Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar

Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar
7. Ego


__ADS_3

Gita, Ghaffar juga Chayra berdiri di dapur ketiga orang dewasa itu berkumpul sebab suatu masalah.


Gita memergoki Ghaffar yang tengah memadu kasih dengan Chayra tangan nakal Ghaffar sudah masuk ke dalam milik Chayra saat Gita menangkap.


"Kau tidak adil Ghaffar "


"Aku ini sedang hamil anakmu harusnya kau lebih memperhatikan aku "


"Aku sudah bertanggung jawab layaknya ayah dimana lagi ketidakadilan ku. Jangan lupa Gita kita menikah hanya karena anak kau sudah tanda tangan di atas materai sebelum menikah "


"Kau pikir di posisiku ini mudah !"


"Tidak ada yang memaksamu untuk masuk ke jurang Gita "ucap Ghaffar bernada datar.


"Mas jangan gitu, kasihan Gita dia sedang hamil anakmu. Perempuan hamil jangan dibentak mas "


"Tidak seperti itu sayang kamu tidak mengerti dia itu benar-benar keterlaluan. "


"Aku BENCI KALIAN BERDUA "bentak Gita lalu pergi dari dapur.


"Mas jangan gitu lah, ibu hamil butuh perhatian lebih mas "


"Kamu ga cemburu ?"


"Aku ga boleh cemburu mas. Saingan ku itu anak di rahim Gita sekarang. "


Ghaffar mengelus punggung tangan Chayra. "Kamu ga usah cemburu. Tidak ada yang bisa menyaingi mu di hatiku. "


"Suamiku ini gombal banget yah. Ingat umur mas "


"Sebentar lagi kamu akan jadi ayah. Tolong hargai juga anak dan istrimu mereka juga butuh kamu. Kamu jangan membuat kebencian di hati anakmu. Kasian dia. "


"Kamu berkata seperti itu pada manusia hang belum lahir "


"Tidak begitu Mas, aku tidak mau nanti hubungan suamiku juga anak sambung ku berantakan. Kamu kan tau aku dari anak broken home. Aku tidak ingin anak-anak yang lain merasakan apa yang aku rasakan "


Chayra hanya bisa menghembuskan nafas kasar padahal Chayra bermaksud membela kok malah dibenci. Yasudahlah orang baik hidupnya memang jarang mulus.


"Kapan kamu menyelesaikan cuci nya ?"


"Lama banget sih "gerutu Ghaffar.


"Ini sebentar lagi "jawab Chayra. Beberapa saat gadis itu mengerinkan tangan.


"Ehh "pekik Chayra karena tubuh sudah di bawa Ghaffar dengan mudah. Mereka menaiki anak tangga.Ghaffar membawa Chayra masuk ke dalam kamar. Pintu kamar mereka pun di kunci.


Ghaffar menindih tubuh Chayra yang sudah tanpa sehelai benang, Pria itu mencium kening,pipi dan bibir Chayra bergantian. Sebelum memulai kegiatan panas Ghaffar berkata, "Sudah ku bilang itu bukan urusanmu,istriku. Kamu hanya perlu memperhatikan aku. Jangan mengurus yang lain. Bukankah enak hidup disini menjadi nyonya di mansion ini "


"Mas, bukan emh--"


"Daripada kamu bicara terus lebih baik kamu mendesah saja "


"Apa kamu tidak be.hhhh kerj aahh ja "


"Dan melewatkan hidangan lezat ini, Oh sayang aku akan menghukummu. Akan ku buat kau tidak bisa berjalan "


_______________


Ghaffar baru keluar dari lift karyawan yang lewat memberi salam padanya.


"Hai bro "Sapa seorang pria yang duduk di resepsionis. Pria bernama Muhammad Aldrian Kusuma melambaikan tangan. Ghaffar menghampiri.


"Tumben ngajak ketemuan nih "


"Oh iya dong. Gue baru balik habis liburan ke Prancis pengen aja nemuin loe sebelum kerja lagi lusa "


"Ayolah kita makan siang dulu " Ghaffar menyetujui ajakan Aldrian.


"Gimana kabar Edo sama Frans ?"


