Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar

Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar
4. Berbagi suami


__ADS_3

Hari yang gelap dan hujan yang menguyur..


Aditya duduk di meja belajar ia mulai membersihkan buku-buku yang berserakan karena tadi di tegur oleh ibunya. Tahun depan Adit akan mengambil alih perusahaan milik Ayahnya sekaligus mengambil S2.


Adit melihat ada kotak yang ia letakkan di bawah. Adit lupa apa isi dari kotak itu.


Foto pertama di kotak itu adalah Chayra yang foto dengan menjulurkan lidahnya. Adit tersenyum foto-foto itu banyak wajah Chayra.


“Adit hari ini kamu free kan ?”Tanya Chayra pada Aditya yang baru saja hendak masuk ke dalam mobil.


“Iya ,memang ada apa ?”jawab Aditya dengan gugup.


“Kita ada tugas kelompok tiga hari lagi mau dikumpul.”


“Umm tugas apa yah ?”ucap Aditya padahal ia sebenarnya tau jika itu adalah tugas IPA. Bahkan Aditya tidak pernah lupa tentang tugas itu mengingat ia bersama dengan Chayra perempuan yang Adit sukai.


“Tugas IPA Adit. Kemarin aku lihat kamu sedang main sepak bola jadi aku berniat mengajak mu hari ini. Aku tidak punya Laptop untuk mengerjakan jadi ku tulis saja dulu kamu kerjakan sendiri atau bersama  “


Adit berusaha menormalkan degupan jantung nya.”Ayok masuk “Adit membuka pintu mobil.


Chayra tersenyum. “Terima kasih” Tanpa Chayra tau Adit tersenyum manis sehabis menutup pintu mobil.


 Ghaffar pulang dengan wajah kesal ia mengendarai mobil keluar dari kawasan kantor.


“Adit, aku haus lagi. “


“Air putih ga mau ?”Tanya Adit. Di depan Adit dan Chayra saat itu hanya ada air putih.


“Mau jus jeruk yang tadi Dit, boleh yah ?”Kata Chayra menunjukan wajah imutnya.


“Ambil sendiri yah, ada di kulkas “


Mata Chayra berbinar, “Boleh nih ? kamu ga takut ?”


“Takut apa Chayra ?”


“hehehehe ga ada apa-apa. Ya sudah dimana dapur nya ?”


“Di dekat ruang makan “


Ghaffar masuk dari ruang belakang ia terkejut melihat seorang gadis SMA sedang duduk sambil meminum jus jeruk menatap kolam renang. "Ahhh seger banget "


Setelah Raisa meninggal satu tahun yang lalu Ghaffar memilih pulang ke rumah orang tuanya.  “Kau siapa ?” Chayra menoleh.


Ghaffar terdiam melihat wajah Chayra.


Ghaffar tertegun melihat wajah gadis SMA itu wajah itu mirip sekali dengan Raisa istri pertama nya.


“Maaf ka, aku temannya Adit.”


“Kenapa kau berada di dapur ?” Ghaffar melihat adiknya sibuk mengetik di ruang tamu.


“Aku tadi mau minum kak dan Adit mengizinkan nya. Dia memintaku ke dapur sendiri “Ghaffar tak ingin membuat teman Adit takut jadi ia memutuskan membiarkan Chayra pergi.


“Kau boleh pergi “


“Permisi kak “ucap Chayra.


Adit tersenyum ia terus melihat foto-foto Chayra.


"Aditttt piket ditt "


"Duh, Chay kamu aja "


"Astaga ! Cowok kok males sih !"Chayra sudah menaruh kedua tangan pinggang.


"Justru cowok malas itu wajar "


"Cowok itu harus bertanggung jawab ! Tanggung jawab. Cepat piket "


"Ga mau wleee "


"Adit !!!" teriak Chayra yang mengejar Adit di tengah keramaian sekolah yang saat itu adalah jam pulang.


...****************...


"Adit kamu ga ngerjain pr lagi yah ! "


"Hehehe iya bu "


"Kamu itu selalu saja buat ibu jengkel. Sekarang lari dilapangan 30 kali sekarang !"


Chayra menatap miris pada Adit.


"Nih minum "


Adit mendongak dengan sambil bersandar di tiang bendera. "Lo suka gue Chay ?"Chayra melotot.


"Gilak "


"Kenapa lo beliin gue minum ?"


"Karena gue kasihan. Emang kalau cewek buat baik tuh suka gitu artinya "


"Iya "Adit meminum air yang dibawa Chayra.


Chayra menatap horor pada teman sebangku nya itu. "Kenapa loe senyam-senyum gitu ?"


