
"Pak Ming, apakah dirumah ini tidak ada piano?," tanya Lily saat mendapati pak Ming di depan pintu. "Ada di ballroom, nona muda ingin kesana?," tanya pak Ming.
"Rumah ini punya ballroom?," tanya Lily keheranan. "Iya nona, tuan muda kadang mengadakan pesta kecil-kecilan untuk menyambut kerabat jauh atau rekan bisnis yang berkunjung ke sini," jelas pak Ming. "Antar aku ke ballroom pak," pinta Lily.
Setelah melewati beberapa ruangan mereka sampai di ruangan yang di tuju. Hanya ada sebuah piano di tengah ruangan dan sebuah sofa di sudut ruangan.
Lily berlari ke arah piano seperti anak kecil yang baru saja menemukan permen. "Boleh aku memainkan nya pak?," tanya Lily penuh harap. "Silahkan nona muda. saya akan meminta pelayan membawakan teh dan makanan kecil untuk nona." Ucap pak Ming.
Lily mulai memainkan lagu-lagu kesukaan nya. Mansion yang biasanya sepi, hari itu seakan hidup dengan dentingan piano Lily yang indah. Para pelayan menikmati nada-nada yang terlantun.
Tak luput pak Ming pun terhanyut akan buaian nada indah.
"Terimakasih sudah hadir di rumah ini nona muda, terimakasih sudah membuat mansion ini menjadi hidup. Entah sudah berapa lama suasana hangat hilang dari rumah ini. Semoga kehadiran nona muda bisa merubah keadaan menjadi lebih baik." Pak Ming.
***
Sementata di kantor Tiger sedang gusar karena sedari tadi tidak ada pesan atau telfon dari istrinya, sudah 3 panggilan tak terjawab dan tidak ada balasan dari Lily.
"Cari tau kenapa Lily tidak menjawab telfon ku!." Perintah Tiger pada Stev dengan wajah kesal. "Baik tuan," jawab Stev.
__ADS_1
Stev lalu menelfon pak Ming, Hanya 2 kali nada tunggu dan pak Ming sudah menjawab telfon. "Selamat siang sekertaris Stev," sapa pak Ming. "Di mana nona muda?," tanya Stev langsung pada intinya.
"Nona muda sedang bermain piano di ballroom." Jawab pak Ming. "Baik lah pak," jawab Stev lalu mematikan telfon.
"Nona sedang di bermain piano di ballroom tuan." Stev memberitahukan informasi yang di dapat. "Baik lah," jawab Tiger dengan wajah legah. "Setelah rapat aku ingin langsung pulang," ucap Tiger kemudian.
"Entah apa yang salah dengan otak ku, aku ingin terus melihat wajahnya." Tiger.
***
Lily kembali duduk di kursi piano setelah mandi sore. Dia tidak tau apa yang harus dia lakukan, tak ada teman bicara. Satu-satunya hal yang membuat dia bahagia hanya bermain piano.
Lily sedang memainkan salah satu mahakarya Tchaikovsky - Swan Lake dengan indahnya. Tiger baru saja memasuki mansion di sambut oleh Pak Ming.
Cahaya bulan yang menyusup dari jendela-jendela menyentuh sebagian tubuh dan wajah sang istri yang terlihat cantik malam ini dengan balutan gaun vintage style motif bunga-bunga. Ditambah rambut indah panjang yang di biarkan terurai begitu saja.
Tiger melangkah masuk perlahan kedalam ballroom dan duduk di sofa sudut ruangan, menikmati keindahan yang terpampang nyata di hadapannya.
"Kau begitu indah sayang, beruntuntungnya aku dapat memiliki mu." Tiger.
***
__ADS_1
Stev sedang berdiri di luar ruangan, menunggu perintah dari tuan nya.
"Entah sudah berapa lama rumah ini terasa mati, kini hidup kembali. Tak butuh waktu lama dan anda sudah mencuri hati tuan muda. Semoga kalian selalu berbahagia." Stev.
***
Lily kaget mendengar suara tepuk tangan di akhir tuts yang dia sentuh. Dia lalu berbalik ke asal suara. "Sayang? sudah pulang?," tanya Lily hendak bangkit dari duduk nya.
"Mainkan 1 lagu lagi. aku masih ingin mendengarnya," pinta Tiger. "Baik lah sayang, ini khusus buat mu," ucap Lily dengan senyum hangatnya.
Lily kembali meletakkan jemarinya di atas piano, terdengar dengan lembut lantunan La La Land - "Mia & Sebastian's theme" scene.
Tiger melangkah ke arah Lily, dia mengecup puncak kepala istrinya. Dia berdiri tepat dibelalang Lily, menikmati dentingan piano sambil membelai lembut rambut sang istri.
Lily langsung bangun dari duduknya setelah menekan tuts terakhir, Tiger langsung meraih leher jenjang sang istri dan me****t bibir nya dengan lembut, Dia baru melepaskan bibir nya saat Lily mulai kehabisan nafas.
"Kau hanya milik ku sayang," Ucap Tiger sambil menatap lekat kedua mata istrinya. Lily merasakan sesuatu yang hangat menyelinap di relung hatinya. "Iya sayang, aku hanya milik mu," jawab nya dengan tatapan haru.
"Berjanjilah kau tidak akan meninggalkan ku, kau tidak akan membuat ku merasa kehilangan lagi," Tiger ingin memastikan dia tak salah menyerahkan hatinya, dia ingin memiliki dan menyimpan harapan dengan utuh pada diri seseorang dan itu adalah Lily.
"Kau sudah menjadi rumah ku sayang, di sisi mu tempat aku tinggal." Jawab Lily yang mulai merasa sangat nyaman dengan perasaan nya.
__ADS_1
Tiger lalu memeluk istrinya dengan erat. "Kita ke kamar yah sayang, aku akan menyiapkan air hangat untuk mu, kamu harus istirahat," ucap Lily di sela pelukan. "Iya sayang." Jawab Tiger.
***