"Baik-baik aja. Mereka yah lumayan sedikit sibuk sekarang. Oh ya loe dah baca grup kan, Ayoklah kita ke club sekali merehatkan diri "


"Gue ga bisa Al. Gue ga mau nyakitin perasaan Chayra. Kalau loe pada ngajak yang baik-baik aja gue mau "

__ADS_1


"Loe Beda banget bro, Serius yang kali ini loe bener-bener beda. Lima belas tahun gue kenal sama loe sumpah gue ngerasa ini perbedaan loe yang sangat drastis "Aldrian menepuk bahu Ghaffar.


"Ga usah lebay loe !"


"Cuman minum-minum aja bro. Gue tau lo ga mungkin nyentuh cewek kalau belum sah. "


"Sorry Al, Gue ga mau. Gue pernah minum-minum di ruang belajar terus ketahuan Chayra. Bangun pagi gue liat matanya sembab waktu itu dia lagi nyiapin sarapan terus dia pernah bilang hal yang membuat hati gue terenyuh, Mas tolong berhenti minum kasian tubuh kamu sebagai gantinya tidurin aja aku "


"Cewek yang berani, Loe kan ga bisa berhenti minum bahkan ga minum sehari aja loe ga bisa. Pasti Chayra kewalahan ngadepin Nafsu binatang lo "


"Awalnya sih iya. Tapi dia berjuang supaya gue ga minum-minum lagi. Bahkan dia belajar cara supaya gue puas dari internet sampai beli baju lingerie "


"Yaudah minum nya ga usah di club di restoran aja "imbuh Aldrian yang menyengir. Ghaffar menatap jengah.


"Sama aja, "


"Tapi gue perhatikan loe lebih sehat loh habis Nikah sama Chayra. Dulu kan loe kurus, lingkar mata loe hitam, penampilan loe juga ga ke urus, loe juga lesu banget tiap hari marah-marah mulu loe, "


Ghaffar terkekeh mengingat masa lalu nya dulu seperti apa. Sudah Ghaffar bilang ia merasa bersyukur punya Chayra pandai memanjakan di ranjang, merawatnya, memperhatikan Ghaffar dalam segala aspek dan memberi cinta yang luar biasa.


"Oh ya bokap gue bilang. Istri loe kerja di pengadilan "


"Chayra ?"


"Iya emang istri loe sapa lagi ?"


"Chayra bekerja di kantor bokap loe ?"


"OMG ! jangan bilang loe belum tau soal ini ?"


Ghaffar mengelengkan kepala, "Chayra ga bilang apa-apa " kata Ghaffar yang tertegun.


Ada sedikit amarah di hati Ghaffar bagaimana bisa dia tidak mengetahui jika Chayra bekerja ? Apa yang dilakukan Chayra ? Apa chayra akan seperti Raisa dan Gita ? Tidak-tidak Ghaffar merasa jika ia terlalu lemah dan Bucin sehingga Chayra melakukan sesukanya. Ghaffar harus menindak tegas Chayra.


Aldrian yang melihat ekspresi Ghaffar yang berubah rahang yang mengeras, tangan yang mengempal hingga memperlihatkan urat-uratnya juga mata yang berubah.


"Bro " Aldrian meletakkan tangan di pundak.


"Gua tau apa yang lo rasain. Lo pernah gagal dan sorry juga gua harus bilang lo juga kena tipu dengan menikahi Raisa. Tapi gua merasa Chayra ga seperti itu. Lo ngerti kan maksudnya. Jangan hanya karena satu masalah lo amnesia sama kebaikan. Mungkin dia punya maksud kenapa dia kerja. Dia memang istri lo tapi bukan berati lo bisa memiliki seluruh hidupnya."


"Jangan terlalu keras Ghaffar sama istri loe. Dia juga manusia. Dia juga pengen punya temen. Loe jangan terlalu protektif kasihan dia. Gue yakin dia bisa lo percaya "


"Tau apa loe tentang istri gue "Jawab Ghaffar ketus. "Buktinya pernikahan kalian berjalan sudah lima tahun. Loe sendirikan yang bilang rasanya menikahi istri lo sih Chayra, Lo bilang seperti ketemu rumah yang nyaman. Lo bilang juga kan ke gua,Edo dan Frans jika Chayra di ibaratkan perhiasan maka Chayra adalah sebuah kalung yang sederhana tapi nyaman di lihat dan digunakan. Ayolah bro, jangan emosi semua pasti baik-baik saja "


Aldrian mengusap punggung Ghaffar hanya balas melirik.


