Belenggu Rasa

Belenggu Rasa
Rumah Kita


__ADS_3


Cahaya matahari pagi menembus masuk dari sela-sela jendela kamar Lily, dia membuka matanya perlahan, melihat ke arah jendela, sambil menikmati lantunan lagu Someday My Prince Will Come oleh Barbra Streisand yang di putar entah oleh ayah atau bunda.


Rumah Lily memang tidak pernah sepi dengan musik, maklum semua penghuni rumah adalah musisi.


"Bisa-bisanya aku bermimpi sudah menikah... hah mimpi yang indah,". Batin Lily.


Lily menggeliat dengan dress tidur berlengan tali dan mini hingga hampir memperlihatkan dalamannya, selimut yang menutup dirinya sudah jatuh di lantai saat dia menari di atas kasur sambil tiduran dengan turut menyanyikan lagu yang terlantun perlahan.


"Kau sedang menggodaku sayang?," sebuah suara berat menghentikan aktifitasnya. Dengan jantung yang berdebar kencang Lily langsung bangun dan terduduk sambil membalikkan badannya, menoleh ke asal suara.


Matanya membulat sempurna saat mendapati sosok Tiger sedang duduk di kursi yang ada di sudut kamar Lily sambil memegang sebuah buku.


"Ya Tuhan aku tidak bermimpi, aku memang sudah menikah. situasi memalukan apa ini, apakah dia melihat semua yang ku lakukan tadi?, mau di taruh dimana muka ku?, aku ingin menghilang saja Tuhan." Lily.


Tiger melangkah perlahan ke arah Lily dan duduk di sisi tempat tidur. Dia menatap Lily dengan hangat sambil mengelus pipi Lily, "bersihkan dirimu dan sarapan nyonya Tiger, kita harus pulang ke rumah, aku ingin melihat adegan tadi nanti malam." Goda Tiger, lalu mengecup bibir Lily dan berjalan keluar dari kamar.


Lily lalu segera menyadarkan dirinya, dia melihat sarapan yang sudah ada di meja samping kasurnya, pertanda dia telah melewati sarapan pagi itu.

__ADS_1


Dia lalu menghabiskan sarapannya dan bergegas untuk membersihkan diri. Usai mandi dia langsung mengenakan dress yang entah disiapkan oleh siapa dan berdandan sedikit.


***


Tiger sedang di ruang keluarga bersama Stev, ayah dan bunda. "Kami harus segera pulang, saya tidak bisa lama-lama meninggalkan pekerjaan," ucap Tiger sopan pada ayah dan bunda.


Rombongan pak Ming dan pelayan sudah lebih dulu pulang dengan membawa barang bawaan tuan nya dan nona muda nya yang sudah disiapkan bunda. mereka harus sampai rumah lebih dulu untuk menyambut kedatangan tuan beserta nona muda mereka.


Lily turun dari tangga dengan dress motif bunga-bunga yang senada dengan warna kulitnya, dia melangkah ke arah ruang keluarga saat mendengar suara ayah dan bunda nya disana. "Sudah siap sayang?," suara Tiger yang lebih dulu menyambutnya, "Iya sudah," jawab Lily masih dengan rasa malu mengingat adegan memalukan nya tadi.


Setelah berbincang sebentar mereka pun pamit di antar oleh ayah dan bunda ke depan pintu rumah. "Jaga Lily baik-baik yah nak Tiger," pesan ayah sambil memeluk menantunya. "Bunda percayakan Lily pada mu ya sayang," ucap bunda kemudian sambil memeluk Tiger. "Iya ayah, bunda. Saya akan menjaga Lily dengan sebaik mungkin." ucap Tiger.


"Ayah, bunda... Lily pamit, Lily akan sering-sering pulang ke sini, ayah sama bunda juga janji harus sering-sering pergi ke rumah kak Tiger untuk ketemu Lily," ucap Lily pada ayah bunda nya sambil menitikkan air mata. "Rumah kita sayang," ralat Tiger sambil merangkul istrinya. Lily lalu memeluk kedua orangtuanya. "Kamu baik-baik yah sayang, kami akan sering-sering berkunjung." ucap bunda.


***


Tiger menggenggam tangan istrinya dan berjalan memasuki rumah dengan Stev yang berjalan di belakang mereka. Pak Ming sudah siap menyambut di depan pintu utama dengan senyum bahagianya. "Selamat datang Tuan muda, nona muda dan sekertaris Stev." Ucap pak Ming.


Lily lalu mengingat sosok ramah yang dulu pernah dia temui saat kecil. Dulu Lily dan orangtua nya sering ke rumah ini untuk bertemu papi dan mami. saat acara pernikah kemarin Lily tidak melihat pak Ming karena pak Ming sangat sibuk memberikan instruksi dan mengurusi kelancaran acara pernikahannya.

__ADS_1


"Pak Ming?!!!," ucap Lily setengah teriak sangking senangnya. Beliau adalah sosok ramah yang sering memberikan makanan lezat, menemani Lily dan mengajak nya berjalan ditaman saat orangtuanya sibuk berbincang-bincang. Karena saat itu Tiger bak pangeran es yang sangat tidak ramah dan bersahabat.


"Saya nona muda, senang menyambut anda di rumah ini. semoga selalu berbahagia," ucap pak Ming dengan ramah. Lily lalu memegang tangan pak Ming dan merasa bersyukur setidaknya masih ada pak Ming sosok ramah di rumah besar ini yang akan menemani nya.


"Aku senang bisa bertemu lagi dengan pak Ming, terimakasih dulu selalu menemani ku saat berkunjung ke sini. Aku merindukan cokelat ice buatan pak Ming." ucap Lily.


"Ehm! sayang," Panggil Tiger menyadarkan Lily akan keberadaan suaminya. "Saya juga senang menyambut nona sebagai nyonya dirumah ini." ucap pak Ming hangat.


Setelah menyuruh Stev untuk istirahat, Tiger, Lily dan pak Ming menuju lantai 2 ke arah kamar Tiger. Sesampainya di kamar Lily memperhatikan dengan seksama bagaimana pak Ming mengurus suami nya. Setelah itu pak Ming undur diri saat Tiger berkata ingin istirahat.


***


Tiger suda selesai membersihkan diri dan mengganti bajunya dengan baju santai, dia sedang berbaring di tempat tidur sambil memeriksa pesan di hp nya.


"Sa sayang...," Lily memanggil dari dalam closet room, Tiger langsung menuju ke sumber suara. "Ada apa sayang?," tanya Tiger. "Ini bukan baju-baju ku sayang, aku juga tidak menemukan koper ku," ucap Lily yang masih mengenakan piyama mandi usai membersihkan dirinya.


"Semua ini punya mu, segeralah memakai baju mu, kau sudah 2 kali menggoda ku hari ini," Ucap Tiger dengan senyumnya dan berlalu keluar dari closet room.


"Siapa yang menggoda mu, aku hanya bertanya," gumam Lily saat mulai memilih dan memakai baju santai nya. dia berjalan keluar dan melihat Tiger sedang berbaring memaikan hp nya.

__ADS_1


"Sedang apa disitu, kemari," perintah Tiger sambil menepuk sisi kasur di sebelahnya. Lily melangkah ke arah Tiger dan berbaring di samping Tiger.


***


__ADS_2