Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar

Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar
13. Kembali ke tempat yang seharusnya


__ADS_3

Di meja kerja seseorang terdapat sebuah foto keluarga yang berbahagia dimana salah satu anaknya memakai pakaian wisuda. Saudari dan saudara lalu kedua orang tuanya yang juga ikut tersenyum.


Foto itu diambil saat Axel wisuda. Hari bahagia itu tak berlangsung lama karena ayah Axel meninggal keesokan harinya karena seranga jantung. Penyebab ayah nya meninggal karna beliau mendapat kabar jika Ghaffar telah mengakusisi perusahaan penginapan milik keluarga Axel.


Perusahaan milik keluarga Axel memang mengalami masalah dua tahun belakang, lalu sang ayah meminjam uang dengan nominal yang besar pada Ghaffar. Ghaffar telah memberikan kelonggaran waktu tapi sang ayah justru tidak bisa mengembalikan hutang-hutangnya pada Ghaffar hingga akhirnya Ghaffar mengambil perusahaan itu.


Di tengah kehancuran seperti ini Axel meminta pada Ghaffar agar di beri sedikit keringanan dengan hutang-hutang yang tersisa namun Ghaffar menolak.


Di dalam dunia perusahaan teman adalah teman, uang tetap uang dan hutang tetap hutang.


Aku punya kesepakatan yang menguntungkan untukmu.


Axel mengerutkan kening.


Pergi...menjauh dari hidup istriku.


Apa ? Maafkan saya tuan Ghaffar jika saya lancang. Saya dan Chayra bersahabat sejak SMA bahkan anda pun tau hubungan kami seperti apa. Saya rasa anda salah paham soal hubungan kami.


Kecoa kecil sepertimu tidak bisa membohongiku. Aku tau kamu menyukai istriku matamu tak bisa berbohong.


Ghaffar melempar beberapa lembar foto Chayra dan Axel.


Istriku yang polos dan manis itu selalu jujur padaku dalam segala hal. Aku tau kamu berbohong pada istriku. Aku memikirkan banyak hal mungkin saja kamu keliru tapi kekeliru ini tidak mungkin hingga tiga kali kan. Saya benar kan Axel. Aku tak bisa memikirkan hal lain kecuali kamu menyukai istriku.


Jauhi istriku Axel maka keluarga mu akan terbebas dari hutang yang mencekik ini. Cinta mu atau keluarga mu ?


Harus kemana aku pergi ?


Ohh rupanya kamu tidak punya tujuan. Tentukan dulu pilihanmu aku akan mengurus sisanya.


Kau janji akan memutihkan hutang kami seluruhnya.


Ya.


Ghaffar mengeluarkan sebuah surat berisi perjanjian antara dirinya dan Axel.


Axel terkejut sekaligus tercengang membaca isi surat tersebut.


Anda sepertinya sudah merencanakan semuanya.


Bacalah, aku menunggu keputusanmu.


Ghaffar memberi pulpen pada Axel.


Anggap saja kau melakukan ini sebagai anak yang baik. Tidak ada untungnya memilih Chayra kamu akan terjebak dalam permainan mu sendiri. Jadi sebelum kamu menyesali nya pikirkan baik-baik.


Axel dengan berat hati bahkan sangat tidak rela mentanda tangani perjanjian itu. Perjanjian diatas materai dan cap jempol di sampingnya menjadi penguat Ghaffar.


Ghaffar mengeluarkan beberapa lembar tiket penerbangan pesawat. "Empat hari lagi kamu akan meninggalkan Indonesia untuk selamanya. Semua akan di urus jadi kamu dan keluarga mu hanya perlu menyiapkan diri. "


Apa boleh aku mengucapkan selamat tinggal pada Chayra dan Adit ?


Tentu,


Ingat nak, jika sampai kau melanggar perjanjian ini keluarga mu akan binasa dalam sekejap.


Hey. Tolong sekalian kau bawa calon istri dan anakmu.


