Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar

Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar
5. Aku punya alasan Ra,


__ADS_3

Ghaffar tentu mengejar istrinya itu. Chayra menangis sejadi-jadinya di balik selimut.


"Sayang, " kata Ghaffar dengan lembut.


Chayra menjauhkan tubuh dari sentuhan Ghaffar. "Chayra istriku "


"Mas bisa jelasin. "


"Kamu jahat mas ! Aku benci kamu !"


"Maafin mas sayang. "


Chayra membuka selimut nya. Hati Ghaffar terasa sakit sekali melihat mata Chayra sudah sembab ada sisa-sisa air mata perempuan itu. "Terus bagaimana kamu selesaikan masalah ini ? Kamu ceraikan aku begitu ?"


Ghaffar terlonjak kaget, "Apa ? Tidak mungkin. Tidak ada yang bisa memisahkan kita kecuali kematian "Tukas Ghaffar.


"Aku tidak tau jika kamu seperti ini Mas. Apa aku kurang untukmu. Kenapa harus dia ? Kenapa ? Harusnya yang mengandung anakmu aku bukan dia ! Apa benar kamu menikahiku karena sebuah alasan !"


"Tidak. Jangan berpikir yang aneh-aneh Chayra. Kamu tidak boleh mendengarkan orang lain kamu harus mendengarkan aku. "


"Mendengarkan kamu. Sebenarnya orang yang mesti aku jauhin dan hindari ya kamu mas. Bisa-bisanya aku menikahi pria yang sudah beristri bahkan istrinya sendiri selalu berada di sekitarku. Aku malu sekali "


"Ini sangat memalukan. Bagaimana bisa aku menikahi dengan suami orang lain. Astaga Chayra kamu bodoh sekali, bodoh,bodoh "Ghaffar mengerutkan kening melihat tatapan mata Chayra kosong dan terus memukul kepala nya.


"Chayra berhenti "Ghaffar menahan kedua tangan Chayra.


"Tidak mas, tidak. Aku merasa begitu malu merebut kamu dari mbak Gita. Aku perempuan perusak rumah tangga orang lain "Chayra memukul kedua sisi kepala lagi.


"Chayra aku bilang berhenti !!" bentak Ghaffar.


"Tidak !!"


"Sadar Chayra. Kamu tidak merebut aku. Aku lah yang menginginkanmu. Aku mencintaimu sebagai cinta seorang laki-laki terhadap seorang perempuan. Aku menikahimu karena itulah keinginan ku. "


"Lalu kenapa kamu menghamili dia ! Harusnya kamu menceraikan dia jika sudah punya aku. Tidak bisakah kamu setia. Aku ingin kesetiaan mu mas, Tidak ada perempuan yang mau diduakan Mas "


"Aku punya alasan kenapa Gita harus hamil ?"


"Apa ! Apa alasan nya ! "


"Aku tidak bisa mengatakan Chayra. Jangan mendesakku "


"Tidak ! Aku mau tau. Kamu sudah menyembunyikan banyak hal dariku mas. Jadi kamu harus jujur ! Jujur sekarang mas "Ghaffar menghela nafas melihat air mata Chayra menetes. Ia kemudian berjalan mengunci pintu dan menyalakan sesuatu di remote kedap suara.


Ghaffar kembali duduk di tempat tadi di sisi ranjang ia menarik Chayra duduk di atas paha.


"Kalau sudah begini aku harus menjelaskan nya. Kamu harus tau Chayra jika aku mencintaimu. "Ghaffar membawa Chayra tidur Ghaffar memeluk Chayra dari belakang. Chayra menatap ke arah balkon.


Ghaffar mencium rambut hitam Chayra.


