tawa kita akan ingat)


Whenever we remember the way we were.


(Kapan pun kita mengingatnya seperti apa adanya.)


The way we were - Barbra Streisand


 


Pak Ming dan para pelayan menghentikan aktifitas yang mereka lakukan. Mereka hanya ingin fokus pada nyanyian Lily, masing-masing menikmati sambil mengenang kenangan manis. Membiarkan suasana hangat yang terbangun masuk ke sekujur aliran darah.


Tiger dan Stev menghentikan aktifitas mengetik mereka. Masing-masing menatap kosong dan menikmati segala kenangan yang pernah terlalui, entah kenangan manis ataupun pahit, semua terasa hangat saat ini.


Tiger menatap vas bunga rangkaian sang istri, menikmati dentingan piano dan suara lembut Lily dalam diam.

__ADS_1


"Kenapa aku bisa merasakan kehangatan mami dalam dirimu sayang. Terimakasih sudah memilih Lily sebagai pendamping ku mi. Dia lembut dan hangat seperti mu." Tiger.


***


__ADS_2