Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar

Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar
8. GHAFFAR MU'TASHIM SENDRA


__ADS_3

Ghaffar benar-benar menepati janjinya.


Tepat di hari senin pagi Chayra mendapat surat persetujuan


pengunduran diri langsung dari teman suaminya yang bernama Aldrian.


Padahal Chayra baru bekerja seminggu di pengadilan ini dan Chayra


juga baru berkenalan dengan rekan kerjanya.


Tentu seluruh orang yang bekerja di


pengadilan ini sudah pasti mengenalnya. Rekan kerja pun memperlakukan


Nissa dengan hormat tidak seperti satu minggu yang lalu mereka


memperlakukan Chayra sebagai teman.


Saat ini Chayra menunggu jemputan di


kantin Ghaffar melarang pulang naik ojek atau angkutan umum. Beberapa


orang yang melalui Chayra menunjukkan gelagat aneh tentu saja Chayra


saat ini menjadi bahan gosip baru. Ada yang mengosip, ada yang


menyindir dan ada yang menyapa Chayra dengan muka dua nya.


Seorang pria menarik kursi duduk di


depan Chayra dengan segelas kopi yang menjadi andalan di pagi hari.


Pria itu tersenyum samar melihat perempuan yang menjadi bawahannya


itu sedang mengerutu dengan sebelah tangan menjadi sandaran kepala.


“Semangat Chayra “Chayra yang mengenali suara itu kemudian


mendongakkan kepala.


“Pak James, selamat pagi “


James tersenyum, “Pagi Chayra”balas


James.


“Apa yang sedang kamu lakukan disini


?”


“Saya sedang menunggu jemputan pak “


“Suami yang jemput ?”


“Bukan supir suami saya “


“Mari berbicara selagi kamu disini.


Saya berterima kasih kamu sudah bekerja dengan baik dan saya juga


minta maaf karena mungkin selama kita bekerja saya ada menyinggung


perasaan kamu.”


“Saya juga pak. Maafin saya jika saya


ada salah kata-kata dan tindakan”


“Oh yaa sebelum saya pergi ini buat


bapak “ James memperhatikan kotak bekal yang di beri Chayra.


“Bapak sering minum kopi tiap pagi


tanpa sarapan sama sekali jadi saya putuskan untuk membuat cemilan


sedikit buat bapak. “ James membuka kotak bekal tersebut isinya


ternyata sandwich.


Pria itu tersenyum, “Terima kasih


Chayra. Saya pasti akan memakan ini”


“Syukurlah pak. Semoga suka ya pak”


“Ngomong-ngomong ini ide yang


menarik. Sandwich. Sejujurnya saya tidak bisa sarapan pagi maka dari


itu saya minum kopi susu. Siang hari baru saya makan “


“Saya kenal seseorang yang memiliki


kebiasaaan yang sama seperti bapak. Dia bahkan pulang balik ruma


sakit karena kebiasaan itu “


“Lalu apa dia masih hidup sekarang ?”


Iyalah pak, kalau ga hidup ga


bakalan jadi suami saya.


“Alhamdulillah


masih hidup pak. Sehat lagi sampai bisa buat anak “


James tersenyum


sembari mengangguk. “Begitu rupanya “


“Iya pak “


“Maaf jika saya


ikut campur. Sebenarnya saya setuju dengan pikiran Pak Ghaffar. Saya


tidak mau istri saya bekerja saya cuman pengen dia di rumah nunggu


saya pulang bekerja dan selalu ada di rumah. “


“Begitukah ?”


“Kodrat nya suami


itu bekerja mencari nafkah jika suaminya tidak ada lagi barulah dia


yang bekerja “


“Saya laki-laki


jadi saya bisa mengerti apa yang Pak Ghaffar rasakan dan itu tidak


salah.”


“Chayra kamu tau.


Disini tidak ada yang bisa disebut teman dan musuh. Kamu masih muda


bahkan sangat muda sekali. Saya tau jika kamu adalah perempuan


baik,lugu dan polos. Orang yang kamu sebut teman-temanmu itu


bukanlah teman yang baik.”