Ghaffar hanya duduk di atas kasur matanya tak berhenti memandangi Chayra yang memijat kakinya. "Ra, duduk sini "ucap Ghaffar menepuk tempat disebalahnya Chayra mengangguk.


"Mau ngomong ga ?"Chayra mengeleng.


"Yasudah mas aja yang bicara "


Ghaffar merangkul Chayra, Chayra meletakkan wajah di dada suaminya. "Kenapa kamu bekerja ?"Tanya Ghaffar To the point. Jangan mengharapkan apapun dari Ghaffar dia memang sudah lupa basa-basi. Chayra membulatkan mata.


Untuk kebutuhan anak kita..


Chayra tak mau bergerak dari tempatnya. Ia mengusap dada bidang suaminya hanya untuk sedikit menenangkan perasaan Ghaffar yang meluap-luap di dalam.


"Chayra cuman pengen menggunakan sarjana yang Chayra dapat. Jadi kalau Chayra pengen sesuatu kan bisa beli pake uang Chayra sendiri. Sebenarnya aku ga enak mas kalau ngeliat kamu ngasih uang ke papa ku. Beban kamu makin banyak loh aku, mbak gita,papa, adek-adek kamu. "


"Kan ada aku. Biar aku saja yang belikan untukmu. Aku kan sudah bilang kamu tidak perlu bekerja. Memang itu tugas laki-laki, "


"Aku pengen jadi perempuan mandiri Mas. Boleh yah aku kerja. Aku pengen beli rumah sama nabung "


"Chayra sayang, sudah tugasku kasih papamu uang aku ga masalah kok aku ikhlas. Rezeki bantu orang apalagi orang tua sendiri ga akan ada habisnya. Uang yang aku kasih dan mobil yang ku berikan itu ga sebanding sama apa yang aku dapat. Aku dapat putrinya yang cantik dan sholeha. Tiap hari aku merasa doa mu terus mengalir sejak menikah denganmu rezeki ku sangat berlimpah hingga perusahaan bisa meraih kesuksesan. "


"Kalau masalah nabung kan kamu sudah punya tabungan sendiri. "


"Yah kan tapi itu dari kamu. Aku ini ga punya apa-apa disini mas. Semuanya dari kamu. Kalau nanti mas tarik gimana ?"


"Laki-laki yang baik itu tanggung jawab dan harga dirinya. Laki-laki macam apa aku yang ngambil apa yang ku kasih ?"


Apa suamiku sekaya itu hingga memberiku sembilan miliar. Apa dia tidak takut aku membawa lari. Uang yang ku pegang paling banyak hanya sepuluh juta. Bagaimana bentuk sembilan miliar yah.

__ADS_1


Ghaffar selalu bilang pada Chayra jika uang yang ia berikan itu hanyalah hadiah kasih sayang. Lalu berapa banyak sebenarnya kekayaan Ghaffar.


"Memang Mas Ghaffar sekaya apa sih ? Uang yang di tabungan itu banyak loh mas. "


"Total kekayaan mas pribadi tanpa perusahaan itu 987 M "Chayra melotot. Astaga apa itu uang ? Sembilan ratus miliar bukan juta.


"Kamu boong kali mas "Chayra memukul dada bidang pira itu.


"Kenapa aku mesti boong ?"


"Aku ga percaya mas. Kamu punya uang segitu banyaknya di usia kamu yang masih muda gini "


"Jadi kamu ga percaya ? Kamu nganggap aku bualan doang " Ghaffar terkekeh. Istrinya benar-benar polos. Chayra memang tidak tau pekerjaan Ghaffar lainnya. Dia hanya tau jika Ghaffar pembisnis perhiasaan.


"Nanti akan ku tunjukkan padamu jika apa yang ku katakan itu benar ada nya. Perusahaan ku belum rampung pembangunan nya. Aku akan mengajakmu nanti "


Chayra pernah ke perusahaan Ghaffar yah perusahaan itu hanya terdiri lantai tiga. Perusahaan yang Ghaffar maksud itu seperti rumah besar saja. Jadi bagaimana Chayra bisa percaya apa yang dikatakan suaminya. Perusahaan dikenal dunia internasional ? Omset penjualan meningkat ? Hingga uang sembilan miliar ini.


Chayra mendongak menatap curiga Ghaffar"Mas, uang ini halal kan ?"


"Kamu kok bicara gitu yah halal dong sayang "


"Aku justru merasa bersalah sama kamu. "


"K..kenapa ?"