"Matahari nya cantik "


"Ouh "


Elo juga cantik sih Chay.. cantik banget malahan.


"Aku ke kelas dulu, bye "

__ADS_1


"Bye sayang "


"Dih "Adit terkekeh dengan respon Chayra yang menganggap nya kuman.


...****************...


"Aduh gimana ini aku ga bawa topi lagi "panik Chayra. Sebagai siswi teladan Chayra jauh dari masalah bahkan namanya selalu tercantum di siswa berprestasi.


"Makanya kalau malem itu disiapin "ujar Adit teman haram sebangku Chayra.


"Dih ! kayak loe bawa aja lagi "


"Bawalah.. Nihh.."Adit menunjukkan topi pada Chayra.


"Tuh guru dah manggil ayok cepet "


"Lo duluan aja gue cari pinjeman topi dulu "


Chayra putus asa. Ia dengan terpaksa masuk ke lapangan tanpa topi. Saat upacara dimulai seseorang memasabgkan sebuah topi padanya.


"Loe udah gilak yah "Bukan topi sekolah atau topi anak zaman now tapi topi kerajaan iya yang seperti di pakai kerajaan.


"Astaga Adit norak banget sih !"


"Ehh gunanya topi buat apa. Buat melindungi kepala dari sinar matahari kan. Yah ini juga sama "


"Yah tapi bukan ini juga. "


"Chay jangan salah loh, Ratu Elizabeth aja pake ginian. Kali aja habis ini lo jadi anak bangsawan "


Chayra benar-benar tidak habis pikir. Adit diam-diam tertawa ngakak di lapangan bersama teman-temannya.


...****************...


"Kerja bagus ,coba lagi "ujar Adit.


Chayra menghampiri pria itu, "Kerja bagus ,Coba lagi "


"Hei !"


"Hei !"


"Kenapa kau menyalinku ?"


"Kenapa kau menyalinku ?"


"Bapak memetik apel di kebun orang lain "


"Bapak memetik apel di kebun orang lain "


"Sally menjual baju dan makanan berapa banyak yang tersisa kxkxkxkxk ckcckckkc wlee aaabbbb sana ikutin "


"Sial ! kurang ajarmu "Adit dan Chayra terkekeh.


...****************...


"Dih loe ngerjain gue lagi yah "


"Astagfirullah Chay, suudzon mulu "


"Kita ini kan kelas tiga bentar lagi ujian. Lita harus photo-photo. "Chayra pada akhirnya menyetujui daripada menunda-nunda entar makin lama urusannya.


"Takutnya elo rindu gue jadi kita foto yang banyak yah " Beberapa foto Chayra ekspresi terlihat marah dan kesal Adit tersenyum mengingat kenangan itu.


Adit tidak menyangka jika perempuan yang dicintai olehnya selama tiga tahun ini akan menjadi jodoh kakaknya. Cinta itu tak pernah hilang dan gak pernah sirna karena setelah menikah Chayra justru lebih cantik. Kakak nya Ghaffar benar-benar memperlakukan Chayra bagaikan ratu.


Entahlah bagaimana cinta mereka bersemi tapi jika dibandingkan Adit mengakui ia tidak ada apa-apa dibanding kakak nya itu. Ghaffar itu punya perusahaan sendiri, Keren, dia kaya,orang yang bertanggung jawab,dia juga selalu bisa di andalkan dan Ghaffar itu gentleman jadi sudah di pastikan Chayra bisa klepek-klepek.


Tapi yang Adit tidak mengetahui adalah bagaimana bisa Ghaffar dan Chayra punya hubungan ? Kapan Ghaffar bertemu Chayra lagi ?


..._________________...


Menu makanan terakhir telah Chayra letakkan di atas meja dengan sudut bibir menarik ke atas membentuk senyuman. Tadi malam Ghaffar baru saja pulang dari Bali selama empat hari perjalanan.


Chayra merongoh sesuatu dari balik kantung dress pink terakhir ia meletakkan kotak bewarna hitam berukuran kecil jangan lupakan sebuah pita biru yang menjadi penghias disana.


“Kamu tenang saja Chayra Ghaffar sangat menyayangimu melebihi Raisa. “


Chayra teringat ucapan dokter Aisyah. Yah ia bertekad akan mengatakan pada Ghaffar tentang kehamilan ini Chayra menyakinkan diri nya jika Ghaffar pasti akan menerima nya. Tidak ada yang salah dari anak-anak nya mereka berada di dalam pernikahan yang jelas secara hukum dan agama yang Sah. Chayra sudah mempersiapkan segala kemungkinan, Raisa dan dirinya jelas berbeda Chayra akan baik-baik saja saat nanti hari melahirkan Juga kematian setiap orang berbeda-beda.


