
Gita hanya bisa mematung melihat Ghaffar di tampar dua kali oleh Rachel.
Air mata wanita yang melahirkan Ghaffar itu keluar.
"Mama ga ngerti Ghaffar kenapa kamu melakukan ini semua ? Apa Gita kurang untukmu ? Atau Chayra kurang untukmu ? Siapa yang mengajari kamu serakah seperti ini ?"
"Mama malu Ghaffar. Mama bingung ada apa dengan kamu ? Apa mama yang gagal jadi ibu atau kamu yang salah ? Mama tidak pernah mengajari kamu poligami "
"Ma, aku bisa jelasin "
"Semuanya tidak seperti itu awalnya. Aku ingin mengakui Gita di hadapan kalian tapi hari itu pertama kalinya aku bertemu Chayra. Dia begitu baik seperti perempuan yang ku mau untuk jadi istriku. Ku akui wajah Chayra mirip dengan Raisa tapi seiring berjalannya waktu mama lihat sendirikan wajah Chayra beda dengan Raisa dia semakin menunjukkan dirinya sendiri baik itu wajah dan sikap nya. Dia berbeda dan aku memang menginginkan Chayra jadi istriku ma "
Ghaffar melirik ke arah Adit yang tengah mengenggam tangan Yura adik bunga nya.
"Maafkan aku Dit. Maaf karena aku terlambat lima tahun, maaf karena aku kakak yang pengecut. Aku malu untuk minta maaf padamu. Aku sudah berusaha jadi kakak yang baik untukmu dan Yura. Aku minta maaf telah merebut cinta pertama mu "
Ghaffar menatap sendu pada adik laki-lakinya.
"Aku sangat membutuhkan Chayra di hidupku. Dia adalah obat anti gila ku. Aku lebih bisa bertanggung jawab untuk nya. Lupakan saja Chayra. Berikan dia untukku. "
Adit mengulas masa lalu kembali jauh sebelum Chayra hadir dan sebelum kakak pertamanya menikah.
Papa mereka jauh lebih menekan Ghaffar. Saat SMP dulu Ghaffar sudah bisa mengendarai mobil dan motor juga berkuda. SMP juga dia sudah memiliki usaha baju dan sepatu. Ghaffar jatuh dan bangun merintis usaha, di paksa oleh orang tua agar Ghaffar sukses. Ghaffar berniat saat itu menjadi musisi namun sang Ayah ingin dirinya menjadi pengusaha mengikuti jejaknya.
Ghaffar anak yang sukses prestasi juga dari ketimbang dua saudara lainnya lalu lulus SMA Ghaffar membeli apartemen dan pindah kesana.
Ghaffar menikah dengan wanita pilihan sendiri yaitu Raisa. Wanita cantik berprofesi model. Pernikahan mereka yang baru berjalan tiga bulan sudah diselimuti banyak masalah. Permasalahan mereka hanyalah anak.
Lalu Chayra datang di hidup Ghaffar. Adit melihat Ghaffar jauh lebih bahagia seperti orang yang menemukan rumah ku. Cara Ghaffar memandang Chayra seolah mengatakan Dia adalah rumah yang gue cari. Akhirnya ada orang yang bisa mengerti dan menyayangi gue seperti yang gue inginkan.
Seperti itulah Adit mengartikan penting nya Chayra untuk Ghaffar. "Ka, Andai kakak bicara lebih awal aku pasti mengerti. Aku tau jawaban dan alasan kakak selama ini. Kakak selama ini sudah berjuang dan Chayra adalah hasilnya. Kakak benar, Chayra lebih membutuhkan kakak daripada aku. Kakak orang yang dewasa dan lebih berpengalaman seperti itulah orang yang dibutuhkan Chayra. "
Gita terdiam ternyata sebesar itu cinta Ghaffar pada Chayra istrinya. Gita adalah istri pertama Ghaffar tapi entah kenapa posisi nya disini ia merasa dirinya adalah pelakor.
"Terus ini kenapa Gita bisa hamil Ghaffar ? Hamilin aja istrimu !"
"Tidak ma, Ghaffar tidak mau "
"Apa ? Kau kehilangan akal sehatmu !"
"Aku takut Chayra mengugurkan anakku ma "
"Terus Gita bagaimana ? Kau lebih percaya pada wanita yang tidak kau cintai ? Apa-apaan ini Ghaffar !"
__ADS_1
"Aku membayarnya ma, dia akan menuruti apa yang ku minta "
Rachel dan Yura mengerutkan kening. "Kau membayar seorang wanita untuk hamil anakmu padahal kau punya istri yang bisa hamil. Apakah dunia sudah tidak waras ?"Tanya Rachel pada Dirga.
"Siapa Chayra untukmu Ghaffar ?"
"Dia adalah segala nya dan selamanya untukku "
"Tapi itu tidak seperti yang kau katakan Ghaffar , anak itu juga kepercayaan. Chayra adalah istrimu sudah seharusnya anak itu lahir dari rahim Chayra "
"Pokoknya jangan mengharapkan warisan papa jika cucu itu bukan dari Chayra. "putus Dirga meninggalkan Ghaffar bersama Gita.
______________
Chayra tak bisa berkata apa-apa melihat pagi ini wajah suaminya memar. "Kamu ga usah gantikan baju aku. Aku bisa sendiri "
"Gapapa sayang, Aku jarang sekali manjain kamu " ujar Ghaffar memasang pakaian Chayra.
"Di pukul papa yah ?"
