Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar

Berbagi Cinta : Cinta Tuan Ghaffar
12. Obrolan ringan Chayra-Ghaffar


__ADS_3

Chayra mengeliat pelan karena indera perasaan nya merasakan sentuhan tangan seseorang.


Tangan kasar itu semakin menjadi-jadi menyentuh kulitnya hingga membuat Chayra harus membuka mata.


"Morning sayang "Ghaffar langsung memberi hadiah berupa kecupan di kening istri tercinta.


"Ayok bangun bentar lagi subuh loh "


"Kita dimana Mas, ini kayaknya bukan kamar kita "ucap Chayra lalu membalikkan tubuh ke samping langsung memeluk Ghaffar.


"Memang kita lagi di kamar tamu sayang, "


"Badan kamu wangi banget Ra, mas suka "


Chayra menatap horor pada suaminya. Ghaffar menidurkan nya di sofa panjang itu Chayra kira Ghaffar minta di layanin ternyata tidak pria itu malah memijat tubuh nya.


"Mas kenapa ?"tanya Chayra mengangkat sebelah alis.


"Kenapa, apa nya sayang ?"


"Ini "


"Ohh, memang nya kenapa kalau aku memijat kamu ga boleh ?"


"Tumben saja "


"Aku melihat dari kemarin kamu terlihat lelah. Kamu ga fokus, juga lupa "


"Benarkah ?"


"Ya, aku pikir kamu lagi kecapean. Maaf yah sayang aku terlalu sibuk di luar hingga lupa akan dirimu "


"Seharusnya kamu tidak perlu repot-repot aku akan memanggil tukang urut "


"Kamu sedang hamil bagaimana jika dia salah-salah mengurutnya, atau dia tukang urut abal-abal ? bagaimana ?"


"Kamu terlalu takut, aku akan menelfon tukang urut langganan keluarga ku oke "


"Kamu bisa meminta ku sayang. Memang aku ini hanya bisa cari duit saja humm. Aku bisa juga mengurut tau, "


"Kamu pinter banget yah mijet. Kaki ku sakit banget disitu mas nyeri "


"Disini ?"

__ADS_1


"Yah ya disitu "


"Kamu pinter banget sih mas enak banget "


"Dulu waktu kecil aku sering mijet kaki mama waktu hamil sih bungsu itu. Mama sering nunggu aku di pos penjemputan waktu pulang sekolah mama selalu bawa Adit terus Yura yang masih di perut. Papa saat itu sangat sibuk ke luar negeri. Aku kasihan sama mama di dalam rumah besar itu kami tinggal ber empat di depan hanya ada lima penjaga. Mama tidak suka ada pelayan di rumah karena takut papa ntar ada hubungan sama pembantu padahal aku yakin itu ga mungkin karena papa itu Bucin banget sama mama. Yah meski keliatan nya cuek, ngomong iri nada bicara datar dan dingin tapi papa itu sayang banget sama mama."


"Dulu waktu aku lahir papa lagi ga dirumah karena peresmian hotel baru. Kata mama seharusnya aku lahir tiga hari lagi menurut prediksi dokter. Kata mama, papa saat itu ga pakai sandal, dasi dan jas hilang begitu saja. Papa lupa cara bernafas. Wajahnya merah, panik dan khawatir di ruang persalinan "


"Dan sekarang aku melihat versi papa kamu di suami aku "Chayra duduk di samping Ghaffar langsung menarik pipi suaminya yang berisi itu.


"Kamu itu kayak cowok di novel-novel tau yang cool boy gitu, sini aku kasih ciuman dulu, muach " Ghaffar terkikik geli karena istrinya memperlakukan dirinya layaknya anak kecil.


"Sepertinya banyak yang tidak kita bahas saat awal pernikahan. Rupanya "


"Yah, kamu benar mas banyak hal yang harus di bahas ternyata. Kita di pertemukan kamu adalh kakak dari temanku dan aku adalah teman nya adikmu. Komunikasi kita cuman saat aku ada tugas dan pergi ke rumah kamu. Terus pas aku lulus kamu ajak aku menikah. Dan untuk kali pertama di dalam sejarah hidupku aku menikah dengan pria yang sama sekali belum ku cintai. Selain kita banyak perbedaan kita juga sebatas saling tau "


"Papa tak seperti itu di awal masuk keluargamu beliau juga menganggap aku seperti Yura. Setelah di hubungkan dengan beberapa hal di masa lalu aku jadi mengerti. Mungkin saat itu trauma yang di bawa istri pertama kamu sangat besar dan keluarga mu juga "


"Kamu benar sekali."Kata Ghaffar ia membalikan tubuh Chayra untuk membelakanginya Ghaffar memijat pinggang Chayra.


"Aku ingat saat jam pelajaran matematika aku sibuk mengosip dengan Adit tentang dirimu. Aku menanyakan tentang Mas Ghaffar pada Adit. Yah, Adit cerita banyak tentang kakak nya. "


"Jika Adit sudah cerita tentang ku kenapa kamu masih berpikir kalau aku miskin ?"


"Yah karena apa yang di ceritakan Adit berbeda dari realita nya ?"


"Memang apa yang di katakan Adit ?"Tanya Ghaffar dengan nada kesal.


"Dia bilang kalian beda ayah. Kamu merintis karir dari nol. Adit bilang dulu dia tak begitu dekat dengan mu saat kamu kuliah. Katanya kamu sering bertengkar dengan papamu."


