
Menjelang hari kelahiran baby kembar tuan Ghaffar. Ghaffar memesan guru terbaik maternity. Ibunya juga senantiasa di rumah menemani menantu di rumah sambil mengajak Chayra latihan agar persalinan Chayra berjalan normal.
Persalinan yang di pilih Chayra adalah normal. Bedasarkan hasil test Chayra dapat melakukan persalinan normal meski mata Chayra minus.
Dokter memprediksi jika Chayra akan melahirkan sebelum hari Minggu dan ini sudah hari sabtu namun belum ada tanda-tanda mules atau semacam nya.
Rachel menghampiri Chayra yang sedang duduk di kursi kayu di depan kolam renang.
"Ini susu coklat hangat mu nak "
"Terima kasih ma. Maaf sudah merepotkan mama minta di buatkan ini "
"Tidak apa-apa sayang. Mama senang melakukannya."
Rachel menyeruput lemon tea, "Akhirnya mama akan segera mendapat cucu. Tidak akan lama lagi. Setelah menanti cukup lama akhirnya anak baik itu akan jadi ayah. "Ujar Rachel menatap lurus.
"Dia akan jadi ayah yang baik Chayra. Kamu tenang saja, aku ibunya yang menjamin itu. Kamu tidak salah pilih ayah untuk anak-anakmu. Ghaffar akan memberikan masa depan yang baik untuk anak-anak mu kelak "
Chayra tersenyum, "Aku percaya Mas Ghaffar, ma"
"Mama di ajak papa nanti malam ke Surabaya. Gapapa kan mama tinggal mau packing "
Chayra mengangguk, "Mama hati-hati di jalan yah "
"Suami mu sebentar lagi pulang. Mama sudh memberitau nya "
Chayra mencium punggung tangan Rachel. "Mama pergi. Jangan antar sampai depan, Assalamualaikum "
"Walaikumsalam "
...******...
Ghaffar terkejut saat membuka pintu kamar mendapati istrinya tengah berpegangan pada nakas dengan nafas memburuh.
"Sayang "
Chayra menoleh ke arah Ghaffar.
"Sayang, ada apa ? Apa kamu ingin melahirkan ?"
Chayra mengangguk wajah perempuan banjir dengan keringat. "Kenapa tidak bilang ? Kalau aku tidak masuk mungkin kamu akan melahirkan disini sendirian "Kata Ghaffar sedikit membentak.
Ghaffar mengusap wajahnya kasar. Bodoh ! Ini bukan saat nya marah pda wanita yang hendak melahirkan.
Ghaffar mengangkat tubuh Chayra ke atas ranjang mempersiapkan posisi melahirkan serta beberapa kebutuhan yang Chayra siapkan dari tadi.
Ghaffar dengan lihai mengecek pembukaan istrinya. "Masih 8 Sayang. "Mendengar hal itu membuat Chayra merasa frustasi ia ingin mengejan tapi pembukaan belum sempurna bisa berakibat fatal jika ia mengejan.
Saat kehamilan Chayra berusia delapan bulan Ghaffar mengajukan ide konyol meminta sang istri untuk melahirkan di rumah dengan ia sebagai dokter.
Ternyata sudah begitu matang sekali persiapan Ghaffar yang menginginkan Chayra melahirkan di rumah. Ia tidak mau orang lain menyentuh istri dan anaknya.
Ghaffar dan Chayra sudah melewati masa senang dan susah bersama. Jadi bagi Ghaffar persalinan ini harusnya bisa ia lewati.
Ghaffar mengusap dengan lembut perut besar istrinya. Chayra bergerak tak karuan sembari mengusap dengan kasar perutnya seolah ia tak kuasa menahan sakit lebih lama.
Ghaffar merasakan gerakan aktif di perut istrinya gerakan lebih aktif dari sebelumnya.
"Sakit mas "rintih Chayra.
selang waktu hampir tiga puluh menit akhirnya Chayra sudah mulai mengejan melahirkan kedua bayi kembar milik Ghaffar.
"Ayo sayang kamu pasti bisa "
"Huh..hooh...huh...Hooh..."nafas Chayra tersenga-senga.
"Emhhh sakit banget mas "
Ejanan yang cukup keras berhasil mengeluarkan bayi pertama mereka yang berhenti kelamin Laki-laki.
Ghaffar membawa bayi berwarna merah itu ke gendong tangisan keras menjalar ke seluruh kamar yang cukup luas ini.
Ghaffar membawa bayi itu ke dada sang ibu.
"Mas tolong aku ingin minum dulu "
Bertepatan sehabis minum kontraksi kuat itu datang lagi membuat Chayra mengejan kembali sepertinya anak kedua tak sabar bertemu ibu dan ayahnya.
Kali ini tidak begitu susah seperti anak pertama nya. Chayra tetap kesakitan namun bisa ia tahan.
Tepat di tanggal 4 April Chayra resmi menyandang status ibu dua anak. Anak-anak terlahir waktu dini hari.
"Mas kenapa kamu menangis ?"lirih Chayra.