Chayra mengosokkan kedua tangan lalau menempelkan di kedua sisi pipi untuk menutupi rasa gugup. Ghaffar tersenyum manis melihat punggung istrinya.


Kedua tangan Ghaffar yang besar itu melingkar di perut istrinya Ghaffar menghirup aroma parfum khas istrinya di area ceruk leher. “Morning, istriku yang cantik”


Chayra berbalik Ghaffar langsung memeluk “Pagi suamiku “


Ghaffar memberi jarak pada Chayra “Kenapa Mas ?”Tanya Chayra. Ghaffar tersenyum penuh arti.


“Tumben sekali kamu begitu romantis, Mas pikir kamu akan marah karena mas tidak bisa datang saat wisuda mu “


“Tidak mas. Aku paham kok aku juga tidak boleh egois karena ini bukan rencana kamu tadinya kan. Apalagi ponsel sempet kamu hilang kan “


Seperti itulah kebohongan yang Ghaffar buat pada Chayra. “Katakan apa yang istriku inginkan ? Liburan ? Mobil ? Motor ehhh tidak-tidak kau tidak boleh memakai motor yang lain saja yah. Uang ? Emas ? atau Berlian ? ”


“Tidak mas, aku tidak ingin apapun “


“Loh jangan gitu dong, Pasti ada yang kamu inginkan “


“Mas aku pengen ummm kamu berubah “


Ghaffar mengernyit bingung berubah apa maksudnya “Berubah apanya sayang ?”


“Tolong ubah cara pandang mu, bisakan ?”


“Sayang apa maksudmu ? Mas tidak paham sayang bisa bicara yang jelas ?”

__ADS_1


Ghaffar menurunkan tubuh Chayra. Chayra menarik tangan Ghaffar ke kursi makan tempat biasa Ghaffar duduk. Suami-istri itu melihat ke arah yang bersamaan yaitu pintu rumah mereka. Suara dari seorang wanita yang meneriakki nama Ghaffar hingga mengendor pintu.


“Mas itu bukannya suara Mbak Gita yah ?” ujar Chayra.


“Biar aku yang buka pintu nya “


“Akan ku habisi kau Gita !”umpat Ghaffar.


Saat pintu terbuka Gita langsung masuk tanpa permisi.


“Apa maksudmu Ghaffar ?”


“Gita “tegur Ghaffar. Tapi Gita tak mengindahkan kode dari Ghaffar.


“Kau yang membuat semua ini ! Apa maksudmu mengusirku dari rumahku dan memecatku. “


Chayra menyimpan kotak hitam itu lagi ke dalam kantong dress. Chayra merasa ada kejangalan disini antara Gita dan Ghaffar suaminya.


“Aku kan sudah memberi pesanguan untukmu “


“Ini belum di bicarakan sebelumnya. Aku tidak mau !”


“Aku bos nya disini, kau harusnya lebih tau diri Gita “balas Ghaffar.


Chayra kemudian buka suara “Gita kenapa kamu berbicara tidak sopan pada suami ku “


Gita menoleh ke arah Chayra begitu dengan Ghaffar. “Suami mu ! kau akan menyesal membela pria brengsek ini “


“Apa maksudmu Gita ?”


“Karena dia adalah---“


“Gita !”tegur Ghaffar yang semakin memancing rasa penasaran Chayra.


Chayra mendorong Gita hingga wanita itu mundur beberapa langkah.


Perdebatan itu tiba-tiba berubah menjdi senyap Chayra menatap ke arah Gita lalu menatap ke arah Ghaffar selidik. "Untuk apa kamu memberikan mantan karyawan mu rumah ?"


"Kamu mencurigaiku ?"


"Sangat, Bukanya Gita punya suami kenapa kamu memberi nya rumah "


Ghaffar tersenyum mencoba menutupi kegugupan takut Chayra semakin curiga. "Sayang, dengerin dulu. Jadi Gita ini sudah lama bekerja denganku. Aku memberi nya rumah karena waktu itu dia mau minjem ung sama aku buat kredit rumah. Aku ikut survei rumah yang mau dia beli karena kan aku harus tau sebagai orang yang akan memberi pinjaman. Lalu aku tawarin rumah yah aku bilang ambil saja. Begitu sayang "Gita tak percaya dengan perkataan Ghaffar yang baru saja di lontarkan.


Diam-diam Ghaffar melotot ke arah Gita agar menghentikan masalah ini sampai disini.


