Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar

Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar
11. Sahabat


__ADS_3

Chayra sibuk memperhatikan kertas dengan tulisan yang memenuhi entah apa yang ia lakukan sampai membawa kertas tersebut sarapan.


Gadis itu mnedongak "Ini susu hamil nya "ujar Ghaffar menyodorkan susu coklat.


"Terima kasih mas "


"Apa yang kamu lakukan ? Dari kemarin sibuk banget sama kertas itu "


"Coba mas lihat "Chayra memberikan kertas yang di jepit itu.


"Kamu mau buka bisnis makanan online ?"tanya Ghaffar melirik ke arah Chayra yang mengangguk mantap.


Chayra mengangguk, "Modalnya ga banyak mas kan menu juga sedikit "


"Uang di ATM masih ada kan."


"Masih kok mas, kemarin uang nya juga ada "


"Yang dua puluh juta itu ?" tanya Ghaffar di balas anggukan oleh istrinya.


"Memang kamu ga mau belanja, ada banyak barang cantik dan bagus disini."


"Mas, kamu ga lupa kan dulu kita pernah jatuh lebih baik uangnya kita belanjakan kalau memang butuh saja. Aku ingin cari investasi dan asuransi saja mas "


Ghaffar meraih tangan Chayra. "Kamu tenang saja. Aku sudah belajar dari kesalahan kemarin. Kalau aku nanti meninggal kamu ga akan benar-benar miskin. Kamu akan jadi janda kaya raya "


"Hushh ngomong apa sih mas. Jangan bilang gitu okey. Anak-anak kita belum lahir kamu mikirnya udah kesana "


"Kita harus memikirkan yang buruknya juga dan banyak hal sayang. Kamu tenang aja,Aku sudah mendaftar di berbagai asuransi dan investasi yang menjanjikan. Mereka akan menyerahkan pada mu jika sesuatu terjadi padaku "


"Mas jangan ngomong gitu, aku jadi takut "


"Kamu takut ? Bagaimana bisa kelinci manis ku ini takut "


"Kan kamu pawang ku, kalau aku tanpa kamu aku ga bisa apa-apa "Balas Chayra.


Ghaffar tersenyum ia menarik kedua pipi Chayra dengan gemas. "Rasanya aku ingin memelukmu seharian penuh di kamar "


"Kalau begitu peluk aku dong mas "


Ghaffar menghela nafas panjang, "Aku tidak bisa sayang, kalau bukan karena meeting aku tidak mungkin ke kantor hari ini "


"Yasudah ayok kita sarapan "


Ghaffar menyelesaikan beberapa dokumen agar besok ia tidak ke kantor. Tidak mungkin Ghaffar membawa ke rumah karena kelinci manis nya itu akan membuat Ghaffar lupa pada pekerjaan.


Ghaffar memilih beristirahat sejenak ia membuka galeri hp nya. "Ternyata dia hamil jauh lebih seksi dan cantik. "


Ghaffar dengan jahilnya mengambil gambar tubuh istrinya yang kelelahan karena melayani nafusnya. Walaupun hanya bagian kepala saja yang terlihat itu sudah membuat Ghaffar senang.


Entahlah, sebanyak apapun cinta yang telah Ghaffar beri selalu saja belum cukup bagi pria itu seolah cinta nya tak pernah habis untuk Chayra sih kelinci manis.


Ghaffar melihat memutar kursi kebesaran nya itu karena pintu ruangan di buka oleh seseorang.


Heels seorang perempuan berwarna merah berkilau itu datang menghampiri Ghaffar. Dengan langkah molek nya ia berjalan.


"Tumben sekali kamu lembur, sayang. Sekretaris mu bahkan sudah pulang, " ujar Gita duduk di atas meja kerja Ghaffar.


Ghaffar memperhatikan pakaian yang di kenakan manager publikasi itu dari atas hingga ke bawah. "Harusnya kamu mengetuk pintu terlebih dahulu "kata Ghaffar acuh.


"Apa ada masalah ? pukul sepuluh malam begini siapa yang akan berkunjung. Tidak ada yang berani ke ruang presdir sayang "


Ghaffar melepas bolpoint yang ia pegang tadi kemudian menatap ke arah Gita. "Lalu kau bagaimana ? Apa yang kau lakukan disini ?"


"Ahh aku..aku..aku melihat ruang kerja mu masih menyala lampu nya ?"


"Ada urusan apa kau kemari ? Bukannya publikasi terlalu jauh untuk sampai kesini ?"

__ADS_1


Gita gelagapan, "Sayang, kamu kok keliatannya curiga gitu sih sama aku. Aku kan peduli sama kamu sayang "


"Ada apa pakaian mu ?"


"Kenapa dengan pakaian ku ?"


