
Ghaffar benar-benar menepati janjinya.
Tepat di hari senin pagi Chayra mendapat surat persetujuan
pengunduran diri langsung dari teman suaminya yang bernama Aldrian.
Padahal Chayra baru bekerja seminggu di pengadilan ini dan Chayra
juga baru berkenalan dengan rekan kerjanya.
Tentu seluruh orang yang bekerja di
pengadilan ini sudah pasti mengenalnya. Rekan kerja pun memperlakukan
Nissa dengan hormat tidak seperti satu minggu yang lalu mereka
memperlakukan Chayra sebagai teman.
Saat ini Chayra menunggu jemputan di
kantin Ghaffar melarang pulang naik ojek atau angkutan umum. Beberapa
orang yang melalui Chayra menunjukkan gelagat aneh tentu saja Chayra
saat ini menjadi bahan gosip baru. Ada yang mengosip, ada yang
menyindir dan ada yang menyapa Chayra dengan muka dua nya.
Seorang pria menarik kursi duduk di
depan Chayra dengan segelas kopi yang menjadi andalan di pagi hari.
Pria itu tersenyum samar melihat perempuan yang menjadi bawahannya
itu sedang mengerutu dengan sebelah tangan menjadi sandaran kepala.
“Semangat Chayra “Chayra yang mengenali suara itu kemudian
mendongakkan kepala.
“Pak James, selamat pagi “
James tersenyum, “Pagi Chayra”balas
James.
“Apa yang sedang kamu lakukan disini
?”
“Saya sedang menunggu jemputan pak “
“Suami yang jemput ?”
“Bukan supir suami saya “
“Mari berbicara selagi kamu disini.
Saya berterima kasih kamu sudah bekerja dengan baik dan saya juga
minta maaf karena mungkin selama kita bekerja saya ada menyinggung
perasaan kamu.”
“Saya juga pak. Maafin saya jika saya
ada salah kata-kata dan tindakan”
“Oh yaa sebelum saya pergi ini buat
bapak “ James memperhatikan kotak bekal yang di beri Chayra.
“Bapak sering minum kopi tiap pagi
tanpa sarapan sama sekali jadi saya putuskan untuk membuat cemilan
sedikit buat bapak. “ James membuka kotak bekal tersebut isinya
ternyata sandwich.
Pria itu tersenyum, “Terima kasih
Chayra. Saya pasti akan memakan ini”
“Syukurlah pak. Semoga suka ya pak”
“Ngomong-ngomong ini ide yang
menarik. Sandwich. Sejujurnya saya tidak bisa sarapan pagi maka dari
itu saya minum kopi susu. Siang hari baru saya makan “
“Saya kenal seseorang yang memiliki
kebiasaaan yang sama seperti bapak. Dia bahkan pulang balik ruma
sakit karena kebiasaan itu “
“Lalu apa dia masih hidup sekarang ?”
Iyalah pak, kalau ga hidup ga
bakalan jadi suami saya.
“Alhamdulillah
masih hidup pak. Sehat lagi sampai bisa buat anak “
James tersenyum
sembari mengangguk. “Begitu rupanya “
“Iya pak “
“Maaf jika saya
ikut campur. Sebenarnya saya setuju dengan pikiran Pak Ghaffar. Saya
tidak mau istri saya bekerja saya cuman pengen dia di rumah nunggu
saya pulang bekerja dan selalu ada di rumah. “
“Begitukah ?”
“Kodrat nya suami
itu bekerja mencari nafkah jika suaminya tidak ada lagi barulah dia
yang bekerja “
“Saya laki-laki
jadi saya bisa mengerti apa yang Pak Ghaffar rasakan dan itu tidak
salah.”
“Chayra kamu tau.
Disini tidak ada yang bisa disebut teman dan musuh. Kamu masih muda
bahkan sangat muda sekali. Saya tau jika kamu adalah perempuan
baik,lugu dan polos. Orang yang kamu sebut teman-temanmu itu
bukanlah teman yang baik.”
