Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar

Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar
1. Wanita misterius di dalam lukisan


__ADS_3

Langkah kaki seorang gadis cantik itu terhenti. Gadis itu tersenyum bahagia karena ada seorang pria yang memakai setelan lengkap kantoran sudah menunggu di depan kampus.


Pria itu melebarkan tangan sontak gadis bernama Chayra Salsabila ini langsung bergegas memeluk pria itu.


"Aku rindu mas "


"Mas juga sayang. Padahal setiap hari ketemu tapi rasanya selalu rindu " kata pria itu bernama Ghaffar Mu'tashim Sendra.


"Ayok kita pulang "Chayra mengangguk. Keduanya menautkan tangan lalu pergi meninggalkan kampus.


Chayra berdiri di balkon kamar tengah melihat pemandangan malam angin sedikit kencang mungkin akan turun hujan.


Kedua tangan besar melingkar di pinggang Ghaffar menyembunyikan kepala di ceruk leher Chayra. "Mas "lirih Chayra karena suaminya itu mengendus sekaligus mencium daun telinga kemudian leher.


"Minta jatah sayang.. Punyaku rindu kamu pake banget loh "ujar Ghaffar.


Chayra berbalik badan. Keduanya tak lagi berbicara kini hanya bahasa tubuhlah yang berbicara sekarang.


____________________


Chayra terbangun karena adzan subuh ia menoleh ke atas suaminya masih terlelap dengan memeluknya. Chayra ingin beranjak namun ia menyadari sesuatu jika milik suaminya masih di dalamnya.


Suaminya memang selalu begitu saat mereka melakukan hubungan suami-istri suaminya itu tak mau melepas penyatuan mereka hingga pagi.


Chayra dengan sangat pelan melepas penyatuan mereka pelan...pelan...sangat pelan..Chayra terkejut saat milik suaminya di dalam kembali mengembung.


'Aishh.. '


Tubuh Chayra kemudian dibalik oleh Ghaffar. "Ahh mas "desah Chayra saat milik Ghaffar kembali menerobos masuk.


"Sempit banget sayang "


"Mas, aku mau mandi loh "


"Sekali lagi sayang "


"Tapikan "Ghaffar membungkam bibir istrinya dengan ciuman yang memabukkan.


Chayra tersenyum setelah meletakkan nasi merah di piring suaminya beserta sambal goreng kentang.


"Mas sarapan "teriak Chayra dari ruang dapur.


"Iya mama sayang "jawab Ghaffar ikut teriak.


Ghaffar menuruni anak tangga dengan tergesa-gesa. Chayra meletakkan kopi susu di meja.


"Ma, mau ayam "pinta Ghaffar.


Setelah selesai sarapan Ghaffar akan duduk di sofa ruang tamu menunggu istri mungil itu meletakkan piring kotor.


Ghaffar memayumkan bibir ia sedang buru-buru ke kantor. "Mama, papa mau berangkat kerja nih ada meeting pagi ini. Buru ma "


Iya Mas "Chayra bergegas menghampiri suaminya.


Sudah menjadi kebiasaan Chayra memasang dasi, kaos kaki dan sepatu suaminya karena Ghaffar tak bisa melakukan sendiri. Dengar-dengar sebelum menikah Ghaffar memang telah hidup menyandang anak konglomerat jadi memasang kaos kaki saja tak perlu ia lakukan cukup minta pembantu saja.

__ADS_1


"Sudah pa "ujar Chayra.


"Makasih istriku "


Ghaffar mengambil tas, lalu mengecup kening Chayra yang kemudian Chayra mencium punggung tangan Ghaffar. "Papa berangkat. Telfon kalau ada apa-apa "


"Iya mas "


"Kalau mau makan sesuatu telfon papa "


"Iya mas "


"Kalau mau jalan harus telfon papa "


"Iya mas "


"Kalau ada yang datang--------"


"Mas, banyak banget pesan nya. Katanya telat "


"Humm mas males banget ke kantor apalagi istri mas ini sendirian di rumah "


"Berangkat sana. "


Ghaffar memayumkan bibirnya.. Rasanya Ghaffar ingin sekali membawa istrinya ke manapun ia berada. "Assalamualaikum "


"Waalaikumsalam " Ghaffar mencium seluruh sisi wajah Chayra.


