Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar

Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar
9. Rencana lain Tuhan


__ADS_3

Ghaffar mengantar


dokter keluar dari apartement nya. Wajah Ghaffar berubah drastis


lebih marah dari sebelumnya.


Apa kalian melakukan hubungan


suami-istri ?


Tentu saja. Memang nya kenapa ?


Kamu seperti tidak ada masalah sama


sekali. Mulai sekarangtolong diberi jarak yah minimal seminggu tiga


kali saja. Aku yakin kamu pasti bermain kasar “


Apa dia tadi sempat sadar atau


pingsan saat kalian selesai melakukan nya ?


Tentu saja dia sempat sadar bahkan


kami masih makan malam.


Dokter yang mengabdi pada keluarga


Ghaffar itu menghembuskan nafas panjang.


Ghaffar untuk sementara waktu jangan


lakukan hubungan suami-istri dulu. Miliknya sangat lecet sekali, dia


juga kekuragan nutrisi.


Jangan menyiksa ibu hamil Ghaffar.


Kamu bisa membahayakan bayi dan juga istrimu.


Bayi ?


Bayi ?


Bayi ?


Apa Chayra tengah


hamil muda ? Apa Chayra mengandung anaknya ? Kenapa Chayra bisa hamil


?


Setelah di


pikir-pikir Chayra tidak lagi datang bulan,tubuh juga lebih berisi.


Perut kamu agak membuncit yah


Apa kamu ga suka kalau aku buncit?


Aku tetap menyukaimu apa adanya.


Cintaku kepadamu tak akan pernah habis Chayra.


Tangan Chayra membuat setengah


lingkaran di perutnya. “Kau tidak akan hamil Chayra. Tenang saja


aku tidak menginginkan anak di pernikahan kita. Karena aku ingin


melindungi mu selamanya”


Kamu kok tumben kasih aku hadiah.


Apa yah isinya ?


Sejak kapan kamu minum susu. Aku


perhatikan kamu minum susu pagi dan malam.


Mas gendong


Aku ini bau banget loh sayang habis


main


“Jadi selama ini


dia berusaha memberitahuku tentang kehamilan nya ?”


Ingatan Ghaffar

__ADS_1


terulang kembali disaat pria itu menemani istrinya memasang KB.


“Berati Chayra waktu itu sudah hamil “ Ghaffar menyambungkan


kembali beberapa peristiwa dan gelagat aneh yang terjadi beberapa


bulan ini.


“Yah, Chayra


memang sudah hamil saat itu. “


“Apa bayi ku


kembar ?”gumam Ghaffar seolah bertanya entah pada siapa.


Malam ini Ghaffar


putuskan untuk tidur menemani Chayra dan calon anaknya yang sedang


sakit akibat ulahnya.


Calon anak ?


Rasanya terdengar mengelikkan karena Ghaffar menolak hadirnya anak


itu di rahim istri sah nya sendiri. Tapi ada perasaan aneh yang lebih


besar di hati Ghaffar perasaan yang hangat,sejuk dan bahagia


begitulah Ghaffar mendeskripsikan perasaan itu. Rasa naluri seorang


ayah yang hadir di dalam dirinya rasa ingin melindungi dan menyayangi


anak yang dikandung Chayra entah kenapa perasaan itu tidak muncul


saat Gita sedang hamil.


Ada apa ini ?


Kenapa semua jadi


seperti ini ?


Kenapa anak itu


hadir di rahim Chayra perempuan yang ia lindungi dengan nyawanya ?


Ghaffar takut janin


Ghaffar tak mau itu. Kehilangan Chayra saja tidak pernah terbesit di


dalam pikirannya.


Dan Malam itu Dito


di beri tugas untuk menyelidiki kehamilan Gita dan aktivitas Gita


selama enam bulan yang lalu. Ghaffar hanya ingin memastikan anak


siapa yang di kandung Gita. Katakanlah bahwa Ghaffar saat ini


berpikir sempit karena muncul pikiran konyol nya yang teringat kolega


dulu pernah mengatakan jika saat kamu akan memiliki seorang anak


perasaan dan naluri sebagai ayah muncul begitu saja begitupun dengan


ibunya.


Terdengar konyol


tapi Ghaffar mempercayai itu. Gerakan hati atau bagaimana ? Yang


jelas Ghaffar juga tak tau kenapa dengan dirinya kepikiran mencari


tau kehamilan Gita ?


Matahari terbit


memasuki celah apartement milik Ghaffar. Chayra duduk di atas Rajang


sedang Ghaffar duduk di kursi samping Sofa. Kini Chayra sedang di


introgasi mengenai kehamilan.


Perasaan bercampur


aduk,Chayra hanya memainkan ujung lengan bajunya.


“Chayra “

__ADS_1


“I..i..iya mas “


“Kenapa berbohong


?”


“Mas, sebenarnya


aku tidak bermaksud berbohong”


“Lalu ini apa ?


Kalau saja kamu tidak pingsan mungkin aku tidak akan pernah tau”


“Aku kecewa


sekali sama kamu Chayra. Lebih baik kamu ceritakan semuanya sebelum


aku memulai dengan marah “


“Maafin aku mas”


“Aku tidak


memakai pil KB selama enam bulan karena aku ingin hamil. Lalu aku


hamil, aku berencana kabur dan melahirkan anak k..k.kita di tempat


yang jauh dan memulai hidup baru tanpa kamu mas. Itu pilihanku


“Chayra menundukkan kepala ia meremas dress panjang.


“Jadi bekerja ini


sudah menjadi rencana mu ?” Chayra mengangguk.


“Apa alasan mu ?”


“Aku takut mas,


aku takut kamu gugurin anakku. Kamu bilang kita ga perlu punya anak


tapi aku pengen punya anak mas. Kalau kamu masih ga bisa nerima


anak-anak ini tolong izinkan aku pertahankan mereka aku janji semua


kebutuhan mereka aku yang akan cukupkan aku janji ga akan nyusahin


kamu “


“Apa mereka


kembar ?”


“Huh ? Ya mereka


kembar “Chayra mengambil amplop coklat di dalam tas.


“Ini USG nya


“Ghaffar dengan tangan gemetar membuka amplop coklat itu.


Ghaffar memijat


kepala, “Aku tidak akan mengugurkan anak itu dia sudah tumbuh


dirahim mu pasti sudah banyak organ tubuh yang telah dibentuk. Tapi


ada syaratnya, aku tidak mau kamu sakit atau tidak aku akan


mengugurkan anak itu “


“Baiklah..baiklah


terima kasih mas “


Chayra langsung


memeluk suaminya dengan sangat erat sambil terus mengucapkan terima


kasih.


“Aku sayang sama


kamu mas, I love you mas “


Mungkin memang sudah waktunya aku


memiliki anak.Aku tidak menyangka anak yang sulit ku dapatkan dari


Raisa kini dengan mudah ku dapatkan dari perempuan yang ku cintai.Aku

__ADS_1


begitu beruntung sekali dapat istri yang bisa mencintaiku dan anak.


Jadi begini rasanya menemukan orang yang tepat ?


__ADS_2