__ADS_1
“Mereka menyukai
harta mu. Semua yang melekat di tubuhmu mereka suka. Saya memang
pendiam dan juga dingin tapi saya peduli sama kamu terlepas dari
siapa kamu. Kamu orang yang baik untung saja suami mu cepat
menyelamatkanmu. “
“Teman-temanmu
tidak akan pernah bisa membeli barang sepertimu mungkin butuh waktu
lima hingga delapan tahun bekerja.”
Dua bodguard
Ghaffar menghampiri Chayra. Dua pria itu menjadi pusat perhatian
semua orang.
“Maaf menganggu,
Nyonya mari kita pulang “
“Pak James saya
pamit pulang. Sampai jumpa di lain waktu”
“Iya Chayra.
Sampai jumpa di lain waktu. Ingat pesan saya “ Chayra mengangguk.
Dua orang itu
berjalan di belakang Chayra sedang James tersenyum sambil terus
memandangi punggung Chayra yang muali menghilang dari pandangannnya.
Di dalam mobil
Chayra diam mematung sembari mencerna setiap kata yang di lontarkan
atasannya tadi.
“Pak, tolong
antar saya ke kantor pak Ghaffar yah “
“Baik Nyonya “
Ghaffar keluar dari
ruang meeting dengan langkah cepat ia memasuki ruangan nya dan
langsung mengunci ruangannya. “Sayang, “panggil Ghaffar dengan
nafas memburu ia langsung memeluk istrinya.
Ghaffar mencium
kedua punggung tangan Chayra, “Aku senang tau kamu ada disini “
“Kupikir kamu ga
senang aku ada disini ?”
Ghaffar mengerutkan
kening, “Mana mungkin lah justru aku senang banget malahan.Istriku
nemenin aku kerja disini. Ayok duduk. Kamu mau minum apa biar OB
buatin ?”Chayra tersentak kaget karena Ghaffar menarik duduk di
“Teh aja kalau
ada “ Ghaffar mengangguk kemudian menghubungi OB untuk membuatkan
istrinya teh
“kok kamu pakai
masker sih. Kamu sakit ?”
“Engga kok mas.
Aku cuman------”
Ghaffar menarik
masker Chayra dan membuang di tong sampah.“Di lepas aja sayang.
Biarkan aku melihat wajah cantik----” Ghaffar terdiam melihat bekas
meras di pipi istrinya.
Belum selesai
Chayra berbicara Ghaffar sudah lebih dulu membuka masker nya. Sontak
rahang pria itu mengeras dan hembusan nafas marah makin menjadi.
“Chayra jawab yang jujur siapa yang melakukan ini ?”tanya
Ghaffar penuh penekanan.
Chayra menyatukan
tangan memohon,“Mas, please aku mohon, kalau aku bicara kamu janji
ga akan ngelukain orang tersebut kan “
“Tidak bisa
chayra. Ini kekerasan fisik. Bahkan jika ada yang menghinamu dengan
kata-kata saja tidak ku maafkan apalagi fisik.”
“Mas “
“Kamu di tampar
Chayra ! Kamu di tampar ! Apa aku bisa menahan nya ? Apa aku harus
diam saja ? Katakan sekarang juga sebelum aku mencari tau sendiri “
Chayra bergeming ia
menundukkan kepala. Saat ini Chayra ketakutan sekali melihat Ghaffar
yang marah. Ghaffar menyadari jika ia kelepasan pria itu merengkuh
tubuh istrinya ke pelukan.
“Maafin mas
sayang, mas ga bisa nahan emosi lihat ada orang yang menyakitimu. Mas
saja tidak pernah main fisik kenapa orang lain main fisik. Aku adalah
orang yang berhak atasmu bukan orang lain “
“ Chayra aku
__ADS_1
tidak bisa memaafkan orang yang menyakitimu tolong mengerti aku
Chayra “
“Mas Ghaffar
tolong setidaknya kali ini saja. Tolong lupakan apa yang terjadi yah
“
“Tidak bisa
chayra “
“Mas aku janji
bakal kabulin apa aja yang kamu mau yah..yah..yah “Chayra sudah
menyatukan kedua tanggan nya sambil memohon.