Axel membulatkan mata. Secepat itukah Ghaffar mengetahui segalanya. Rencana ia dan Gita.


Aku sudah tau rencana mu. Aku akan memperlakukan anakmu dengan sangat berbeda jika sampai kau tidak membawanya.


Axel mengangguk paham, lalu pergi meninggalkan ruangan Ghaffar.


Dengan perasaan yang masih tersisa di Indonesia Axel menyiapkan keberangkatan menuju ke Negara kanguru tersebut. Di Australia Axel akan memulai hidup baru dengan keluarga nya. Ghaffar dengan sangat cepat mengatur segala urusan perpindahan Axel dengan mengandalkan uang yang tak ternilai itu ia bisa mengurus Axel dalam waktu singkat.


Axel hendak melipat jaket kulit nya namun niat itu terhenti karena Axel menemukan hasil jepretan foto sahabat baiknya. Ada Chayra dan Adit di bingkai foto tersebut.


Mungkin ini adalah perjumpaan terakhir mereka. Kenangan terakhir mereka dan foto terakhir yang bisa Axel simpan untuk ia kenang. Ada sahabatnya juga sahabat perempuan nya yang sempat ia cintai.


Axel sudah ikhlas dan mulai belajar melupakan Chayra yang sudah hidup selama lima tahun di hatinya. Axel juga merasa kasihan pada keluarganya. Untuk pertama kalinya dalam sejarah hidup ia setuju dengan perkataan orang-orang jika dunia tak seindah itu.


Papa baru saja di dalam tanah tujuh hari namun orang-orang sudah menagih hutang dan uang lainnya yang sudah di janjikan oleh sang ayah. Tidak adakah belas kasihan mereka ? Ibunya masih shock, adiknya masih sekolah dan kakaknya harus banting tulang bekerja serabutan agar hutang bisa lunas.


Tapi siapa yang bisa membayar Dua puluh milyar itu dalam waktu lima tahun dengan pekerjaan yang sudah maksimal.


Sili berganti orang-orang datang ke rumah menagih hutang entah dari rentenir atau dari klien atau dari para pegawai yang gajinya di tunda.

__ADS_1


Ghaffar tanpa ragu melunasi semua hutang mereka sehingga Axel dan keluarga hanya memiliki hutang pada Ghaffar. Lalu lima bulan setelahnya Axel harus berada di ujung tanduk sang kakak harus masuk ke rumah sakit karena pencernaan yang ia alami. Mobil dan rumah sudah mereka jual serta perhiasaan. Mereka tinggal berempat di sebuah rumah kontrakan.


Axel dalam diam di lorong rumah sakit berpikir jika hutang ini tidak akan pernah lunas bahkan sampai adiknya menikah. Maka dari itu Axel menyerahkan dirinya mungkin Ghaffar ingin mengambil jantung atau mata nya satu.


Namun permintaan pria itu sederhana yaitu agar Axel meninggalkan Chayra dan tidak pernah lagi menampakkan wajahnya pada istrinya itu.


Berat. Sangat berat. Meninggalkan orang yang kita cinta demi keluarga. Tapi Axel kembali mengingat wajah ibu,adik dan kakak serta bagaimana mereka yang dulu makan enak kini harus berpikir setiap hari apa bisa makan. Dan kakaknya yang masuk rumah sakit akibat tidak makan.


Axel tak dendam pada Ghaffar ia justru berterima kasih pada pria itu. Ia janji akan pergi jauh dari Chayra mungkin kemungkinan buruk adalah Chayra hanya menganggap nya orang asing.


____________


Gita berdiri diantara dua lelaki dewasa di hadapan dengan berlimang air mata. Ghaffar menyerahkan koper Gita pada Axel.


"Gita aku menceraikan mu. "Ucap Ghaffar dengan tegas.


"Terima kasih sudah menemaniku selama ini. "


"Ka..Kau berterima kasih ?"