"I love you "


Di rumah ini Chayra di temanin oleh dua penjaga yang tinggal di post depan serta satu supir yang akan menemani Chayra kemana-mana.


Chayra menutup pintu depan.


Chayra melihat ke bingkai foto pernikahan nya dengan Ghaffar. Chayra menarik kedua sudut bibirnya.


Chayra POV


Tidak pernah terlintas dalam hidupku harus melepas masa lajang ku lima tahun yang lalu. Aku yang harusnya menikmati masa mudaku..nongkrong bersama teman-teman..pacaran..Dan duduk di bangku kuliah tapi saat itu aku justru duduk di kursi pelaminan bersama pria yang seperti kakak ku.


Namaku Chayra Salsabila saat ini usiaku 22 tahun. Orang rumah yang terdiri ayah dan kakak ku memanggilku Salsa sedangkan suamiku memanggilku mama atau Caca. Kehidupan masa sekolahku begitu membosankan. Aku anak yang berprestasi tapi tak punya teman.


Teman ? Hahaha apa itu.. Bagiku aku merasa tak butuh teman. Aku anak bungsu dari tiga bersaudara. Ibuku telah lama meninggal.


Setelah lulus sekolah aku tak kuliah karena faktor ekonomi ayahku hanya pengusaha biasa di usia yang sudah masuk kepala enam membebani dengan biaya kuliah rasanya itu ga mungkin. Lalu pelanggan ayah ku datang dia adalah Tuan Ghaffar. Awal pertemuan kami memang terbilang sangat biasa saja kami bertemu saat ia berkunjung membeli barang ayah, sampai suatu hari itu tiba aku terkejut karena Tuan Ghaffar datang melamarku tepat saat malam itu aku mengeluh pada Allah.


Bagaimana bisa aku menemukan jodoh disaat aku saja di rumah tidak bekerja atau kuliah.


Hati ku dengan mantap mengatakan iya. Karena dia adalah pria yang mapan. Aku bisa membantu ayah juga aku bisa kuliah.


Pernikahan ini menjadi keputusan yang paling berani sepanjang hidupku menikah muda. Aku tak mencintai Tuan Ghaffar saat itu namun dia baik dan bertanggung jawab. Bahkan dia memberi energi positif membantu aku yang bodoh ini kuliah tak mengerti apa-apa bagaimana dunia perkuliahan.


Pertama kali Tuan Ghaffar menyentuhku saat aku menawarkan. Dia tak pernah menyinggung soal itu aku takut jika ia jajan di luar. Kupikir suamiku itu orang yang biasa saja bekerja di kantor sudah begitu saja. Tapi setelah setahun menikah aku baru mengetahui jika dia adalah putra dari orang terkaya di Belanda. Ghaffar


Mu'tashim Sendra lama tinggal di Spanyol tapi ia lahir di Belanda. Kekayaan orang tua pun tercacat di indonesia.Dan saat ini Ghaffar sudah menduduki kursi orang terkaya begitu dengan saudara nya. Ia adalah anak kedua dari tiga bersaudara dia punya kakak cowok dan adik perempuan.

__ADS_1


Aku mencintai pria itu. Pria yang memiliki sifat baik juga dapat memperlakukan wanita sangat baik. Aku selalu bermimpi tak perlu pria tampan aku hanya ingin pria mapan, punya pengetahuan agama yang baik juga dapat memuliakan seorang wanita dan Allah mendengar doaku bahkan aku di beri suami yang posesif juga begitu tampan di usia yang akan menginjak 33 tahun.


Yahh dia menikahku saat usianya 27 tahun bisa kalian rasakan bukan bagaimana perasaan ku.


________________


Malam hari di tengah hujan yang deras, Chayra dan Ghaffar sedang duduk di ranjang saling bermesraan sembari menonton TV.


"Bagaimana kuliahmu ?"


"Lancar mas "


"Kamu tau pria yang memakai kacamata kemarin ?"