“Bener kamu mau
ngabulin permintaan ku. Apa saja kan ?”
“Iya apa saja
“jawab chayra dengan lugas.
Ghaffar merasa di
untungkan.Apa Chayra lupa ia sedang membuat kesepakatan dengan siapa
? “Baiklah aku setuju “
“Aku akan
melupakan kejadian siapa yang menamparmu tapi kamu harus kabulkan
satu permintaanku “
“Ya....ya..ya
seperti itu “Jawab Chayra bagaikan anak kecil.
“Baiklah deal “
“Deal “balas
Chayra.
Di salah satu
apartement mewah kedua pasangan suami-istri tengah memadu kasih.
Ghaffar sungguh tidak mengerti apakah Chayra ini bodoh atau tidak.
Dia ingin Ghaffar melupakan kejadian tersebut tentu itu tidak mungkin
seseorang yang memaki Chayra saja di usut oleh Ghaffar hingga tuntas.
Jika diammu tak
membuat lawan mu berhenti maka kau pun harus bertindak.
Hal yang membuat
Ghaffar gemas pada istrinya sendiri itu adalah Chayra selalu memendam
semua perasaan di dalam hatinya entah berapa lama lagi Chayra sanggup
bersabar namun yang pasti jika Chayra tak bertindak biar Ghaffar yang
memulai duluan.
Ghaffar sudah
menghubungi sekretaris Dito untuk mengusut kasus yang melibatkan
istrinya. Dito sudah biasa mengerjakan pekerjaan ganda seperti ini
karena yang bisa di percaya Bos ialah dirinya seorang di kantor.
Malam hari pun
tiba, mereka masih di dalam apartemen . “Mas makan dulu yuk “kata
Chayra yang menonggolkan kepala saja di depan pintu kamar.
“Sebentar yah
sayang sedikit lagi “jawab Ghaffar yang masih fokus pada ponsel
nya.
“Mas tadi siang
kamu belum makan loh mas. Ayok jangan di tunda nanti sakit “
Demi istri tercinta
Ghaffar pun terpaksa mengetik pesan pada Dito dengan sangat cepat
lalu meninggalkan ponsel di nakas. Tangan Ghaffar merangkul Chayra
yang sudah cemberut “Cerewet banget sih kamu beb. Ayok kita makan “
Chayra mengambilkan
nasi dan lauknya sesuai permintaan Ghaffar. “Nanti kamu sakit mas
aku khawatir loh “
“Iyaya sayang
“Ghaffar tersenyum samar melihat wajah istrinya itu yang sudah
manis makin tambah manis karena marah. Ahh jangan lupakan karya
Ghaffar yang tertinggal banyak di leher kecil Chayra.
Jika dilihat tinggi
badan Ghaffar dan Chayra di ibaratkan seperti jari kelingking dan
jari tengah. Namun Ghaffar sendiri bingung jujur saja saat mereka
menjalani momen indah entah kenapa tubuh Chayra langsung mengembang
jadi wanita dewasa.
Huhh memikirkan tubuhnya saja aku
jadi tegang kembali. Sabar Ghaffar..sabar
Ghaffar kembali ke
kamar membalas pesan Dito yang sudah mengusut masalah. Sehabis
selesai menonton video rekaman cctv mata Ghaffar membulat saat ada
bunyi suara jatuh dari arah dapur. “Chayraa “ujar Ghaffar
menyibak selimut.
Chayra jatuh
__ADS_1
pingsan di bawah meja makan. “Astaga Chayra. Sayang kamu kenapa
sayang ?”Ghaffar menepuk lembut pipi Chayra agar bangun.