
Chayra terus saja memikirkan siapa perempuan yang berada di dalam lukisan tersebut hingga kini. "Chayra "
"Chayra "
"Chayra "Rachel memegang pundak menantunya.
"Eh iya ma "ucap Chayra.
"Kamu melamun. Kenapa ? Tidak biasanya kamu melamun Chayra "
"Ada apa katakan pada mama ?"
"Tidak ma, mungkin sedikit lelah saja "Rachel tersenyum.
"Apa kamu tidak program hamil ?"
Deg
"Kamu kan sebentar lagi wisuda sarjana apa kalian ga berpikir punya momongan "
"Ada kok ma secepatnya "
"Jangan lama-lama Ra. Tuh adiknya Ghaffar istrinya hamil anak kedua "
Chayra tersenyum kecut. Mertua nya ini selalu menyinggung kehamilan. Chayra juga pejuang dua garis biru tanpa siapapun sadari tapi Ghaffar ingin Chayra menunda kehamilan nya dulu.
Dan sekarang Chayra berpikir, Apa ini ada hubungan dengan wanita hamil itu ?
Rachel lumayan dekat dengan Chayra karena Chayra sering mengunjungi Rachel dan ayah mertua nya hanya sekedar mengantar makanan dan menanya kabar.
"Ma "
"Iya ra "
"Dulu Mas Ghaffar itu punya saudara perempuan ga sih mah ?"
"Lah tuh sih Yura ? Emang siapa kalau bukan saudara Ghaffar ?"
Berarti bukan saudara
"Lalu Apa mas Ghaffar itu pernah nikah sebelumnya ?"
Acara memotong buah Rachel terhenti, "Ra, hahahahah kamu ini lucu yah. Chayra sayang, Ghaffar itu hanya punya istri kamu "
"Ouh gitu "
"He'emm "Chayra merasa jika mertua sedang menyembunyikan sesuatu.
Kenapa aku merasa dia seperti punya hubungan ? Siapa perempuan itu.
Chayra duduk di pinggir kolam ikan milik ayah mertuanya. Ghaffar menghampiri istrinya duduk di samping Chayra.
"Dicariin ternyata istriku disini "
Ghaffar menurunkan kaki masuk ke kolam ikan.
"Dari tadi kamu melamun apa ada masalah sayang ?"
Chayra mengeleng kepala, "Oh ya dokter bilang kamu tidak datang kemarin untuk suntik KB. Besok kita pergi yah "
"Mas, aku pengen punya anak "lirih Chayra.
"Ra.."
"Mas boleh yah ? Aku janji dia ga bakal nyusahin kamu kok. Biar aku yang tanggung jawab "Tanpa di sadari Chayra perkataan menyinggung harga diri Ghaffar sebagai suami.
"Ra, kamu bicara seperti itu seolah aku pria yang brengsek "
"Ga gitu mas, kalau kamu merasa direpotkan aku-----"
"Ra, di dalam pernikahan kita hanya ada aku dan kamu. Tidak perlu anak. Kamu tenang saja jika yang kamu maksud tentang ikatan kita. Aku tidak mungkin berpisah dengan mu. Paham kan sayang "Ghaffar mencium kening Chayra.
...****************...
"Untuk apa kamu nikahi Chayra jika seperti ini ?"
"Ma, aku nikahi Chayra bukan untuk punya anak. Karena aku mencintainya "
"Kau mencintainya atau karena yang lain "
"Apa maksud mama ?"
"Ghaffar kamu menikahi Chayra karena gadis itu mirip seperti-------"
"Mama, cukup "sentak Ghaffar.
__ADS_1
"Ghaffar kamu______"
"Iya benar aku menikahi karena aku ingin menebus kesalahan. "
"Dengan tidak mengizinkan dia hamil "
"Mah, aku takut. Aku takut kejadian itu terulang lagi. Aku takut Chayra meninggal "
"Apa kamu tuhan ? Wanita itu berbeda dengan Chayra. Apa kamu meragukan istrimu sendiri. Ingat yah Ghaffar, mama ga mau cucu mama lahir dari rahim wanita yang ga jelas. Mama cuman mau Chayra "Rachel pergi dari ruang tamu.
Meninggalkan Ghaffar, Dirga (Ayah Ghaffar ) juga Yura dan Aditya (adik kedua Ghaffar ).
"Ghaffar, keputusan ini sangat egois sekali membawa orang yang tidak bersalah ke masalah ini. Chayra itu gadis yang baik, lembut dan polos. Jika dia tau, dia pun menyesal menikah dengan mu hanya karena kamu ingin mengulang hidup dengan wanita yang wajah mirip dengannya. Dia suatu saat akan bertanya kenapa ia tak boleh hamil ? Kenapa suaminya menginginkan anak selain dirinya ? Untuk apa pernikahan ini ?"
