
Ayah sedang membaca buku diruang keluarga sambil menikmati lantunan gitar classic berjudul Solenzara dari gramaphone nya, bunda sedang membantu Lily bersiap-siap di lantai atas. hari itu lily tampak cantik dan anggun dengan balutan gaun putih tanpa lengan dan riasan natural.
"cantik nya anak bunda" bunda menatap kagum pada putrinya, "gaun nya cantik yah bunda" sambut Lily dengan masih bercermin melihat bayangan dirinya.
"itu gaun yang bunda pakai waktu bunda dilamar ayah, bunda simpan dengan baik karena itu adalah kenangan indah yang selalu bunda simpan dala hati. hari ini kamu pakai untuk bertemu calon suami kamu, kamu cantik sekali nak", jawab bunda dengan mata berkaca-kaca dan memeluk Lily.
"Lily sayang bunda." Lily membalas pelukan bunda, "iya sayang, bunda juga sayang kamu. ya sudah lanjut siap-siap, sebentar lagi kak Tiger sampai." jawab bunda dan melepas pelukan nya.
***
"Tuan yakin akan melakukan pernikahan ini?, Tuan belum mengenal kepribadian nona Lily," tanya Stev dengan nada khawatir dari balik kemudi, karena sore itu dia dan Tuan muda Tiger sedang berada di dalam mobil menuju ke rumah nona Lily.
"Ini adalah keinginan orangtua ku Stev. Kau tau aku tidak lagi percaya pada wanita, tapi aku percaya pada keinginan orangtuaku." Jawab Tiger.
Flashback :
__ADS_1
Setelah mendengar jawaban Tiger, Stev kembali mengingat alasan Tiger tidak mempercayai wanita. tanpa di ketahui media, Tiger pernah menjalin kasih dengan seorang model cantik bernama Rose Chiel.
Hubungan mereka sudah berjalan selama 3 tahun secara sembunyi-sembunyi. Tiger sangat yakin dengan hubungan nya dan berniat melamar Rose.
Sampai pada suatu hari Tiger pergi ke luar negeri menyusul Rose yang sedang melakukan pemotretan. Tiger berniat untuk memberi kejutan pada kekasih nya, namun setelah sampai di hotel tempat Rose menginap, Tiger melihat Rose sedang bersama pria lain yang sedang tidur di atas kasur hanya menutupi tubuhnya dengan selimut.
Saat itu juga Tiger mengakhiri hubungan nya, dan kehilangan kepercayaan akan cinta dan perempuan. Stev menjadi saksi betapa hancur nya Tiger saat itu, dan butuh waktu lama untuk memulihkan hatinya.
Flashback Off.
***
"Lagi baca apa yah?" tanya bunda langsung duduk di samping ayah. belum sempat ayah menjawab, terdengar suara mobil yang memasuki halaman rumah. "itu Tiger bunda, yuk keluar" ajak ayah antusias menjemput calon mantunya.
Ayah dan bunda sudah berada di depan pintu rumah menyambut kedatangan tamu istimewa. mereka basa basi sebentar dan langsung masuk menuju ruang keluarga.
"Bagaimana perjalanannya kalian tadi?," tanya bunda membuka obrolan, "aman bunda," jawab Tiger sambil tersenyum hangat, "aman nyonya, terimakasih sudah bertanya." jawab sekertaris Stev sopan.
__ADS_1
Obrolan mereka pun berlangsung dengan hangat, di iringi lagu-lagu lawas yang terlantun perlahan dari gramaphone ayah.
"Lily di mana bunda? ayah?," tanya Tiger setelah menyadari sosok calon istrinya belum juga muncul. Tak lama kemudian bibi menganyar minuman dan cemilan untuk semua. "Bi, tolong panggilkan Lily yah" pinta bunda usai bibi menghidangkan jamuan. "baik nyonya", bibi langsung naik ke lantai atas untuk menemui nona muda nya.
tak lama kemudian Lily turun perlahan dari tangga dengan gaun putih tanpa lengan, dengan rambut yang sengaja tidak terlalu dirapikan dan di iringai lagu Strangers In The Night - Frank Sinatra yang terlantun perlahan dari gramaphone ayah.
Semua mata tertuju pada nya dengan tatapan kagum tak terkecuali si pria arogant Tiger, dia menyembunyikan rasa kagumnya dengan sempurna dibalik wajah dingin nya.
"sangat cantik". Tiger.
Lily mulai salah tingkah dengan tatapan semua orang di ruang keluarga, terlebih saat dia melihat wajah Tiger dan Stev yang menatapnya tanpa ekspresi.
"Apakah mereka tidak suka melihat ku? ada apa dengan mereka, apakah dandananku aneh?". Lily.
Bunda langsung menghampiri Lily dan membawanya duduk di sofa, berhadapan langsung dengan Tiger. "Sayang, ini adalah kak Tiger calon suami mu," ucap ayah saling memperkenalkan kembali keduanya. "Dan di samping kak Tiger adalah Sekertaris Stev," lanjut ayah memperkenalkan.
Lily lalu bangkit dari duduk nya sebentar untuk berjabatan tangan dengan mereka berdua. "Apa kabar Lily?," tanya tiger, "Baik kak, apa kabar juga?," Lily bertanya balik. "Sama seperti mu," jawab Tiger dengan tersenyum.
__ADS_1