Chayra langsung mengecup bibir sang suami.


"Suamiku ini cemburuan juga ternyata "kata Chayra.


"Tidak begitu ca,Apa dia tidak tau kamu sudah bersuami ? Kulihat dia selalu saja ingin dekat denganmu. Aku jengkel sekali Ca. Kamu pindah kuliah mau ?"ucap Ghaffar membahas tentang kejadian beberapa hari yang lalu diman apri bernama Daniel itu membuat istrinya Chayra tertawa dan Ghaffar tak menyukainya.


"Mas, kalau kamu cemburu maaf yah. Nanti aku kasih tau Daniel baik-baik jika bertemu oke "


"Ca, aku memang sudah tua dan kamu masih muda juga sangat cantik sekali. Kamu baik,sopan, berbicara lembut juga sholeha mana mungkin tidak ada laki-laki yang ga mau sama kamu ca. "


"Jadi kamu takut aku tinggalin ?"


"Ca aku.."


"Mas Ghaffar setelah semua yang kita lewati. Kamu masih mikir gitu. Mas,Pernikahan kita sudah berjalan lima tahun kamu mikirnya kok gitu. Mas, aku ga pernah berpikir untuk berpaling dari kamu mas. Jangan pikirin yang aneh-aneh yah suami keren ku "


Ghaffar kemudian memeluk erat tubuh Chayra.


Kata-kata suami keren yang disematkan oleh Chayra membuat hati Ghaffar tenang. Chayra tau bagaimana cara menenangkan kecemburuan Ghaffar.


______________________________


Chayra pagi ini sedang sibuk bersih-bersih rumah. Rumah sebesar ini hanya di tinggalin oleh ia dan Ghaffar. Memang melelahkan bagi Chayra membersihkan rumah sebesar ini namun apa boleh buat suaminya itu membatasi siapa saja yang boleh masuk ke rumah bahkan penjaga di depan pun di buatkan rumah kecil lengkap dengan perabotan.


Chayra beres-beres hingga pandangan melirik ke arah pintu di bawah tangga. Di rumah ini selain penjaga Chayra pun juga puny batasan dan ruangan ini lah yang menjadi batasan Chayra, Ghaffar tidak mengizinkan Chayra memasuki pintu coklat itu dan Chayra menurut sebab siapa dia ? Dia hanya gadis biasa yang di persunting orang kaya. Jadi apapun ucapan Ghaffar Chayra harus menurut.


Namun kali ini takdir sudah menuliskan jalan yang berbeda untuk Chayra. Tanpa sadar kedua kaki itu melangkah masuk ke pintu itu. Chayra punya kunci untuk masuk ke sana.


Ruangan gelap ini tidak ada apa-apa. Bisa di bilang mirip seperti gudang tidak ada yang spesial atau istimewa tapi kenapa Ghaffar tidak mengizinkan masuk. Ruangan ini berdebu jika di biarkan bisa saja jadi kost-kost hantu yang baru.


Chayra membuka sebuah kain putih yang menutupi sesuatu. "Uhuk..uhuk..uhuk.. "


Chayra cukup terkejut melihat sebuah lukisan wanita memakai pakaian merah di sebuah taman yang bisa dikatakan disana wanita itu sedang piknik. Wanita itu membawa setangkai mawar di tangan kanan dan jam yang melingkar. Juga perut yang buncit.


"Kapan aku hamil ?"ujar Chayra. Wanita di lukisan itu mirip sekali dengan Chayra keduanya bagai pinang di belah dua namun Chayra memiliki tahi lalat di bawah matanya.


"Apa aku pernah di lukis ?"Tanya Chayra.


Rasa penasaran itu semakin menjadi Chayra mencari-cari sesuatu yang lain mungkin saja ia memiliki petunjuk.


Chayra membuka kotak yang berdebu. Banyak foto-foto wanita hamil itu, foto pernikahan hingga foto hamil.

__ADS_1


"Apa karena wanita ini Mas Ghaffar tidak memberikan izin masuk ke sini. Memang siapa dia ? Apa ada hubungan dengan Mas Ghaffar ?


__ADS_2