"Kamu itu istriku yang paling aku sayang tapi aku belum bisa kasih kamu yang terbaik ? Kamu mau apa humm rumah ? atau apa ?"


"Maksud kamu ? Mas, maaf tapi menurutku apa yang sudah kamu berikan itu sudah lebih dari cukup. Aku sangat bersyukur mas atas apa yang kamu kasih "


Ghaffar mencium kening Chayra. "Sayang banget sama istriku "


"Jadi aku boleh kerja kan ?"


"Ga boleh sayang. Buka usaha aja yah aku modalin. Aku perlu kamu di rumah. Kamu tidak boleh berfikir kamu cuman beban di rumah ini. Kamu itu support terhebat ku "


"Mas, tapi kan aku pengen kerja "


Ghaffar mencium bibir Chayra. "Mulai ngelawan dia. Nurut yah "


Chayra memanyumkan bibirnya. "Aku ga suka kamu yang begini mas. Aku pengen kerja mas. "rengek Chayra.


"Tidak Chayra sayang. Jangan membuatku mengulangi perintah "ucap Ghaffar lembut namun penuh penegasan di setiap kata.


"Besok kita cari bisnis yang cocok buat kamu. Besok mas akan urus pengunduran diri kamu "


Chayra tak menjawab ia beranjak mengambil posisi tidur mengabaikan Ghaffar. Menurut nya Ghaffar sangat egois, jahat dan egois lagi.


Ghaffar menghela nafas panjang ia kemudian ikut tidur sambil memeluk Chayra. "Lepasin ahh aku ga mau di peluk !"


Ghaffar tak mengindahkan ucapan Chayra ia memilih tetap memeluk Chayra dan mencium pundak,leher dan wajah Chayra.


"Aku pengen kabur aja dari mas !" pangkas Chayra.


"Percuma sayang mau sejauh apapun kamu berlari. Mas pasti menemukan mu "


"Tidak jika mas menemukanku. Aku akan berlari terus "


Ghaffar tak marah ia justru menyembunyikan wajahnya di pundak Chayra. Istrinya itu hanya mengenakan tanktop pink muda. "Semua mas lakukan untukmu. Mas tau yang terbaik untukmu. Jangan berpikir lari atau kabur Chayra karena mas bisa saja berbuat hal nekad. Tentu kamu tidak mau itu kan "


Chayra meneteskan air matanya. Ghaffar bisa merasakan punggung gemetar Chayra.


"Kamu hanya punya aku sayang. Mengertilah, selain kita saling mencintai kita juga sama-sama membutuhkan. "


Ghaffar mengetahui secara pasti tentang hidup Chayra saat masih menjadi seorang gadis. Melalui Adit juga orang suruhan, Ghaffar paham jika beberapa masalah terjadi dalam hidup Chayra.


Hingga Chayra berani mengambil keputusan yaitu menikah muda Ghaffar awalnya hanya ingin coba-coba saja melamar Chayra sehabis lulus SMA, Lamaran tentu di tolak oleh ayah Chayra karena sih bunga Chayra ini masih sangat muda namun Chayra tidak menolaknya.


Ghaffar tidak masalah dengan uang yang selalu ia berikan setiap bulan pada keluarga Chayra. Asalkan Ghaffar mendapatkan Chayra itu lebih dari cukup.


Bagi Ghaffar, Chayra itu sempurna. Dia perempuan yang terdidik dan beradab meski istrinya itu dari kalangan orang biasa. Ghaffar memberikan tempat tinggal, fasilitas,uang dan pendidikan. Chayra membayar itu dengan melayani nya, membersihkan rumah dan memijat tubuh suaminya.


Pembahasan ini bukan maksud Ghaffar ingin imbalan hanya saja ia salut pada gadis muda yang di nilai orang buruk namun sebenarnya dia adalah seorang gadis yang terdidik dan beradab. Chayra tau mana bagian nya. Dan Ghaffar suka itu.

__ADS_1


Chayra itu orang yang sangat baik luar dalam. Apalagi miliknya itu sempit sekali meski ki selalu menyatu. Badan juga putih,mulus,tubuh juga sangat menggoda. Bagaimana bisa pria seperti ku tidak menjaga berlian cantik ini bisa mati aku. Aku juga tidak mau kamu suka orang lain Chayra.


___________


__ADS_2