"Aku tau loh kamu ke gudang. Tata letak lukisan itu berubah dan aku menemukan gelang kaki mu di paku. "


"Raisa adalah istri pertama ku sayang. Dia bekerja sebagai seorang model. Waktu itu kami bekerja sama karena dia brand ammasador kalung berlian milikku. Kami akhirnya menikah. Mama dan papa tidak merestui pernikahan kami karena mereka tidak suka Raisa. Raisa tidak mau hamil dia hanya sibuk sama teman-teman nya dan tidak menjalankan peran sebagai istri. Dia selalu foya-foya. Raisa kecelakaan dalam keadaan hamil. Alasan dia hamil karena aku akan memberikan setengah asetku untuknya. Raisa ternyata divonis mengalami kanker rahim, dia sulit berjalan. Gita adalah pembantu pribadi Raisa. Raisa drop saat mengetahui Gita dan aku punya hubungan "


"Masuk rumah sakit Raisa ternyata mengakhiri hidupnya karena Gita mengaku jika dia hamil. Aku baru tau Raisa meninggal di parkiran karena di tabrak. Aku ingat saat itu aku baru saja kembali ke rumah sakit karena Raisa memesan Gado-gado "


"Gita keguguran di empat puluh harinya Raisa. Rahim mengalami luka jadi Gita harus menunda untuk memiliki anak "


"Gita dan Raisa tidak bisa dibandingkan dengan kamu Chayra "


"Aku baru merasakan keperawanan seorang perempuan darimu Chayra. Aku akhirnya mendapatkan apa yang ku inginkan darimu. Dan setelah aku mendapatkan mu kamu minta cerai itu pastinya tidak mungkin "


"Saat itu kamu hanya tamatan SMA dan kamu mampu menghargai dan menghormati ku. Kamu terus belajar agar aku puas di ranjang, selalu mencoba memasak makanan kesukaan ku, selalu mengingatkanku sholat dan selalu berusaha membuatku nyaman "


Ghaffar mengeratkan pelukan pada istrinya.


"Jangan menangis Chayra,kumohon. "Pinta Ghaffar.


"Aku bekerja keras kesana kemari mencari uang. Tiap hari aku mencari ide dan bisnis apapun agar perusahaan tetap maju terus menerus. Agar kamu dan aku bisa tetap makan yang layak, punya pakaian bagus, kamu tetap bisa belanja. Setiap hari aku selalu mikir gimana caranya aku bisa terus sama kamu. "


"Kalau begitu kenapa kamu ga pernah izinin aku hamil ?" Suara Chayra serak.


"Raisa itu suka mabok-mabokkan pastinya kami melakukan itu. Meski saat itu dia adalah kekasihku tapi dia tetap melayani pria lain. Aku baru tau jika seperti itulah hidupnya dan teman-teman model nya. Saat Raisa meninggal dokter Aisyah cerita jika dulu Raisa adalah pelanggan tetap teman dokter Aisyah. Raisa sudah sering mengugurkan anak jika di hitung mungkin sekitar tujuh kali. Tiga diantara adalah anakku Chayra. Aku takut Chayra. Maka dari itu biarkan saja anak Gita yang kita rawat Chayra. "


"Kenapa harus Gita ?"


"Karena aku takut kamu meninggal Chayra. "


"Ghaffar tapi aku berbeda dari Raisa !"


"Chayra tolong, hargai aku Chayra. Hargai keputusanku "


"Jika semisal aku terlanjur hamil,bagaimana ?"


"Kita harus mengugurkannya "


"Apa ! mas Ghaffar apa bedanya kamu dengan Mbak Raisa ? Kalian sama-sama jahat !"


"Chayra apa kamu hamil ?"


Deg !

__ADS_1


"Tidak, jangan menuduhku "


"Jika kau tidak hamil kenapa respon mu berlebihan Chayra ?"


"Apa jangan-jangan kamu sedang hamil ?" tuduh Ghaffar.


"Tidak,"


"Wajar kan jika respon ku seperti itu. Aku ini seorang wanita Mas Ghaffar aku juga ingin hamil dan melahirkan. "Balas Chayra yang menyerang balik.


"Chayra jangan membuatku emosi. Kasih waktu aku lima tahun lagi Chayra. "


"Kenapa harus lima tahun ?"