"Sebenarnya papa dan mama ingin mengatakan ini dari dulu bahkan saat kamu membawa Chayra ke kami. Lima tahun yang lalu kamu memutuskan sendiri jika kamu akan menikahi Chayra. Kamu bahkan tidak memikirkan resiko sama sekali "
Chayra yang berada di lantai atas mendengar pertengkaran keluarga suaminya. Pantas saja tadi Ghaffar menyalakan ruang kedap suara saat Chayra tertidur.
Chayra memegang dua tespack dengan merek berbeda. Tespack itu menunjukkan dua garis biru yang berati Chayra hamil.
Chayra mengigit bibir bawah jantung nya berdegup kencang saat Chayra mengetahui alasan Ghaffar menikahi nya.
"Kenapa disaat kalian hadir aku baru mengetahui alasannya "gumam Chayra. Wanita itu menutup wajah menahan air mata yang berderai.
______________________
Ghaffar mengerutkan kening istrinya sedang diam dan cuek. Sejak bangun tidur kemarin sore istrinya itu lebih banyak diam dan mnejwab seperlunya.
Hanya musik mobil yang meramaikan suasana di dalam mobil. "Sayang "Panggil Ghaffar mengelus punggung tangan Chayra.
"Ada apa ?"
Chayra memaksa tersenyum sambil mengelengkan kepala. "Belanja yuk. Kamu mau apa ? Baju ? Tas ? Berlian ? atau sepatu ? kamu mau mobil ? Hemm "
"Enggak mas "
"Kemarin kamu pengen mobil kan. Ayok kita liat dulu. Kita ke dealer sekarang "
"Kita pilih dulu aja yang, ga beli gitu "Canda Ghaffar, Chayra hanya tersenyum.
"Kamu kayak pusing gitu. Muka nya jangan cemberut gitu. "
"Mas, ini bukan jalan rumah kita emang kita mau kemana ?"
"Kamu lupa kalau kita mau pasang KB "
Chayra terdiam berbeda dengan Ghaffar yang tersenyum. Chayra menoleh ke luar Air mata langsung lolos seketika.
Di ruang tunggu, Chayra mencoba merayu suaminya. "Mas,Ayolah "
"Chayra, kenapa ?"
"Aku ingin hamil mas, tolong lah "
"Chayra tidak oke. Kamu tidak perlu hamil. Dalam pernikahan hanya ada kita berdua "
Saat masuk ke ruangan dokter Aisyah. Dokter itu menatap Nissa. Tangan dokter tersebut dibawa ke perutnya yang sedikit buncit air mata Nissa menetes sambil mengeleng kepala.
Ghaffar tengah duduk di sofa ruangan dokter Aisyah. "Ghaffar tidak mengetahui nya ?"Chayra mengeleng.
Dokter Aisyah cukup mengenal Ghaffar dan masa lalu.
Dokter mengoleskan gel yang dirasa dingin oleh Chayra. "Hei Chayra, lihatlah disini ada dua janin mu. Mereka kembar. "kata Aisyah dengan pelan.
Chayra tersenyum haru melihat bayi-bayinya tumbuh di rahim nya. "Apa mereka sehat dok ?"
"Mereka sehat, kamu harus menjaga baik-baik Chayra. Usia kandungan masih sangat muda jangan lupa untuk minum susu hamil dan makan-makanan yang bergizi. Aku akan memberimu Vitamin kau bisa membayar disini "
"Sekali lagi selamat yah Chayra. Saya senang sekali "ucap Dokter itu bahkan memeluk Chayra yang terkejut reaksi.
"Dok..dokter "
"Saya tau Ghaffar pasti tidak menyukainya."
"Ba..bagaimana dokter tau ?"
Aisyah tersenyum, "Ghaffar menjadi wali pasien sudah sangat lama Chayra "
Wali pasien ?
Itu artinya ?
Aisyah mengangguk air mata Chayra lolos seketika.
______________________
__ADS_1
Satu bulan kemudian.....
Ghaffar menidurkan tubuh di samping Chayra. Pria itu membawa tubuh istri mungil ke dalam dekapan. "Mashh "Desah Chayra karena Ghaffar sibuk membuat tanda di leher sang istri.
"Ahh sakit "pekik Chayra. Suami memasukkan kembali kejantanan nya dengan kasar.
"Mas Ghaffar, aku kesakitan "
"Mas ga tahan sayang, punya kamu enak banget. Maaf yah "Ghaffar mengecup kening Chayra lalu bergerak dengan brutal.
Dasar ayah sama anak sama saja. Bapaknya maniak anaknya seneng di jenguk. Ibunya sakit pinggang.
Hingga setengah empat pagi barulah Ghaffar mengalir permainan. Chayra langsung pergi ke alam mimpi ketika Ghaffar menyemburkan cairan yang terakhir.
Ghaffar dengan sayang menyingkirkan anak rambut Chayra yang menutupi wajah seksi istrinya. "Kamu itu Chayra benar-benar wanita yang aku inginkan di hidupku. Tidur aja cantik. "
Ghaffar mengecup punggung tangan "I love you sayang "
______________
Pukul 10 pagi dua pasangan suami istri itu barulah bangun Chayra merasa sungkan karena suami lebih dulu bangun dan menyiapkan sarapan untuknya .