Ghaffar terkekeh sembari mengangguk. "Mungkin tanpa kamu sadari kamu pernah melakukan kebaikan pada saya. "


"Ghaffar aku jadi tidak nyaman. Sejujurnya kamu membuatku merasa bersalah. Aku merasa jahat sekali jadinya. Aku minta maaf jika atas semua kesalahanku padamu juga pada Chayra dan mbak Raisa."


"Kamu tak perlu minta maaf disini aku yang salah. Aku minta maaf, Maafin aku Gita. Tidak seharusnya aku menyukai perempuan lain dan menikahinya harusnya aku mendaftarkan pernikahan kita. "


Gita tersenyum sembari meneteskan air mata. "Sebelum bekerja di rumah mu aku sudah menjadi sugar baby Axel. Sejak dia SMA "


"Kurang ajar kamu. Kau sudah melakukan itu sejak SMA dan saat itu kau berteman dengan adik juga istriku. Wah aku tidak percaya ini."


"Itu saat aku masih kaya ka Ghaffar. Sekarang itu tidak lagi. Sekarang justru aku mengambil hikmah dari semua yang terjadi."


"Baguslah kalau begitu. Kamu belajar banyak. Sebentar lagi kamu akan memiliki anak juga istri aku berharap kamu bisa bertanggung jawab pada mereka juga pada Allah."


Axel dan Gita mengangguk setuju pada ucapan Ghaffar.


Pasangan itu pergi menuju pintu pesawat mereka memasuki nya sambil bergandengan tangan.


Hidup baru


Cinta baru


Bahagia yang baru


Akan Axel wujudkan di Australia bersama keluarga nya.


Ghaffar berjalan keluar dari bandara. Dengan kedua tangan ia letakkan di kantong celana.


Dito dan beberapa pengawal langsung menunduk hormat ketika bos mereka keluar.


"Kita pulang yah Dito "


"Baik bos "


"Tolong atur ulang jadwal ku aku ingin libur lebih awal. "


"Tapi bos____"


"Tolong Dito, aku ingin menghabiskan waktu hanya dengan istriku."


Dito pasrah lalu memangguk, "Ya sudah "


Sudah di pastikan Dito akan bekerja lembur hingga besok karena kebetulan lusa adalah sabtu dan kantor libur Dito bisa refreshing ke club.


Chayra terkejut saat ada sebuah tangan yang melingkar di perutnya. "Ehh, tumben pulang cepet "kata Chayra membalik tubuhnya.


"Assalamualaikum "kata Ghaffar.


"Waalaikumsalam "


"Mbak Gita kemana yah mas ? Tadi pagi aku masak opor ayam loh buat dia. Aku ketok pintunya terus aku mikirnya dia masih tidur jadi aku tinggal ke pasar. Eh opor ayam masih di meja. Terus, aku masuk kamar barang-barang nya udah ga ada. Kamu ga macem-macem kan mas. Ingat loh dia hamil anak kamu "Kata Chayra dengan tatapan selidik.


Ghaffar mencium kedua pipi sang istri. "Aku ga ngelakuin apapun sayang, hanya meluruskan semua yang ada "


"Maksudnya ?"


"Nanti aku jelasin yah, aku capek banget nih "

__ADS_1


"Yaudah kamu tidur dulu nanti aku bangunin terus kamu mandi sholat baru makan malam. "


"Mandi nya sama kamu enggak ?"Goda Ghaffar sembari mencium punggung tangan Chayra.


"Ya enggaklah, itu sih akal-akan kamu aja. Lagian aku juga udah mandi "


"Jadi kalau belum mandi kita bisa mandi bareng "


"Enggak yah, sudah sana tidur "Ghaffar kemudian memeluk Chayra smbil bergelut manja seakan minta sesuatu.