Ghaffar tersenyum sembari mengangguk. "Kamu tidak pernah membalas pukulan papa tapi jika orang lain mau memukulmu memar itu tidak mungkin ada "
"Mas minta maaf yah Ra "
"Mas kurang perhatian sama kamu makanya kamu masuk rumah sakit "
Chayra merasa bersalah jika suaminya seperti ini menyalahkan dirinya sendiri. Chayra merasa merepotkan suaminya, Ghaffar sudah bekerja keras di kantor setiap hari dan setiap waktu ia selalu memikirkan ide agar perusahaan bisa lebih maju. Kadang Ghaffar sering lupa untuk makan karena terlalu sibuk mengurus perusahaan yang di rintis sejak sekolah.
Chayra meminta Ghaffar untuk duduk dengan menepuk ranjang pasien. "Ada apa ?"Tanya Ghaffar yang mendaratkan bokong untuk duduk.
Ghaffar terkejut karena Chayra memeluk. "Maaf yah buat Mas khawatir "
"Lain kali jangan gitu yah "
"Mas ga usah ke kantor yah temanin aku disini "Ghaffar mengangguk.
"Mas sudah putuskan kalau seminggu mas tidak akan ke kantor "
"Seminggu bukannya terlalu lama. Emang mas mau liburan ?"
"Mas mau jagain kamu sampai kamu benar-benar sembuh "
"Tapi aku cuman kecapean mas. Aku juga udah ngerasa baikan kok "
__ADS_1
"Mas ga percaya sebelum mas mastikan sendiri "
Ghaffar mengambil kedua tangan Chayra lalu mencium punggung tangan istrinya.
"Jangan sakit-sakit lagi yah. Aku ga bisa hidup tanpa kamu "
"Maaf yah mas "Chayra mencium kening suaminya.
"Mas cari uang buat kamu. Mas muter otak dari pagi sampai malam supaya kamu tetap makan yang enak, supaya kamu bisa terus beli perawatan, supaya kamu bisa beli baju yang kamu suka. Kamu harus sehat terus masih banyak yang belum mas kasih buat kamu. "
"Mas jika suatu hari nanti kita punya anak. Mas bakal sayang siapa anak kita atau aku ?"
"Pasti nya kamu. Meski anak itu adalah darah dagingku tapi aku lebih menyayangimu. Mereka ga bakal ada kalau kamu ga ada "
"Kalau besok aku meninggal, kamu gimana ?"
"Mati juga "
"Kok mati sih Mas ? Kamu kan bentar lagi punya anak "
"Aku sudah mengurus kebutuhan anakku. Anakku tidak akan miskin "
"Terima kasih sudah mencintaiku mas. Kamu adalah wujud dalam doaku "
"Aku yang seharusnya bilang makasih. Terima kasih sudah lahir. Kamu adalah obat anti gila ku "
Ghaffar memeluk Chayra kembali.
Gita mendengar dari balik pintu kamar inap Chayra. Air mata menetes.
Keduanya makan bersama saling suap-suapan dengan begitu romantis.
Ghaffar sudah lama berjuang beban jadi anak pertama dan laki-laki pula membuatnya semakin terus berjuang. Ayah nya memang kaya hidupnya selalu di irikan oleh teman-teman nya tapi hidup yang di inginkan teman-teman nya justru tidak seindah itu.
Menjadi musisi adalah impiannya namun itu semua harus pupus karena keinginan keras Dirga yang ingin dia menjadi pengusaha. Jatuh bangun Ghaffar lalui. Ghaffar menjual karya-karya seperti lukisan juga lagu miliknya. Lulus SMA Ghaffar keluar dari lingkungan toxic di pertemanan juga keluarga nya. Ghaffar berteman dengan pengusaha-pengusaha mencari ilmu pengetahuan bisnis sambil kuliah.
Ghaffar melupakan waktu tidur dan makan ia hanya minum kopi dan terus belajar saat sakit pun Ghaffar tetap sendiri menghadapi nya. Bahkan pakaian pun tidak terurus seperti orang gembel dan wajahnya yang jelek juga kusam. Orang-orang Pasti tidak akan percaya jika ia adalah anak konglomerat. Bisnis nya terus sukses hingga membangun perusahaan besar yang berada di pusat kota. Untuk sampai ke tulang rusuk nya pun Ghaffar harus melalui proses pahit lagi yaitu menikah dengan Raisa yang menurutnya adalah Ego. Raisa hanyalah keinginan Ghaffar karena Ghaffar terlena akan lemah lembut dan kasih sayang nya hingga ia tertipu pada wanita pemeras duit itu.
Kemudian bertemu Gita yang membuat Ghaffar bisa melampiaskan nafsu nya. Ghaffar hampir terjerumus namanya dosa jika saja dia tidak bertemu Chayra tulang rusuk nya.
Chayra memperhatikan semua yang ada pada dirinya mulai dari makan, minum, pakaian dari atas hingga ke bawah, bahkan mengikat tali sepatu adalah Chayra. Sakit pun juga Chayra yang menemaninya. Chayra memberi dukungan pada setiap langkah Ghaffar dan menarik tangan Ghaffar jika pria itu salah jalan.
Saat Chayra pulang kuliah dan Ghaffar tau Chayra lelah istrinya itu tetap memijat kakinya dan menunggu suami pulang lalu menanyakan apa Ghaffar sudah makan atau belum.
__ADS_1
Ghaffar terlalu mencintai Chayra hingga ia tanpa sadar melukai Chayra dengan tidak mengizinkan Chayra hamil.