"Mas, maafin aku yah "
"Maaf kenapa ?"
"Aku harusnya bangun lebih dulu dan buatin kamu sarapan " Ghaffar melepas celemek ia kemudian mencium pipi sang istri.
Ghaffar meletakkan meja kecil diatas ranjang "Jangan bicara gitu. Aku ga suka dengar nya. "
"Sekali-sekali aku yang buat sarapan buat istriku yang cantik ini "Ghaffar mencubit batang hidung Chayra.
Chayra kemudian menyendok sup ayam buat suami tercinta. "Enak ?"
"Kurang garam mas "jawab Chayra.
"Oh gitu yah "
"Mas, ayok makan "kata Chayra memberikan sendok pada Ghaffar.
"Ternyata makan di kamar romantis juga sambil liatin wajah istriku yang makin cantik "
"Bohong, ini loh ga pake make up jelek banget pasti malah belum mandi lagi "ucap Chayra memayumkan bibirnya.
Ghaffar mencium bibir Chayra akibat gemas pada istrinya "Mas "pekik Chayra.
Selesai acara sarapan suami istri ini
"Mas "Chayra mendekat ke wajah Ghaffar jarak mereka hanya mereka lima senti saja.
Ghaffar terlihat bingung tidak biasanya Chayra manja padanya. "Baju satu boleh ga mas ? Ga mahal kok mas "Chayra mengambil ponsel di nakas kemudian ia menunjukkan foto kebaya modern yang ingin ia beli.
"Boleh ya mas, minta 500 ribu aja entr ada kembalian aku kembalikan yah mas "
Ghaffar mencium kening Chayra. Ia gemas sekali dengan istrinya yang polos. Penghasilan Ghaffar per bulannya saja bisa mencapai lima milyar untuk membeli baju yang di inginkan istrinya tentu sangat mudah bagi Ghaffar.
"Daripada beli di online shop yang kita ga tau itu kualitasnya bagus apa tidak mending kita langsung ke butik aja. Kita cari yang baju bagus buat wisuda kamu. Pokoknya mas akan buat Chayra jadi perempuan tercantik saat wisuda. "
"Gak usah mas, ini aja cukup. Uang nya di simpan aja kalau di butik pasti harganya jutaan mas. "
Ghaffar tidak menyesal sudah membohongi Chayra dulu. Ghaffar pernah bilang jika ia hanya bekerja di perusahaan ayah nya jadi direktur dan rumah ini adalah rumah yang diberikan Dirga dan Rachel sebagai kado pernikahan. Padahal yang sebenarnya adalah Perusahaan itu miliknya dan rumah ini memang benar hadiah dari kedua orang tuanya karena memang Rachel sudah ada rencana menjadikan Chayra menantunya tapi tidak tau untuk siapa bisa Aditya atau Ghaffar.
Chayra selalu hemat dan menggunakan uang seperlunya saja. Ia akan lapor jika menggunakan uang itu untuk membeli skincare dan fotocopy semisal tugas kuliah padahal Ghaffar tidak mempermasalahkan.
Lima berjalan enam tahun pernikahan mereka Ghaffar selalu antusias dengan pernikahan nya yang membuat dirinya sendiri kembali seperti anak ABG yang jatuh cinta. Chayra begitu polos dan selalu belajar agar Ghaffar tetap setia pada nya. Ghaffar sendiri sudah cinta mati terhadap Chayra karena Chayra adalah pilihan orang tuanya dan hatinya.
"Mas punya banyak uang kok cukup buat belikan kamu baju buat wisuda. Kita berangkat nanti sore yah "
Setelah memilih pakaian di butik Chayra nampak bingung karena hanya baju nya saja yang dibeli lalu pakaian suaminya ???
Ghaffar menyalakan remote mobilnya yang berbunyi. "Mas kamu ga beli baju ?"
"Enggak usah Sayang. "
"Kenapa ?"
"Baju mas masih banyak di rumah belum ke pakai. Paling juga mas pakai jas yah pakai akgak ke kantor "
Chayra merasa bersalah, "Maaf yah mas "
"Kenapa ?" Tanya Ghaffar menyalakan mesin mobil.
"Uang nya pasti kurang buat beli baju kamu "
"Loh kok mikir nya ke situ. Enggak Ra, baju tadi kan emang pilihan aku. Daripada kebaya pink tadi kamu cantik pakai yang biru muda. Kebetulan aku emang jatuh cinta pas masuk tadi sama kebaya biru nya. Mahal ga mahal yah aku pasti tetap belikan buat kamu. Aku emang ga suka beli baju Ra. Baju kesukaan ku yah baju yang kamu pilih kan "
__ADS_1
Terbesit di pikiran Chayra yang melontarkan pertanyaan tanpa berfikir , " Tapi mas, kamu bakal datang kan ke acara wisuda ku "
Ghaffar tersenyum seolah penuh arti.