__ADS_1


“Mereka menyukai


harta mu. Semua yang melekat di tubuhmu mereka suka. Saya memang


pendiam dan juga dingin tapi saya peduli sama kamu terlepas dari


siapa kamu. Kamu orang yang baik untung saja suami mu cepat


menyelamatkanmu. “


“Teman-temanmu


tidak akan pernah bisa membeli barang sepertimu mungkin butuh waktu


lima hingga delapan tahun bekerja.”


Dua bodguard


Ghaffar menghampiri Chayra. Dua pria itu menjadi pusat perhatian


semua orang.


“Maaf menganggu,


Nyonya mari kita pulang “


“Pak James saya


pamit pulang. Sampai jumpa di lain waktu”


“Iya Chayra.


Sampai jumpa di lain waktu. Ingat pesan saya “ Chayra mengangguk.


Dua orang itu


berjalan di belakang Chayra sedang James tersenyum sambil terus


memandangi punggung Chayra yang muali menghilang dari pandangannnya.


Di dalam mobil


Chayra diam mematung sembari mencerna setiap kata yang di lontarkan


atasannya tadi.


“Pak, tolong


antar saya ke kantor pak Ghaffar yah “


“Baik Nyonya “


Ghaffar keluar dari


ruang meeting dengan langkah cepat ia memasuki ruangan nya dan


langsung mengunci ruangannya. “Sayang, “panggil Ghaffar dengan


nafas memburu ia langsung memeluk istrinya.


Ghaffar mencium


kedua punggung tangan Chayra, “Aku senang tau kamu ada disini “


“Kupikir kamu ga


senang aku ada disini ?”


Ghaffar mengerutkan


kening, “Mana mungkin lah justru aku senang banget malahan.Istriku


nemenin aku kerja disini. Ayok duduk. Kamu mau minum apa biar OB


buatin ?”Chayra tersentak kaget karena Ghaffar menarik duduk di


“Teh aja kalau


ada “ Ghaffar mengangguk kemudian menghubungi OB untuk membuatkan


istrinya teh


“kok kamu pakai


masker sih. Kamu sakit ?”


“Engga kok mas.


Aku cuman------”


Ghaffar menarik


masker Chayra dan membuang di tong sampah.“Di lepas aja sayang.


Biarkan aku melihat wajah cantik----” Ghaffar terdiam melihat bekas


meras di pipi istrinya.


Belum selesai


Chayra berbicara Ghaffar sudah lebih dulu membuka masker nya. Sontak


rahang pria itu mengeras dan hembusan nafas marah makin menjadi.


“Chayra jawab yang jujur siapa yang melakukan ini ?”tanya


Ghaffar penuh penekanan.


Chayra menyatukan


tangan memohon,“Mas, please aku mohon, kalau aku bicara kamu janji


ga akan ngelukain orang tersebut kan “


“Tidak bisa


chayra. Ini kekerasan fisik. Bahkan jika ada yang menghinamu dengan


kata-kata saja tidak ku maafkan apalagi fisik.”


“Mas “


“Kamu di tampar


Chayra ! Kamu di tampar ! Apa aku bisa menahan nya ? Apa aku harus


diam saja ? Katakan sekarang juga sebelum aku mencari tau sendiri “


Chayra bergeming ia


menundukkan kepala. Saat ini Chayra ketakutan sekali melihat Ghaffar


yang marah. Ghaffar menyadari jika ia kelepasan pria itu merengkuh


tubuh istrinya ke pelukan.


“Maafin mas


sayang, mas ga bisa nahan emosi lihat ada orang yang menyakitimu. Mas


saja tidak pernah main fisik kenapa orang lain main fisik. Aku adalah


orang yang berhak atasmu bukan orang lain “


“ Chayra aku

__ADS_1


tidak bisa memaafkan orang yang menyakitimu tolong mengerti aku


Chayra “


“Mas Ghaffar


tolong setidaknya kali ini saja. Tolong lupakan apa yang terjadi yah



“Tidak bisa


chayra “


“Mas aku janji


bakal kabulin apa aja yang kamu mau yah..yah..yah “Chayra sudah


menyatukan kedua tanggan nya sambil memohon.