"Lihat saja sendiri "jawab Ghaffar cuek.


Gita mengubah posisi jadi berdiri ia merasa tidak ada yang salah dari pakaian ada apa pria pencetak duit ini. "Tidak ada apa-apa. Kurasa kamu terlalu sensitif sayang "


"Terserah "jawab Ghaffar.


"Sayang, kamu ini kenapa ? Kamu kayak ibu hamil aja sensi banget sih sama aku " ujar Gita ia kemudian duduk di pangkuan Ghaffar.


Wanita ini tidak boleh tau jika Chayra hamil sebelum aku menendang wanita ini.


"Kita udah lama loh ga ketemu padahal kita satu rumah kamu sibuk aja sama istri kamu. Kamu ga sayang yah sama anak juga ibunya "


"Aku sayang kalian kok. Mana mungkin aku ga sayang kalian. Maaf yah, kalau aku ga bisa selalu ada buat kalian karena aku harus nenangin istri ku yang marah ini juga kan karna kamu yang terlalu gegabah sayang "


"Kamu pasti harus bekerja keras yah sayang "Ghaffar mengangguk. Gita menyadarkan tubuhnya di dada bidang suami itu.


Kamu pasti sangat bekerja keras sampai membuat istrimu hamil.


Sambil menunggu hasil test aku harus bersabar menghadapi wanita penguras ini.


"Aku rindu kamu sayang, "


Gita membisikkan kata-kata cinta di telinga suaminya itu sembari membuka secara sensual kancing kemeja putih Ghaffar.


Ghaffar dengan spontan menolak dengan halus menggunakan bahasa tubuh. "Maaf Gita, Aku hari ini lelah sekali."


Gita mengangguk mengerti. Ghaffar mengeluarkan kartu atm miliknya. Gita langsung menukarnya. "Belanja lah sesuka mu. Aku mau menyelesaikan ini dulu "


Git beranjak dari pangkuan Ghaffar. "Aku pergi dulu ya sayang, kamu jaga kesehatan yah "Gita mengecup singkat bibir Ghaffar. Selepas Gita pergi Ghaffar membersihkan bibir menggunakan tisu.


"Pasti wanita itu mulai mengatur rencana "molog Ghaffar.


Ghaffar menghampiri ruang tamu karena lampu masih menyala ia sudah menduga pasti istrinya menunggu Ghaffar pulang. Karena kelelahan menunggu suaminya Chayra tertidur dalam posisi duduk.


Ghaffar membuka kamar tamu tubuh memang sangat lelah tapi ia tak bisa memberikan istrinya tidur di dengannposisi kurang nyaman.


Setelah membereskan kamar itu barulah ghaffar membopong Chayra ke dalam kamar tamu Ghaffar langsung melepas sepatu dan lus kaki kemudian jas dan kemeja.


Pria itu langsung memeluk sang istri dan menganti bantal menjadi lengan nya untuk kepala bumil.


"Ternyata kamu hamil makin tambah lucu yah. Lucu nya bikin aku tambah love sama kamu. "Ghaffar membalik tubuh Chayra ke samping agar bisa memeluk istrinya.


"Alhamdulillah dikasih istri cantik gini. Bersyukur banget ya allah "molog Ghaffar.


______________


Axel mendaratkan bokong di kursi kerja.


Tertulis di sebuah papan akrilik AXEL ANUGRAH dengan jabatan sebagai direktur.


Dengan penerangan yang minim Axel membuka kembali setiap halaman sebuah buku kenangan.


Pandangan Axel menuju ke arah sebuah foto tiga orang dewasa yang memakai pakaian SMA dia adalah Aditya, Chayra dan Axel. Nama-nama yang tertulis disana dengan tulisan indah yang pastinya ditulis oleh Chayra.


Kata sebagian orang tidak ada pertemanan yang murni antara laki-laki dan perempuan.


Kata orang cinta hadir tanpa kita sadari.


Kata orang cinta tumbuh tanpa memihak siapapun.


Dan kata orang cinta baru di sadari saat orang itu pergi.

__ADS_1


Kata orang pula jatuh cinta indah namun bagi Axel itu sangat menyiksa.


Sepertinya itu memang benar. Sudah sampai di telinga semua warga sekolah jika Adit menyukai Chayra. Tidak jadi hal asing lagi jika Aditya menyukai sahabat sendiri Chayra.


Dulu Axel selalu meledekkin Aditya yang friend zone terhadap Chayra. Yah, Adit itu pengecut dan penakut dan juga point tambahan Adit orang yang tak menentu dia seperti hujan kadang turun kadang hanya mendung. Teknik yang ia gunakan untuk mendapatkan Chayra sangat jadul.


Sering kali Chayra bingung apakah Adit serius atau tidak.