Gita tak mau kalah hari ini ia sudah putuskan jika Chayra harus tau siapa dirinya. Jika Gita tetap mengikuti kemauan Ghaffar mungkin saja ia tak akan selamat setelah ini Gita sudah kehilangan pekerjaan dan rumah apalagi besok yang akan pria itu lakukan untuk menjaga istri kecilnya


Tubuh Chayra dibalik kasar oleh Gita. "Tidak seperti itu yang terjadi ! Kau jangan mudah di bohongi Chayra. Sudah banyak kebohongan yang dilakukan Ghaffar, alasan dia memilih menikahimu karena kamu lugu,polos, dan mudah dibohongi.


"Ghaffar adalah suamiku sekaligus ayah dari anakku "


Chayra terkejut bukan main mata nya melotot mulut langsung terbuka.


Apa suami ?


Ghaffar suami Gita ? Hanyalah itulah yang sekarang berada di kepala Chayra. Ghaffar menikahi sekertarisnya. Woah, Chayra sangat terkejut bahkan jantung saja rasanya nyeri.


Chayra hampir ambruk jika tidak berpegangan pada sudut meja.


"Sayang " Ghaffar hendak menolong namun Chayra dengan sigap menghentikan apa yang di lakukan Ghaffar.


"Sayang mas bisa jelasin---" Ucapan Ghaffar terhenti melihat Chayra mendongakkan kepala mata Chayra memerah dan bekaca-kaca.


Ghaffar tidak pernah menyangka jika hari ini akan tiba dimana Chayra akan menjadi orang yang lunglai. Istri nya itu mengalami syok berat.


"Apa kau punya buktinya ?"Tanya Chayra pada Gita.


Gita melipat tangan di dada"Kamu mau bukti, baiklah "


Gita menunjukkan sebuah foto di ponsel miliknya. Foto pernikahan Gita dan Ghaffar yang dilakukan di sebuah masjid.


"Dimana orang tua mas Ghaffar ?"


"Kami menikah siri. Ghaffar yang selalu kamu banggakan ini adalah pria yang pengecut, pria yang egois dan tidak bisa bertanggung jawab dia bukan pria yang penyayang "


"GITA "


"APA ? KAU MAU APA ? Kau bisa apa ? Mari kita buka-bukaan saja disini. Chayra harus tau seperti apa dirimu yang sebenarnya. Istri kesayangan mu ini harus tau busuk nya dirimu "


"Saat Ghaffar ingin mengakui aku.Kau hadir sebagai anak SMA yang polos,lugu dan manis juga penurut Ghaffar menyukai mu hingga akhirnya kalian menikahi dan Ghaffar mengabaikanku. Disini kau lah perusak rumah tangga orang !!! "


"Kamu pernah bilang suka dan tidak suka nya orang pasti ada alasan. Aku tidak menyukai mu karena kau merebut GHAFFAR DARIKU. Kau pelakor !!"Chayra di dorong lagi oleh Gita.


Chayra membalas dengan mendorong lebih keras meski hanya sekali "Hei ! Jangan salahkan aku atas apa yang menimpa mu. Jangankan aku bahkan orang tuanya mas Ghaffar saja tidak tau. Memang aku bisa cari tau dimana . Aku merasa dibohongi disini !! Aku tidak tau jika dia menyukai ku aku juga tidak tau jika dia adalah suami orang lain !"Balas Chayra.


"Makanya jadi cewek jangan polos gampang kan di bohongi nya !"


"GITA "bentak Ghaffr ia langsung menarik Gita menjauh dari Chayra. Hingga Gita tejratuh ke lantai.


"Ghaffar ! Aku sedang mengandung anakmu mana hati nurani mu Ghaffar !"


"Apa ? Apa aku tidak salah dengar ?"


"Kau bicara hati nurani ? Setelah apa yang kau lakukan apakah pantas kau menanyakan itu padahal hati nurani mu sendiri tidak ada "


"Ghaffar aku sedang hamil ! Sedangkan Chayra tidak !"


"Chayra hamil atau tidak dia tetap jadi prioritas utama aku ! Sekarang pergi dari rumah ku Gita "


"Enggak aku ga mau "


"Pergi secara terhormat atau aku usir kau seperti binatang !"


Gita langsung berlari ke ruang tamu dan langsung menguncinya. Chayra melepas tangan Ghaffar darinya lalu berlari menaiki tangga menuju ke kamar.

__ADS_1


Ghaffar tentu mengejar istrinya itu. Chayra menangis sejadi-jadinya di balik selimut. Ghaffar mengusap wajahnya kasar.


__ADS_2