“Bener kamu mau


ngabulin permintaan ku. Apa saja kan ?”


“Iya apa saja


“jawab chayra dengan lugas.


Ghaffar merasa di


untungkan.Apa Chayra lupa ia sedang membuat kesepakatan dengan siapa


? “Baiklah aku setuju “


“Aku akan


melupakan kejadian siapa yang menamparmu tapi kamu harus kabulkan


satu permintaanku “


“Ya....ya..ya


seperti itu “Jawab Chayra bagaikan anak kecil.


“Baiklah deal “


“Deal “balas


Chayra.


Di salah satu


apartement mewah kedua pasangan suami-istri tengah memadu kasih.


Ghaffar sungguh tidak mengerti apakah Chayra ini bodoh atau tidak.


Dia ingin Ghaffar melupakan kejadian tersebut tentu itu tidak mungkin


seseorang yang memaki Chayra saja di usut oleh Ghaffar hingga tuntas.


Jika diammu tak


membuat lawan mu berhenti maka kau pun harus bertindak.


Hal yang membuat


Ghaffar gemas pada istrinya sendiri itu adalah Chayra selalu memendam


semua perasaan di dalam hatinya entah berapa lama lagi Chayra sanggup


bersabar namun yang pasti jika Chayra tak bertindak biar Ghaffar yang


memulai duluan.


Ghaffar sudah


menghubungi sekretaris Dito untuk mengusut kasus yang melibatkan


istrinya. Dito sudah biasa mengerjakan pekerjaan ganda seperti ini


karena yang bisa di percaya Bos ialah dirinya seorang di kantor.


Malam hari pun


tiba, mereka masih di dalam apartemen . “Mas makan dulu yuk “kata


Chayra yang menonggolkan kepala saja di depan pintu kamar.


“Sebentar yah


sayang sedikit lagi “jawab Ghaffar yang masih fokus pada ponsel


nya.


“Mas tadi siang


kamu belum makan loh mas. Ayok jangan di tunda nanti sakit “


Demi istri tercinta


Ghaffar pun terpaksa mengetik pesan pada Dito dengan sangat cepat


lalu meninggalkan ponsel di nakas. Tangan Ghaffar merangkul Chayra


yang sudah cemberut “Cerewet banget sih kamu beb. Ayok kita makan “


Chayra mengambilkan


nasi dan lauknya sesuai permintaan Ghaffar. “Nanti kamu sakit mas


aku khawatir loh “


“Iyaya sayang


“Ghaffar tersenyum samar melihat wajah istrinya itu yang sudah


manis makin tambah manis karena marah. Ahh jangan lupakan karya


Ghaffar yang tertinggal banyak di leher kecil Chayra.


Jika dilihat tinggi


badan Ghaffar dan Chayra di ibaratkan seperti jari kelingking dan


jari tengah. Namun Ghaffar sendiri bingung jujur saja saat mereka


menjalani momen indah entah kenapa tubuh Chayra langsung mengembang


jadi wanita dewasa.


Huhh memikirkan tubuhnya saja aku


jadi tegang kembali. Sabar Ghaffar..sabar


Ghaffar kembali ke


kamar membalas pesan Dito yang sudah mengusut masalah. Sehabis


selesai menonton video rekaman cctv mata Ghaffar membulat saat ada


bunyi suara jatuh dari arah dapur. “Chayraa “ujar Ghaffar


menyibak selimut.


Chayra jatuh

__ADS_1


pingsan di bawah meja makan. “Astaga Chayra. Sayang kamu kenapa


sayang ?”Ghaffar menepuk lembut pipi Chayra agar bangun.


__ADS_2