Hingga mereka bertiga lulus Axel pergi ke Jerman untuk meneruskan perusahaan dan kuliah sedangkan Aditya kuliah di Indonesia sembari belajar memimpin perusahaan.


Kalau Chayra, Ahh gadis itu selalu meronta-ronta ingin kuliah di grup whattsapp namun ayah nya tak mampu membiayai nya bukan karena ia gadis miskin hidup Chayra tergolong menengah keatas. Ayah Chayra sudah terlalu tua dan pria itu melepas tanggung jawab sebagai ayah. Aku pikir kalian mengerti.


Hingga tak ada badai tak ada hujan tak ada tsunami juga tak ada gunung merapi.


Chayra menelfon Axel untuk bertemu karena Axel memberitau jika ia liburan akhir tahun.


Kabar paling aneh bagi Axel ialah saat Chayra memberikan kartu undangan bergaya barat itu. Aneh, bagi Axel karena teman nya yang paling ogah-ogahan nikah muda ternyata memilih untuk nikah muda dengan seorang duda dan dia adalah kakak Adit.


Wah, Axel mengerti bagaimana perasaan Adit saat ini. Perempuan yang ia cintai menikah dengan kakak nya sendiri. Kakak nya Adit itu kau tidak salah namanya Ghaffar yah dia memiliki banyak usaha salah satu brand terkenal adalah kosmetik dan skincare yang selalu pakai kaum perempuan di seluruh dunia.


Di hari pernikahan Chayra dengan Ghaffar entah kenapa Axel mendapat perasaan gila ini. Perasaan yang ia namakan C.E.M.B.U.R.U Axel tak mengerti entah ia cemburu karena Chayra menikah atau ia juga ingin menikah.


Pernikahan tersebut diadakan semewah mungkin oleh Ghaffar bahkan mahar Chayra juga Fantastic hingga di sorot oleh media. Axel cukup tau jika itu pasti bukan permintaan Chayra karena gadis itu selalu sederhana.


Perasaan itu semakin tumbuh di hari yang sama saat wedding party di gelar Ghaffar mencium kening Chayra penuh sayang.


Di kamar Adit, Axel dan Adit beristirahat kedua sahabat itu berbaring memandang langit kamar. Hari ini perasaan Axel tak menentu perasaan yang aneh.


"Kurasa kakak lo berinvestasi di Chayra "celetuk Axel, Adit terkekeh.


"Satu milyar tujuh ratus juta itu uang kasih sayang. Sebenarnya Chayra cuman minta 30 juta aja "


"Rezeki nomplok namanya. Minta 30 juta eh dikasih satu milyar lebih. Ternyata mimpi nya jadi kenyataan yah nikah sama orang kaya."


"Aku belum pernah lihat ka Ghaffar sebahagia itu "


"Aku tau kak Ghaffar benar-benar amat sangat bahagia. Padahal mereka cuman kenal satu tahun lebih. "


"Diapain sama Chayra kakak loe kayak cinta mati gitu "


"Cinta itu sepertinya tumbuh begitu saja. Aku rasa Chayra menerima kak Ghaffar karena dia ingin bebas "


"Gimana perasaan lor Dit, ngeliat Chayra jadi kakak ipar loe ?"


"Sebagai laki-laki yang menyukai perempuan gue kecewa. Gue pengecut,kesal, dan sedih karena gue ga bisa sekeren ka Ghaffar. Dia selalu unggul. Dan sebagai saudara gue bahagia. Kak Ghaffar selalu di perlakukan berbeda karena dia anak pertama. Kurasa memang sempurna jika jodohnya adalah Chayra. "


"Jadi loe berusaha ikhlas ?"


"Yah, pelan-pelan "


Axel tertawa keras melihat wajah pasrah Adit.


"Malam ini mereka pasti sedang membuat keponakan untukmu Dit "


"Cantiknya perempuan itu saat di ranjang dan esok pagi nya "


"Humm aku setuju "


"Chayra tadi cantik banget yah Dit, kayak ahh aku tidak bisa menyamakan dia dengan perempuan cantik manapun "


"Aku ingat dulu pertama kali aku menyadari jika Chayra itu sangat cantik. Dia sedang ganti baju saat kami akan keluar. Pintu kamar ga di tutup di situ aku melihat rambut panjang hitam dengan kulit putih "


"Allah punya cara yang indah dan menakjubkan mempertemukan kita dengan pasangan. "


Bibir Axel boleh mengatakan seperti itu tapi di hatimu begitu sakit sekali.


Sebulan di Indonesia Axel memutuskan terbang kembali ke Jerman.

__ADS_1


Empat tahun berada di Jerman tak membuat Axel berhenti memikirkan Chayra. Axel masih menyimpan foto pernikahan Chayra.


__ADS_2