__ADS_1
Ghaffar tak berucap namun di dalam hatinya ia berjanji akan menghormati,menyayangi dan melindungi istrinya selama sisa hidupnya.
Melihat pengorbanan dan air mata yang di keluarkan istrinya untuk melahirkan. Ghaffar mengerti bagaimana rasanya melahirkan meski ia tidak merasakan.
Terakhir pria itu mencium perut rata istrinya setelah kening tadi.
..._______________________...
Lima tahun kemudian...
Ghaffar memasuki rumahnya. Ia terkejut melihat putra pertamanya sedang lari-lari di ruang tamu dengan hanya memakai celana tanpa baju sedangkan kembaran sudah rapi dan cantik ia malah asyik tertawa di atas sofa melihat kelakuan kakak yang mengerjai ibu mereka.
"Hagan sini, mama mau pakaikan kamu baju itu loh. Nanti kamu masuk angin. "
"Kejar dulu , tangkap aku kalau bisa "
"Anak ini kenapa menjengkelkan sekali "gerutu Chayra.
"Sudah dong nak, Mama capek tau. Kaki kamu juga basah
Hagan berlari berusaha menghindari kejaran sang ibu. Hingga akhirnya kaki Hagan tersadung ujung kaca.
Brak
Chayra sepuluh detik yang klau memang sudah tidak mengejar. Hingga timbulah tangisan meleking dari sang putra yang berjalan terseok-seok menghampiri sang ibu dengan tangan yang merentang.
Ghaffar tersenyum meletakkan tas nya lalu mengambil putranya itu yang kakinya mengalami robekan besar.
"Tidak apa-apa nak, karena lukanya besar jdi darah keluar begitu banyak hingga menutupi kaki mu dengan darah. "Jelas Ghaffar.
"Aku ambil kotak P3K dulu "
Chayra dan Ghaffar tentu tidak panik melihat anak pertama mereka yang luka. Hagan anak yang terlalu aktif di umur ke lima tahun ia sudah mendapat dua luka besar dan sisanya empat luka kecil.
Berbeda dengan adiknya yang begitu tenang dan kalem mungkin karena ia perempuan pasti adalah naluri kalem nya perempuan.
Hagan ini mirip ke Ghaffar sang ayah, kuat dan pintar. Saat terluka Hagan tak butuh obat ia hanya perlu Ayahnya.
Ghaffar memberi nama putra pertama adalah Muhammad Hagan Syalim, Hagan itu berati bertahan dan kuat, Syalim memiliki arti pengetahuan dan mudah belajar
Sedangkan putri keduanya ia beri nama Gwen Sendra Syalim. Gwen ini pemberian nama dari Chayra yang selama hamil ia bgeitu menyukai salah satu pemain film perempuan bernama Gwen dia pintar dan berbakat juga pemberani. Sendra diambil dari nama Ghaffar sebagai rasa syukur juga bentuk sayang Ghaffar pada anak perempuan nya.
"Aku mau ambil jemuran dulu mas "kata Chayra dibalas anggukan oleh Ghaffar.
"Shhh sakit pah "
Serpihan kaca masih tertancap di kaki putranya itu. "Kamu tau ga kamu sering jatuh gini karena apa ?"
Hagan menggelengkan kepala, "Karena kamu sering melawan mama. "
"Gwen ambilkan air hangat di meja yah "
"Iya pa "
"Apa maksudnya ?"
"Mama mu itu melahirkan dan mengandung dirimu bersama Gwen selama sembilan bulan. Kalian berdua tau saat kalian masih di perut mama. Mama sulit berjalan karena membawa kalian di dalam perut, belum lagi saat ia mempertaruhkan nyawa hanya untuk kalian berdua. "
"Cinta pada Allah itu sudah benar tapi cinta pada mama juga itu harus. Allah suka ketika Hagan dan Gwen mencintai Allah tapi Allah juga pengen Hagan dan Gwen mencintai mama. Kalau kalian sayang mama.. Allah pasti juga sayang kalian."
"Apa kalian pernah mendengar surga dibawah telapak kaki ibu ?"
Hagan dan Gwen mengelengkan kepala.
"Surga nya Hagan dan Gwen ada di telapak kaki ibu. Kalau mama Ridho Allah past ridho juga. Allah begitu memuliakan seluruh ibu dan perempuan di dunia ini. Apalagi saat ia mempertaruhkan nyawa untuk anaknya klau ia meninggal insyaallah jaminan adalah surga karena ia berhasil melahirkan seorang anak untuk hidup ke dunia. "
"Makanya tolong hargai mama kalian lebih dari kalian menghargai papa. Tolong sayangi dia, karena saat mama atau papa tidak ada lagi di dunia kalian akan bingung dan sedih karena pada siapa lagi kalian bercerita dan bersandar. Dari kehilangan kalian akan belajar beratinya seseorang dan kalian bakal tau sayang nya mama dan papa seperti apa "
Ghaffar tersenyum melihat wajah kedua anaknya, "Mungkin kalian belum mengerti. Tapi, Papa akan menjelaskan lagi suatu hari nanti. "
...________...
