Belenggu Rasa

Belenggu Rasa
Sisa Semalam


__ADS_3


Lily mencengkram pundak suaminya dengan kuat, saat Tiger memasukkan kejantanannya dalam l****g Lily. "Sayang!," teriak Lily menahan rasa sakit nya. "Hanya sebentar sayang, aku mohon," pinta Tiger dengan suara serak nya.


Tiger membuat gerakan yang cukup kasar, Lily mencengkram lengan, pundak hingga leher suaminya, karena dia sama sekali tidak merasakan nikmat lagi, yang ada hanya rasa sakit yang teramat sangat.


Sedangkan Tiger yang merasakan sebaliknya, terus melakukan aktifitasnya, tak peduli badan nya yang luka oleh kuku sang istri yang mencengkram nya.


"Sayang sakiiiiiiiitttt," teriak Lily sambil meneteskan air mata, "Iya sayang, sedikit lagi yah sayang," ucap Tiger lembut sambil mencium kening istrinya dan terus melakukan gerakan.


Tak lama kemudian Tiger sudah mencapai puncak hasratnya, dia lalu menindih istrinya, wajahnya tepat di pundak sang istri, masih dengan nafas berat yang terhembus.


"Sakit sayang," ucap Lily di sela isak tangisnya, "maaf sayang, sakit sekali sayang?," tanya Tiger yang mulai merasa bersalah melihat istrinya kesakitan. Lily hanya menjawab dengan anggukan kepala.


Tiger melepas penyatuan tubuh mereka, dan berbaring di samping Lily, sambil menenggelamkan wajah Lily ke pelukannya. Tangan nya terus menerus membelai kepala, pundak dan pinggang Lily, berharap bisa sedikit meredakan sakit yang di rasa istrinya. Keduanya merasa sangat kelelahan dan tertidur sambil berpelukan.


***

__ADS_1


Lily membuka mata saat sinar matahari menyentuh wajah cantiknya, dia melepaskan pelukan suaminya secara perlahan. Tiger yang terbangun karena gerakan sang istri, tetap pura-pura tidur sambil memperhatikan gerak gerik sang istri.


Lily melangkah perlahan ke arah kamar mandi dengan tubuh putih bersih, polos tanpa sehelai benang, dan rambut panjang yang terurai berantakan namun memberi kesan sexy pada wajah cantik nya. Tiger menikmati sosok indah sang istri, dengan senyum yang terukir di wajah tampan nya.


Lily memutar lagu indah dari Barbra Streisand dan Chris Pine, yang berjudul "I'll Be Seeing You I've Grown Accustomed To Her Face", dari speaker Ultimate by Transmission Audio, yang terpasang di setiap sudut ruang mansion tersebut.


Dia berendam di dalam bathup, menikmati Alunan musik yang menenangkan hatinya, sambil membersihkan tubuh nya.


Sedangkan Tiger bangkit dari baring nya, melihat sinar matahari dari jendela yang menyilaukan, sambil menikmati alunan musik yang di putar istrinya. Dia melihat ada bercak darah di kasur sisa semalam.


Tiger lalu meraih gagang telfon, memerintah pelayan untuk membersihkan kamar sebelum istrinya selesai membersikan diri. Dia lalu melangkah ke arah kamar mandi.


"Sa sayang?," Lily kaget mendapati suaminya sedang melangkah ke arahnya, dan memasuki bathup. Tiger menarik Lily kedalam dekapannya, di sandarkan tubuh Lily pada dada nya, sambil memeluk pinggang sang istri, dan mencium lembut puncak kepala istrinya.


"Terimakasih untuk semalam sayang," ucap Tiger lembut, "i iya sayang," jawab Lily dengan wajah yang memerah menahan malu.


Tiger membantu mandi sang istri, tak ada keinginan lain selain memberikan kehangatan kasih sayang untuk istrinya. Setelah selesai mereka ke closetroom untuk memakai pakaian.

__ADS_1


Lily menyiapkan baju sang suami, seketika matanya membulat saat mendapati lengan, pundak dan leher suaminya yang penuh dengan luka cakaran. "Sa sayang, maafkan aku," ucap Lily sambil memeriksa luka suaminya.


Tiger langsung melihat pantulan lukanya dari cermin, tak ada raut marah sedikitpun, dia langsung mencium bibir dan kening istrinya, "tidak apa-apa sayang," ucap Tiger dengan lembut.


Lily lalu mengambil kotak P3K dan mengoleskan obat pada luka suaminya. Setelah itu mereka saling membantu berpakaian dan keluar dari ruang baju. Kamar sudah kembali rapi, dan mereka beranjak bersama ke ruang makan untuk sarapan.


***


Tiger sedang berada di dalam mobil bersama Stev, sedari tadi dia terus tersenyum sambil melihat ke arah jendela. Stev yang melihat tuan nya dari kaca mobil merasa bahagia, mendapati tuan nya yang terlihat sedang bahagia.


Namun seketika matanya membulat melihat luka cakaran di leher tuan mudanya. "Ada apa dengan leher anda tuan?, kita harus segera ke rumah sakit!," ucap Stev panik. "Tidak usah berlebihan Stev, ini adalah mahakarya istriku," jawab Tiger dengan wajah tersenyum.


"Bagaimana anda bisa menyebut sebuah luka adalah mahakarya?," tanya Stev yang kebingungan dengan jawaban tuan nya. "Menikah lah Stev, cari lah istri, kau akan mengerti apa maksudku." Jawab Tiger sambil tertawa kecil.


"Aku sungguh tidak mengerti maksudmu tuan, dan apa? menikah?, aku tidak akan menikah, sampai menemukan wanita yang bisa menerima kau sebagai prioritas utama ku." Stev.


***

__ADS_1


__ADS_2