
Arabella dan Kenzo sudah sampai di tempat tujuan Kenzo yaitu rumah Kenzo. Arabella dan Kenzo turun dari mobil dan akan masuk ke dalam rumah.
"ini rumah siapa?" tanya Arabella
"rumah gw"
"kenapa lo bawa gw kesini?"
"udah jangan banyak tanya,nanti juga lo tau klo kita udah di dalem" Kenzo melangkahkan kakinya masum rumah.
Arabella masih diem dan ragu untuk masuk. Arabella takut klo Kenzo akan apa-apain dia.
"ayo masuk!!" Kenzo menarik tangan Arabella untuk masuk ke dalam rumahnya.
"lo duduk dulu..gw mau ke atas dulu" Kenzo mempersilahkan Arabella untuk duduk di sofa ruang tamunya.
Arabella duduk dan melihat isi ruangan tersebut begitu banyak barang-barang mewah yang harganya bisa mencapai ratusan juta.
"Kenzo" panggil Arabella pada Kenzo yang masih berada di sana.
"hmm...apa?"
"beneran ini rumah lo?"tanya Arabella yang tidak percaya klo Kenzo ternyata sangat kaya yang Arabella pikir Kenzo itu memang kaya tapi tidak sekaya yang Arabella lihat sekarang.
"kan tadi gw udah bilang"
"Kenzo" panggil seseorang yang sedang menuruni anak tangga.
Kenzo dan Arabella melihat ke asal suara itu dan mereka melihat seorang wanita berparuh baya sedang menuruni anak tangga, wanita tersebut yang tak lain adalah Bundanya Kenzo.
Arabella berdiri dan tersenyum ramah pada Bundanya Kenzo yang sekarang sudah berada di sana dan Bundanya Kenzo juga tersenyum pada Arabella.
"Bunda kenalin ini Arabella pacarnya Kenzo" Kenzo memperkenalkan Arabella pada Bundanya
Arabella langsung membulatkan matanya dan melihat ke Kenzo karna Arabella terkejut atas pengakuan Kenzo yang memperkenalkan dirinya kepada Bundanya Kenzo sebagai pacar Kenzo. Kenzo menatap Arabella lalu mengedipkan sebelah matanya dan tersenyum.
Arabella mengalihkan pandangnya pada Bundanya Kenzo dan bersalaman dengan Bundanya Kenzo "Arabella" kata Arabella dan tersenyum lalu melepaskan tangannya dari tangan Bundanya Kenzo.
"Kenzo kenapa kamu baru memperkenalkannya sekarang kenapa nggak dari dulu aja? kan klo Bunda tau kamu punya pacar secantik ini, Bunda jadi gak perlu menjodoh-jodohkan kamu sama anak temen Bunda"
"ya iyalah baru sekarang, kan gw sama Kenzo aja baru kenal beberapa hari yang lalu terus langsung di aku-akuin sebagai pacarnya, emang dasar gak waras" batin Arabella
"kan Kenzo juga udah bilang klo Kenzo bisa mencari pilihan Kenzo sendiri"
"iya-iya sekarang Bunda percaya klo pilihan kamu itu sangat bagus"
"ya udah Kenzo ke kamar dulu" Kenzo pergi ke kamar
"silahkan duduk nak" Bundanya Kenzo mempersilahkan Arabella untuk duduk.
"iya tante" Arabella duduk dan Bundanya Kenzo juga ikut duduk dan posisinya saling bersebrangan dan berhadapan.
"kamu dan Kenzo sudah kenal berapa lama, nak?"
"aduh mampus, gw harus jawab apa?masa harus bohong sih...ya udahlah gpp kli ya"batin Arabella
Arabella baru aja akan ngomong tapi...
"nak, kenapa kamu malah bengong?pasti kamu masih canggung,ya?"
"nggak kok, tan"
__ADS_1
"klo Bunda boleh tau, kamu dari keluarga mana?"
"Georgio, tan"
"syukur deh tante gak tanya kaya tadi lagi jadi kan gw gak perlu bohong" batin Arabella
"Georgio? kok kayak gak asing?"
"mungkin karna Arabella adiknya Bang Levin sahabatnya Kenzo"
"ouh jadi kamu adiknya Levin, pantesan tante kayak gak asing liat wajah kamu"
Arabella dan Bundanya Kenzo berbincang-bincang dan membicarakan Kenzo waktu Kenzo masih kecil dan itu membuat Arabella tertawa karna cerita-cerita lucu tentang kelakuan Kenzo saat masih kecil.
sekarang Arabella dan Bundanya Kenzo sudah terlihat sangat akrab walau mereka baru bertemu sekarang dan bahkan Bundanya Kenzo menyuruh Arabella untuk memanggilnya Bunda.
"kalian lagi ngomongin tentang apa sih? kok kelihatannya seru banget" Tanya Kenzo yang baru saja menghampiri mereka dan duduk di sebelah Arabella.
