Belenggu Rasa

Belenggu Rasa
Nyonya Tiger


__ADS_3


(Nyonya Tiger)


Lily berjalan ke arah pak Ming yang berdiri di depan pintu utama. "Pak Ming, boleh aku mengambil beberapa bunga di taman untuk aku rangkai?," tanya Lily lembut. "Tentu saja nona, saya akan mempersiapkan semua yang anda butuh kan." Jawab pak Ming dengan senyum hangtanya.


"Aku butuh keranjang, gunting, beberapa vas bunga, 2 cangkir teh dan seorang teman bicara perempuan," jawab Lily antusias. "Tentu saja nona, saya akan mengutus salah satu pelayan perempuan untuk menemani dan membantu anda," jawab pak Ming lembut.


Lily sedang berjalan di taman, bersama seorang pelayan wanita yang membawa keranjang. "Selamat pagi nona muda," sapa para tukang kebun yang langsung menundukkan badan, memberi hormat. "Selamat pagi, silahkan di lanjutkan, aku hanya ingin meminta beberapa bunga kalian," jawab Lily lembut.


"Tentu saja nona, silahkan nona muda memilih bunga apa pun, ini adalah taman nona muda," jawab salah satu tukang kebun yang takjub dengan kelembutan nona muda nya. Lily menepuk lembut salah satu pundak tukang kebun, "Terimakasih, selamat bekerja yah, jangan lupa untuk sarapan," ucap Lily sambil menatap para tukang kebun lainnya dengan lembut.


Lily memilih beberapa bunga, kemudian pelayan wanita tersebut menuntun Lily ke kursi taman dekat air mancur. Sudah tersedia 2 cangkir teh, makanan kecil dan beberapa vas bunga yang terisi air.


Si pelayan menuangkan teh untuk nona mudanya, "Silahkan nona muda," ucap nya hormat. Lily menjawab dengan senyum manis sambil menuangkan teh ke salah satu cangkir, "silahkan di minum juga," ucap Lily lembut sambil meletakkan di depan sang pelayan.


"Te terimakasih nona muda," jawab si pelayan dengan wajah terharu. "Iya, tidak usah sungkan, siapa nama mu?," tanya Lily lembut. "I iya nona muda, nama saya Lucyana, tapi saya sering dipanggil Ana," jawab Ana dengan canggung.


"Nama yang cantik, seperti orang nya. berapa usia mu ana?," tanya Lily sambil mulai mempersiapkan bunga nya untuk di rangkai. Ana langsung membantu nona muda nya, "terimakasih nona muda, usia saya 22 tahun," jawab Ana, "Aku lebih tua dari mu setahun, mulai saat ini jadilah teman ku," jawab Lily lembut.


Mereka berbincang dengan hangat sambil merangkai bunga. tak terasa waktu berlalu begitu cepat, mereka segera masuk ke mansion dengan membawa beberapa vas yang sudah berisi rangkaian bunga.

__ADS_1


Pak Ming langsung menyambut mereka begitu memasuki mansion, "Rangkaian bunga yang sangat indah nona, apakah menyenangkan?," sapa pak Ming. "Terimakasih pak Ming, aku sangat senang, terlebih di temani Ana yang sangat ramah," jawab Lily sambil memuji Ana.


"Saya senang mendengar nya nona, mau anda letakkan dimana?," tanya pak Ming kemudian, Lily hanya tersenyum dan terus berjalan, di ikuti Ana dan juga pak Ming.


Lily memasuki ruang kerja suami nya, meletakkan vas bunga yang dia rangkai di atas meja kerja sang suami. "Apakah dia akan menyukainya?," tanya Lily pada pak Ming dan Ana.


"Tentu saja nona muda, Dulu nyonya besar sering membuat rangkain bunga seperti ini, untuk di letakkan di ruang kerja tuan besar dan ruang belajar tuan muda." Jawab pak Ming.


Mereka lalu beranjak ke ballroom tempat piano berada, Lily menaruh satu vas bunga di atas piano. Sisa 3 vas bunga lagi, "Aku akan membawa satu ke kamar, yang ini untuk ruang kerja pak Ming, dan yang ini untuk teman baru ku Ana," jawab Lily lembut sambil mengambil satu vas bunga.


Pak Ming dan Ana menatap Lily penuh haru, pak Ming mengingat mendiang nyonya besarnya yang berhati lembut sama seperti Lily. Begitu pun Ana yang merasa kehangatan di hatinya, selama dia bekerja di mansion ini, suasana sangat dingin dan belum pernah menemui kerabat tuan mudanya yang berhati lembut.


Usai mereka mengucapkan rasa terimakasih tulusnya, Lily lalu beranjak ke kamar, dia meletakkan vas terakhir di atas nakas samping tempat tidur nya dan Tiger. Lily mengambil Hp nya yang terletak di dalam nakas, terlihat ada 3 panggilan tidak terjawab dari suaminya.


Tiger : Kenapa tidak menjawab telfon dari tadi?!. (dengan suara datar yang terdengar gusar)


Lily : Maaf sayang, tadi aku sedang di taman (dengan suara lembut)


Tiger : (Menarik nafas berat) Jangan buat aku khawatir sayang.


Lily : Iya sayang aku minta maaf. Sudah makan siang?

__ADS_1


Tiger : Belum, selesai rapat baru makan. aku akan menutup telfon.


Lily : Iya sayang, langsung makan setelah rapat yah. (dengan suara yang sangat lembut)


Tiger : Iya sayang. Sudah waktunya makan siang di rumah. Tutup telfon dan langsung ke ruang makan. (perintahnya dengan lembut)


Lily : Iya sayang, aku langsung ke ruang makan.


***


Tiger menutup telfon dengan garis bibir melengkung ke atas. "Apa yang membuat wajah anda begitu bahagia sekarang?," tanya Stev yang melihat perubahan wajah tuan nya. Karena sedari tadi Tiger sangat gusar, saat tidak bisa menghubungi sang istri.


"Menikah lah dan kau akan mengerti," jawab Tiger datar dengan senyum yang masih menghiasi wajah nya.


"Berhenti menyuruhku menikah, aku tidak akan menikah!, aku akan selalu di samping anda," jawab Stev dengan wajah dingin nya. Tiger langsung menatap tajam ke arah Stev. "Jangan membuat ku merasa takut pada mu, aku sudah beristri dan aku normal!," jawab Tiger dengan tampang serius.


"Jangan salah paham, bukan berada di samping anda yang seperti itu...", belum selesai Stev menjelaskan, Tiger sudah beranjak dari duduk nya dan melangkah ke arah ruang rapat, dengan langkah acuh.


"Anda jangan salah paham, saya juga masih normal!," Suara Stev yang teriak putus asa sambil mengikuti tuan nya. semua pegawai yang berada di sekitar mereka langsung memandang ke arah mereka berdua, dan mulai berbisik-bisik.


Tiger mengalihkan pandangan nya ke arah Stev, "Kau mau mati?!," dengan suara datar namun tajam, kemudian melanjutkan langkahnya ke ruang rapat. "Apa yang kalian lihat, lanjutkan pekerjaan kalian!", teriak Stev pada semua pegawai, dan berhasil membubarkan mereka.

__ADS_1


***


__ADS_2