"Aku hanya berucap Chayra "


"Kau harus berjanji padaku Chayra, jangan biarkan siapapun pria menyentuh mu selain aku. Hanya aku ayah dari anak-anak mu mengerti "titah Ghaffar. Chayra tak menjawab ia hanya diam.


Perutku akan semakin membesar dan saat ini Mas Ghaffar belum bisa menerima kehamilan ku. Berati cara satu-satunya aku harus keluar dari rumah ini.


Kalian tenang saja Nak, mama akan cari jalan keluarnya untuk kita bertiga. Kalian akan tetap lahir. Aku harus mencari uang yang banyak untuk anak-anakku.


_________________


Chayra baru saja keluar dari gedung pengadilan. Tanpa sepengatahun Ghaffar,Chayra mendaftar pekerjaan. Sudah ada dua pengadilan yang ia kunjungi untuk mendaftar disana.


Ponsel Chayra berdering, Ternyata mama mertuanya menelfon.


"Hallo Ra, kamu dimana ?"


"Aku diluar ma, ada apa ma ?"


"Ini mama mau ajakin kamu ke mall udah lama loh kita ga ke mall. Kamu dimana ? Di rumah mmaa jemput yah "


"Enggak ma, aku ohh gini aja mah kita ketemuan di mall xxxxxxx gimana ?"


"Yasudah, mama kesana "


Chayra berjalan kaki menuju mall yang sudah dijanjikan bersama ibu mertuanya.


"Kamu ngapain duduk disini nak, kayak orang gembel aja kamu "ujar Rachel melihat menantunya duduk di kursi kayu tempat biasa pengemis nongkrong.


"Ini juga kamu kok berkeringetan sih, Supir kamu mana ?"


"Ada tadi aku suruh balik ma, "


"Ayok kita masuk "Chayra mengangguk.


Chayra merasa sedikit pusing mungkin karena efek ia hamil. Biasanya menemani ibu mertuanya jalan bahkan sampai lima jam ia sanggup. Ini belum juga dua jam tapi Chayra sudah teler.


"Makasih ma, baju ku makin banyak aja mah yang kemarin aja belum aku pakai "


"Gapapa, mama suka belanjain baju buat kamu. Cocok aja gitu warna nya sama kulit kamu "celetuk Rachel.


Chayra meletakkan kepala di atas meja dengan beralaskan satu lengan. Kepala jadi semakin pusing. "Ra kamu baik-baik aja kan "ucap Rachel.


"Iya mah "balas pelan Chayra.


"Kamu kelaperan yah. Duh, ini sih yang masak mana lagi kasian kan menantuku udah laper "gerutu Rachel.


Sepuluh menit kemudian barulah makanan datang. Disaat yang sama ternyata Chayra sudah pingsan. "Ra ini makanan nya udah datang "


Waiters itu melihat ke arah Chayra. "Bu, ini anaknya tidur yah "


"Hah, "Beo Rachel. Ia yang tadi fokus ke ponsel langsung melihat ke arah Chayra.


"Ra, ra bangun ra "


"Chayra "


Rachel buru-buru menelfon supirnya. Chayra kemudian langsung dibawa ke rumah sakit.


Suster keluar dari ruang UGD yang dimana Chayra dibawa masuk kesana.


"Keluarga Chayra "


"Saya sus "


"Mari nyonya.Dokter Bayu menunggu anda "Rachel mengangguk.


Bayu baru saja menyuntikkan obat ke lengan Chayra.


"Dok, keluarga nona Chayra menunggu anda" Bayu mengangguk.


Dokter Bayu menuju ke meja nya. "Silakan duduk Nyonya "


"Terima kasih dok "


"Jadi sakit apa menantu saya dok ?"


"Chayra hanya mengalami kelelahan dan mungkin banyak yang di pikirkan nya belakangan ini akibatnya nafsu makan menurun,cepat pusing dan mual karena imun turun hal itu bisa memicu resiko keguguran "

__ADS_1


"Keguguran ? Keguguran apa janin maksudnya dok ?"


