Belenggu Rasa

Belenggu Rasa
Sahabat Lama


__ADS_3


Usai puas memainkan beberapa lagu, Lily hendak melihat kegiatan Tiger dan Stev di ruang kerja. Dia ingin membahas terkait telfon bunda tadi sore.


Pintu ruang kerja sedikit terbuka, Lily bisa melihat suaminya sedang sibuk membolak balik kertas dengan serius. Tok... tok... tok.. "Sayang...", panggil Lily dengan hati-hati.


Tiger menoleh ke sumber suara, senyum hangat tersungging di bibir nya, "Masuk," perintahnya. Lily melangkah masuk ke ruangan, sambil melihat Stev sedang serius melakukan kerjaan nya. "Sayang, aku ingin tidur. kamu masih sibuk?," tanya Lily lembut.


"Masih ada sedikit kerjaan sayang, ke kamar lebih dulu, aku akan menyusul setelah kerjaan ku selesai." Ucap Tiger sambil membelai rambut istrinya. "Baik, aku ke kamar sekarang," pamit Lily sambil berjalan keluar ruangan.


"Aku akan membahas permintaan bunda nanti saat dia kembali ke kamar, saat ini dia terlihat sangat sibuk, aku tidak mau mengganggunya." Lily


***


Waktu menunjukkan pukul 23.30, Tiger belum juga kembali ke kamar. Lily sudah tidak mampu lagi menahan kantuknya, dia pun terlelap usai menguap beberapa kali.


Sementara di ruang kerja, Tiger dan Stev masih dengan serius menyelesaikan kerjaan. Sampai pukul 2 pagi Tiger baru memasuki kamarnya, dilihatnya Lily yang sudah tertidur pulas.


Tiger mengganti piyama tidur dan beranjak ke kasur, dia mengecup kening istrinya, memeluk istrinya dari belakang dan ikut terlelap.


***


Lily membuka mata dan tidak melihat suaminya, dia melihat ke arah jam yang menunjukan pukul 8 pagi, pertanda Tiger sudah berangkat kerja.


Lily hendak ke kamar mandi untuk membersihkan diri, hingga dia menghentikan langkahnya ketika terdengar suara ketukan pintu. "Silahkan masuk," sahut Lily. "Maaf nona muda, ada telfon dari Ayah nona, beliau menghubungi saya karena nomor nona muda tidak bisa di hubungi." Ucap pak Ming yang hendak menyerahkan Hp nya pada Lily.

__ADS_1


Lily menerima Hp pak Ming sambil berjalan ke samping kasur melihat Hp nya, ternyata dia lupa charger Hp nya semalam.


Lily : Halo ayah...


Ayah : Hi sayang... kenapa ayah tidak bisa menghubungi nomor mu?


Lily : Hp Lily lowbat ayah, Lily lupa charger semalam. Apakah ayah merindukan Lily?


Ayah : Tentu ayah merindukan mu putriku. Sayang bisa kah kamu ke Tempat kursus kita sekarang?, ayah barusan menerima kabar seorang pemain cello ternama ingin mengadakan konser besar di negara kita, dan dia secara khusus memilih kelompok Orchestra kita. Ini adalah suatu kehormatan namun ayah dan bunda tidak bisa ke ibu kota dalam beberapa hari. Bisa kah kamu menggantikan ayah untuk menemui beliau sekarang?.


Lily : Tentu bisa ayah, Lily akan langsung bersiap-siap sekarang dan pergi ke tempat kursus. Ayah jangan khawatir.


Ayah : Syukurlah nak, terimakasih. ayah juga sudah merekomendasikan mu sebagai pianis di konser nya nanti. Ayah harap kamu bersedia sayang.


Ayah : Baik lah nak, hati-hati dan sampaikan maaf ayah pada beliau.


***


Lily langsung berlari ke kamar mandi usai mengembalikan Hp pak Ming, dalam hitungan menit dia sudah selesai bersiap-siap, mengenakan dress hitam casual dan sepatu heels hitam. Dia berdandan sedikit, merapikan rambut dan berlari keluar kamar sambil meraih tas nya.


"Pak Ming aku ada urusan mendadak, boleh aku meminjam salah satu mobil?," tanya Lily yang tampak buru-buru. "Tentu saja nona, tapi apakah nona sudah menghubungi tuan?," tanya pak Ming, "Aku akan menghungi nya di jalan pak, saat ini sudah ada tamu penting ayah yang menungguku, aku sudah terlambat," jawab Lily buru-buru.


"Saya akan menyuruh salah satu supir untuk mengantar anda nona," jawab pak Ming dan langsung membawa nona muda nya keluar untuk menaiki salah satu mobil.


***

__ADS_1


Lily hendak mengambil Hp di tas nya untuk menghubungi Tiger.


"Ah!!! bodohnya aku, kenapa aku tidak charge tadi, bagaimana ini?, aku akan menjelaskan nanti padanya saat pulang." Lily.


20 menit kemudian mobil yang membawa Lily terparkir di depan sebuah gedung yang terbilang besar dengan plang bertuliskan The Royal Music. Salah satu tempat kursus terbaik yang masuk kategori 5 besar di ibu kota.


"Tidak usah menunggu ku pak, silahkan langsung pulang." pamit Lily pada sang supir dan langsung berjalan terburu-buru ke dalam gedung.


"Nona Lily, Tuan Frank sudah menghubungi saya bahwa nona Lily akan mewakili beliau menemui tamu penting," sapa seorang wanita yang seumuran dengan bunda nya.


"Maaf saya terlambat, saya baru di hubungi ayah, senang bertemu lagi dengan anda miss Agatha, di mana tamu ayah?," sapa Lily lembut pada si ketua pengajar di tempat kursus ayahnya.


"Senang juga bertemu dengan anda nona Lily, beliau di ruang latihan, sejak 30 menit lalu." Lily lalu bergegas ke ruang latihan, terlihat seorang pria yang sedang menghadap ke belakang, melihat jendela besar di sudut ruangan. terpampang jelas pundak yang kekar dengan tubuh tinggi dan badan proposional.


"Selamat siang, saya Lily Swan putri dari Tuan Frank Swan. Mohon maaf sudah membuat anda menunggu lama," sapa Lily dengan senyum elegan nya.


Mata Lily seketika membulat sempurna, mendapati sosok yang dia kenali berdiri di hadapannya. "Apa kabar itik jelek?," sapa si pria tampan dengan senyum ramah nya. "Axton Graham?! benar ini kamu?!, oh wow bagaimana kau bisa setampan ini?!, senang bisa bertemu dengan pemain Cello terkenal dunia," ucap Lily antusias.


"Hei kau mengejek ku? dasar itik buruk rupa!, berikan aku pelukan selamat datang," ucap Axton sambil membuka tangan nya lebar-lebar.


Lily lalu memeluk Axton selayaknya pelukan persahabatan. Axton adalah sahabat Lily semasa SMA, sampai kuliah di jurusan seni. Namun di awal-awal semester kuliah, Axton harus pindah ke luar negeri dengan orangtuanya.


Mereka masih memiliki komunikasi saat awal-awal perpisahan, namun sejak sama-sama sibuk, komunikasi mereka pun terputus begitu saja, dan hari ini mereka bisa dipertemukan kembali. Lily hanya sering melihat berita dari media-media, tentang sahabatnya yang kini sukses menjadi musisi terbaik dunia.


***

__ADS_1


__ADS_2