"Sayang nanti malam yah"


"Apa lagi nanti malam "


"Nengok baby. Yah..yah "


"Nengok apanya tiap hari. Lagian kamu kok ga ada habisnya tenaga. Kamu kerja terus begadang sampe jam , Aku capek loh mas, gimana kalau aku pijet aja. "


Ghaffar mengeleng kepala. "Aku ga bisa tidur kalau ga masukin kamu sayang terus aku harus minum susu. Apalagi susu ini nganggur "


"Pokoknya kalau kamu ga kasih aku jatah aku ngambek nih. Kalau aku ngambek aku ga mau ngapa-ngapain, ga mau mandi,makan,minum, kerja atau apapun. "


Wah gawat, Kalau suaminya ga kerja bisa ga makan Chayra sama anak-anak apalagi persalinan tinggal dua bulan setengah.


Ghaffar kalau sudah ngambek sikapnya seperti anak kecil dan manja nya tak tertolong.


Dengan nafas terengah-engah Chayra akhirnya bisa bernafas lega tepat pukul 2 pagi akhirnya Ghaffar mengakhiri permainan untuk malam ini.


Seperti biasanya Ghaffar menyembunyikan wajah di ceruk leher Chayra sambil menyusu.


Ghaffar dia adalah seorang pria tegas,bijaksana, kejam, pintar, dan berjiwa pemimpin kata ORANG tapi kata istrinya dia hanyalah anak laki-laki yang tidak punya masa indah waktu kecil.


Mungkin karena perasaan peka... Ghaffar tau jika ia sudah di tuntut untuk menjadi anak yang membanggakan.


"Anak-anakku, Papa sayang kalian."Ucap Ghaffar.


Chayra melihat ke arah bawah tangan Ghaffar mengelus perut buncit Chayra sembari tetap menyusu. "Mas, "


"Hmm "dehem Ghaffar.


"Jika terjadi sesuatu kamu bisa cerita padaku. Aku ingin saat bersama ku kamu bisa jadi dirimu sendiri, sayang "


"Tidak biasanya kamu manggil aku sayang"


"Kamu selalu bisa membuatku bahagia. Jadi jangan tinggalkan aku yah "


"Aku ingin melahirkan normal mas, jadi aku akan ikut senam. Boleh ga ? "


"Boleh nanti Dito akan carikan Guru yang terbaik yang bisa di panggil ke rumah jadi kamu ga usah keluar apalagi ke pasar segala. Nanti aku panggil pembantu aja ke rumah. "


Chayra seakan melihat masa depan Dito yang mengigit kertas dan merobek-robek lalu ia buang ke udara sebagai apresiasi karena Ghaffar telah membuatnya gila.


"Aku ga mau Mas, biarkan saja aku yang mengurus rumah."


"Memang kenapa ? Aku kasihan loh liat kamu cuci baju,masak, bersih-bersih. "


"Aku disini ga mau cuman duduk nyantai gitu aja "


"Kamu nyantai atau tidur sepanjang hari aku gapapa. Ga jadi masalah buat aku. Aku nikahin kamu buat jadi istriku bukan jadi pembantuku. "


"Ga usah mas. Aku masih bisa melakukan pekerjaan rumah sendiri.Sekarang lagi rawan mas pembantu menikahi manjikan nya "


Ghaffar melepas ****** payudara istrinya lalu tertawa renyah "Aku hanya mencintaimu sayang "


"Ya ngomong nya aja gitu di awal "balas Chayra sewot.


"Kamu ga usah cemburu gitu. Lagian masa iya kamu cemburu sama ibu 50 tahun. "


"Maksud kamu ?"


Ghaffar tersenyum simpul, "Aku akan undang mama ku buat bantu-bantu kamu disini "


"HAH "


"Udah gapapa, mama tuh ga ada kerjaan di rumah selain ngerecokin papa.Yura sibuk kuliah paling kalau ada waktu sengang dia sama temen-temen nya, papa mau keluar aja mama mesti ikut, Adit kuliah di luar. Biar aja mma disini mama tuh suka di repotin apalagi kalau menyangkut cucu-cucu nya. "


Chayra mengeleng kepala.

__ADS_1


__ADS_2