"Memang Chayra tidak memberitau jika dia sedang mengandung "


Rachel cukup terkejut antara senang dan terkejut sulit ia bedakan. "Chayra harus rawat inap sementara waktu disini sampai kondisi benar-benar pulih "


"Berikan penanganan yang terbaik untuk menantu ku dok "


Rachel mengurus Administrasi Chayra karena Rachel ingin Chayra bisa segera di pindahkan. Chayra masih dalam pengaruh obat ibu mertua ini setia menemani menantunya di rumah sakit.


Rachel bingung harus bagaimana sekarang. Ia ingin bicara empat mata dulu dengan Chayra perihal kenapa perempuan yang ia sayangi itu merahasiakan keberadaan cucu nya bukan hanya satu tapi dua cucu yang Chayra rahasiakan. Jika Ghaffar sudah berada disini bisa kacau Ghaffar itu bucin sekali dengan Chayra berjauhan saja rasanya tidak mungkin.


Rachel memeriksa tas Chayra disana ia temukan beberapa nama pengadilan tempat Chayra melamar kerja. "Jadi rupanya anak ini ingin cari kerja ?"


Rachel menelfon seseorang, "Ini aku ibunya Ghaffar. Apa tadi Chayra pergi bersama mu ?"


Rachel mengangguk paham dengan penjelasan seseorang disana. "Benar dugaanku kalau Chayra pergi jalan kaki ke Mall tadi "


Beberapa saat Chayra akhirnya sadar. Rachel yang tiduran di samping Chayra merasa gerakan tangan Chayra. "Udah sadar Ra, minum dulu "


"Maaf yah ma aku jadi ngerepotin "


"Kalau kamu tadi ga pingsan mama ga akan pernah tau kalau sebentar lagi mama bakal jadi nenek "


"Mama---"Chayra terkesima.


"Ya, mama sudah tau kalau kamu lagi hamil. Kenapa bisa kamu rahasiakan Ra ?"


"A..a..aku..aku takut ma "Cicit nya.


"Ra, ini mama loh. Mama kamu. Kamu juga tau sejak dulu mama ngebet pengen punya cucu dari kamu sama Ghaffar. Sih anak drama itu aja yang bikin mama kesel !"


"Ma tolong jangan kasih tau Mas Ghaffar yah "pinta Chayra.


"Kenapa Ra ? Ghaffar harus tau kalau kamu sedang mengandung anaknya. Dia kan juga ikut andil dalam perbuatan nya ini sampai kamu bunting. "


"Mas Ghaffar akan mengugurkan janin ku jika dia tau aku hamil "


"APA , dasar anak drama itu ! Apa aku pernah melahirkan pria banjingan itu "umpat Rachel.


"Aku sudah dengar semuanya ma. Semua tentang masa lalu Mas Ghaffar dulu. Jadi aku mohon ma jangan beritau Mas Ghaffar, aku sudah berjuang dengan membohongi Mas Ghaffar agar bisa hamil. Aku tidak datang untuk suntik KB dua bulan yang lalu dan Mas Ghaffar selalu membuang di dalam. Aku tidak bisa memaafkan diriku sendiri dan mama jika anak-anakku yang masih bentuk darah ini meninggal "


Mungkin karena faktor kehamilan Chayra jadi mudah menangis dan marah. Rachel mmebawa Chayra dalam pelukan nya.


"Mama Janji bakal jagain kamu sama cucu-cucu mama lainnya. Kamu ga perlu bekerja Chayra biar mama yang nanggung kehidupan kamu "


"Tidak ma. Aku ingin bekerja untuk kedua anakku "


"Bagaimana cara kamu menghadapi ini Chayra, Ghaffar pasti akan tau kehamilan mu. "


"Sebelum usia mereka empat bulan aku akan pergi dari rumah "


"Apa ! Chayra pikiran macam apa itu ? Itukah alasan mu mencari kerja. Chayra kamu sedang kalut ,Ghaffar tidak seperti itu Chayra . Dia pasti akan menerima bayi-bayi ini jika kamu lebih berusaha lagi mengambil hatinya "


"Ma telah terjadi sesuatu yang membuat hatiku sakit "


"Apa itu Chayra ? Apa Ghaffar melukai mu ?"