"Kamu tau kenapa Adit bilang seperti itu ?"


Ghaffar mengernyit, "Karena dia tau aku jatuh cinta padamu. Aku selalu menatapmu tanpa berkedip, aku selalu memperhatikan mu saat kamu muncul di hadapanku. Dia mengakui nya saat kita acara wedding. "


"Waktu di hotel itu. Yah hanya ada kalian berdua "


"Ya "


"Sebentar, Jadi kamu tau dong kalau Adit adikku suka padamu ?" Chayra mengangguk.


"Sejak kapan ?"


"Semenjak Perilaku nya berubah. Dia menunjukkan kalau dia bukan seperti Adit yang ku kenal tapi seperti pria yang ingin pacaran "

__ADS_1


"Kalau kamu tau dia suka kenapa kamu tidak membalas perasaan nya ?"


"Kamu mau aku nikah sama dia ? Kamu mau aku hamil anak Adit gitu ?"


"Iss ngomong apa sih kamu itu istriku, milikku "Ghaffar mendorong pelan Chayra. "Aku ga tau apa jadinya jika kamu berjodoh sama Adit aku pasti sedih dan pasti ga punya tujuan hidup lagi. Mungkin aku akan menghabiskan sisa hidupku sebagai pria single "


"Aku ini seorang perempuan mas. Perempuan itu pemikirannya panjang beda sama laki-laki dia hanya berpikir sekarang dan beberapa tahun ke depan paling jauh yah sepuluh tahun. Biar bagaimana pun aku harus mikirin masa depan ku. Pria kaya itu banyak, tapi pria yang berjuang itu sedikit. Menurutku Kekayaan itu bisa habis berapapun kita punya terus kita harus gimana kalau habis. "


"Terus ? Hubungan nya aku sama Adit apa dengan uang dan berjuang ?"


"Itu tadi perbedaan kamu sama Adit. Tidak ada tujuan di Adit. Adit sangat mencintaiku jadi dia akan melakukan semuanya untukku. Aku butuh pasangan yang seimbang bisa jadi kakak,ayah dan suami karena aku kehilangan figure ayah dan kakak. Aku tidak beruntung di keluargaku."


"Tadi karena kamu cerita sikap papa ke mama sekarang aku ngerti darimana sikap kamu berasal. Kamu ingat ga waktu kita masih tinggal di Jakarta Selatan aku ga ingat arah pulang dari kampus dan kebetulan mobil yang di bawa supir mogok. Kamu pulang ke rumah dalam keadaan panik karena pak supir nelfon kalau dia ga bisa jemput aku. Kamu nyadar ga waktu itu sepatu kamu udah ga ada,baju kamu basah, terus besoknya kamu sakit karena lari dari kantor ke rumah hujan-hujan "


"Benarkah ? Aku tidak tau bagaimana cara mencintai seseorang. Dan sama kamu itu pertama kalinya aku benar-benar menyayangi seseorang sayang nya tuh sebesar aku menyayangi ibuku. Aku juga pengen serius sama kamu."


"Terus kenapa kamu harus selingkuh ? Bahkan kamu nikahi Gita dan membuatnya hamil "


Sontak Ghaffar menghentikan kegiatan. Ghaffar tau ada air mata yang menetes karena punggung istri bergetar.


Pria itu mengendong istrinya naik ke lantai dua. Chayra di tidurkan di atas ranjang sementara Ghaffar mengunci pintu rumah dan kamar.


Ghaffar naik ke atas setelah membuka baju kaus hitam. "Maafin aku sayang. Maaf "


"Aku benar-benar menyesal sekali. "


"Sepertinya yang harus di bilang selingkuhan disini yah aku. Aku istri kedua yang ngaku-ngaku istri satu-satunya kamu. "


"Enggak ra. Jangan bilang gitu. Kamu memang istriku satu-satunya. "


"Selama ini aku ga enak sama mbak Gita. Dia juga hamil tapi kamu lebih perhatian sama aku. Aku pengen lupain kenyataan kalau mbak gita juga istri kamu tapi aku ga bisa."


Ghaffar bisa mengerti mungkin karena hormon kehamilan Chayra mudah berubah. "Aku belum bisa buktikan apapun sekarang Chayra ku tersayang. Tapi aku janji sebelum bayi tidak jelas itu lahir aku akan mencari tau kebenaran nya."


"Aku akan pikirkan jalan terbaiknya untuk kita bertiga. Sekarang kamu fokus sama kehamilan kamu. Kamu tenang saja. "


"Sekarang kamu tidur okey. Aku mau lanjut pijet badan kamu "


"Mas ini masih pagi loh masih jam 10. Akta orang zaman dulu jangan tidur pagi karena bakal mewarisi kemiskinan "


"Tapi kan kamu ga miskin sayang berlian kamu aja harganya lima milyar. Pakaian kamu sekarang aja sepuluh juta. Kamu jual jam tangan kamu satu aja bisa kok bayarin hidupku sampai tua apalagi kamu perempuan hemat. Jadi mau kamu tidur-tidur aja gapapa "


"Sombong banget sih mas "

__ADS_1


"Ada kalanya kita mesti sombong masa iya rendah hati mulu "


"Milikku juga milik kamu. Kamu harus ingat itu, kamu itu istriku "


__ADS_2