Ghaffar memasuki kamar ia dan Chayra.
"Sayang "
"Sayang "
Ghaffar mendengar suara gemerincik air yang jatuh.
Chayra kemudian keluar dari kamar mandi. "Ada apa mas manggil aku ?"
"Ini kok berantakan "ujar Ghaffar mengambil baju diatas ranjang di letakkan di kerajang.
__ADS_1
"Ohh itu tadi aku kebelet jadi bajunya berantakan. "
"Ya sudah aku rapikan dulu "Ghaffar melipat baju Chayra kembali.
"Tapi mas, besok saja "
"Sudah tidak apa-apa "
Ghaffar memasukkan kembali ke dalam lemari pribadi milik Chayra. "Anak-anak sudah tidur "
"Ya, sudah. Aku tadi membacakan dongeng untuk mereka "
"Begitu "
"Pintu udah kamu kunci kan "
Ghaffar menaikkan sebelah alisnya. Kemudian beberapa detik kemudian ia tersenyum karena paham maksud istrinya.
"Apa kamu sudah selesai ?"
Chayra mengangguk.
"Makasih ya sayang "Ghaffar mencium kening Chayra.
Chayra mengambil kotak berwarna biru di dalam nakas yang langsung ia sembunyikan di balik punggungnya. Ghaffar baru saja keluar dari kamar mandi di sambut senyuman manis oleh Chayra.
"Ahh sudah 00:00 Selamat ulang tahun papa Ghaffar "Chayra menghadiahkan ciuman di wajah suaminya.
"Makasih mama nya Hagan dan Gwen "
"Apa tadi hadiah darimu ?"
Chayra mengeleng kepala, "Itu hanya pemanasan awal "
"Ta--da ini dia acara yang dinanti-nanti "Kata Chayra menyodorkan kotak berwarna biru dengan pita putih.
"Wahh hadiah apa yah kali ini yang di kasih mama "
"Yang pasti hadiah terindah buat papa Ghaffar. "Ghaffar rmengulum senyum.
Kotak itu belum ia buka hanya masih mengira-ngira isinya dengan mengadalkan goncangan suara. "Papa buka ya ma "
Deg !
Deg !
...Hello Daddy, I'm here.....
Haii Mr.Ghaffar, you will soon be a father again
Ghaffar membuka mulutnya begitu besar ia tak percaya jika Allah kembali mempercayakan mereka setelah sekian lama.
Di kotak itu ada dua lembar foto USG dan alat tes kehamilan lalu kartu ucapan serta foto Ghaffar saat tidur.
Ghaffar kemudian memeluk Chayra istrinya dengan sangat erat sambil mengucapkan terima kasih dan rasa syukur nya.
Ghaffar teringat sesuatu ia seketika melepas pelukan. "Tunggu sebentar. Berati seminggu ini kamu ga datang bulan dong "
"Iya. Kehamilanku masuk minggu ke enam. Masa kamu ga ngerasa sih ada yang beda dari aku. Semingguan ini janin aku lemah karena papa terlalu bersemangat. Jika aku memberitau kamu ga jadi suprise dong "
"Maafin aku yah. Aku ga tau "
"Gapapa mas, sekarang anak kita kuat kok. Dia bisa ngerti bagaimana ayahnya. "
"Kamu senang kan kau hamil ?"
"Pertanyaan macam apa itu. Tentu saja aku senang. Aku akan segera mengendong anak lagi. Aku bahagia sekali "
Ghaffar kembali memeluk Chayra.
Chayra pernah mengalami keguguran tahun lalu karena kelelahan dan kecapean dari situlah Ghaffar meminta Chayra untuk fokus pada Gwen dan Hagan saja. Hal itu membuat hati Chayra hancur karena kehilangan calon buah hatinya ia bahkan sampai harus di rawat di rumah sakit akibat dehidrasi dan kekurangan asupan.
Dan tahun ini Allah mempercayakan kembali anak kepada mereka. Tepat saat Chayra melepas Kb dan ia langsung hamil. Sungguh rezeki yang luar biasa.
Ghaffar dan Chayra hidup dengan bahagia bersama anak-anak mereka. Rumah tangga mereka tentunya tak selalu harmonis ada saja pertengkaran dan salah paham yang terjadi namun bagi mereka berdua itu hal yang biasa justru itu yang membuat mereka semakin dekat dan mengenal lebih jauh lagi.
Kisah cinta mereka yang berasa dari ketertarikan kakak dari teman Chayra yang berujung menikah dan memiliki anak-anak yang lucu dan pintar.
Sekian dari kisah cinta Tuan Ghaffar.
Terima kasih untuk semua pembaca Cinta Tuan Ghaffar. Sudah berada di cerita ini hingga episode ke 14. Aku berharap kita bisa bertemu di kisah yang lain lagi. ❤
Aku bakal men-tamatkan Bionissa secepatnya biar bisa selesaikan cerita Maukah kamu jadi istriku ?
__ADS_1
Monday 4 April 2022
Bye...bye..