Belenggu Rasa

Belenggu Rasa
Ijin Bekerja


__ADS_3


"Hentikan tuan!, anda menyakiti nona muda!," Ucap Stev yang mulai khawatir dengan kondisi nona mudanya. "Sa sayang, sakiiittt... hiksss... hiksss," Lily menatap sendu suaminya, dia benar-benar marah, tapi dia juga takut dengan amarah suaminya. yang ada di pikirannya hanya, dia harus mengalah saat ini.


Tiger langsung melonggarkan cengkramannya, dia membelai lembut pipi istrinya, tersirat rasa penyesalan yang enggan di ungkapkan.


"Kemari," ucap Tiger dengan nada datar sambil membuka tangannya, pertanda dia ingin Lily memeluknya.


Dengan nyali yang tersisa, Lily beranjak memeluk lelakinya, perasaan takut sedikit demi sedikit berubah menjadi hangat. "Jangan buat aku marah lagi," ucap Tiger menaruh dagu di puncak kepala Lily, sambil mengelus lembut rambut sang istri. Lily hanya mengangguk tanda mengerti.


***


Keduanya saling berpelukan sampai mobil mereka terparkir di depan mansion. Setelah menyapa pak Ming dan memerintah Stev untuk pulang, Tiger dan Lily langsung beranjak ke kamar.


Lily melayani suaminya seperti biasa. "Sayang, air nya sudah siap," ucap Lily usai menyiapkan air mandi untuk suaminya.


Tiger beranjak ke kamar mandi, "ikut aku," perintah Tiger sambil terus melangkah memasuki kamar mandi.


"Apa maksudnya menyuruh ku ikut?". Lily.


"Sayang, cepat kemari!," suara Tiger mulai meninggi. "I iya sayang," Lily langsung menyusul suaminya ke kamar mandi.


Lily melihat pundak suaminya yg yang membelakanginya sedang berada di dalam bathup. "Lepaskan pakaian mu, dan kemari." Perintah Tiger.


Wajah Lily memerah, menahan malu. "A aku a akan mandi setelah sayang," balas Lily dengan menundukkan wajah.

__ADS_1


"Jangan melawan sayang," balas Tiger lagi, tanpa menoleh ke arah istrinya. Wajah Lily yang berdiri di belakang Tiger sudah makin memerah bagai udang rebus.


"Sayang!," panggil Tiger dengan suara yang makin meninggi. "I iya sayang," Lily menjawab dengan kikuk.


Tiger mengganti posisi duduk dalam bathup, dia bersandar ke posisi dimana kini dia bisa melihat istrinya yang berdiri tepat di hadapannya.


Lily hampir mati menahan malu di buat nya, bagaimana dia bisa melepas bajunya dengan tatapan suaminya. "Lepaskan baju mu," ucap Tiger dengan nada datar namun penuh penekanan.


Lily melepas pakaiannya dengan perlahan, Tiger masih menatap dengan tatapan yang tidak bisa diartikan, wajahnya sangat datar, tak ada sama sekali ekspresi yang ditunjukkan.


Hanya dalaman yang tersisa di tubuh Lily. "Cepat lepaskan dan kemari." Ucap tiger dengan datar. Lily melepas dalaman nya sampai tak ada lagi sehelai benang pun di tubuhnya.


"Indahnya. Tak akan ku biarkan seorang pun menyentuh mu, bahkan seujung kuku pun. Aku akan membunuh mereka yang berani menyentuh milikku." Tiger.


Lily berjalan perlahan ke arah suaminya dengan menundukkan wajah. Rambutnya yang berantakan saat melepas gaunnya tadi, benar-benar makin membuatnya tampak cantik.


"Kemari," ucap Tiger sambil menyandarkan tubuh Lily ke dada bidangnya. tangan kirinya melingkar memeluk leher Lily sambil mencium aroma bunga pada rambut Lily, tangan kiri Lily membelai lembut tangan kiri suaminya.


sedangkan tangan kanan Tiger menggenggam tangan kanan Lily dan di lingkarkan ke atas perut rata Lily.


Lily merasa nyaman berada dalam dekapan sang suami. "Sayang," panggil Lily dengan suara yang begitu lembut, "iya sayang?," jawab Tiger tak kalah lembut.


"Maaf sudah membuat sayang khawatir," ucap Lily dengan sangat lembut hingga terdengar begitu manja dipendengaran Tiger. "Lihat aku", pinta Tiger dengan lembut.


Lily mendongakkan kepalanya dan menatap mata suaminya. Tiger lalu menunduk dan mencium lembut bibir istrinya.

__ADS_1


Tiger makin memperdalam ciumannya, di sambut Lily yang membuka mulutnya, hingga mereka saling me****t bibir satu sama lain. tangan kiri tiger yang tadi melingkar di leher Lily kini turun mer***s lembut area sensitif bagian atas Lily.


sedangkan tanga kanan Tiger mulai turun membelai pangkal paha istrinya dengan lembut, hingga mengelus dengan lembut di daerah kewanitaan Lily.


Lily merasa bagian bawah suaminya mengeras, dia pun terbuai dengan belaian suaminya, terdengar suara desahan Lily di sela ******* bibir Tiger, Membuat Tiger makin memanas dengan hasrat yang ada.


"Sayanghhh aahhh," suara manja Lily saat tiger mempercepat gerakan tangannya di daerah kewanitaan Lily.


"Kali ini tidak akan sesakit pertama," ucap Tiger yang sudah tidak tahan mendengar suara sang istri. "Iya sayang," balas Lily sambil mengangguk.


Tiger mengangkat sedikit tubuh Lily dan memasukkan miliknya kedalam milik Lily dari belakang. Lily masih merasa kesakitan, Tiger dengan lembut kembali membelai daerah kewanitaan Lily.


Saat Lily mulai menikmati, tangan Tiger memegang pinggul Lily, dan menggerakkan tubuh Lily, dengan gerakan naik turun secara perlahan.


Rasa sakit Lily kini berubah menjadi rasa nikmat, dia mulai mendesah hingga badannya kini bergerak sendiri tanpa dipandu Tiger.


Suara desahan mereka saling bersahutan, seiring permainan mereka yang makin memanas. hingga beberapa lama berlalu dan keduanya mencapai puncak kenikmatan yang luar biasa berdua.


***


Lily masih menunduk malu sambil mengenakan pakaian tidurnya, usai membersihkan diri bersama Tiger.


Dia enggan menatap wajah suaminya di closetroom. Dia masih terbayang aktifitas mereka tadi, dimana dia dengan tidak sadar membuat gerakan-gerakan memalukan karena begitu menikmati.


Tiger yang sudah selesai berpakaian melangkah ke arah istrinya. Dia menyentuh lembut dagu istrinya dan mengangkat wajah Lily untuk memandang dirinya.

__ADS_1


"Tadi sungguh nikmat sayang. Kau boleh bekerja, namun kau sudah harus ada dirumah sebelum aku pulang." Tiger lalu mencium kening Lily dan beranjak keluar closetroom.


***


__ADS_2