"nggak ngomongin apa-apa kok" Bunda Kenzo
"iya, kita nggak ngomongin apa-apa kok" sambung Arabella yang melihat Kenzo sambil menahan tawa.
"ya udah Bunda, Kenzo mau antar Arabella pulang dulu"
"loh kok pulang sih?kan baru sebentar!"
"sebentar apanya?Bunda sama Arabella itu udah ngobrol hampir satu jam lebih dan Bunda bilang itu sebentar?" Kenzo sedikit kesal karna Bundanya seperti tidak ada bosannya untuk mengobrol sampai-sampai tidak tahu waktu
"ya siapa suruh kamu bawa calon mantu yang cantik dan juga sangat asik klo diajak ngobrol"
"ish..Bunda bisa aja" Arabella tersipu malu mendengar perkataan Bundanya Kenzo.
"hah!!Kenzo gak salah denger tadi Arabella panggil Bun" perkataan Kenzo terpotong
"ya udah Kenzo antar Arabella pulang dulu"
Kenzo, Arabella dan Bundanya Kenzo berdiri.
"Arabella pulang dulu ya, Bun" Arabella bersalaman dengan Bundanya Kenzo.
"iya, nanti kamu harus sering main ke sini ya"
"iya ,Bun"
Kenzo dan Arabella berjalan keluar rumah dan masuk mobil Kenzo.Kenzo mengendarai mobilnya menuju arah rumah Arabella.
"Kenzo"panggil Arabella
"hmm"
"ternyata Bunda lo orangnya sangat asik tapi kenapa lo orangnya cuek?"
"bukan urusan lo"
"Kenzo" panggil Arabella lagi
"apa?"
"waktu tadi pas kita mau ke rumah lo, lo bilang mau ngasih hukuman tapi kenapa lo malah ngenalin gw ke Bunda sebagai pacar lo?"
"gw cuma mau bikin lo takut aja tapi klo sampai gw tau lo pelukan atau dekat sama cowok lain lagi gw gak akan tinggal diem" Kenzo dengan nada dingin."dan gw ngenalin lo sebagai pacar gw karna gw gak mau Bunda gw jodohin gw lagi sama anak temen-temenya"
__ADS_1
"jadi Kenzo hanya memanfaatkan gw, tapi kenapa rasanya seperi agak nyesek ya...eh tapi nggak-nggak gw gak boleh sampai suka sama dia"batin Arabella.
.
Arabella sudah sampai depan rumahnya dan Arabella turun dari mobil Kenzo lalu masuk ke dalam rumahnya.
Arabella masuk ke kamarnya lalu mandi di kamar mandi yang berada di kamarnya. Setelah mandi Arabella turun ke bawah dan menuju ruang keluarga.
Di ruang keluarga sudah ada Levin sedang bersantai dan main game di hpnya. Arabella berjalan ke belakang Levin dan akan mengejutkan Levin tapi...
"Abang udah tau kamu di belakang" kata Levin tapi matanya masih fokus sama game nya.
"kok abang bisa tau?" Arabella duduk di sebelah Levin
"karna kamu sangat bau asem jadi walau kamu gak keliat tapi bau kamu tercium dan sangat menusuk ke hidung" Levin terkekeh
"Abangggg" Arabella memukul-mukul tangan Levin dan membuat Levin kalah dalam game nya.
"awhh~ udah stop berhenti sakit dek, awh~ tuh kan Abang jadi kalah"
Arabella berhenti memukuli Levin dan Levin mematikan hpnya lalu menaruhnya di atas meja.
"rasain tuh!!" Arabella menyilangkan tangannya di dadanya.
"maaf deh, Abang kan cuma becanda"
"becandanya gak lucu tau!!"Arabella menggembungkan pipinya
"gemes deh" Levin mencubit pipi Arabella
"ish..sana-sana, katanya bau tapi malah mendekat" Arabella menipis tangan Levin dan mendorong Levin agar jauh darinya.
"maksud Abang itu gak gitu dek, maksudnya tuh kamu itu harum banget jadi Abang tau klo kamu ada di belakang Abang" jelas Levin.
...
"apa gw tanyain aja ya, ke Abang tentang Kenzo....hmm iya deh siapa tau kan Abang tau"batin Arabella
"Dek, kok malah bengong!" Levin melambaikan tangannya di depan wajah Arabella
"ish...apaan sih?Arabella gak bengong kok" Arabella menepis tangan Levin
"hmm..ya udah" Levin kembali memaikan hpnya lagi.
"Bang" panggil pelan Arabella
"iya, apa?" kata Levin tanpa melihat Arabella
"Arabella mau tanya tentang Kenzo, tapi Abang harus jawab jujur ya!!"
"Kenzo? emang ada apa sama Kenzo?" Levin langsung menghadap Arabella
"apa benar klo Kenzo...."
.
.
.
.
__ADS_1
~