
Perbincangan di ruang keluarga berjalan sangat hangat, bunda lalu mengajak semua untuk berpindah ke ruang makan menikmati makan malam.
"Ambil kan nasi untuk kak Tiger sayang", pinta bunda, "iya bunda" Lily lalu mengambil piring Tiger yang duduk disamping nya, "Cukup kak?" tanya Lily lembut, "iya," jawab Hiro dengan suara datar dan senyuman. " Mau lauk yang mana?," tanya Lily kemudian, "Aku mengikuti pilihan mu," jawab Tiger lembut. "Selamat makan kak," ucap Lily setelah selesai menyiapkan makan Tiger.
"Mereka serasi sekali yah sekertaris Stev?," tanya bunda pada sekertaris Stev dengan senyum hangat, "Iya nyonya, sangat serasi," jawab Stev kemudian. Lily melihat bunda menyiapkan makan untuk untuk ayah, kemudian dia mengambil piring Stev karena merasa Stev sendirian.
"Tidak apa-apa nona muda, biar saya sendiri," cegah Stev merasa tidak enak, namun Lily sudah mengisi makanan di piring nya. "Selamat makan sekertaris Stev," ucap Lily di iringi senyum manis. "Terimakasih nona muda," jawab Stev dengan senyum hangat.
Saat makan malam berlangsung ayah meminta Tiger dan Stev untuk menginap di kediaman mereka. Tiger pun menerima permintaan tersebut.
Bibi sedang mempersiapkan kamar tamu, Ayah, bunda, Tiger, dan Stev sedang duduk santai di taman belakang rumah sambil melihat cahaya bulan. tak lama kemudian Lily muncul membawa potongan buah segar untuk mereka.
__ADS_1
"Saya ingin segera menikahi Lily, kamu bersedia Lily?," ucap Tiger menyampaikan maksud hati. "Lily mengikuti keputusan ayah dan bunda saja kak," jawab Lily sambil menundukkan wajah. "Ayah dan bunda menyetujui nya nak." Jawab ayah.
"Baik lah, minggu depan kami akan menikah." ucap Tiger, semua orang disitu langsung menatap Tiger dengan wajah keheranan. "Minggu depan kak?, bukan kah kita harus saling mengenal dulu?," tanya Lily tak mamu membendung rasa heran nya.
"Aku mempercayai pilihan orang tua ku, aku juga mempercayai orang tua mu." Jawab Tiger mantap. "Tapi kak...," belum sempat Lily menyelesaikan omongan nya Tiger sudah memotong, "dan aku percaya kepitusan ku." Jawaban nya membuat Lily dan semua yang ada disitu tak mampu berkata apa-apa lagi.
Setelah berfikir panjang Lily mengajukan syarat, bahwa acara pernikahan harus dilaksanakan di daerah tempat tinggal nya, dia tidak ingin pernikahan yang mewah dan ramai. Tiger menyetujui dan kesepakatan pun mencapai keputusan final.
***
Setelah sarapan pagi, Tiger dan Stev pamit untuk pulang, karena besok ada acara penting yang tidak bisa di tunda.
"Kami pamit ayah, kami pamit bunda," pamit Tiger sambil memeluk bunda dan ayah, Stev juga melakukan hal yang sama, karena bunda dan ayah juga menggap Stev sama seperti Tiger. Tiger kemudian mencium kening Lily, "aku pamit" Ucap Tiger dengan tatapan hangat ke arah Lily sambil mengelus puncak kepala Lily. Lily yang tersipu malu hanya menunduk dan membalas dengan anggukan kepala. Kemudian mobil mereka pun berlalu pergi.
__ADS_1
***
Pak Ming selaku kepala pelayan mansion sudah menunggu di depan pintu rumah utama untuk menyambut tuan Tiger dan sekertaris Stev. "Selamat datang," sambut pak Ming, "bagaimana urusan tuan dan sekertaris Stev?," tanya pak Ming kemudian.
"Semua berjalan lancar, minggu depan kita akan kedatangan nona muda," jawab Hiro sambil tersenyum. "Istirahat lah disini Stev," perintah Tiger. "Baik tuan," jawab Stev kemudian dan berlalu menuju ke kamar tamu.
Tiger dan pak Ming menaiki lantai dua, pak Ming membuka pintu kamar Tuan muda nya, menerima jas dan membuka sepatu tuan nya, kemudian menyimpan sepatu pada tempatnya, meletak kan jas ditempat pakaian kotor dan menyiapkan air hangat. dia lalu menghampiri tuan nya yang sedang duduk di sofa kamar.
"Saya pamit untuk menyiapkan hidangan makan malam anda tuan", ucap pak Ming. "Aku sudah makan tadi, aku ingin istirahat sekarang" cegah Tiger. "Baik tuan, selamat beristirahat" pamit pak Ming.
Tiger beranjak ke kamar mandi untuk membersihkan diri. dan mengenakan piyama tidur. Kemudian dia menaiki tempat tidur kemudian terlelap.
***
__ADS_1