
(Sekertaris Stev)
Lily sedang duduk di balkon kamarnya, mendengarkan lagu-lagu lawas dari gramaphone sambil menikmati secangkir teh dan cahaya bulan.
"Benar kah aku akan menikah?, aku bahkan tidak mencintai nya. Baru kemarin aku merasakan jalan ku masih panjang, masih ada cita-cita yang ingin ku perjuangkan. Namun tanpa aba-aba Tuhan mengubah jalan takdirku seperti ini. Apakah aku akan bahagia?." Lily.
Mata Lily mulai memanas, terdapat genangan air di pelupuk matanya. Dia tak menyeka, saat ini dia sedang ingin menikmati rasa sedih nya. Perlahan airmatanya tumpah dan mengalir lembut di pipi nya.
Tak ada raut marah mau pun benci. Bibir nya melengkungkan senyum seolah berkata pada mata, semua akan baik-baik saja. Lily menghibur hatinya dengan menyanyikan lagu Erano Nuvole dari Miranda Martino saat terlantun perlahan dari gramaphone nya.
Setelah lelah meratapi nasib, dia pun berjalan menuju tempat tidur, menenggelamkan diri di dalam selimut dan terlelap.
***
Tiger dan Stev sedang duduk di dalam ruang kantor Tiger. "Kenapa anda tetap ingin bekerja hari ini tuan?, besok adalah hari pernikahan anda." Ucap Stev tak habis pikir tuan nya begitu santai menghadapi hari besar nya.
__ADS_1
"Kita akan berangkat ke sana setelah rapat Stev." Jawab Tiger menenangkan Stev. Pak Ming beserta beberapa pelayan telah berangkat lebih dulu ke vila di daerah rumah Lily.
Mereka berangkat lebih dulu untuk mempersiapkan segala keperluan Tuan mudanya. Semua kebutuhan tuan mudanya untuk acara besok juga sudah mereka bawa, sesuai instruksi dari Stev.
***
Lily dan bunda sedang bernostalgia melihat foto-foto masa kecil Lily dalam album keluarga. "Lily mau melihat foto pernikahan bunda dan ayah dulu," ucap Lily, bunda lalu mengambil sebuah album foto.
"Lily mirip bunda waktu masih muda," ucap Lily saat melihat foto pernikahan bunda dan ayah. "Tentu saja sayang, jika kamu mirip ayah mu, kamu tidak akan secantik sekarang," jawab bunda bercanda sambil tertawa.
Lily dan bunda sudah berada di dalam kamar bunda dan ayah, bunda membuka sebuah kotak tua yang lumayan besar, terlihat sebuah gaun putih yang terlipat rapi didalam kotak yang dibaluti kain bludru.
Lily lalu mencoba nya, sangat cantik dan menempel dengan pas di tubuhnya. "Bunda ingin kamu mengenakannya di hari pernikahan mu nak, tapi bunda malu menawarkan karena sudah ketinggalan jaman," ucap bunda
"Lily akan memakai gaun ini besok." Jawab Lily sambil tersenyum, bunda lalu memeluk Lily dengan hangat.
***
__ADS_1
Tiger dan Stev sudah dalam perjalanan, kemudian Hp Stev berdering, "Nona Lily menelfon tuan," ucap Stev, "Bagaimana bisa kau mempunyai nomor Hp nya?," tanya Tiger.
"Saya bertanggung jawab atas acara besok tuan, sehingga saya menghubungi nona Lily untuk mengkonfirmasi dan memberi instruksi." Jelas Stev.
"Berikan Hp mu, aku yang akan menjawab." Ucap Tiger sambil mengulurkan tangan nya, dengan cepat Stev menyerahkan Hp nya.
"Halo," Sapa Tiger, "Selamat siang Sekertaris Stev, ada yang mau saya konfirmasikan menyangkut...," Tiger langsung memotong ucapan Lily, "Ini bukan dengan sekertaris Stev, ini dengan calon suami mu," ucap Tiger.
Tak ada balasan dari seberang telfon, "Apa yang mau kau konfirmasikan?," tanya Tiger kemudian. "Aku ingin memakai gaun pernikahan bunda besok, maaf aku tidak jadi memakai gaun yang sudah di siapkan." Jawab Lily menjelaskan.
"Baik lah, jika ada hal lain yang mau kau konfirmasikan kau bisa langsung menghubungi ku." jawab Tiger, "Baik lah kak, aku permisi menutup telfon," ucap Lily kemudian hendak pamit.
"Sampai bertemu besok," ucap Tiger, "sampai bertemu besok kak," jawab Lily kemudian menutup telfon. "Seperti apa lokasi pernikahan ku besok?," tanya Tiger pada Stev. "Foto-fotonya ada dalam Hp saya tuan," jawab Stev.
Tiger melihat foto lokasi pernikahan nya. "Siapa yang memilih tempat ini?," tanya Tiger, "saya mempersiapkan sesuai keinginan nona Lily tuan," jawab Stev. "Aku suka." jawab Hiro kemudian.
***
__ADS_1