"Lebih dari itu, mama bisa tanyakan Mas Ghaffar nanti "


Orang yang sedang di bahas itu panjang umur Ghaffar menelfon ponsel Chayra. Rachel yang memegang ponsel Chayra kemudian melirik ke arah Chayra tnapa minta izin Rachel kemudian mengangkat telfon itu.


"Hallo Sayang,kamu dimana ? Ini ga biasanya loh aku pulang kamu ga ada di rumah. Ini jam 7 malam sayang. Kamu dimana ? Kamu ga kenapa-kenapa kan ?"


"Ini mama. Chayra pingsan dia ada di rumah sakit sekarang "


"Apa ! Chayra Sakit, g..gimana bisa ? Kok bisa sam .mama.Aku..aku langsung kesana "


"Kamu pura-pura saja pingsan kembali. Mama mau tau apalagi yang dilakukan Ghaffar "Chayra hanya menurut.


Ghaffar yang baru saja pulang dari kantor terkejut karena lampu rumah mati pintu juga terkunci. Ghaffar kemudian menelfon istrinya tidak biasanya Chayra pergi tanpa bilang padanya bahkan sampai malam.


Ghaffar bagaikan orang kesetanan membawa mobil dengan kecepatan tinggi. Yang ia inginkan sekarang adalah melihat istrinya. Apa Chayra baik-baik saja ? Atau Chayra sakit cukup parah ? Sakit seperti apa ? Pikiran yang tidak-tidak mulai muncul di pikiran Ghaffar.


Pintu dibuka begitu keras Ghaffar langsung menghampiri istrinya yang terbaring lemah di ranjang. Tanpa perduli ancaman dan masalah apa yang akan ia hadapi sebentar lagi.


"Sayang.. Sayang..ohh Chayra ku "Ghaffar memeluk Chayra yang sedang tidur.


"Bagaimana ini bisa terjadi ? Kenapa kamu begitu pucat sayang ? Sayang jangan buat aku ketakutan "kata Ghaffar mengelus surai rambut Chayra.


Ghaffar melirik ke arah ibunya yang duduk. "Ma, mama Chayra baik-baik saja kan. Dia tidak kenapa-kenapa kan ma ?"


"Betul kamu mencintai Chayra ?"Tanya Rachel. Lain yang ditanya lain pula yang dijawab sekarang malah balik nanya lagi.


"Ma kok mama nanya gitu ? Masa istri sendiri Ghaffar ga sayang. Lagipula mama kan tau gimana perasaan Ghaffar ke Chayra "


Disana ada mama,papa, dan kedua saudara Ghaffar. "Mama tidak tau jika selama ini kamu hanya memasang topeng benar atau tidak mama ga tau "


"Maksud mama apa yah aku kok ga ngerti. Pa mama kenapa ? Kenapa jadi mama kayak ratu sinetron ?"


"Kalau kamu tidak suka Chayra jangan membawanya ke pusaran masalah mu Ghaffar. Kamu itu memalukan. Sangat-sangat memalukan. Gimana bisa laki-laki sepertimu tidak bisa bertanggung jawab ! "

__ADS_1


Gita di dorong ke depan oleh Rachel yang sempat ia sembunyikan di balik punggungnya tadi "Bagaimana bisa kamu menikahi asisten rumah tangga Raisa, Ghaffar ? Bahkan kamu juga menikahi Chayra. Ada apa ini sebenarnya ?! Kenapa harus ada dua perempuan dia hidupmu ? "


Ghaffar sontak membulatkan mata melihat Gta yang tengah hamil berjongkok dengan derai air mata yang membuat mascara luntur


__ADS_2